Tampilkan postingan dengan label Al-Muhajirin Palasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Muhajirin Palasari. Tampilkan semua postingan

Membentuk Lingkungan Positif, Ustaz Husnul Khoir Ajak Jemaah Syukuri Nikmat

Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Husnul Khoir menegaskan pentingnya membangun lingkungan sosial yang saling menguatkan serta senantiasa mensyukuri setiap nikmat kecil dalam kehidupan sehari-hari, Rabu (07/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali terjebak dalam rutinitas sehingga melupakan nikmat sekecil apapun yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Rutinitas harian seperti berjalan ke tempat pengajian, menikmati secangkir kopi di pagi hari, hingga berbelanja kebutuhan bulanan kerap dianggap sebagai hal biasa tanpa diiringi rasa syukur. Padahal, nikmat sehat dan kesempatan hidup merupakan karunia yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

"Jangan sampai kita terbiasa mendapatkan nikmat tetapi lupa untuk bersyukur, karena rutinitas harian membuat kita sering kali mengabaikan karunia Allah yang begitu besar," ujarnya di hadapan para jemaah.

Ia juga menjelaskan bahwa nikmat dan rasa syukur memiliki keterkaitan yang erat dengan bertambahnya karunia dalam hidup. Ia menuturkan bahwa segala bentuk nikmat harus senantiasa disyukuri agar kelanggengannya tetap terjaga dan terus bertambah sesuai dengan tuntunan agama.

"An ni'matu mausuulun bisyukri, wa ziyadatu muta'alliqun bisyukri, yang artinya nikmat itu berhubungan dengan syukur, dan bertambahnya nikmat bergantung pada syukur," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa bentuk syukur dapat diwujudkan melalui lisan dengan mengucapkan alhamdulillah, melalui perbuatan, serta di dalam hati. Menurutnya, ketika seseorang mendapatkan pujian atau pencapaian, sudah sepatutnya pujian tersebut dikembalikan kepada Sang Pencipta sebagai pemberi nikmat yang sebenarnya.

"Yang menentukan bernilai atau tidaknya harta, ilmu, penampilan, jabatan, dan status sosial justru ada pada angka satunya, yaitu akhlak yang baik," tuturnya saat mengibaratkan pencapaian duniawi dengan angka nol dan satu.

Reporter: Tasya Ainurrahmah, KPI/3D


Bangun Generasi Qur’ani, DTA Al-Muhajirin Selingi Mengaji dengan Permainan Seru

 

Dakwahpos.com, Bandung – Ibu Annisa, pengajar Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Muhajirin, menjelaskan pada awal pembentukan lembaga di tahun 1990-an bahwa tempat belajar ini berkomitmen membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, Selasa (29/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa perjalanan panjang lembaga bermula dari TPA sederhana bentukan ibu-ibu majelis taklim setempat. Lembaga tersebut resmi bertransformasi menjadi DTA Kemenag pada tahun 2014. Penjenjangan kelas kini disesuaikan dengan tingkat sekolah dasar agar proses belajar mengajar jauh lebih terstruktur bagi para murid.

"Kita inginnya mereka menjadi berakhlak mulia, punya karakter yang betul-betul Al-Qur'an gitu ya, itu cita-cita kami," ujarnya

Untuk mengusir kebosanan murid-murid, para guru secara aktif memadukan proses belajar mengajar dengan berbagai kegiatan menarik seperti olahraga, permainan edukatif, hingga program mabit. 

Cara belajar yang lebih seru ini terbukti ampuh dalam membuat anak-anak semakin semangat ikut kegiatan mengaji. "Jadi, sesekali main game, terus kami juga bervariasi," ujarnya terkait penggunaan metode asyik di kelas. Pelajaran agama pun menjadi lebih mudah diserap oleh anak-anak.

Ia menyampaikan harapan besar agar para murid agar senantiasa tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salihah serta semakin bertakwa seiring bertambahnya usia mereka.

Reporter: Tasya Ainurrahmah, KPI/3D


Demi Memperbaiki Bacaan Al-Qur'an, Jamaah Lansia Masjid Al-Muhajirin Menyelenggarakan Tadarus Mandiri

Dakwahpos.com, Bandung – Jamaah pengajian ibu-ibu berusia lanjut menyelenggarakan kegiatan belajar Al-Qur'an secara mandiri di Masjid Al-Muhajirin Palasari, Sabtu (26/09/2026).

Ibu-ibu jamaah pengajian Masjid Al-Muhajirin menyampaikan bahwa fokus utama majelis ini murni ditekankan pada pembenahan tajwid serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Disana, mereka fokus melatih bacaan Al-Qur'an masing-masing tanpa dibebani target hafalan maupun syarat khusus.

"Pengajian Sabtu sore ini tidak ada ceramah agama, kami hanya fokus belajar membaca Al-Qur'an dan memperbaiki tajwid bersama-sama," ungkap salah satu jamaah di Masjid Al-Muhajirin.

Salah satu ibu-ibu menambahkan bahwa kehadiran ustazah pendamping atau penceramah luar terbilang sangat jarang. Jika pengisi materi berhalangan hadir, para lansia tetap bersemangat melangsungkan majelis dengan saling menyimak bacaan satu sama lain.

"Majelis Al-Qur'an sore hari ini terbuka hangat bagi seluruh ibu-ibu di sekitar lingkungan masjid," imbuh ibu-ibu jamaah pengajian Masjid Al-Muhajirin.

Mereka juga menjelaskan bahwa semangat belajar Al-Qur'an para lansia ini menjadi penggerak utama dalam meramaikan masjid. Pengajian di area utama masjid ini pun terus bergulir meskipun bertepatan dengan tanggal merah atau hari libur nasional. 

"Kalau hari biasa jemaah yang hadir berkisar puluhan orang, tetapi bisa bertambah ramai saat ada acara khusus seperti pengajian akbar," ungkapnya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik masjid dapat meningkat manakala ada variasi kegiatan dakwah yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Reporter: Tasya Ainurrahmah, KPI/3D


Pahami Sifat Huruf Hijaiyah, Ustaz Jumali Bimbing Jamaah Kuasai Tajwid

Dakwahpos.com, Bandung, – Ustaz Jumali menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami sifat-sifat huruf hijaiyah dalam pengajian rutinan ibu-ibu di Masjid Al-Muhajirin Palasari pada Rabu (16/09/2026). Kegiatan pembelajaran ilmu tajwid ini diikuti oleh para jamaah majelis taklim guna meningkatkan kualitas dan ketepatan bacaan Al-Qur'an. 

Dalam pemaparannya, Ustaz Jumali menjelaskan bahwa sifat huruf hijaiyah terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni sifat yang memiliki lawan dan sifat yang tidak memiliki lawan. Ia menegaskan bahwa pembacaan Al-Qur'an harus memperhatikan setiap detail dorongan napas dan aliran suara agar huruf yang diucapkan tidak salah arti.

 "Sifat huruf yang memiliki lawan itu ditinjau dari lima segi, salah satunya dari segi napas atau udara dan durasi suara," ujar Ustaz Jumali saat menjelaskan materi dasar sifatul huruf di hadapan para jamaah.

 Lebih lanjut, beliau memaparkan contoh sifat Al-Hams yang diucapkan dengan adanya dorongan napas yang kuat. Sebaliknya, terdapat sifat Al-Jahru di mana pengeluaran napas harus tertahan agar suara huruf yang dihasilkan terdengar bulat dan tebal tanpa adanya desisan. 

"Perjuangan yang keras biasanya untuk orang Jawa karena kebiasaan mengucapkan huruf ada dorongan napas tambahan, padahal huruf seperti Ba atau Da itu sifatnya Al-Jahru atau napasnya tertahan," jelas Ustaz Jumali. 

Selain aspek napas, Ustaz Jumali juga menerangkan peninjauan sifat huruf berdasarkan durasi suara saat kondisi sukun atau mati. Ia menyebutkan adanya sifat Asy-Syiddah yang memutus atau menahan aliran suara secara sempurna ketika huruf-huruf tertentu diucapkan. 

"Untuk huruf hamzah itu berjuang sendiri tanpa bantuan, sedangkan huruf lain seperti Jim, Dal, hingga Ba mendapat bantuan dari sifat Al-Qalqalah sehingga menghasilkan suara pantulan," ungkap Ustaz Jumali. 

Selanjutnya, materi pengajian melangkah pada peninjauan posisi pangkal lidah saat membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Beliau memperagakan secara langsung cara mengangkat pangkal lidah ke arah langit-langit untuk menghasilkan sifat Al-Isti'la yang bersuara tebal (Tafkhim). 

"Semua huruf Al-Isti'la diucapkan tebal, sedangkan lawannya yaitu Al-Istifal dibaca tipis kecuali pada kondisi tertentu seperti huruf alif dan lam pada lafaz jalalah," ungkap Ustaz Jumali.

Pengajian rutin tersebut kemudian diakhiri dengan sesi latihan praktik membaca Surah An-Naba bersama-sama menggunakan irama Bayati. Ustadz Jumali berharap para jamaah terus konsisten memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka. 

Reporter: Tasya Ainurrahmah, KPI/3D


 

Tingkatkan Kualitas Ibadah, Ustaz Enceng Sutisna Ajak Jamaah Pahami Rukun Fiqih

 

Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Enceng Sutisna menyampaikan materi pengajian subuh mengenai pentingnya pemahaman rukun serta tata cara niat salat yang benar menurut kajian kitab Fiqih di Masjid Al-Muhajirin Palasari, Senin (21/09/2026). 

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pengajian fiqih salat ini bertujuan untuk mengingat kembali serta memperdalam pemahaman ibadah. Beliau merujuk pada beberapa kitab keagamaan seperti Fathul Mu'in, Bidayatul Hidayah, dan At-Takriratus Sadidah. 

"Fungsi sim abdi mung sekedar wasilatul khoir minal ghoir ila khoir, ngadugikeun kasaean tentang salat. Mengaji agama itu harus ada gurunya, karena kalau tanpa guru bisa berbahaya dan pendapatnya tidak jelas," ujarnya. 

Selanjutnya, ia memaparkan mengenai perbedaan pendapat para ulama terkait rukun salat. Sebagian ulama menyebutkan rukun salat ada 13, 14, hingga 17, termasuk di antaranya adalah syarat khusyuk dan melaksanakannya di masjid. 

"Upami urang bumina caket masjid bari teu aya halangan, maka lebih utama salat itu di masjid. Namun, jika di masjid tidak bisa khusyuk karena ada gangguan, ada pendapat ulama yang memperbolehkan mencari tempat yang bisa membuat khusyuk," ujarnya. 

Beliau juga mengingatkan seluruh jamaah dan pengurus DKM agar senantiasa saling menjaga kenyamanan bersama saat berada di masjid. Hal-hal kecil seperti bau badan, pakaian bergambar yang mencolok, atau teguran imam yang kurang fleksibel bisa mengganggu fokus ibadah jamaah lain. 

"Maka ciptakan masjid ini supaya kita masing-masing bisa khusyuk. Kedah dirapikan dan ditutup hatinya dari hal-hal yang matak ngaganggu dina nalika engke parantos takbiratul ihram," ujarnya. 

Lebih lanjut, Ustaz Enceng Sutisna menguraikan pembagian rukun salat yang terdiri dari qauliyah (ucapan), fi'liyah (gerakan), maknawi (tertib), dan qolbiyah (hati/niat). Ia menyoroti tiga komponen utama dalam niat salat fardhu, yaitu qosdun (menyengaja), ta'yin (menentukan salatnya), dan ta'arud/fardhiyah (menegaskan status hukum fardunya). 

"Dina salat wajib kedah kumpul anu tilu eta dina hate nalika takbiratul ihram. Lamun teu kumpul, teu sah niatna menurut ukuran fiqih," ujarnya. 

Di akhir ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk terus belajar agar tidak tergolong ke dalam kelompok orang awam yang tidak mau menuntut ilmu. Beliau berharap kajian rutin ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perbaikan kualitas salat jamaah sehari-hari. 

"Mudah-mudahan urang mah kalebetkeun kana jahil mahdur, nyaeta jalmi awam tapi dihampura ku Allah subhanahu wa ta'ala kusabab kersa ngapalkeun sareng ngaderes ibadah salat," ujarnya sekaligus mengakhiri pengajian subuh itu. 

Reporter: Tasya Ainurrahmah, KPI/3D

Masjid Al Muhajirin Palasari Bagikan Kebahagiaan Dengan Jumat Berkah



Dakwahpos.com- Bandung, Masjid Al-Muhajirin Palasari kembali menggelar program Jumat berkah pada Jumat (8/11/2024), yang rutin diadakan setiap dua pekan. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat sekitar, karena masjid tidak hanya dijadikan tempat ibadah, tetapi juga wadah untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan. 

Program Jumat berkah di Masjid Al-Muhajirin meliputi pembagian makanan gratis, terlihat para DKM sibuk membagikan nasi bungkus kepada jemaah setelah salat Jumat. Sebanyak 50 bungkus makanan dibagikan kali ini, hasil dari sumbangan para donatur yang berasal dari jemaah dan warga sekitar.  

Salah satu DKM Al-Muhajirin, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. "Kami ingin menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kebajikan bagi masyarakat. Alhamdulillah, respon masyarakat sangat positif, dan jumlah donatur terus bertambah setiap minggunya," ujarnya, Jumat (8/11/2024).

Program Jumat berkah di Masjid Al-Muhajirin menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga. Kegiatan ini tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi di lingkungan sekitar.
 
Dengan semangat berbagi ini, Masjid Al-Muhajirin terus menginspirasi masyarakat untuk menebar kebaikan dan keberkahan di setiap langkah kehidupan.


Reporter: Muhammad Adil Rafsanjani, KPI/3C

Anak-Anak Masjid Al-Muhajirin Palasari ikuti Salat Berjamaah



Dakwahpos.com, Bandung - 9 Oktober 2024, suasana Masjid Al-Muhajirin di Kelurahan Palasari menjadi lebih semarak dengan kehadiran anak-anak yang turut melaksanakan salat berjamaah. 

Fenomena ini menjadi pemandangan yang menggembirakan bagi warga setempat dan pengurus masjid. Terutama bagi para orang tua yang tinggal di sekitar Masjid.

Ustaz Enggas, selaku wakil DKM, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme anak-anak dalam mengikuti ibadah berjamaah. "Alhamdulillah, sudah hampir sebulan ini kami melihat peningkatan jumlah anak-anak yang ikut salat berjamaah, terutama untuk waktu Magrib dan Isya," ujarnya, Rabu (9/10/24).

Pengurus masjid berencana untuk terus mengembangkan program serupa guna mempertahankan dan meningkatkan minat anak-anak terhadap kegiatan keagamaan di masjid.

Kehadiran anak-anak ini tidak hanya menambah kemeriahan suasana masjid, tetapi juga memberikan harapan bagi keberlanjutan kehidupan beragama di masyarakat Palasari di masa mendatang.


Reporter : Muhammad Adil Rafsanjani / 3C

Masjid Jamie Al-Muhajirin Adakan Program Pengajian Anak-Anak



Dakwahpos.com- Bandung Suasana Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Palasari, Bandung, kini semakin semarak dengan hadirnya puluhan anak-anak yang mengikuti pengajian setiap malam. Program pengajian anak yang diinisiasi oleh pengurus masjid sejak awal mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Ustadza Neneng, koordinator program pengajian, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan agama sejak dini. "Kami ingin anak-anak di lingkungan ini memiliki fondasi agama yang kuat. Selain belajar membaca Al-Qur'an, mereka juga diajarkan tentang akhlak dan nilai-nilai Islam," ujarnya.

Pengajian yang diikuti oleh anak-anak usia 3 hingga 16 tahun ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 18.00 hingga 18.50 WIB. Materi yang diajarkan meliputi:
1. Membaca dan menghafal Al-Qur'an
2. Praktik ibadah seperti wudhu dan sholat
3. Hafalan doa-doa harian

Melihat antusiasme masyarakat, pengurus masjid berencana untuk menambah variasi kegiatan, seperti lomba hafalan surat pendek dan festival anak sholeh pada bulan-bulan mendatang.

"Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anak-anak di sekitar sini. Dukungan dari orang tua dan masyarakat sangat kami butuhkan untuk kesuksesan program ini," tutup Ustadza Neneng.


Reporter: Muhammad Adil Rafsanjani, KPI 3C

Kajian Subuh Masjid Al-Muhajirin Bahas Pentingnya Salat Jumat dalam Islam



Dakwahpos.com, Bandung - Dkm masjid Al- Muhajirin Palasari mengadakan acara kajian Subuh, Sabtu(28/09/2024). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi setiap pekan. Kajian Subuh ini diisi oleh Ustaz Abdurahman dengan tema "Pentingnya Salat Jumat dalam Islam "

Pada pagi yang sejuk di Masjid Al-Muhajirin, beberapa jamaah berkumpul untuk mengikuti kajian subuh dengan tema yang sangat relevan: "Pentingnya Salat Jumat". Ustaz Abdurahman, seorang ulama yang dikenal dengan cara penyampaiannya yang santai namun mendalam, memimpin kajian tersebut.

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdurahman menjelaskan bahwa Salat Jumat bukan hanya sekadar ibadah rutin mingguan, melainkan salah satu kewajiban yang memiliki banyak hikmah dan keutamaan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menghadiri salat Jumat bagi kaum laki-laki Muslim yang sudah baligh dan mukim.

"Salat Jumat adalah kesempatan bagi umat Islam untuk berkumpul, mendengar nasihat yang berguna, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Allah SWT memberikan ganjaran besar bagi mereka yang memuliakan hari Jumat dengan beribadah sepenuh hati," ujar Ustaz Abdurrahman.

Ia juga mengingatkan jamaah tentang adab-adab menghadiri Salat Jumat, mulai dari mempersiapkan diri dengan mandi, memakai pakaian bersih dan wangi, serta datang lebih awal ke masjid. "Menghormati waktu dan tata cara Salat Jumat adalah bagian dari tanda keimanan yang kuat," tambahnya.

Kajian yang berlangsung selama 45 menit itu ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana beberapa jamaah menanyakan hal-hal praktis terkait pelaksanaan Salat Jumat, seperti hukum bagi yang berhalangan dan cara menegur anak-anak yang sering berisik saat khutbah berlangsung .

Setelah kajian selesai, para jamaah terlihat semakin bersemangat menyambut hari Jumat yang akan datang. Kajian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran umat Islam akan pentingnya Salat Jumat dan menginspirasi mereka untuk lebih menjaga kualitas ibadahnya.


Reporter : Muhammad Adil Rafsanjani Kpi 3C

DKM Al-Muhajirin Adakan Pengajian Rutin bagi Anak-Anak dengan Tema “Magrib Mengaji”

Dakwahpos.com, Bandung – Selain TKA/TPA dan DTA, DKM Al-Muhajirin juga mengadakan program "Magrib Mengaji", yaitu pengajian rutin bagi anak-anak. Pada Senin (27/11/2023), Pengajian ini dilaksanakan pada waktu malam, tepatnya setelah berjamaah salat Magrib sampai azan Isya berkumandang.

Pengajian ini terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas 1(satu) dan kelas 2(dua). Kelas 1 berisi anak-anak SD/MI, sedangkan kelas 2 berisi anak-anak SMP/MTs. Pengajian ini dilaksanakan didalam satu ruangan yang sama, namun berjalan secara kondusif, tentunya dengan arahan serta bimbingan dari para guru disana.
Adapun pelajaran yang diajarkan pada pengajian ini cukup beragam. Di kelas 1, anak-anak belajar BTQ (Baca Tulis Al-Qur'an), Iqro 1-6, dan hafalan Juz 'Amma. Dan di kelas 2, anak-anak belajar berbagai mata pelajaran, mulai dari Fiqih, Aqidah, Sejarah, Akhlaq, Hadits, dan lainnya.

"Program Magrib Mengaji ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Kamis, adapun alasan mengapa pengajian ini digelar pada waktu Magrib sampai dengan Isya, selain sebagai ajang tholabul 'ilmi, yaitu agar anak-anak terbiasa dengan salat berjamaah Magrib dan Isya. Karena kan anak-anak suka lupa sama waktu salat, bahkan suka timbul rasa malas kalo cuma di rumah mulu mah," urai Ustaz Hafid Dimyati, salah seorang guru pengajian disana.

Program ini sudah berlangsung cukup lama, dan kerap dihadiri oleh anak-anak yang selalu ceria. Alasan mengapa mereka selalu memancarkan wajah bahagianya karena guru-guru disana yang memiliki sikap ramah dan lemah lembut. Oleh karenanya, anak-anak disana mengikuti kegiatan belajarnya selalu disertai dengan rasa semangat dan gembira.

Reporter : Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI/3B

Pak Mawardi, Korban PHK Masa Pandemi yang Menjadi Pengurus DKM Masjid Jami

Dakwahpos.com, Bandung – Pak Mawardi yang kerap disapa Pak Away merupakan salah satu pengurus DKM Al-Muhajirin dari tahun 2020 sampai saat ini.

Sebelum menjadi bagian dari kepengurusan DKM, beliau pernah bekerja sebagai pegawai pabrik tekstil di Bandung selama 39 tahun. Namun sayang, pekerjaannya harus terhenti setelah masa pandemi yang dimana setelah pabriknya berhenti beroperasi, tidak memungkinkan jika masih mempekerjakan banyak karyawan. Dikarenakan hal itu, Pak Mawardi menjadi korban PHK dengan alasan batasan umur.

Setelah terkena PHK, pria yang mempunyai dua putri tersebut memutuskan untuk menjadi bagian dari kepengurusan Masjid. Pada awalnya beliau hanya sebagai petugas kebersihan Masjid, namun sekarang beliau telah menjabat sebagai wakil bendahara di Masjid tersebut.

"Awalnya saya mencoba mencari pekerjaan lain sebagai pengganti pekerjaan sebelumnya, namun karena faktor usia juga, saya masih kesusahan cari kerja. Akhirnya saya memilih menjadi bagian dari kepengurusan Masjid ini," ungkap beliau.

Selama 3 tahun beliau menjadi bagian dari kepengurusan DKM, beliau menyisihkan sebagian waktu lainnya dengan mengantar jemput anaknya ke tempat anaknya bekerja dan mengurus keperluan rumah tangga.

Setiap bulannya, beliau mendapat penghasilan sebanyak Rp.450.000,00 sebagai upah selama menjadi wakil bendahara. Meskipun terkesan sedikit, beliau selalu bersyukur dan menghargai segala apa yang beliau dapati.

"Saya bersyukur dengan kesibukan saya saat ini, ditambah saya juga suka dengan pekerjaan ini. Karena segala sesuatu pun, asalkan kita menyukai hal tersebut pasti timbal balik kepada kita juga akan merasa senang," tegas pria berumur 59 tahun tersebut.

Dan sekarang beliau sudah nyaman dengan pekerjaannya saat ini dan menerima keadaan. Disamping penghasilannya yang dibawah rata-rata, namun ketika bisa meluangkan waktu yang panjang untuk berada di Masjid, itu sudah menjadi kebahagiaannya sendiri.

Penulis : Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI/3B

Masjid Al-Muhajirin Palasari, Sebagai Yayasan Islam yang Bermanfaat bagi Masyarakat Luas

Dakwahpos.com, Bandung – Di Kota bandung, terdapat salah satu Masjid jami' yang terletak di Jl. Manglayang, RT.05/RW.08, Palasari, Kec. Cibiru, Kota Bandung. Masjid ini dibangun sekitar tahun 2000, dan telah mengalami renovasi secara bertahap.

"Masjid ini pertama kali dibangun hanya satu lantai, dan juga hanya berupa masjid sederhana yang hanya cukup memuat sedikit jemaah. Renovasi pertamanya dilakukan sekitar tahun 2006, pada saat itu Masjid ini dibuat menjadi 2 lantai," ujar Pak Mawardi, wakil bendahara DKM Al-Muhajirin.

Dan seiring berjalannya waktu, di Masjid Al-Muhajirin dilakukan pula perluasan sehingga Masjid bisa menampung lebih banyak jemaah, serta ditingkatkan pula fasilitas-fasilitas dan furnitur di Masjid ini, sehingga terciptalah Masjid yang luas dan nyaman.

Masjid Al-Muhajirin bukan hanya sekedar masjid yang digunakan untuk pelaksanaan salat saja, namun didalamnya terdapat berbagai program dan yayasan pendidikan yang terlaksana. Diantaranya yaitu pengajian umum bakda Subuh setiap Sabtu, pengajian Ibu-ibu bakda Zuhur setiap Rabu, pengajian Ibu-ibu bakda Ashar setiap Sabtu, Pengajian Anak-anak bakda Magrib hari Senin-Jumat, Kultum bakda salat Magrib dan Subuh, TKA/TPA dan DTA, tablig akbar dan lain sebagainya.

Di Masjid Al-Muhajirin ini juga tak luput dari kegiatan tahunan seperti pelaksanaan untuk memperingati Maulid Nabi, tahun baru Hijriyah, Isra' Mi'raj, Salat Idul Fitri dan Idul Adha, Zakat, dan lain sebagainya.

Tak hanya bagi masyarakat setempat, program yang dihadirkan oleh Masjid Al-Muhajirin ini terbuka untuk umum. Sebagai contoh, pada pengajian Ibu-ibu disana sering dihadiri oleh masyarakat kampung lain, serta murid DTA-pun ada yang berasal dari daerah yang berbeda.

Begitulah beberapa keistimewaan yang terdapat pada Masjid Al-Muhajirin yang memiliki peluang positif bagi masyarakat luas, baik dari sisi pendidikan maupun peribadatan.

Penulis : Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI/3B

DKM Al-Muhajirin Palasari Rencanakan Sosialisasi Urgensi Pemuda dalam Makmurkan Masjid

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Muhajirin merupakan pusat kegiatan keislaman yang berada di bawah kepengurusan DKM dan diketuai oleh Mohammad Farid Hadi, ST, ME. Terletak di komplek pemukiman warga, Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Masjid Al-Muhajirin masih aktif digunakan sebagai tempat kegiatan dakwah dan pengajian di kalangan anak-anak hingga ibu-ibu. Sehingga Masjid Al-Muhajirin merupakan tempat yang cukup untuk pengajian yang bersifat umum.

"Memang antusias warga untuk mengikuti kegiatan di Masjid Al-Muhajirin ini sangat baik, tetapi dilihat dari kegiatan keagamaan untuk kalangan anak muda sangat kurang, sehingga dibutuhkan metode yang berbeda untuk menarik anak muda agar ikut serta memakmurkan masjid. Seperti tablig akbar yang bersifat umum dan penceramahnya pun menarik bagi anak muda," terang Pak Mawardi, salah satu pengurus DKM masjid Al-Muhajirin, pada Kamis (2/11/2023).

Agar anak muda sekitar Masjid Al-Muhajirin antusias mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pihak pengurus, DKM Al- Muhajirin merencanakan program sosialisasi intensif mengenai pentingnya memakmurkan masjid sehingga pemuda yang tidak mengetahui urgensi memakmurkan masjid menjadi tahu dan lebih semangat untuk melakukan dan mengikuti kegiatan di masjid.

Memiliki letak yang strategis memang menjadi keuntungan tersendiri bagi masjid ini. Hal inilah yang dimiliki oleh masjid Al-Muhajirin yang terletak di Cilengkrang 2, Kelurahan Palasari tersebut.

"Letaknya yang berada dipinggir jalan memudahkan warga yang mau beribadah di masjid. Lagi pula dapat mengurangi tindak kriminal karena pinggir jalan banyak orang yang berlalu-lalang," ujar Rizki, seorang remaja setempat.

Tidak hanya masyarakat setempat, Masjid Al-Muhajirin ini pun ramai didatangi oleh orang-orang  yang sekedar singgah untuk menunaikan salat ketika sudah masuk pada waktunya.

Reporter : Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI 3/B

Ustaz Abu Bakar: Orang yang Beruntung Adalah Orang yang Beriman dan Bertakwa

Dakwahpos.com, Bandung – DKM Al-Muhajirin Palasari menggelar kultum selepas pelaksanaan salat magrib berjamaah pada hari Selasa, (17/10/2023). Kegiatan ini biasanya diselenggarakan secara rutin setiap harinya setelah berjamaah magrib dan subuh di masjid tersebut.

Kegiatan rutin ini bertujuan agar menambah wawasan jemaah masjid seputar agama Islam. Di samping menambah pengetahuan para jemaah, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ladang pahala atas tausiah yang disampaikan.

Pelaksanaan kultum di Masjid Al-Muhajirin Palasari ini, dipimpin oleh imam pada salat berjamaah saat itu, yakni ustaz Abu Bakar. Dalam kultum tersebut, beliau mengingatkan jemaah untuk beriman dan bertakwa.

"Kehidupan di dunia ini hanya sementara, harta kita akan ditinggalkan dan semua yang kita miliki di dunia ini akan hancur lebur. Lalu apa yang menjadikan kita bangga beserta beruntung apabila kita tidak beriman dan bertakwa kepada Allah? Maka dengan kita beriman dan bertakwa kepada Allah pastilah kita menjadi orang yang beruntung," ujar beliau.

Pak Mawardi, selaku salah satu pengurus DKM Al-Muhajirin sekaligus jemaah masjid di sana mengungkapkan betapa bersyukurnya beliau dengan adanya kegiatan kultum ini, mengingat minimnya majelis ilmu yang terselenggara di kampung tersebut. Beliau berharap, kegiatan ini terus berlanjut demi kebaikan para jemaah setempat serta sebagai sarana untuk tetap menghidupkan suasana masjid tersebut.

Reporter: Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI 3/B

Semarak Peringati Maulid Nabi, DKM Al-Muhajirin Palasari Rayakannya Dengan Meriah

Dakwahpos.com, Bandung – DKM Al-Muhajirin Palasari memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw pada hari Sabtu (7/10/2023) dengan menggelar majelis taklim. Acara Maulid ini berjalan dengan lancar serta meriah, mengingat kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan selalu dihadiri oleh jemaah setempat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Acara peringatan maulid nabi ini diisi dengan tablig akbar yang dipimpin oleh Ustaz M. Indra Kurniawan. Dalam isi ceramahnya, beliau membahas berbagai macam peristiwa yang dihadapi Nabi serta apa saja hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa tersebut, sehingga diharapkan bisa menjadi teladan bagi para jemaah. Beliau juga menegaskan sekaligus mengajak para jemaah untuk ber-itibak atau mengikuti akhlak dan sunah Rasul Saw supaya diakui sebagai umat-Nya.

Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari para murid DTA Al-Muhajirin, yaitu mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an beserta terjemahannya, nadzom tentang Nabi, pembacaan asmaulhusna, pembacaan hadis-hadis Nabi, pembacaan al-mahfuzot, dan nadzom alfiyah. Semua penampilan dari para murid DTA ini ditampilkan sebagai pembuka acara, yakni sebelum tablig akbar dimulai. 

Bahkan, penampilan-penampilan murid DTA ini mendapat pandangan positif dari Ustaz Hafid Dimyati selaku kepala Madrasah DTA Al-Muhajirin, "Saya mengapresiasi mereka luar biasa, terutama kepada guru-guru yang mendidik mereka. Dan saya berharap mereka dapat meningkatkan lagi kemampuannya sehingga menjadi lebih baik kedepannya." ungkap beliau.

Acara ini juga diisi dengan sambutan dari para tokoh masyarakat, yakni sambutan dari Bapak Mohammad Farid Hadi selaku ketua DKM Al-Muhajirin dan Bapak Usman selaku ketua RW setempat. Dalam kedua sambutan tersebut, mereka mengapresiasi atas kehadiran dan antusiasme jemaah dalam mengikuti peringatan Maulid Nabi ini. Dan mereka juga berharap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan rasa cinta para jemaah kepada Nabi Muhammad Saw.

Reporter : Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI/3B

Para Murid DTA Al-Muhajirin Palasari Ikuti Setiap Pembelajaran Dengan Penuh Semangat

Dakwahpos.com, Bandung – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhajirin Palasari menghadirkan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) sebagai salah satu program yang ada disana. Pada Selasa (2/10/2023), para siswa terlihat mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan pembelajaran yang interaktif. 
 
Kegiatan DTA ini dilaksanakan di area masjid Al-Muhajirin sendiri, karena masih dalam satu bangunan yang sama tetapi berbeda lantai. DTA-nya ada di lantai satu, sedangkan masjidnya sendiri ada di lantai dua.  
 
"DTA ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat, adapun waktu pembelajarannya terbagi menjadi tiga shift. Yaitu ada yang masuk pukul 08.00 WIB, 14.00 WIB, dan 16.00 WIB. Pembagian waktu ini menyesuaikan dengan waktu sekolah mereka yang sama-sama juga di-shift. Kalo sekolah SD-nya pagi maka masuk DTA-nya siang, kalo sekolah SD-nya siang maka masuk DTA-nya Pagi" Ungkap Ustaz Hafid Dimyati, salah satu wali kelas sekaligus kepala Madrasah di DTA Al-Muhajirin. 
 
Antusias dari para murid juga dapat dilihat pada waktu mereka hadir. Mereka sudah biasa hadir 30 menit lebih awal dari waktu pembelajaran dimulai. Bahkan, mereka juga selalu setia menunggu guru mereka jika belum hadir. 
 
Setiap sebelum pembelajaran dimulai, Ustaz Hafid mengawali kelasnya dengan hafalan Al-Qur'an, dan para murid pun mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Selama kelas berlangsung, Pak Hafid selalu berinteraksi dengan murid-muridnya. Metode belajar seperti itulah yang membuat para murid semangat belajar. "Pak Hafid orangnya baik, belajar sama beliau itu seru sama bikin semangat" seru para murid DTA Al-Muhajirin. 
 
Reporter : Ihsan Kamil Rahmatilah, Maha
siswa KPI/3B 

Konsisten, DKM Al-Muhajirin Rutin Gelar Pengajian Akhwat Meski Sepi Peminat

Dakwahpos.com, Bandung – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhajirin yang beralamat di Jl. Manglayang, RT.05/RW.08, Palasari, Kec. Cibiru, Kota Bandung menggelar pengajian akhwat pada hari sabtu, (23/9/2023). Kegiatan ini rutin digelar setiap Hari Sabtu dari setelah ashar sampai sebelum maghrib sekitar pukul 15.30-17.30 WIB. 
 
Kegiatan rutin ini telah berjalan sekitar 9 tahun yang lalu, yaitu dari semenjak masjid ini berdiri, dan selalu dihadiri oleh ibu-ibu setempat. Akan tetapi kegiatan rutin ini hanya dihadiri oleh sebagian ibu-ibu setempat, dan hanya diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran bersama. Berbeda dengan pengajian ibu-ibu yang biasanya sering dipadukan dengan majelis ta'lim dengan adanya penceramah. "Pengajian ibu-ibu hari sabtu ini memang hanya diisi dengan ngaderes Al-Qur'an bersama, kalau pengajian ibu-ibu yang ada penceramahnya itu adanya setiap hari rabu, pukul 2 siang sampai ashar" ungkap Pak Mawardi, salah satu pengurus DKM Al-Muhajirin. 
 
Meskipun pengajian ini bisa dibilang kurang dipandang oleh sebagian ibu-ibu yang lain, pengajian ini tetap konsisten dilaksanakan. Mengingat kegiatan rutinan ini sudah sangat lama dilaksanakannya.  
 
Menurut para jamaah, alasan pengajian hari sabtu ini sedikit yang hadir, yaitu karena kebanyakan ibu-ibu setempat lebih memilih pengajian di masjid lain yang dimana di sana ada ceramahnya. Dan alasan mengapa para jamaah yang hadir masih setia dengan pengajian di Masjid Al-Muhajirin, karena mereka tidak ingin meredupkan kegiatan masjid yang telah biasa mereka laksanakan. 
 
Walaupun hanya diisi dengan membaca Al-Qur'an bersama dan tanpa adanya sesi ceramah/siraman rohani, dengan diadakannya pengajian rutin seperti ini para jamaah secara langsung telah menghidupkan suasana masjid yang ada di kawasan jamaah setempat. Di samping itu, kekonsistenan para jamaah ini juga patut diapresiasi.  
 
Dengan diadakannya kegiatan rutin ini, diharapkan bisa menjadi ladang pahala serta jembatan menuju kepada ridho dan rahmat Allah SWT.  
 
Reporter : Ihsan Kamil Rahmatilah, Mahasiswa KPI/3B 
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos