Tampilkan postingan dengan label Masjid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid. Tampilkan semua postingan

DKM Al-Hikmah Cileutik Ajak Jamaah Tetap Istiqamah di Tengah Fitnah Zaman

Dakwahpos.com, Bandung – Pengajian jamaah ibu-ibu dan bapak-bapak Cileutik kembali digelar di Masjid Al-Hikmah, Cileutik, Kecamatan Banjaran Wetan, Kabupaten Bandung, Ahad (19/10/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Jamaah Persatuan Islam (PJ Persis) Cileutik ini menghadirkan Ustaz Dindin Ahmad Tohidin sebagai pemateri dengan tema "Fitnah dan Istiqamah dalam Hidup."

Dalam ceramahnya, Ustaz Dindin menjelaskan bahwa menurut ulama besar Ibnu Rajab al-Hanbali, fitnah terbagi menjadi dua jenis, yaitu fitnah syubhat dan fitnah syahwat. Ia menuturkan bahwa fitnah syubhat adalah ujian yang membuat seseorang ragu terhadap kebenaran agamanya, sedangkan fitnah syahwat merupakan godaan hawa nafsu yang mendorong manusia melakukan kemaksiatan.

Menurutnya, kedua jenis fitnah tersebut sangat berbahaya jika tidak dihadapi dengan keimanan dan keteguhan hati, terlebih di zaman modern yang sarat dengan pengaruh negatif dari media dan lingkungan sosial.

Ustaz Dindin juga berpesan agar umat Islam senantiasa istiqamah dalam menghadapi berbagai bentuk fitnah kehidupan. Ia menegaskan bahwa orang yang istiqamah akan selalu mendapatkan penjagaan dari Allah Swt.

"Fitnah bakal salawasna aya, tapi jalma anu istiqamah bakal salawasna dijaga ku Allah," tuturnya.

Melalui pengajian ini, diharapkan jamaah semakin kuat dalam keimanan, teguh dalam prinsip Islam, serta berhati-hati terhadap berbagai godaan yang dapat melemahkan akidah dan ibadah.

Reporter: Hasna Shofia Dzihni Alfadhila, KPI 3/C

Ustaz Dardiri Ajak Jamaah Tingkatkan Ilmu Salat dan Wudu

 
 
Dakwahpos.com, Bandung- DKM At-Tarbiyatul Islamiyah Cipadung, Cibiru. Melenggarakan pengajian ibu-ibu, sabtu (18/10/2025) dengan Ustaz Dardiri sebagai penceramah.
Ustaz Dardiri menyampaikan bahwa alasan ia memilih tema tentang salat dan wudu dalam pengajian kali ini adalah karena melihat anaknya berwudu di rumah.

"Amalan yang akan pertama kali di hisab kelak di hari kiamat adalah salat, dan apabila salat kita rusak maka rusak semua amalan kita yang lainnya", ujar Ustaz Dardiri.
Dalam ceramahnya ia menjelaskan tentang syarat sah salat, fardu wudu dan sunnah-sunnah dalam berwudu sebagai pengingat pentingnya menjaga kesucian sebelum beribadah.

"Syarat sah salat adalah apa yang harus kita penuhi atau kita laksanakan sebelum kita melaksanakan salat, apabila syaratnya tidak terpenuhi maka salatnya tidak sah", lanjut Ustaz Dardiri.

Di akhir ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan tentang bersuci dan salat, agar kelak bisa mengajarkan kepada anak dan keluarga.


Reporter: Intan Komala KPI /3A



Jaga Kemuliaan Manusia dengan Akhlak dan Ibadah yang Benar

Dakwahpos.com, Bandung- Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, manusia sering kali lupa akan jati dirinya sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Banyak orang larut dalam kebiasaan berbicara tanpa kendali, sibuk dengan media sosial, atau berperilaku tanpa memperhatikan adab. Padahal, dalam Islam, manusia memiliki kedudukan istimewa karena diberi akal dan hati nurani untuk membedakan yang baik dan buruk.

Ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Asep di Masjid Jami Al-Barokah, Cileunyi, mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga kemuliaan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Karena itu, sudah sepatutnya manusia berperilaku sesuai martabatnya sebagai makhluk yang berakal dan beriman, bukan mengikuti hawa nafsu yang justru menurunkan derajat kemanusiaannya.

Dalam ceramahnya, Ustaz Asep mengajak jamaah untuk memperhatikan perilaku sehari-hari. Manusia yang terlalu banyak berbicara tanpa manfaat, atau tidak menjaga kesopanan dalam bermedia sosial, sejatinya telah melupakan nilai kemuliaan yang Allah anugerahkan. Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam menjaga lisan dan hanya mengucapkan perkataan yang baik, karena dari lisanlah kebaikan dan keburukan bisa berawal.

Ustaz Asep juga menekankan pentingnya menjaga kesungguhan dalam beribadah, khususnya dalam salat. Rasulullah SAW mencontohkan agar umat Islam melakukan gerakan salat dengan tenang, penuh kekhusyukan, dan tidak tergesa-gesa. Dalam beberapa hadis disebutkan larangan meniru perilaku hewan dalam sujud dan duduk, karena ibadah adalah bentuk penghormatan kepada Allah, bukan rutinitas fisik semata.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasai, dari Abdurrahman bin Syibl radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

نَهى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ عن نَقْرةِ الغُرابِ، وافتراشِ السَّبُعِ، وأنْ يُوَطِّنَ الرجُلُ المكانَ في المسجدِ كما يُوَطِّنُ البعيرُ.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang tiga perkara:
(1) Sujud seperti burung gagak mematuk;
(2) Duduk seperti hewan buas yang membentangkan kaki depannya;
(3) Mengkhususkan tempat tertentu di masjid sebagaimana unta yang selalu duduk di tempatnya."
(HR. Ahmad no. 15532, Abu Dawud no. 862, An-Nasai no. 1112, Ibnu Majah no. 1429 – hasan menurut Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 1168).

Juga dalam hadis riwayat An-Nasai dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

اعتَدِلوا في السُّجودِ، ولا يَبسُطْ أحَدُكم ذِراعَيهِ كما يَبسُطُ الكلْبُ.

"Sempurnakanlah sujud kalian, dan jangan salah seorang dari kalian menghamparkan kedua lengannya sebagaimana anjing menghamparkannya." (HR. An-Nasai no. 702, hadis hasan sahih)

Larangan ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk beribadah dengan adab, ketenangan, dan ketundukan. Sujud yang benar dilakukan dengan mengangkat siku dari lantai, tidak terburu-buru, dan menjaga posisi tubuh agar mencerminkan kehormatan di hadapan Allah.

Kandungan hadis tersebut sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Tidak sedikit orang menunaikan ibadah dengan terburu-buru, tanpa menghayati maknanya, bahkan ada yang masih sibuk dengan gawai di sela-sela waktu salat. Fenomena seperti ini menunjukkan perlunya kesadaran spiritual yang lebih mendalam. Ibadah seharusnya menjadi sarana untuk menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Melalui ceramahnya, Ustaz Asep mengingatkan bahwa manusia mulia bukan karena kedudukannya, hartanya, atau pengetahuannya, tetapi karena ketakwaannya. Maka, jagalah kemuliaan itu dengan perilaku yang baik, tutur kata yang sopan, dan ibadah yang khusyuk. Dengan begitu, manusia tidak hanya akan dihormati oleh sesama, tetapi juga dimuliakan di sisi Allah SWT.

Menjadi manusia sejati berarti menjaga diri dari segala perilaku yang dapat merendahkan martabat kemanusiaan. Mari terus memperbaiki akhlak dan memperindah ibadah agar kemuliaan yang telah Allah anugerahkan tetap terpelihara dan membawa keberkahan dalam hidup.

Penulis : Aura Nurzihan Kamilah/KPI 3A

Bermain sambil Belajar, Ustazah Aida Tanamkan Metode Pengajian Anak yang Menarik dan Menyenangkan



Dakwahpos.com, Bandung – Pengajian anak-anak yang diselenggarakan oleh DKM Al-Anshari, Senin (27/10/2025) mengundang antusias anak-anak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan yang berbentuk Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) ini bertujuan untuk mengisi waktu anak dengan hal bermanfaat yang nantinya dapat menambah kecerdasan mereka. Pengajian ini berfokus pada pembelajaran Iqro, hafalan surat pendek, serta hafalan doa sehari-hari. Metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu dengan cara pembiasaan dan pendekatan bermain sambil belajar, sehingga anak-anak merasa senang dan semangat mengikuti pengajian.
 
Salah satu pengajar dalam pengajian tersebut adalah Ustazah Aida, beliau merupakan pengajar yang dulunya mengaji di masjid Al-Anshari juga. Pengajian ini diikuti oleh anak-anak usia TK sampai SD kelas 2. Selain itu ada juga anak yang memang belum sekolah tapi sudah ikut mengaji. Pengajian TPQ ini menerima siapa saja anak yang ingin mengaji tujuannya sebagai pembiasan dan adaptasi agar anak senang terhadap masjid.

Menurut Ustazah Aida, antusias anak-anak dalam mengaji sangat tinggi, mereka selalu hadir mengaji jika tidak ada halangan atau sakit. Semangat anak-anak dalam mengaji ini bisa bertumbuh dikarenakan metode pembelajarannya yang sangat menyenangkan. Metode yang digunakan untuk anak-anak yaitu pembiasaan mengucap. Ustazah Aida juga tidak memfokuskan anak-anak untuk belajar, namun beliau membebaskan mereka untuk bermain sesuka hati sehingga anak-anak tidak merasa terkekang dalam belajar.

"Di sini itu istilahnya bermain sambil belajar, mereka datang kesini itu harus happy belajarnya juga semangat. Jadi ibu biarkan saja mereka main bahagia. Nah nanti kalo liat ada temannya yang pintar baru yang lain juga akan mikir, wah aku juga ingin bisa, jadi ada motivasi," ungkap Ustazah Aida, Senin (27/10/2025). 

Dalam proses pembelajaran, Ustazah Aida juga mengungkapkan bahwa ada saja tantangan tertentu seperti susah untuk membuat suasana kondusif karena anak-anak ramai bermain. Bagi Ustazah Aida jika ada anak yang kurang dalam menangkap pembelajaran tidak menjadi masalah. Yang paling penting anak-anak terus belajar, karena setiap anak mempunyai alur sendiri dan setiap anak berbeda-beda, satu kepala bermacam-macam.

Di akhir wawancara, Ustazah Aida menyampaikan harapan untuk anak-anak ke depannya agar selalu semangat dalam mengaji agar tidak terjerumus kepada pergaulan yang kurang baik. "Harapannya ya berlanjut saja belajarnya jangan sampai terputus," Ungkapnya.

Reporter: Idah Nurhamidah, KPI/3A

Khatib DKM Al-Masykur Cipadung Wetan Ingatkan Jamaah Senantiasa Menaati Perintah Allah

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Masykur Cipadung Wetan kembali dipenuhi jamaah yang menunaikan ibadah salat jumat, khatib dalam khutbahnya menyampaikan tema "Perintah Salat Jumat" dengan mengingatkan umat Islam untuk senantiasa menaati perintah Allah Swt. sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9. Jumat (17/10/2025)

Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan bahwa perintah salat jumat merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki muslim yang telah balig dan berakal. Ia menegaskan bahwa perintah ini bukan sekadar ritual mingguan, melainkan sarana untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan ketakwaan, serta mempererat hubungan sosial antarumat Islam.

Ia juga menambahkan bahwa perintah salat jumat dalam surah Al-Jumu'ah ayat 9 menjadi pengingat bagi kaum muslimin agar tidak terlalaikan oleh urusan duniawi. Menurutnya, orang yang memuliakan hari jumat dan melaksanakan salat berjamaah akan memperoleh pahala besar serta keberkahan dalam hidupnya.

"Tetaplah melaksanakan salat jumat meskipun hari anda sibuk," ujar khatib dalam khotbahnya.

Selain itu, khatib juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kekhusyukan dalam ibadah, memperbanyak zikir, dan memperkuat ukhuwah islamiah. Ia menuturkan bahwa masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat pembinaan iman dan moral umat.

Suasana di Masjid Al-Masykur Cipadung Wetan tampak khusyuk. Para jamaah duduk rapi mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian melaksanakan salat berjamaah dengan tertib. Setelah salat jumat berjamaah, para jamaah kembali ke kegiatan masing-masing dan bertegur sapa, mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan antar umat Islam.

Reporter: Muhammad Haikal Sinatria, KPI/3D

Ustaz Didik Fasilitasi Jamaah Masjid Al-Hidayah Belajar Tahsin

Dakwahpos.com, Bandung- Di tengah kesibukan kerja dan kuliah yang kian padat, kebutuhan untuk tetap meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an terus menjadi perhatian masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, program private tahsin hadir Masjid Al-Hidayah sebagai solusi fleksibel bagi mereka yang ingin belajar secara intensif namun memiliki keterbatasan waktu.

"Private tahsin ini untuk orang-orang yang waktunya sempit atau waktunya sibuk," kata ustad Didik.

Program ini ditujukan bagi peserta dewasa seperti mahasiswa dan pekerja, dengan pelaksanaan yang umumnya dilakukan pada malam hari, terutama selepas Magrib hingga Isya.

Proses pembelajaran dilakukan secara talaqqi dimulai dari dasar, yaitu tajwid dan tahsin. Setelah bacaan dinilai baik dari segi tajwid, makhraj, dan sifat huruf, barulah diarahkan untuk menghafal surat-surat pendek hingga surat An-Naba.

Keunggulan utama private tahsin terletak pada efektivitas pembelajaran karena satu sesi berdurasi satu jam hanya fokus pada satu peserta.

"Lebih maksimal dan optimal, soalnya cuma satu orang," jelasnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama bagi peserta yang mengikuti kelas atas keinginan orang tua, bukan dari diri sendiri.

 "Kalau yang belajarnya, niatnya betul-betul mau belajar itu enak," ungkapnya.
 
Namun saat ini mayoritas peserta berasal dari remaja dan dewasa yang memiliki motivasi kuat sehingga proses lebih lancar.

Dengan pendampingan personal dan jadwal yang fleksibel, private tahsin menjadi alternatif efektif untuk memperbaiki kualitas bacaan dan meningkatkan hafalan Al-Qur'an bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat.

Reporter: Imelda Chandra Kurnia/KPI 3C

Bentuk Generasi Mulia, Persistri Kabupaten Bandung Gelar Kajian di Masjid Qudwah Majalaya

Dakwahpos.com, Bandung – Persistri Kabupaten Bandung menggelar pengajian bertema, "Menjaga Kemuliaan Diri" di Masjid Qudwah Majalaya, Sabtu (25/10/2025). Kajian ini menghadirkan Ustazah Odah Jubaedah dan diikuti oleh delapan Pimpinan Cabang (PC) Persistri, alumni KPI B IAI Persis. Serta jemaah ibu-ibu Masjid Qudwah Majalaya.

Dalam ceramahnya, Ustazah Odah membuka kajian dengan membacakan QS Al-Isra ayat 17 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia. Kemuliaan tersebut diberikan karena manusia adalah makhluk yang mampu berpikir dan berbicara, itulah kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain.

Ustazah Odah memaparkan bahwa ada beberapa unsur-unsur Kemuliaan manusia. Pertama, akal yang menjadi sarana manusia untuk menjalankan misi kehidupan di dunia. Kedua, Allah menciptakan manusia dengan fisik yang sempurna, sebagaimana di sebutkan dalam QS At-Tin ayat 4 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ketiga, manusia diberikan kebebasan untuk memilih, dalam QS Al-Kahfi ayat 29, dijelaskan bahwa manusia diberikan pilihan apakah dia hendak menjadi manusia yang beriman atau kafir. Keempat, puncak kemuliaan setiap manusia adalah ketaqwaan, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, dan senantiasa taat dalam melaksanakan perintah Allah.

"Allah itu tidak melihat siapa yang paling kaya, siapa yang paling bagus fisiknya tapi Allah melihat hatinya, melihat siapa yang paling bagus ketaqwaan kepada-Nya" ujarnya.

"Kalo kita diberikan akal oleh Allah jangan digunakan untuk hal-hal yang dilarang Allah, karena di surah At-Tin ayat 5 dijelaskan kalo mereka itu adalah golongan yang dibinasakan Allah," tambahnya.

Lebih lanjut, Ustazah Odah memaparkan kiat-kiat menjaga kemuliaan diri. Pertama, mendirikan salat dengan khusyuk dan membiasakan menjaga lisan agar dapat meningkatkan kualitas ibadah. Kedua, sabar dan syukur dalam menghadapi ujian kehidupan. Ketiga, takut akan hisab Allah sebagai pengingat bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Kiat selanjutnya adalah memiliki sifat yang jujur, berakhlak mulia, serta membiasakan membalas keburukan dengan kebaikan.

Kajian ditutup dengan pesan bahwa hendaknya kita selalu jadi manusia yang bertaqwa dan istiqamah dalam melakukan pembiasaan yang baik, berakhlak mulia dan jujur dalam keseharian.

Reporter : Santi Sri Mulyani, KPI 3/C

Ingatkan Jamaah untuk Beramal, DKM At-Taqwa Margahayu Raya Gelar Kajian Usai Subuh

Dakwahpos.com, Bandung – Pengajian bertema "Merindukan Ridhonya Allah SWT" bersama Ustaz Syarif Lukman digelar di Masjid At-Taqwa Margahayu Raya berlangsung penuh syahdu setelah subuh. Dalam kajiannya, beliau mengingatkan jamaah untuk senantiasa beramal dengan niat mencari ridho Allah semata.

Ustaz Syarif menyampaikan, keberuntungan sejati bagi seorang mukmin adalah ketika Allah ridho kepadanya dan ia pun ridho terhadap ketetapan-Nya. "Itulah kemenangan yang paling besar sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 119," ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Beliau menegaskan, keridhoan Allah tidak akan didapat kecuali dengan keimanan yang kuat dan amal saleh yang tulus. "Sukses yang sesungguhnya bukan di dunia, tapi di akhirat. Sekarang kita sedang berproses dan berikhtiar menuju ke sana," jelasnya.

Dalam kajian itu, ustaz juga membacakan beberapa ayat Al-Qur'an yang menggambarkan balasan bagi orang-orang yang Allah ridhoi, di antaranya dalam QS. At-Taubah:100 dan QS. Al-Mujadilah:22. Ia mengajak jamaah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan meneladani para sahabat Rasulullah.

"Untuk surga seperti ini, tunggu apa lagi? Ayo tancap gas dalam beramal," tegasnya di hadapan jamaah. Ustaz Syarif menutup ceramah dengan ajakan agar umat Islam memperkuat rukun iman dan rukun Islam serta memperbanyak amal kebajikan demi meraih ridho Allah SWT.

Reporter: Zahra Bunga Zakiyyah, KPI/3B
 

Hypnotherapy Islami Tingkatkan Ketenangan Batin



Dakwahpos.com, Bandung- DKM Baitul Muttaqien Cinunuk bekerjasama dengan Gabungan Majelis Taklim Kec. Cileunyi menyelenggarakan ceramah umum dengan tema "Hypnotherapy Islami untuk Kesehatan Mental Sejati" yang dibawakan oleh Ustadzah Teti Ratnasih, Ahad (26/10/2025).

Hypnoteraphy adalah salah satu cara pengobatan untuk mengatasi stress, panik attack, trauma, dan phobia. Hypnoteraphy mengajarkan sebuah kesadaran dan fokus karena 90% pikiran kita dikendalikan oleh alam bawah sadar sedangkan 10% kesadaran. Stress dipicu karena ada banyak hal yang masuk ke dalam pikiran kita.

"kalau ga fokus segalanya masuk, makannya tadi jadi stress ga sadar itu teh, jadi caranya agar kita sadar adalah fokus." Ungkap Ustadzah Teti.

Fokus kepada hal-hal yang positif karena ruh yang ada dalam diri kita adalah milik Allah Swt, salah satu caranya adalah dengan melakukan media tarik nafas, bukan hanya sekedar menghirup oksigen namun, menghirup semua anugerah yang telah Allah berikan untuk memasukan energi positif ke dalam tubuh.

"coba tarik nafas, pelan-pelan karena kita sedang memasukan energi yang positif ke dalam tubuh dan pikiran, simpan dalam tubuh kita dan bayangkan seluruh hal-hal negatif dalam tubuh kita keluar." Tutur ustadzah Teti.

Hypnotherapy islami dilakukan untuk mendapatkan kesehatan mental dan meraih ketenangan batin mengisi ruh dengan hal-hal positif uuntuk melahirkan pikiran yang positif sehingga jiwa tidak mudah stress dan sakit.

Reporter: Mia Maulidina, KPI/3B 
 

Ibu-ibu majelis taklim Al-Barokah diajak jaga empat mutiara manusia

 

Dakwahpos.com, Bandung – Ibu-ibu Majelis Taklim Al-Barokah, Cileunyi, mengikuti pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Wawan, Rabu (8/10/2025). Dalam ceramahnya, Ustaz Wawan mengingatkan jamaah untuk menjaga empat mutiara dalam diri manusia, yaitu akal, agama, rasa malu, dan amal saleh, agar tidak rusak oleh empat racun hati: marah, hasad, tamak, dan ghibah.

Beliau menjelaskan bahwa keempat sifat buruk itu dapat menghapus kebaikan yang telah dilakukan manusia. "Marah bisa menghilangkan akal, hasad dapat merusak agama, tamak mengikis rasa malu, dan ghibah menghapus amal saleh," ujar Ustaz Wawan di hadapan para jamaah.

Ustaz Wawan menekankan bahwa marah adalah sumber kerusakan yang sering kali merusak hubungan antar manusia. Karena itu, Rasulullah saw. berpesan agar umatnya menahan marah sebagai bentuk pengendalian diri dan tanda kedewasaan iman.

Selain itu, beliau menjelaskan bahwa hasad atau iri hati merupakan penyakit batin yang sangat berbahaya karena dapat memakan pahala amal saleh seperti api yang memakan kayu bakar. Rasa malu, kata beliau, adalah hiasan iman yang harus dijaga karena tanpa malu manusia akan kehilangan harga diri.

Ustaz Wawan juga mengingatkan bahaya ghibah yang dapat menghapus amal saleh dan menimbulkan dosa besar. Menggunjing orang lain, meski benar, tetap termasuk perbuatan yang mengotori hati dan merusak persaudaraan sesama muslim.

Pengajian yang dihadiri puluhan ibu-ibu berlangsung khusyuk dan penuh nasihat. Ustaz Wawan menutup ceramahnya dengan ajakan agar jamaah selalu memperbaiki hati dan meneladani akhlak Rasulullah saw. "Kalau empat mutiara itu kita jaga, maka hidup kita akan penuh keberkahan," pesannya.

Reporter: Aura Nurzihan Kamilah, KPI/3A

Anak-Anak Masjid Ibnu Saif Cipadung Antusias Ikuti Kajian Adab kepada Orang Tua



Dakwahpos.com, Bandung – Puluhan anak-anak dengan semangat mengikuti kegiatan kajian bertema "Adab kepada Orang Tua" di Masjid Ibnu Saif, Cipadung (24/10/2025). Kegiatan yang berlangsung setelah magrib ini menjadi bagian dari pembinaan akhlak dan keimanan anak sejak dini.

Suasana khusyuk terasa di dalam Masjid Ibnu Saif saat para santri kecil duduk berbaris rapi di atas karpet, mendengarkan penjelasan dari Ustaz Rojak yang memimpin kajian. 

"Orang tua adalah jalan datangnya ridha Allah. Siapa yang berbakti kepada orang tuanya, maka Allah akan mudahkan hidupnya," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa bentuk sederhana dari berbakti adalah mendengarkan nasihat orang tua dan mendoakan mereka setiap hari.

Lebih lanjut, ustaz menjelaskan pentingnya menjaga sopan santun dalam berbicara dan bersikap kepada orang tua. Ia menuturkan bahwa anak yang beradab baik akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Kegiatan kajian di Masjid Ibnu Saif Cipadung ini rutin diadakan setiap pekan, khusus untuk anak-anak sekitar. Selain mendengarkan ceramah, para anak-anaki juga membaca doa bersama dan dilatih membaca Al-Qur'an dengan bimbingan langsung dari ustaz.

Reporter : Haikal Faliqul/3B

Tradisi dan Substansi Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Al-Jihad Cibiru



Dakwahpos.com, Bandung- Maulid Nabi Muhammad saw bukan hanya peringatan tahunan biasa, tetapi di dalamnya terdapat momen reflektif untuk meneladani sosok manusia agung yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Di berbagai daerah, tradisi peringatan Maulid Nabi telah menjadi bagian dari budaya umat Islam, khususnya di Indonesia. Dalam suasana yang penuh berkah, masyarakat saling berbagi makanan, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan masjid dengan lantunan sholawat serta mengkaji sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad saw.

Dikutip dari ceramah ustaz Asep dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Al-Jihad Cibiru, berikut beberapa poin penting terkait tradisi dan substansi peringatan maulid Nabi:

1. Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW

Dalam peringatan Maulid, kita sering melihat banyak sekali hidangan, mulai dari nasi uduk, gulai kambing, hingga aneka kue tradisional. Semua itu bukan sekadar makan besar, melainkan simbol kebersamaan dan juga rasa syukur. Tradisi ini menjadi ajang memperkuat ukhuwah sesama, silaturahmi, dan yang paling penting adalah menghidupkan kembali semangat cinta kepada Nabi Muhammad saw.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat [49]:13,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."

Semangat saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan inilah yang harus tampak nyata dalam tradisi maulid.

2. Substansi Maulid Nabi Muhammad SAW

Di balik antusias dan kemeriahan tradisi, substansi Maulid Nabi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah saw. Isi maulid biasanya membahas sejarah kelahiran, perjuangan, dan keteladanan beliau. Nabi Muhammad saw merupakan uswah hasanah (suri teladan) yang sempurna dalam setiap aspek kehidupan kita.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab [33]:21,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."

Memperingati Maulid bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi meneguhkan kembali cinta kepada beliau, bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perjuangan beliau dalam kehidupan kita sehari-hari.

3. Perbedaan Maulid, Maulud, dan Milad

Maulid, Maulud, dan Milad, 3 kata ini sering dianggap sepagai persamaan kata (taroduf), padahal masing-masing memiliki arti yang berbeda. Dalam bahasa Arab, "Maulid" berarti waktu kelahiran, "Maulud" berarti bayi yang dilahirkan, sedangkan "Milad" berarti ulang tahun. Semua orang punya maulid, tetapi ketika disebut Maulid Nabi Muhammad SAW, maka itu merujuk pada waktu kelahiran beliau, yaitu 12 Rabiul Awal tahun 571 Masehi, bertepatan dengan hari Senin.

Sementara kata "milad" cenderung lebih umum digunakan dalam konteks hari ulang tahun, seperti yaumul milad (hari kelahiran). Maka, istilah "maulid" memiliki arti spiritual tersendiri, dikarenakan bukan hanya mengingat tanggal lahir, tetapi juga memahami kelahiran cahaya sebagai petunjuk bagi alam semesta.

4. Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Apakah boleh memperingati Maulid Nabi?

dalam menjawab pertanyaan ini, ada dua pandangan ulama tentang peringatan Maulid Nabi. Sebagian membolehkan, seperti halnya dalam kitab "Syarah shohih Bukhori", memperingati maulid Nabi diperbolehkan karena di dalamnya terdapat kebaikan seperti salawat, berbagi, silaturrahmi, dan mengkaji sirah Nabi. Sedangkan sebagian yang lain menganggapnya bid'ah.  Dari sini dapat disimpulkan bahwa, ketika peringatan maulid diisi dengan hal-hal yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat, maka ia menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah.

Sebagaimana disebutkan dalam QS. Yunus [10]:58,

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا

"Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira."

Dalam kitab "Fahrur Rozi", yang dimaksud dengan rahmat Allah adalah kelahiran Nabi Muhammad saw sebagai rahmat bagi seluruh alam. Maka bergembira dalam memperingati kelahiran beliau merupakan ungkapan syukur yang mendalam.

5. Keistimewaan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Rasulullah SAW bukanlah kelahiran biasa. Ibunda Aminah merasakan tanda-tanda keagungan sejak mengandungnya. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa dunia bersinar terang ketika beliau lahir. Nama "Muhammad" sendiri memiliki arti "yang banyak dipuji", seakan menjadi isyarat bahwa beliau akan diagungkan baik di langit maupun di bumi.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anbiya [21]:107,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Kelahiran Nabi adalah awal dari hadirnya rahmat Allah di muka bumi. Maka, wajar jika seluruh makhluk bergembira, mulai dari manusia, jin, bahkan burung-burung pun disebut turut bersuka cita ketika malam kelahirannya.

Maulid bukan hanya soal perayaan, melainkan pengingat yang mendalam agar kita meneladani akhlak Rasulullah dalam segala aspek kehidupan. Semoga bukan hanya tradisi, tetapi substansi dari setiap peringatan Maulid juga
menjadikan hati kita semakin dekat dengan Allah dan rasul-Nya.

Penulis: Muhammad Naufal Fathoni, KPI/3A

Tak Hanya Mengaji, Santri Madrasah Baitul Kamal Ciganitri Raih Keuntungan Lewat Hewan Peliharaan


 
Dakwahpos.com, Bandung— Santri Baitul Kamal miliki kegiatan produktif untuk mengembangkan minat dan bakat, Jumat (24/10/2025). 

Abyan Rayfaza menyampaikan beberapa kesibukannya yang produktif selain dari mengikuti pembelajaran di Madrasah Baitul Kamal Ciganitri.

"Suka latihan karate kalau di luar, ekstrakulikuler di sekolah," ucapnya.

Abyan pun menyebutkan bahwa ia memiliki beberapa hewan peliharaannya di rumah seperti ayam, burung dan ikan. Ia pun mengakui hal tersebut sebagai hobi yang menguntungkan.

"Paling suka sih kontes (estetika) Ayam Bangkok, pernah juara juga kan jadi ada hadiah," katanya.

Walaupun demikian, ia mengaku tetap bisa mengatur waktu untuk mengaji dan berlatih. 

Di akhir wawancara, Abyan juga menyampaikan keseriusannya dalam menjual ikan peliharaan untuk mendapatkan uang supaya dapat menjadi orang sukses dan membahagiakan orang tua. 

Reporter: M. Hafizh Arsy Jibril, KPI/3C

Meski Sibuk Mengajar, Guru Madrasah Baitul Kamal Ciganitri Tetap Belajar Lewat Organisasi


 
Dakwahpos.com, Bandung— Seorang Pengajar Madrasah Baitul Kamal Ciganitri sedang memberikan pembelajaran bagi santri, Rabu (22/10/2025). 

Iis Rusmawati, seorang pengajar di Madrasah Baitul Kamal Ciganitri menceritakan pengalamannya sebagai seorang guru dan anggota dari sebuah organisasi yang ia ikuti. 

"Ibu mengajar di SD Batununggal, itu jadwalnya dari jam 9 sampai sore, lalu setelah magrib ngajar di sini (Madrasah Baitul Kamal Ciganitri)," tuturnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan keikutsertaan di Organisasi Persistri (Persatuan Islam Istri) yang menurut pengakuannya hal tersebut adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan.

"Dari hati motivasinya itu hayaatunaa Kulluhaa 'ibaadatun, hidupku hanya untuk ibadah ya, karena kita hidup sementara, jadi harus bisa mengamalkan ilmu yang dimiliki juga," katanya dalam wawancara. 

Dalam penutupnya, ia pun mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan masalah finansial, karena selama tulus mengabdi untuk Allah SWT, maka ia percaya akan dipenuhi kebutuhannya.

Reporter: M. Hafizh Arsy Jibril, KPI/3C

Jamaah Masjid Nurul Amal Cinunuk Dihimbau Siapkan Amal untuk Hari Kiamat

Dakwahpos.com, Bandung — Dalam rangka kegiatan pengajian bulanan, Masjid Nurul Amal Cinunuk adakan tausiyah dengan tema "Hari Kiamat" yang disampaikan oleh Ibu Salma, seorang penceramah dan pembimbing majelis taklim setempat. Pengajian tersebut dihadiri oleh puluhan jamaah, terutama kaum ibu dan remaja masjid. Pengajian ini berlangsung pada hari Jumat (17/10/2025).

Dalam ceramahnya, Ibu Salma menegaskan pentingnya mengingat hari kiamat sebagai bagian dari rukun iman yang harus diyakini setiap muslim. Ia menjelaskan bahwa kesadaran terhadap datangnya hari akhir seharusnya mendorong setiap orang untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa.

"Hari kiamat bukan sekadar cerita, melainkan kepastian yang dijanjikan Allah SWT. Maka, hendaklah kita mempersiapkan diri dengan amal saleh sebelum datang hari itu," tutur Ibu Salma di hadapan jamaah.

Ibu Salma juga mengingatkan jamaah agar tidak terlena oleh kehidupan dunia yang sementara. Menurutnya, tanda-tanda hari kiamat sudah mulai tampak dari banyaknya kemaksiatan, hilangnya kejujuran, dan melemahnya nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat.

Acara pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ibu Salma. Suasana menjadi khidmat dan haru ketika jamaah menundukkan kepala, memohon ampunan serta kekuatan iman agar senantiasa istiqamah di jalan Allah SWT.

Pengurus Masjid Nurul Amal Cinunuk berharap kegiatan pengajian seperti ini dapat terus berlangsung secara rutin sebagai sarana memperdalam ilmu agama dan memperkuat keimanan masyarakat setempat.

Reporter : Diya Asyita- KPI 3D

Ibu-Ibu Masjid At-Taqwa Adakan Kegiatan Setoran Bacaan Al-Qur’an

Dakwahpos.com, Bandung – DKM At-Taqwa Pasirbiru mengadakan kegiatan setoran bacaan Al-Qur'an bersama para ibu-ibu pada Senin (13/10/2025), usai salat Isya berjamaah. Kegiatan ini dipimpin oleh Ustazah Siti Sopiah yang akrab disapa Ibu Uyun.

Acara ini diikuti oleh jamaah ibu yang duduk melingkar di tengah masjid. Masing-masing peserta mendapat giliran membaca satu ayat Al-Qur'an, kemudian dibimbing dalam cara membaca dan diperbaiki jika ada kesalahan tajwid atau harakat.

Kegiatan mengaji ini dimulai dari juz 1 dan kini telah sampai pada Surah At-Taubah di juz 11. Meski hanya membaca satu ayat per orang, kegiatan ini tetap berlangsung penuh semangat dan khidmat.

"Saya sendiri juga sambil terus belajar ya, Neng. Kita ibu-ibu saling mengoreksi bacaan kalau ada yang salah. Ibu-ibu di sini juga selalu semangat dan berusaha hadir setiap pertemuan," ujar Siti Sopiah.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat belajar agama di kalangan ibu-ibu jamaah masjid.

Reporter: Raiqatul Mardhiyah KPI/3C

Lembaga Terapan Panghegar Bandung Gelar Coffee Trip Bersama Coffee Garung di Masjid Raheela



Dakwahpos.com, Bandung —Lembaga Terapan Panghegar Bandung menggelar kegiatan Coffee Trip bersama Coffee Garung di kawasan Masjid Raheela, Bandung, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di area terbuka bernuansa alam ini diikuti oleh para peserta dengan antusias tinggi.

Acara tersebut menghadirkan sesi berbagi pengalaman seputar dunia kopi, mulai dari proses pengolahan, teknik penyeduhan, hingga filosofi ngopi dalam kehidupan sosial. Cahyadi, salah satu staff Coffee Garung, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memperkenalkan kopi, tetapi juga mempererat hubungan antarmanusia.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita dan kebersamaan di setiap cangkirnya," ujar Cahyadi saat memberikan penjelasan kepada peserta.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama dan menikmati kopi racikan khas Garung. Selain mempererat silaturahmi, acara ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolaborasi dan kreativitas antara Lembaga Terapan Panghegar Bandung dan komunitas pecinta kopi.

Reporter: Muhammad Dafi Saefuddin, KPI/3D


Kajian Single Parent di Masjid Raya Al-Azhar Summarecon Bandung Bersama Dr. Rahmat Abu Zahra

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Raya Al-Azhar Summarecon Bandung dipenuhi jamaah yang antusias mengikuti kajian inspiratif bertajuk "Sendiri Bukan Akhir Cerita: Jadilah Single Parent Mulia dengan Iman, Mandiri, dan Diberkahi" Ahad (12/10/2025). Acara ini menghadirkan Dr. Rahmat Abu Zahra, S.Ag., M.Pd., pendiri dan pengasuh Biro Konsultasi Keluarga Yayasan Sahabat Keluarga Muslim Harmoni Indonesia (YASMIN), sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipandu oleh Umi Nelis Nelian selaku moderator sekaligus pembina Yayasan NCB, serta digerakkan oleh Umi Caca, Ketua MT. Al-Ishlah Bumi Cibiru Raya. Suasana acara berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan sejak awal.

Dalam tausiyahnya, Rahmat Abu Zahra menyampaikan bahwa menjadi orang tua tunggal bukanlah akhir dari perjalanan hidup, tetapi justru awal untuk bangkit dan menjadi pribadi yang kuat dengan iman dan kemandirian. "Single parent yang mulia adalah mereka yang tetap berpegang pada iman, mandiri dalam hidupnya, dan yakin bahwa setiap langkahnya diberkahi Allah," ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran seorang ibu dan ayah tunggal dalam menjaga ketahanan keluarga, terutama dalam mendidik anak dengan kasih sayang dan teladan iman. Menurutnya, kekuatan doa dan keikhlasan adalah kunci bagi seorang single parent untuk tetap tegar menghadapi tantangan hidup.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kajian ini. Beberapa di antaranya tampak haru mendengar kisah dan pesan penuh makna yang disampaikan narasumber. Acara diakhiri dengan doa bersama serta pembagian sertifikat apresiasi bagi peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya para orang tua tunggal, dapat mengambil pelajaran berharga bahwa kesendirian bukanlah kelemahan, tetapi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi pribadi yang lebih mandiri serta diberkahi.

Reporter : Aulia Nur Fadilah, KPI/3D

Menjadi Ibu yang Dirindukan Bersama Ustadzah Imas Karyamah

Bandung, Masjid Al-Ishlah Komplek Bumi Cibiru Raya RT 03 RW 15, Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung pada Jum'at (26/9/2025) dipenuhi jamaah ibu-ibu yang antusias mengikuti Majelis Inspirasi Iman dengan tema "Menjadi Ibu yang Dirindukan" bersama Ustadzah Imas Karyamah. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan dibuka dengan pembacaan basmalah serta lantunan shalawat bersama. Suasana majelis berlangsung khidmat dan hangat sejak awal.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Imas menyampaikan bahwa peran ibu bukan hanya mengurus rumah tangga, melainkan juga menjadi teladan utama bagi anak-anaknya. Ibu yang dirindukan adalah ibu yang kehadirannya menenangkan, ucapannya menyejukkan, dan doanya selalu menyertai keluarganya.

Beliau menekankan pentingnya doa seorang ibu yang mustajab serta kesabaran dalam mendidik anak. "Jika engkau ingin melihat masa depan suatu generasi, maka lihatlah bagaimana para ibunya hari ini," ungkapnya.
Jamaah terlihat antusias dan beberapa bahkan terharu saat mendengar kisah-kisah inspiratif tentang besarnya pahala seorang ibu yang mendidik anak dengan penuh kesabaran. Acara ditutup dengan doa bersama agar para ibu diberi kekuatan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam mendidik anak-anak serta menjadi sosok ibu yang dirindukan keluarganya.

Reporter : Aulia Nur Fadilah, KPI/3D



IRMA At-Tholibin MAN 2 Kota Bandung Gelar Diskusi 'GBMO' Ekskul Keagamaan



Dakwahpos.com, Bandung- IRMA MAN 2 Kota Bandung gelar diskusi GBMO (Garis Besar Mekanisme Organisasi), Sabtu (04/10/2025), di Masjid At-Tholibin MAN 2 Kota Bandung, Cipadung. K
egiatan ini di ikuti oleh siswa siswi MAN 2 Kota Bandung, dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas. 

Faqih, ketua ekskul Tahfizh Club, mengatakan diskusi ini bertujuan untuk mempermudah kepengurusan selanjutnya dalam menjalankan tugas sesuai kesepakatan bersama. Meliputi seluruh ekskul keagamaan, yaitu IRMA, Tahfizh Club, dan Qiroat. Kesepakatan tersebut akan di tetapkan ketika pelaksanaan sidang muktamar.

‎"Dimana rangkaiannya seperti biasa, ada pembukaan, selanjutnya ada diskusi dari setiap ekskul di GBMO (Garis Besar Mekanisme Organisasi), yang akan di ubah atau di tambahkan nanti di sidang muktamar". Tutur Faqih.

‎Dalam pelaksanaan diskusi, Faqih menjelaskan, setiap siswa dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas, di beri kesempatan untuk menambahkan atau mengurangi kegiatan yang ada di ekskul keagamaan.

‎"Anak-anak disini berdiskusi, mungkin menambahkan atau mengurangi agenda yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan selanjutnya...". Ungkap Faqih.

‎Selaku ketua ekskul Tahfizh Club, Faqih berharap, diskusi ini bisa memberi pemahaman bahwa kegiatan ekskul keagamaan dilakukan untuk syiar dan dakwah ke masyarakat.

‎Reporter : Hanifatus Sholihah, KPI 3/A





© Dakwahpos 2024