Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Siswa MTs Darussalam Raih Juara 1 dalam Porseni Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026

Dakwahpos.com, Ciamis — Fadhil Aiman Fatoni, siswa MTs Darussalam Ciamis, berhasil meraih Juara 1 cabang speech contest Bahasa Inggris dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Tsanawiyah tingkat Kabupaten Ciamis yang digelar pada Rabu, (5/8/2026).

Prestasi tersebut diraih dalam penyelenggaraan Porseni MTs Kabupaten Ciamis yang kembali dilaksanakan setelah vakum selama sekitar enam tahun sejak 2019. Kegiatan ini menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi siswa-siswi madrasah yang memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni.

Keberhasilan Fadhil menjadi juara pertama menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan pidato berbahasa Inggris dengan baik. Dalam perlombaan tersebut, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga harus menguasai materi, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta kepercayaan diri ketika tampil di hadapan dewan juri.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Ciamis, H. Dadang Mulyana, menjelaskan bahwa Porseni tahun ini diikuti oleh 17 kontingen dari berbagai kelompok kerja madrasah. Jumlah peserta lomba diperkirakan mencapai sekitar 980 siswa, sedangkan keseluruhan pihak yang terlibat, termasuk ofisial, wasit, juri, dan panitia, berjumlah lebih dari 1.300 orang.

“Alhamdulillah, tahun ini Porseni tingkat MTs Kabupaten Ciamis dapat kembali dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyaring siswa-siswi terbaik yang nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Ciamis pada Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Dadang.

Dalam Porseni tersebut dipertandingkan sepuluh cabang lomba, yaitu Musabaqah Hifzil Quran, kaligrafi, pidato Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Arab, speech contest Bahasa Inggris, solo vokal, bulu tangkis, tenis meja, bola voli, dan futsal. Seluruh MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Ciamis turut dilibatkan dalam rangkaian kompetisi tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, menyampaikan bahwa kembalinya Porseni menjadi kabar menggembirakan bagi lingkungan madrasah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan prestasi, sportivitas, serta kebersamaan antarsiswa madrasah.

Asep juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Menurutnya, peserta harus tetap menjunjung tinggi sportivitas, sedangkan dewan juri dan perangkat perlombaan wajib menjalankan tugas secara profesional, adil, objektif, dan tidak memihak.

Kemenangan Fadhil menjadi kebanggaan bagi MTs Darussalam Ciamis sekaligus membuka peluang baginya untuk mengikuti pembinaan lebih lanjut menuju Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat. Hasil tersebut juga diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya agar berani mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Fadhil mengaku bersyukur dapat memberikan hasil terbaik bagi sekolahnya. 

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih Juara 1. Mengikuti lomba ini menjadi pengalaman yang berharga karena saya belajar mengatasi rasa gugup, lebih percaya diri berbicara dalam Bahasa Inggris, dan bertemu dengan peserta-peserta hebat dari madrasah lain. Saya berterima kasih kepada guru, orang tua, dan teman-teman yang telah mendukung serta membimbing saya. Ke depan, saya ingin terus berlatih agar bisa memberikan hasil terbaik pada tingkat berikutnya,” ujar Fadhil Aiman Fatoni.



Prof. Abdullah Terpilih sebagai Ketua APDII Periode 2026–2030

 



Dakwahpos.com, Balikpapan — Prof. Dr. Abdullah, M.Si. Guru Besar Ilmu Dakwah, UIN Sumatera Utara, terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) periode 2026–2030 dalam Kongres APDII VII yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat, 6 Juni 2026.

Pemilihan Ketua APDII tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan FORDAKOM, Forum Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi PTKI se-Indonesia. Pemilihan ini diikuti oleh 25 dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari berbagai PTKI di Indonesia serta sejumlah guru besar.

Dalam proses pemilihan, Prof. Dr. Abdullah, M.Si. memperoleh 14 suara. Ia unggul dari Prof. Dr. Najahan Musyafak, M.A. yang memperoleh 9 suara, dan Prof. Dr. Entad Musaddad, M.A. yang memperoleh 2 suara.

Terpilihnya Prof. Abdullah diharapkan menjadi momentum penguatan APDII sebagai wadah akademisi dan profesi dai di Indonesia. APDII ke depan menurut Prof Abdullah diharapkan semakin berperan dalam pengembangan keilmuan dakwah dan komunikasi, sekaligus memperkuat kualitas program studi dan fakultas dakwah dalam merespons berbagai isu keumatan, kebangsaan, dan perkembangan komunikasi kontemporer.

Ketua APDII periode 2022–2026, Prof. Dr. Muhammad Sulthon, M.Ag., menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat memperkuat soliditas organisasi dan memperluas kontribusi keilmuan dakwah. Menurutnya, APDII perlu terus mengembangkan institusi serta kajian-kajian dakwah agar mampu memberi kontribusi nyata, tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi juga pada ruang yang lebih luas.

“Kita berharap 2026–2030 itu semakin solid dan semakin bisa mengembangkan institusi maupun kajian-kajian dakwah, sehingga betul-betul kontributif untuk menciptakan dan mendorong rahmatan lil alamin, bukan cuma untuk wilayah Indonesia, syukur bisa di wilayah yang lebih luas,” ujar Prof. Sulthon.

Ia menambahkan, berbagai fenomena dakwah kontemporer perlu terus direspons oleh APDII, baik yang bersifat lokal maupun internasional. Salah satu fenomena yang disebutnya adalah gerakan hijrah yang berkembang di tengah masyarakat.

“Fenomena yang terjadi dan sudah direspons oleh APDII bukan cuma isu-isu lokal, tetapi juga internasional. Banyak sekali yang bisa kita respons, misalnya gerakan hijrah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari harapan kita untuk pertumbuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FORDAKOM periode 2024–2026, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A., menilai kolaborasi antara APDII dan FORDAKOM selama ini telah berjalan kuat. Menurutnya, sinergi kedua organisasi tersebut penting dalam memperkuat eksistensi keilmuan dakwah dan komunikasi melalui berbagai pendekatan akademik.

Prof. Hasan menyebut kolaborasi APDII dan FORDAKOM telah melahirkan banyak kegiatan akademik, baik dalam skala nasional maupun internasional. Karena itu, kepengurusan baru APDII diharapkan dapat melanjutkan sekaligus memperluas kerja sama strategis tersebut.

Dengan terpilihnya Prof. Dr. Abdullah, M.Si., APDII diharapkan mampu memperkuat peran akademisi dan profesi dai dalam pengembangan dakwah, komunikasi Islam, serta peningkatan mutu kelembagaan fakultas dan program studi di lingkungan PTKI se-Indonesia.

Bina Karakter, Kepemimpinan, dan Kemandirian, 117 Peserta Ikuti Alfaro Camp di MAN 1 Darussalam Ciamis

 

CIAMIS — Sebanyak 117 siswa MAN 1 Darussalam Ciamis yang tergabung dalam Pramuka Penegak Ambalan Ali bin Abi Thalib dan Fatimatu Zahra mengikuti kegiatan Alfaro Camp di Lapangan MAN 1 Darussalam Ciamis, 1–3 Mei 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari proses pelantikan anggota Pramuka Penegak Bantara dengan fokus pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian.

Selama tiga hari, peserta menjalani serangkaian kegiatan yang menguji kemampuan fisik, mental, dan kekompakan kelompok. Kegiatan diawali dengan pengecekan perlengkapan dan upacara pembukaan, dilanjutkan sesi materi tentang organisasi Pramuka oleh Bapak Iing Kuswandi. Ia menekankan bahwa Pramuka merupakan satu-satunya organisasi dengan landasan undang-undang tersendiri yang sekaligus membuka peluang beasiswa perguruan tinggi bagi anggotanya.

Pembina Pramuka MAN 1 Darussalam, Fani Rahman, S.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak semata diukur dari kelulusan sebagai Penegak Bantara, melainkan dari perubahan sikap dan kedewasaan setiap peserta. Menurutnya, proses belajar dalam kepramukaan justru terletak pada keberanian menghadapi tantangan dan kebersamaan dalam menyelesaikannya.

"Hari ini adalah awal dari perjalanan kalian. Mungkin terasa melelahkan, tetapi setiap langkah yang kalian ambil akan membentuk kalian menjadi pribadi yang lebih kuat," tutur Fani Rahman dalam arahannya saat pembukaan.

Hari kedua diisi sesi materi administrasi kepramukaan oleh Kak Rian Muhammad Fernandi yang membahas administrasi keanggotaan, keuangan, kegiatan, hingga perlengkapan satuan. Sore harinya, semangat peserta semakin membara dalam Alfaro Festival yang mempertandingkan lomba pionering, P3K, dan jejak petualang. Ketiga lomba tersebut dirancang untuk melatih kekompakan, pengetahuan, dan ketangkasan peserta. Malam harinya, suasana berubah meriah dengan pentas seni yang menampilkan dance, drama, iklan, dan acapella dari masing-masing sangga.

Puncak kegiatan berlangsung dini hari ketika peserta menjalani jurit malam dengan mata tertutup kain kacu, dituntun para senior melewati lorong gelap untuk menemukan "blok bantara" sebagai simbol kelulusan. Suasana menegangkan sekaligus diwarnai gelak tawa, termasuk ketika seorang peserta salah membawa paving block dari jalanan karena keliru memahami instruksi. Setelah jurit malam, seluruh peserta yang berhasil resmi dilantik sebagai Pramuka Penegak Bantara melalui upacara khidmat yang berlangsung pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari.

Hari ketiga ditutup dengan hiking rally sejauh sekitar tiga kilometer yang melewati lima pos tantangan, mulai dari sandi morse, baris-berbaris, pengetahuan kepramukaan, uji kemampuan indera, hingga pos basah-basahan yang diwarnai guyuran air dan teriakan yel-yel kelompok.


 

Syamil Irfan Fatoni, peserta kelas 10, mengaku mendapat banyak pelajaran berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan ini. Baginya, setiap tantangan yang dihadapi selama tiga hari justru menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

"Hari pertama cukup menegangkan, terutama saat pengecekan barang. Tapi dari situ saya belajar pentingnya persiapan dan tanggung jawab," ujarnya.

Alfaro Camp diharapkan menjadi wadah efektif dalam mencetak generasi muda yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus mempererat nilai kebersamaan di lingkungan Pramuka MAN 1 Darussalam Ciamis.


Santri TPA Manunggal Miliki Beragam Motivasi Belajar

Dakwahpos.com, Bandung – Kegiatan mengaji di TPA Manunggal Cipadung menjadi sarana pembelajaran agama sekaligus wadah interaksi sosial bagi anak-anak. Wawancara terhadap empat santri TPA tersebut dilakukan pada (16/12/2025) di lingkungan TPA Manunggal Cipadung, Kelurahan Cipadung.

Empat santri yang diwawancarai yakni Muhammad Luthfi Haikal, Farid Rabbani Abdullah, Hafsah Amalia Nafisya, dan Meisya Oktavia Andriani. Mereka mengikuti kegiatan mengaji secara rutin pada hari Senin hingga Kamis dengan latar belakang usia dan sekolah yang berbeda.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa motivasi santri mengikuti TPA beragam. Sebagian mengikuti kegiatan mengaji karena dorongan orang tua, sementara lainnya datang atas kemauan sendiri. Meski demikian, seluruh santri menyatakan bahwa kegiatan mengaji terasa menyenangkan karena dapat belajar dan berinteraksi bersama teman sebaya.

Minat belajar santri juga berbeda-beda. Beberapa santri menyukai pelajaran Al-Qur'an, Fikih, Hadis, dan Tarikh Islam. Walaupun sejumlah materi dinilai cukup sulit, santri tetap menunjukkan ketertarikan terhadap pelajaran yang sesuai dengan minat masing-masing.

Dalam interaksi kelompok, muncul peran panutan di antara santri. Farid Rabbani Abdullah dinilai rajin dan sering menyetorkan hafalan sehingga menjadi contoh bagi teman-temannya. Hal tersebut mendorong santri lain untuk meniru perilaku positif dalam kegiatan mengaji.

Selain itu, santri menunjukkan sikap empati dalam komunikasi kelompok. Ketika ada teman yang merasa sedih atau kurang bersemangat, mereka memilih untuk bertanya dan memberikan perhatian. Santri juga berusaha tetap hadir mengikuti kegiatan TPA meskipun terkadang merasa malas atau ketiduran.

Melalui kegiatan TPA, santri menilai bahwa mengaji penting untuk membentuk kebiasaan positif, seperti lebih rajin belajar, sabar, dan taat beribadah. Komunikasi kelompok yang terjalin di TPA menjadi bagian dari proses pembentukan sikap sosial anak-anak.

Reporter: Haifa Salsabil Izdihar, KPI 3/D

Dukung Budaya Literasi Kabupaten Tasikmalaya, Mahasiswa Prodi KPI UIN Bandung Luncurkan Program Singaparna Bumi Literasi

Dakwahpos.com, Bandung – Program Singaparna Bumi Literasi merupakan inisiatif dari Mutiara, mahasiswa KPI 23 yang juga merupakan finalis Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai finalis Duta Baca, Mutiara telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mempromosikan literasi di wilayah Singaparna dan sekitarnya. (19/10/2024)

Mutiara, selaku penggagas program, menjelaskan latar belakang pembuatan program . "Saya buatkan program Singaparna Bumi Literasi dalam rangka inkubasi Duta Baca Kab. Tasikmalaya," ungkapnya.

Peluncuran program "Singaparna Bumi Literasi" berlangsung meriah di alun-alun Singaparna pada Minggu pagi. Acara ini dihadiri oleh sekretaris kecamatan dan organisasi literasi setempat. Ibu Hj. Dais, Sekretaris Kecamatan Singaparna, menyampaikan dukungannya terhadap program ini. "Mudah-mudahan melalui program ini Singaparna lebih maju lagi. Kita manfaatkan fasilitas yang ada di Singaparna ini," ujarnya.

Beberapa hari setelah peluncuran, program "Singaparna Bumi Literasi Goes to School" sukses digelar di MTsN 10 Tasikmalaya. Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara Singaparna Bumi Literasi dan MTsN 10 Tasikmalaya ini dihadiri oleh 65 siswa, 2 pembina ekstrakurikuler literasi, dan Kepala Sekolah MTsN 10 Tasikmalaya. Drs. H.R. Dadang Iskandar, M.MPd selaku Kepala Sekolah menyatakan kegembiraannya atas antusiasme siswa.

Pada hari yang sama, program Singaparna Bumi Literasi juga mengadakan pelatihan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MIS Cicarulang. Acara ini dihadiri langsung oleh kepala sekolah Asep Ridwan S.Pd.I dan wali kelas 5. Dalam acara tersebut, Singaparna Bumi Literasi meluncurkan program baru bernama SIAGA (Literasi melalui Gambar Animasi) yang dirancang untuk membantu siswa memahami dan mengingat buku yang telah dibaca melalui imajinasi dan kreasi gambar.

Mutiara, selaku penggagas program, menjelaskan latar belakang pembuatan program SIAGA. "Saya buatkan game untuk anak-anak SD yang mungkin belum menguasai public speaking, dimana sesi review dan diskusi kurang memuaskan bagi mereka. Akhirnya saya membuat program baru SIAGA, dimana anak-anak bisa menggambarkan imajinasi dari apa yang mereka baca. Program ini berbentuk game tapi masih melibatkan literasi," ungkapnya.

Sebagai finalis Duta Baca, Mutiara tidak hanya memberikan sambutan dalam acara tersebut, tetapi juga aktif terlibat dalam setiap aspek program. Ia menyampaikan harapannya, "Semoga kegiatan ini terus berlanjut sampai mencetakk visi misi saya Singaparna sebagai rumah literasi." Komitmen dan inovasi yang ditunjukkan Mutiara dalam program ini menjadi bukti nyata perannya sebagai calon Duta Baca yang berdedikasi.

Dengan memanfaatkan fasilitas publik yang ada, program ini mengajak masyarakat untuk aktif membaca dan berdiskusi tentang buku-buku yang telah mereka baca. Peluncuran "Singaparna Bumi Literasi" menandai langkah baru dalam upaya membangun budaya literasi di Singaparna, dengan harapan dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berwawasan luas. Keberhasilan program ini juga menjadi nilai tambah bagi Mutiara dalam perjalanannya sebagai finalis Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya.

Reporter : Mutiara Putri Nurrohmah,KPI/3A

Kuatkan Solidaritas Antar Siswa, IRMANDABA Laksanakan Kegiatan Mabit Rembulan



Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan Mabit Rembulan yang diselenggarakan oleh IRMA MAN 2 Kota Bandung berhasil menguatkan solidaritas antar siswanya. Program Mabit Rembulan ini diselenggrakan pada hari Jum'at - Sabtu (23-24/08/2024). Seluruh anggota ekstrakurikuler keagamaan dan siswa-siswi MAN 2 Kota Bandung diikutsertakan agar siswa dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan spiritualitas.

Acara ini diadakan di Masjid Ath-Tholibin MAN 2 Kota Bandung dan Gedung Serbaguna, yang dipilih karena fasilitasnya mendukung pelaksanaan ibadah dan kegiatan lainnya. Dalam rangkaian acara, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti pematerian, Mahalul Qiyam, nonton program Youtuber IRMA, serta Qiyamullail bersama.

Persiapan sebelum acara melibatkan rapat koordinasi dan pembagian tugas di antara panitia. Tanggapan peserta setelah mengikuti kegiatan sangat positif; mereka merasa senang dan mendapatkan banyak manfaat dari pengalaman tersebut.

M. Nasyiit Alkausar, salah satu pengurus Tarbiyah, berharap nilai-nilai yang dipelajari dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi momen untuk meningkatkan komitmen siswa terhadap kegiatan keagamaan.

Kegiatan Mabit Rembulan ini merupakan tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan, menciptakan momen spiritual yang tidak hanya memperkuat hubungan antar siswa tetapi juga memperdalam pemahaman agama mereka.

Reporter : Sifa Nurfalah, KPI/3C



Tingkatkan Keimanan dan Ilmu Keagamaan Siswanya, IRMANDABA Laksanakan Program Ini

Dakwahpos.com, Bandung - Dalam upaya meningkatkan ilmu keagamaan dan memperbarui keimanan, IRMANDABA (Ikatan Remaja Masjid MAN 2 Kota Bandung) melaksanakan berbagai program yang berfokus pada pengkajian nilai-nilai keislaman. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga untuk mengembangkan karakter siswa menjadi individu yang lebih beriman dan bertaqwa.

Maulana Dzikrullaah, ketua IRMANDABA menyampaikan bahwa program-program ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang beriman, bertaqwa, dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama Islam. "Kita berharap dengan program-program ini, temen-temen bisa nambah ilmu keagamaan dan memperbarui keimanan, sehingga bisa menjadi individu yang lebih baik dan berkontribusi pada masyarakat," ungkap Maulana

Program yang dilaksanakan diantaranya adalah kajian-kajian. Pertama Kajian intensif yang terakhir dilaksanakan pada hari Kamis (22/08/2024). Kajian intensif ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan siswa melalui diskusi dan pembelajaran yang mendalam tentang berbagai tema keagamaan. Dalam pelaksanaanya kegiatan ini sering kali melibatkan pembicara yang ahli dibidangnya.
Selain itu, pada hari Kamis (25/04/2024) dilaksanakan kajian kitab, di mana siswa diajak untuk mempelajari kitab-kitab klasik dan modern yang menjadi rujukan utama dalam Islam. Kegiatan ini memiliki tujuan agar siswa memahami dalil-dalil yang menjadi dasar untuk ibadah pada kehidupan sehari-hari.

Ada juga program kajian Ikhwan /Akhwat yang memfasilitasi diskusi khusus antar siswa laki-laki (ikhwan) dan antar siswa perempuan (akhwat). Dalam kajian khusus ini para siswa membahas mengenai ilmu fiqih, habluminannas, dan aqidah akhlak. Selain untuk menambah wawasan, kajian khusus tujuan  membangun pemahaman untuk saling menghormati, kerjasama, dan juga menjaga batasan antar gender dalam konteks keagamaan.

Program lain yang menarik adalah ceramah PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) yang diadakan untuk memperingati momen-momen penting dalam kalender Islam. Pada (16/02/2024) dilaksanakan peringatan isra mi'raj, kemudian pada Sabtu (20/09/2024) digelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW., dan juga sering digelar perayaan hari besar Islam lainnya. Ceramah ini menghadirkan penceramah yang memberikan tausiyah untuk meningkatkan kesadaran spiritual siswa serta memperkuat rasa kebersamaan diantara mereka.

Dengan berbagai program ini, IRMANDABA (Ikatan Remaja Masjid Ath-Tholibin MAN 2 Kota Bandung) terus berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan berupaya menjadi wadah untuk mengembangkan karakter siswa menjadi individu yang lebih beriman dan bertaqwa. Program ini juga dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan spiritual dan moral siswa di MAN 2 Kota Bandung.

Reporter : Sifa Nurfalah, KPI/3C

Fadhil Aiman Fatoni Raih Juara 1 Lomba Pidato Maulid Nabi di MI At-Taqwa Arcamanik

 


Dakwahpos.com, Bandung - Fadhil Aiman Fatoni, siswa Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa Arcamanik Bandung, berhasil meraih juara 1 dalam lomba pidato memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW level 6. Lomba ini diadakan pada hari Rabu, (18/9/2024) bertempat di ruang kelas dan melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi, dengan tema "Makna Maulid Nabi di Masa Modern." Selain pidato, terdapat pula perlombaan lain seperti kaligrafi, tilawah Al-Qur'an, hapalan doa dan hadits. Setiap siswa di setiap level ikut serta dalam perlombaan ini.

Dalam lomba pidato tersebut, Fadhil berhasil mengalahkan pesaingnya dengan materi tentang meneladani akhlak nabi dalam kehidupan sehari-hari seperti menolong orang yang terkena musibah. Proses latihan yang dilakukannya selama beberapa hari menjadikannya berhasil meraih juara pertama.

Para pemenang perlombaan lainnya adalah Milaneo Raza Alterra (Juara 2 Lomba Pidato Level 6), Raina Razania Iftinanisa (Juara 3 Lomba Pidato Level 6),  Alkalifi Aidin Siddiq (Juara 1 Lomba Doa dan Hadits Level 6), Seana Handaru Kara (Juara 2 Lomba Doa dan Hadits Level 6), dan Elandra Yudisthira (Juara 3 Lomba Doa dan Hadits Level 6).

 
Fadhil mengungkapkan rasa bahagianya memenangkan perlombaan tersebut, karena ia telah berusaha untuk berlatih sebelumnya. 

“Saya sangat senang bisa menjadi juara setelah berlatih bersungguh-sungguh. Saya berharap teman-teman yang belum menang bisa berusaha lebih keras agar bisa menjadi juara di kesempatan berikutnya,” ungkap Fadhil setelah pengumuman pemenang lomba.

Pembagian hadiah dilakukan pada hari Kamis, (19/9/2024), oleh Ibu Faroh, guru pengajar di MI At-Taqwa Arcamanik. Ajang ini menurutnya tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah keterampilan siswa dalam berbagai bidang keagamaan, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih mengenal dan mencintai ajaran Rasulullah di era modern saat ini.

Reporter: Uwes Fatoni

Ketua LD PBNU: Pembimbing Haji dan Umrah Harus Bisa Memberikan Perubahan Positif

 

Dakwahpos.com, Bandung - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung untuk yang ke-30 kalinya menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Ibadah Haji dan Umrah Profesional.

Kali ini sertifikasi diselenggarakan secara mandiri dan bekerja sama dengan Ditjen PHU Kemenag RI, Lembaga Dakwah PBNU, dan didukung oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Kegiatan diselenggarakan di Hotel Shakti, Jalan Soekarno Hatta Nomor 735, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, dari 15-22 Januari 2024.

Jumlah peserta ada 115 orang yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, utusan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Parmusi.

Dalam melakukan manasik, para pembimbing sering kali bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang tidak ada kaitannya dengan praktik haji dan umrah sehingga para jemaah tidak mendapatkan ilmu sebagai bekal ketika ibadah haji dan umrah.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana berpesan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran penting untuk para pembimbing.

“Sertifikasi inilah media pembelajaran para pembimbing agar para pembimbing ketika melakukan manasik haji dan umrah, bisa memberikan ilmu kepada jemaah, dan harus bisa memberikan perubahan positif kepada jemaah,” ujar KH Ahmad Rosyidin Mawardi, Ketua Pelaksana LDPBNU (Lembaga Dakwah (Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), pada Selasa (16/01/2024).

Sertifikasi haji ini juga merupakan model praktik dari moderasi beragama karena yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang beragam.

Dalam sertifikasi bisa menjadi media sharing ilmu dan pengalaman di antara para peserta. “Jumlah peserta kali ini terbanyak, tetapi harga sertifikasi yang relatif bersaing,” ujar Sekretaris LDPBNU KH Nurul Badrutamam.
Baca Juga:  Mahasiswa Teknik Elektro UIN Bandung Raih Peringkat Dua PLN ICE dan Nominasi Proposal Social Project pada Kompetisi Innovillage

Setiap penyelenggaraan sertifikasi haji selalu ada cerita dan pengalaman menarik. Selain itu, ada juga dampak positif dari setiap kegiatan sertifikasi kepada para jamaah haji dan umrah sebagai efek dari peningkatan kualitas pembimbing.

“Ada sesuatu yang berbeda dari setiap kegiatan sertifikasi sehingga ketika pulang sertifikasi haji ada yang bisa disampaikan pada jemaah. Tidak hanya bekal fikih haji, tetapi bekal meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan tugas sebagai pembimbing dan lebih profesional,” ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung Enjang AS.
Baca Juga:  Tingkatkan Publikasi, 45 Delegasi UIN Bandung Ikuti Konferensi Internasional

Petugas dan pembimbing haji tidak hanya memberikan pembekalan seputar ritual ibadah haji dan umrah. Namun, juga memberikan bekal-bekal teknik lainnya yang bermanfaat di tempat ibadah, baik di Makkah maupun Madinah.

Pasalnya, karakteristik jemaah itu beragam dan pemahaman atau pengalaman jemaah pun berbeda.

“Sertifikasi haji ini jangan hanya memenuhi kewajiban karena nanti akan cape, tetapi karena kebutuhan maka akan ringan. Sertifikasi ini harus bisa meningkatkan pengetahuan para pembimbing akan medan, budaya, pelayanan kepada jemaah,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Ajam Mustajam.”

“Selain itu, juga mengajarkan para jemaah dalam menggunakan sarana dan prasarana selama berhaji dan umrah,” tandas Ajam.

 

Pembimbing Haji dan Umrah Harus Bisa Memberikan Perubahan Positif

 

Dakwahpos.com, Bandung - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung untuk yang ke-30 kalinya menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Ibadah Haji dan Umrah Profesional. Kali ini sertifikasi diselenggarakan secara mandiri dan bekerjasama dengan Ditjen PHU Kemenag RI, Lembaga Dakwah PBNU, dan didukung oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan diselenggarakan di Hotel Shakti Jalan Soekarno Hatta Nomor 735 Cimenerang Kecamatan Gede Bage Kota Bandung, mulai dari 15-22 Januari 2024, dengan jumlah peserta 115 yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, dan dari utusan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Parmusi.

Dalam melakukan manasik, para pembimbing seringkali bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang tidak ada kaitannya dengan praktik haji dan umrah, sehingga para jemaah tidak mendapatkan ilmu sebagai bekal ketika ibadah haji dan umrah. Dalam sambutannya ketua pelaksana berpesan kepada para pesertanya, bahwa “Sertifikasi inilah media pembelajaran para pembimbing agar para pembimbing ketika melakukan manasik haji dan umrah, bisa memberikan ilmu kepada jemaah, dan harus bisa memberikan perubahan positif kepada jemaah,” ujar K.H. Ahmad Rosyidin Mawardi, Ketua Pelaksana LDPBNU (Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Selasa (16/1/2024).

Sertifikasi haji ini juga merupakan model praktik dari moderasi beragama, karena yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang beragam. Dalam sertifikasi bisa menjadi media sharing ilmu, pengalaman di antara para peserta, “Jumlah peserta kali ini terbanyak, namun harga sertifikasi yang relatif bersaing,” ujar K.H. Nurul Badrutamam, Sekretaris LDPBNU.

Setiap penyelenggaraan sertifikasi haji selalu ada cerita dan pengalaman menarik, dan ada dampak positif dari setiap kegiatan sertifikasi kepada para jamaah haji dan umrah sebagai efek dari peningkatan kualitas pembimbing. “Ada sesuatu yang berbeda dari setiap kegiatan sertifikasi, sehingga ketika pulang sertifikasi haji ada yang bisa disampaikan pada jemaah. Tidak hanya bekal fiqh haji, namun juga bekal meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan tugas sebagai pembimbing, dan lebih profesional,” ujar Prof. Dr. H. Enjang, M.Ag., M.Si, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Petugas dan pembimbing haji tidak hanya memberikan pembekalan seputar ritual ibadah haji dan umrah, namun juga memberikan bekal-bekal teknik lainnya yang bermanfaat di tempat ibadah, baik di Mekkah maupun Madinah. Karena karakteristik jemaah itu beragam, dan pemahaman atau pengalaman jemaah pun berbeda.

“Sertifikasi haji ini jangan hanya memenuhi kewajiban karena nanti akan cape, namun karena kebutuhan maka akan ringan. Sertifikasi ini harus bisa meningkatkan pengetahuan para pembimbing akan medan, budaya, pelayanan kepada jemaah, juga mengajarkan para jemaah dalam menggunakan sarana dan prasarana selama berhaji dan umrah”, ujar Drs. Ajam Mustajam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

 

Tingkatkan Generasi Qur’ani, TKQ Al-Amanah Adakan Program Hafalan Untuk Anak-anak

Dakwahpos.com, Bandung – Dalam rangka meningkatkan generasi Qur'ani sejak dini, TKQ Al-Amanah adakan program hafalan Al-Quran setiap pekan di hari Kamis untuk melatih stimulus dan memori anak tentang Al-Quran. Hal ini diungkapkan oleh Naning, Kepala TKQ Al-Amanah pada Jumat (22/9/2023).

Ia menjelaskan bahwa program hafalan sangat membantu dalam meningkatkan kinerja otak anak, "Kami mengadakan program ini untuk membentuk karakter anak supaya terbiasa membaca dan menghafal Al-Quran. Selain itu, kami juga mengajarkan tata cara sholat dan pembelajaran akidah akhlak,"

Menurut Naning, anak-anak yang tidak terbiasa dilatih menghafal dan membaca Al-Quran sejak dini, bila sudah beranjak dewasa dikhawatirkan sudah terlanjur malas dan dibebani dengan kesibukan lainnya.

"Para orang tua juga sangat mendukung kegiatan ini, apalagi bagi para orang tua yang tidak mempunyai waktu mengajar mengaji kepada anak-anak," jawab Naning ketika ditanya tentang respon dari orang tua peserta didik.

Kegiatan biasanya dimulai pukul delapan pagi sampai menjelang siang. Pada hari itu, anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan hafalan dan praktek sholat yang dipandu oleh guru mereka.

Reporter : Esa M. KPI/3A

Ketua dan Sekretaris Jurusan KPI Dilantik Rektor UIN Bandung

Dakwahpos.com,  Bandung - Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag melantik 352 jabatan baru di lingkungan UIN SGD Bandung termasuk Ketua dan Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Terpilih Dr. H. Nase, MM sebagai Ketua Jurusan KPI dan Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag sebagai Sekretaris Jurusan KPI UIN SGD Bandung

Dosen KPI UIN Bandung Hadiri Pelantikan dan Semnas ASKOPIS

 


Dakwahpos.com, Jakarta - Kegiatan pelantikan dan rapat kerja nasional Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (DPP-ASKOPIS) sukses terselenggara Kamis-Jumat (1-2/9/2023). Kegiatan ini diikuti oleh dosen KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag (Sekretaris Jurusan), Dr. H. Mukhlis Aliyudin, M.Ag (Ketua DPD Askopis Jawa Barat), Ridwan Rustandi, M.Sos, Agi M. Abdul Gani, M.Sos., dan Karyana Sofyan, M.Kom.I.

 Dalam kegiatan tersebut Sekjen Kementerian Agama Profesor Nizar melantik pengurus pusat ASKOPIS. Dalam sambutannya Ia berharap, asosiasi tersebut menjadi garda terdepan untuk membangun kesadaran masyarakat antihoax dan meminimalisir politisasi agama dalam pemilu 2024.

Dalam kegiatan itu, DPP-ASKOPIS juga menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Menangkal Isu Hoax dan Politisasi Agama Di Media Menjelang Pemilu 2024″. Hadir narasumber dari Kominfo RI, KPI, KPU, dan Dewan Pakar DPP-ASKOPIS.

Dalam sambutannya, Wakil Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan sambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat oleh DPP ASKOPIS pada Seminar Nasional tersebut sangat update menjelang PEMILU 2024. Hoax dan politisasi agama kerap terjadi dan merupakan keniscayaan dalam pesta demokrasi, tugas kita agar tidak chaos dan meminimalisir dampaknya sehingga Pemilu bisa berjalan demokratis, aman, damai dan kondusif.

“Perlu sinergi dan kolaborasi dari semua pihak membangun tatanan demokrasi kita yang sehat, bermartabat dan damai. Saya berharap DPP ASKOPIS akan mampu memainkan peran penting dan berada di garda terdepan dalam menangkal hoax dan membangun Demokrasi Indonesia yang damai bebas dari hoax dan politsasi SARA,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Usman Kansong, menyebutkan bahwa mencegah disinformasi politik di Pemilu 2024 membutuhkan kolaborasi pemerintah, penyelenggara pemilu, elite politik, partai politik, masyarakat sipil, media arus utama, platform digital, dan seluruh masyarakat.

“Perlu digalang gerakan antihoaks politik menjelang Pemilu 2024 dengan pelibatan pentahelix. Bila kita berhasil mencegah disinformasi politik di media sosial yang menjadi pangkal stagnasi dan regresi demokrasi, maka kita sukses menjaga bahkan meningkatkan kualitas demokrasi di negeri kita ini,” ungkapnya.

Evri Rizqi Monarshi, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, menjelaskan bahwa pentingnya literasi media. Literasi media adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan pesan-pesan dalam berbagai bentuk media. Dalam konteks pemilu, literasi media meliputi pentingnya membedakan fakta dan opini, mengidentifikasi sumber, dan menilai Informasi. Pemerintah dapat berperan dalam mengawasi dan mengatur penyebaran informasi di media, khususnya media sosial. Misalnya, dengan menerapkan hukuman bagi mereka yang dengan sengaja menyebarkan hoax. Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan masyarakat umum bisa berpartisipasi dalam upaya verifikasi fakta dan melawan penyebaran hoax.

M. Afifuddin, anggota KPU RI menjelaskan bahwa Pemilu merupakan arena kompetisi atau konflik yang sah dan legal untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan. Indonesia telah mengatur pemilu serentak, desain keserentakan Pemilu 2024 dapat digunakan sebagai sarana integrasi bangsa dan menata kemajuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Meskipun begitu, pemilu memiliki dampak negatif yang salah satunya adalah maraknya informasi hoax, penggiringan opini, ujaran kebencian, penyebaran gagasan intoleran. “Kehadiran DPP-ASKOPIS sangat tepat, terutama untuk membangun kesadaran masyarakat anti-hoax,” pungkas M. Afifuddin.

Afifuddin menambahkan, faktor penyebab munculnya hoax dikarenakan masyarakat mudah menerima dan menkonsumsi berita hoaks, maraknya praktik jurnalisme yang tidak terkontrol di media sosial, absennya faktor etis yang membuat proses produksi informasi yang ideal terputus, dan salah satu ekses negatif jurnalisme warga adalah orang tak peduli kewajiban etis jurnalisme.

Data BPS melalui Survei Susenas 2021, 62,10 % populasi Indonesia mengakses Internet. Tingginya penggunaan internet mencerminkan iklim keterbukaan informasi dan penerimaan masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan perubahan menuju masyarakat informasi. Dewan Pakar Askopis, Prilani menjelasakan bahwa dari konteks tersebut banyak resiko yang diterima dan hadapi oleh masyarakat pengguna media. Salah satu resiko yang paling banyak terjadi adalah ruang pribadi masyarakat yang begitu bebas tidak ada batasan.

Dari resiko tersebut diperlukan langkah-langkah mitigasi secara khusus, apalagimenyambut Pemilu 2024, untuk mengurangidampak politik dan kerawanan daridinamika politik di dunia digital menjelangpemilu.

Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan kepengurusan dan rapat kerja nasional DPP-ASKOPIS periode 2022-2026.

“Saya sampaikan selamat menjalankan amanah kepada semua pengurus dibawah komando Doktor Zamroni, dan tiga orang dosen Jurusan KPI UIN Bandung masuk sebagai pengurus DPP-ASKOPIS,” ucap Ketua Bidang Penelitian dan Publikasi DPP ASKOPIS ini. 

Uwes menyambut baik seminar nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (Askopis) dengan tema “Menangkal Isu Hoax dan Politisasi Agama Di Media Menjelang Pemilu 2024″. Menurutnya dalam kontek Pemilu 2024 berita Hoax harus menjadi musuh bersama karena membelokkan kebenaran, dan membenarkan kesesatan.

"Semoga himbauan DPP-ASKOPIS untuk memerangi isu Hoax dan politisasi agama di pemilu 2024 bisa menjadi oase yang mampu mendorong semua kontestan dan masyakat sehingga bisa menurunkan tensi panas politik di tanah air," pungkasnya

Soal Usulan Menteri PMK Haji Cukup Sekali, Begini Tanggapan Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy sempat mengutarakan usulan mengenai pelarangan haji lebih dari sekali bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Uwes Fatoni menyebut usulan Menko PMK ini dibuat dengan pertimbangan pendaftar ibadah haji yang sangat panjang.

"Sebelumnya Kementerian Agama kan sudah mengeluarkan aturan jamaah yang sudah berangkat haji, baru bisa lagi mendaftar setelah 10 tahun, kecuali pembimbing ibadah haji dengan syarat dan ketentuan yang cukup ketat.

"Usulan larangan ibadah haji lebih dari sekali dari sisi ilmu fiqh tak melanggar aturan syariat Islam," katanya saat dihubungi, Jumat (1/9/2023).

Kewajiban melaksanakan ibadah haji menurut jumhur ulama, lanjut Uwes, hanya sekali seumur hidup dan setelahnya hanya sunah.

Sebagaimana hadis nabi dari Ibnu Abbas, riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, dan An Nasai 'Rasulullah SAW pernah berkhutbah di hadapan kami dan berkata Allah telah mewajibkan haji pada kalian'.

Lantas Al Iqro bis Habis, berkata Apakah haji tersebut wajib setiap tahun? Nabi menjawab seandainya iya, maka akan kukatakan wajib (setiap tahun). Namun, haji cuma wajib sekali. Siapa yang lebih dari sekali, maka itu hanyalah haji yang sunah.

"Jadi, untuk kepentingan maslahah mursalah (sesuatu yang baik menurut akal dengan pertimbangan dapat mewujudkan kebaikan atau menghindarkan keburukan bagi manusia), maka larangan berangkat haji lebih dari sekali untuk kebaikan jamaah haji Indonesia sendiri, mengurangi daftar panjang antrean jamaah, yang bisa menyebabkan jamaah lansia tidak bisa berangkat karena terburu tutup usia," ujarnya.

Selain itu, kata Uwes, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan lain untuk mengurangi daftar panjang antrean, yaitu menambah kuota jamaah haji dan mendorong pendaftaran calon jamaah haji usia muda. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Soal Usulan Menteri PMK Haji Cukup Sekali, Begini Tanggapan Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
https://jabar.tribunnews.com/2023/09/01/soal-usulan-menteri-pmk-haji-cukup-sekali-begini-tanggapan-dosen-uin-sunan-gunung-djati-bandung.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
 

Perdana! Mahasiswa KKN UIN Bandung Ditunjuk Jadi Petugas Upacara SD Plus Al Munawwaroh

Dakwahpos.com, Subang -  Mahiswa KKN UIN Bandung kelompok 352 diamanahkan oleh pihak sekolah SD Plus Al Munawwaroh, Pusakajaya, Subang untuk menjadi petugas upacara pada 24 Juli 2023. Sebanyak 11 mahasiswa KKN dari kelompok 352 dipercaya untuk bertindak sebagai petugas upacara dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) perdana setelah libur Panjang.

Ketua kelompok KKN Sisdamas kelompok 352, Rahul Achmad, mengungkapkan kebanggaan dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada mereka oleh pihak sekolah. Ia menyatakan bahwa kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan upacara tersebut adalah suatu pengalaman yang luar biasa bagi seluruh anggota kelompoknya.

"Sangat mengesankan bagi kami semua karna sudah diamanahkan menjadi petugas upacara bendera di SD Plus Al Munawwaroh. Sebagai mahasiswa KKN, kami berusaha memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar, dan kesempatan ini memperkuat semangat kami dalam menjalankan tugas ini dengan baik," ungkap Rahul.

Pak Imron selaku pembina upacara mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa dan ucapan terimakasih karena telah bersedia diamanahkan menjadi petugas upacara. Selain itu, beliau juga mengatakan kepada mahasiswa KKN Kelompok 352 untuk memaksimalkan kinerja mereka selama KKN di Dusun Mekarjati.

KKN merupakan salah satu program wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN di SD Plus Al Munawwaroh membawa semangat baru bagi sekolah. Kolaborasi positif antara sekolah dan mahasiswa KKN dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat sekitar nantinya.


Reporter : Risalina (Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Peringati 1 Muharram, Pondok Al Anwar Al Shogir Kolaborasi dengan Mahasiswa UIN Bandung Gelar Pawai Keliling


Dakwahpos, Subang – Pondok Pesantren Al Anwar Al Shogir mengadakan kolaborasi dengan mahasiswa KKN 352 UIN Bandung dalam rangka menyambut perayaan 1 Muharram. Perayaan 1 Muharram ini dilaksanakan di RT33 Dusun Mekarjati, Desa Pusakajaya, Kabupaten Subang.

Sebelum melaksanakan perayaan 1 Muharram, terlebih dahulu diawali dengan shalat maghrib berjama'ah. Setelah selesai shalat berjamaah, diadakan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Al Shogir, Ustadz Syahrudin.

Perayaan 1 Muharram umumnya mengadakan pawai obor keliling.  Akan tetapi, perayaan 1 Muharram di RT 33 Dusun Mekarjati kali ini mengadakan pawai keliling menggunakan lightstick. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika pawai menggunakan obor.

"Pawai keliling 1 Muharram ini tidak menggunakan obor, mengingat peserta pawai adalah para santriwan santriwati Pondok Pesantren Al Anwar Al Shogir. Karna ditakutkan ada hal yang tidak diinginkan jika pawai menggunakan obor, maka pawai diadakan dengan menggunakan lightstick atau lampu warna," Ujar pengasuh Pondok Pesantren.

Lightstick yang digunakan dalam pawai keliling ini dijual dengan harga RP 5.000/pcs, yang mana hasil dari penjualan nantinya akan didonasikan kepada anak yatim .

Pawai keliling ini dilaksanakan setelah shalat Isya berjamaah. Pawai dimulai mulai dengan berjalan kaki dari Pondok Pesantren mengelilingi Dusun Mekarjati dan Kembali lagi ke Pondok Pesantren.

Setelah selesai dilaksanakan pawai keliling, para santriwan santriwati berkumpul kembali di tempat yang telah disediakan. Selain para santri, acara 1 Muharram juga dimeriahkan dengan kedatangan para tamu dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga Dusun Mekarjati.

Acara 1 Muharram juga dimeriahkan dengan Marhabanan yang dipimpin oleh hadroh El Ghuroba. Akhir acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Karabet yang berasal dari Subang.


Reporter : Risalina (Mahasiswi KPI UIN Bandung) 

Desa Rancasari Subang Gelar Pembukaan KKN Mahasiswa UIN Bandung

Dakwahpos.com, Subang - Sekretaris Desa Rancasari Subang resmi membuka serta menerima KKN Reguler Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2023. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Desa Rancasari, Selasa (11/7/2023). 

Acara pembukaan dan penerimaan KKN dilaksanakan setelah pelaksanaan pelepasan KKN yang diselenggarakan secara hybrid oleh kampus. Acara pembukaan tersebut diikuti oleh para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang melaksanakan KKN Desa Rancasari, Pamanukan, Subang. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Desa Rancasari dan jajarannya serta oleh Dosen Pembimbing Lapangan. 

Adapun jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN di Desa Rancasari yaitu sebanyak 45 orang yang terbagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok ditempatkan masing-masing di dusun yang berbeda. Kelompok 189 di dusun Suka Mukti, selanjutnya kelompok 397 di dusun Pangadangan, dan kelompok 398 di dusun Rancasari. 

KKN di Desa Rancasari secara resmi dibuka langsung oleh sekretaris Desa Rancasari. Dalam sambutannya, Cartim selaku sekretaris Desa Rancasari mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Desa Rancasari. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan ada simbosis mutualisme, saling menguntungkan antara mahasiswa dan warga masyarakat Desa Rancasari. 

"Saya ucapkan selamat datang kepada para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang akan melaksanakan KKN di desa Rancasari dalam beberapa hari kedepan. Dengan adanya kehadiran mahasiswa, saya berharap anda sekalian bisa berkontribusi di Desa Rancasari dan ada simbosis mutualisme, saling menguntungkan antara mahasiswa dan warga masyarakat Desa Rancasari. Kami selaku pemerintah di Desa Rancasari ingin berkontribusi memberikan pelayanan kepada mahasiswa, mengenai pemberian informasi yg dibutuhkan dalam pelaksanaan KKN, " jelas Cartim selaku Sekretaris Desa Rancasari. 

Para mahasiswa yang akan melaksanaan KKN di Desa Rancasari berharap bahwa KKN yang akan dilaksanakan kurang lebih selama 40 hari tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat baik bagi masyarakat maupun mahasiswa. 

"Saya senang bisa menjalankan KKN di desa pilihan saya, harapannya semoga dengan KKN ini kami semua sebagai mahasiswa bisa berkontribusi kepada masyarakat serta memberikan manfaat satu sama lain, " ujar Ratu, salah satu peserta KKN. 

Selain itu, mahasiswa lainnya juga berharap dengan adanya pelaksanaan KKN ini dapat memberikan pengalaman berharga dalam kehidupan sosial bermasyarakat yang tentu akan bermanfaat bagi kehidupan di masa mendatang. 

"Kesan dalam KKN ini ialah dimana aku pribadi mendapatkan sebuah pengalaman penting dalam hidup, dimana kita tidak hanya sebatas teori saja dalam menjalankan hal apapun. Akan tetapi, dalam bersosial atau bermasyarakat tentunya kita dipertemukan sebuah teori dan pengalaman juga pembelajaran terkait apa yang sedang kita dalami. Tentu, saya pribadi memiliki kesan yang indah juga tidak terlupakan dimana dalam KKN ini saya dituntut untuk mengetahui seluk beluk dalam bermasyarakat. Tentu hal ini sangat bermanfaat bagi saya sendiri untuk kelak dimasa yang akan datang. Harapan saya untuk KKN ini ialah dimana saya bisa menggali dan belajar serta memiliki kemampuan untuk bersosial dan bermasyarakat nanti ketika pulang ke kampung halaman, " ungkap Tresna, salah satu peserta KKN. 


Reporter : Ayu Sri Wahyuni, Mahasiswi KPI 6A, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

4 Guru Besar FDK UIN Bandung Sampaikan Orasi Ilmiah Sebelum Dikukuhkan

 


Dakwahpos.com, Bandung - Untuk pertama kalinya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung selenggarakan orasi ilmiah guru besar, Senin, (17/07/2023).

Orasi ilmiah bertema, “Peradaban Dakwah: Memperkokoh Pijakan Memperjauh Lompatan” menghadirkan empat orang guru besar, 2 guru besar bidang Sosiologi Islam dan 2 guru besar Ilmu Komunikasi.

Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4 ini, merupakan rangkaian acara pengukuhan 20 Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang akan dilaksanakan pada Selasa, 18 Juli 2023.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., MMC mengatakan, “Orasi ilmiah ini diharapkan bisa menghubungkan ide-ide para guru besar dalam pengembangan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, yang bisa diadopsi dosen dan mahasiswa, sehingga menjadi jalan keilmuan yang mampu mengoneksikan peradaban Islam dalam berbagai lintas zaman," tegasnya.

Setiap guru besar menyampaikan orasi ilmiahnya, yang diawali orasi ilmiah Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS., guru besar Bidang Ilmu Komunikasi, dengan judul orasi ilmiah “Membangun Budaya Komunikasi Mempersatukan”.

Prof Enjang mengemukakan bahwa “upaya untuk mengurai dan mengatasi polarisasi, fragmentasi, bahkan konflik sosial, penting dikembangkan budaya komunikasi yang mengurangi orientasi dan tendensi komunikasi yang ingin “mempengaruhi”, bahkan “mengalahkan” orang lain; praktik komunikasi yang menghindari budaya komunikasi yang bersifat narcissistic”.

emudian orasi ilmiah kedua, Prof. Dr. H. Zaenal Mukarom, M.Si., CICS., guru besar Bidang Ilmu Komunikasi, dengan judul orasi ilmiah, “Menggagas Komunikasi Profetik sebagai Konstruksi Dasar Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Ilmu Dakwah”. Prof Zaenal Mukarom mengatakan bahwa “Komunikasi profetik bisa digunakan untuk menggali dan mengungkapkan wawasan atau pengetahuan mendalam, mengenai fenomena yang terjadi dalam masyarakat atau dunia spiritual. Komunikasi profetik berkontribusi sekaligus sebagai solusi atas hadirnya peradaban manusia.” 



Orasi ilmiah yang ketiga Prof. Dr. H. Yusuf  Zaenal Abidin, MM., Guru Besar Bidang Sosiologi Islam, dengan judul orasi ilmiah,“Upaya Organisasi Muslim Tionghoa dalam Meningkatkan Pemahaman Keislaman Para Mualaf”.

Prof Yusuf Zainal Abidin mengungkapkan bahwa “Tantangan yang dihadapi mualaf Tionghoa dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu domestik dan sosial. Situasi ini menunjukkan bahwa asimilasi antara Muslim Tionghoa dan Muslim pribumi belum sepenuhnya tercapai.”

Terakhir orasi ilmiah Prof. Dr. H. Agus Ahmad Safei, M.Ag. guru besar Bidang Sosiologi Islam, dengan judul orasi ilmiah “Ulama Milenial sebagai Juru Syiar Islam Moderat ke Komunitas Global”.

Prof Dr. H. Agus Ahmad Syafei, M.Ag menyatakan bahwa “Program EFU merupakan salah satu gagasan strategis Pemerintah Jabar, agar mampu mengkomunikasikan Islam moderat dalam konteks global. Program EFU merupakan diplomasi baru Indonesia yang bertujuan menyebarkan Islam moderat ke seluruh dunia.”

Acara ini dihadiri tamu undangan dari senat tingkat universitas, senat tingkat fakultas, dosen dan mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi, tokoh, para pendiri Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, dan keluarga para guru besar.

Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag menyampaikan ucapan selamat atas raihan prestasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung dengan 4 guru besar tersebut.

"Orasi ilmiah yang kemudian besok diikuti dengan pengukuhan guru besar empat guru besar, menjadi peneguh bahwa kajian Ilmu Dakwah dan Komunikasi di FDK UIN Bandung akan semakin maju. Saya mengucapkan selamat kepada para guru besar, semoga ini mendorong dosen lainnya termasuk saya untuk juga bisa segera mengikuti jejak dalam publikasi internasional dan bisa meraih guru besar, Amin...," pungkasnya.


Membanggakan! Mahasiswa KPI UIN Bandung Raih 20 Prestasi Selama Semester Genap 2023


Dakwahpos.com - Bandung, Kegiatan akademik di kampus selama semester genap 2022/2023 baru saja berakhir. Kesibukan selama satu semester tidak menghalangi mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk meraih prestasi luar biasa dalam berbagai kejuaran.
 
Menurut Dr. H. Uwes Fatoni, Sekretaris Jurusan KPI UIN Bandung, sejak awal tahun 2023, telah ditoreh 20 prestasi mahasiswa KPI baik tingkat daerah, nasional dan internasional.
"Berdasarkan data yang dikumpulkan jurusan, ada 16 mahasiswa KPI yang meraih 20 prestasi membanggakan selama semester Genap, Januari sampai Juli 2023. Paling tidak prestasi tersebut terbagi kepada lima jenis prestasi, yaitu prestasi akademik ranah Kajian KPI, prestasi beasiswa, prestasi lolos seleksi event kegiatan nasional, prestasi lolos seleksi event kegiatan internasional, dan prestasi non-akademik" ungkap Uwes.
Prestasi pertama, yaitu prestasi sesuai ranah Kajian Prodi KPI. Menurut Uwes prestasi ini paling banyak diraih oleh Sahrul Adimiharja, mahasiswa semester 8 dengan 5 juara lomba public speaking atau ceramah tingkat nasional selama 2023, yaitu Juara 1 Pidato Tingkat Nasional 2023 yang diselenggarakan oleh Wadah Karya, Bogor Jawa Barat, Juara 2  Audisi Dai Daiyah Tingkat Nasional 2023oleh Pondok Pesantren Fathul Huda Demak Jawa Tengah, Juara 2 Lomba Dakwah dalam ajang Pekan Islami Nasional MEGAMIC 2023 oleh HMJ Manajemen Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jawa Tengah, juara harapan 2 Lomba Pidato KENCANA_DRAWRT, Denpasar Bali dan Terbaik 8 Musabaqah Dai Muda (MDM) GESIDAR yang diselenggarakan oleh Komunitas MTD (Muhibbin Tilawah wa Dakwah) Malang Jawa Timur.

Lomba public speaking tingkat nasional juga diraih oleh Najwa Halisa Farahshuhha mahasiswa KPI semester 2 meraih Juara 2 Lomba Pidato Tingkat Mahasiswa PTKIN Se-Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Lalu juara 10 karya ilmiah terbaik Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional tingkat mahasiswa 2023 yang ditulis secara berkelompok oleh mahasiswa semester 2 Resvy Sahidah Umaroh, Rizqi Afrelina, dan Vionalisania Afifatul Azkia. Selain itu juga Zahra Amalia Putri, Juara 1 Lomba Siaran Virtual, Radio Challenge Seru 2023 dengan Penyelenggara PRSSNI Bandung, dan Maulana Abdullah,  Juara 1 Lomba MQK (Musabaqah Qira'atil Kutub) kitab Fathul Mu'in 2023 dalam gelaran Gradasi 2023 yang diselenggarakan HMJ Bahasa dan Sastra Arab, UIN SGD Bandung.

Uwes Fatoni lebih lanjut menuturkan selain prestasi dalam kegiatan akademik, mahasiswa KPI UIN Bandung juga berhasil lolos dalam kegiatan event nasional yaitu Lolos Seleksi KKN Nusantara Moderasi beragama 2023 (Arrumy Marwa) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama di Tana Toraja Sulawesi Selatan, Lolos seleksi Penerima Fully Funded Ekspedisi Pelosok Negeri di Desa Karang Sidemen, Lombok NTB 2023 (Dian Ramadhan, mahasiswa KPI semester 8) dengan Penyelenggara Yayasan Literasi Lumbung tanggal 15-25 Juli 2023 di Desa Karangsidemen, Lombok Nusa Tenggara Barat. Reyditha Amelia (Mahasiswa semester 2) lolos sebagai Relawan Liaison Officer FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional) 2023 yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI. Reyditha juga lolos Seleksi Sekolah Staf Presiden yang diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden RI. Reyditha Lolos di 100 besar Tahap 1 dan bersiap menuju seleksi tahap 2.

"Adapun prestasi lolos seleksi  kegiatan event internasional diraih oleh Aulikha Fiony Cahyani Shifa, dalam program pertukaran mahasiswa, Student Mobility yang diselenggarakan UIN Sunan Gunung Djati bandung tanggal 6-14 Mei 2023. Ia berhasil  masuk bersama 17 orang lainnya untuk berangkat ke Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia," tutur Uwes.

Prestasi lainnya adalah beasiswa yang diraih oleh Endah Ratna Komala dan Rifa Nurfadilah. Keduanya berhasil meraih beasiswa JFLS (Jabar Future Leaders Scholarship) selama kuliah tingkat S1, 4 tahun. Dan Umar Biliqoillah mendapatkan beasiswa BIB LPDP Kemenag 2023. Beasiswa tersebut mereka raih dengan seleksi yang sangat ketat.

Selain prestasi akademik, prestasi non akademik juga diraih beberapa mahasiswa KPI yaitu Afif Muzaki yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Vocal Group Psyphoria 13.0 UNTAR 2023 berasama Tim arunika UIN Sunan Gunung Djati, juga juara 1 Lomba Futsal UPTION 2023 diraih Irsyad Khairuddin Syarif. Lomba tersebut  diselenggarakan Universitas Widyatama Bandung dan Irsyad masuk salah satu anggota dalam Timnas Futsal UIN Bandung.

Menurut Dr. H. Aang Ridwan, Ketua Jurusan KPI UIN Bandung, semua prestasi yang diraih oleh mahasiswa KPI itu adalah bagian dari keunggulan mahasiswa KPI baik di tingkat daerah, nasional ataupun internasional.  Ia percaya setiap mahasiswa memiliki potensi  sehingga setiap mahasiswa bisa juga berprestasi, asal ada kemauan.

"Semoga torehan prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, untuk juga berusaha menjadi yang terbaik sesuai potensi dirinya. Jangan pernah berhenti untuk mencoba menjadi yang terbaik" ungkapnya.

Dr. H. Dadan Suherdiana, M.Ag, Wakil Dekan Bagian Kemahasiswaan dan Alumni memberikan apresiasi pada prestasi mahasiswa tersebut. Menurutnya prestasi mahasiswa tersebut sangat mendukung citra kampus, khususnya prodi/Jurusan.

"Saya sangat apreciate. Beragam prestasi mahasiswa tersebut akan sangat membantu peningkatan kualitas prodi khususnya dalam penilaian akreditasi prodi," pungkasnya.

Mahasiswa Kelompok 359 dan 363 Ikuti Pelepasan Mahasiswa KKN UIN Bandung oleh Rektor secara Daring dari Desa Bobos Subang

Dakwahpos.com, Subang - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 363, UIN Sunan Gunung Djati memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan agenda acara pelepasan dari kampus yang dilanjutkan dengan pembukaan resmi di Aula Desa Bobos pada tanggal 11 Juli 2023. Acara pembukaan tersebut berlangsung pada pukul 09.00 dan diselenggarakan secara hybrid.

Dalam acara pelepasan KKN ini, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2PM), Bapak Dr. Husnul Qodim, M.Ag., menyambut acara dengan penuh harap via zoom meeting. 

"Selamat kepada seluruh peserta KKN dan menjelaskan bahwa setiap kelompok KKN terbagi menjadi beberapa kelompok untuk pembuatan jurnal atau artikel yang dapat disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing." Ujarnya.

Selanjutnya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si., memberikan penyampaian mengenai moderasi beragama dalam konteks kebangsaan, toleransi, serta pentingnya saling menghormati dan memahami dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya kerjasama dan saling membantu antar-umat beragama.

Setelah acara secara online, dilakukan pembukaan secara langsung di Kantor Desa Bobos. Sambutan pembukaan disampaikan oleh Ketua Kelompok 363, Furkon Hidayatul Lukman, sebagai perwakilan peserta KKN dari Bobos Timur dan Bobos Barat.

Selanjutnya, Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) memberikan pengarahan kepada peserta KKN tentang kegiatan yang akan dilaksanakan selama 40 hari ke depan. 

DPL memberikan arahan dan bimbingan agar peserta KKN dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat Desa Bobos.

Selain itu, Bapak Kepala Desa, Anwar Nurjali yang juga merupakan mahasiswa S2 di UIN Bandung, menyampaikan permasalahan yang dihadapi di Desa Bobos, yakni masalah  ketersediaan air bersih yang berdampak ke pertumbuhan padi. Beliau berharap bahwa kehadiran kelompok KKN dapat memberikan solusi dan memberdayakan masyarakat Desa Bobos.

Acara pembukaan ditutup dengan tindakan simbolis, di mana perwakilan dari Kelompok 359 dan 363 memberikan simbolis kepada kepala desa sebagai tanda dimulainya kegiatan KKN di Desa Bobos.

Kegiatan KKN di Desa Bobos ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, serta menjadi momen kolaborasi antara UIN Sunan Gunung Djati dan Desa Bobos dalam membangun komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos