Dakwahpos.com, Bandung - Ustadz Ahmad mengajak jemaah agar tidak hanya mengejar kemapanan materi, tapi juga menjaga kualitas hidup dari sisi spiritual dan akhlak. Pesan itu ia sampaikan lewat tausiyah yang diselingi humor dalam pengajian umum di Masjid Al-Ikhlas Panyileukan, Rabu ( 08/10/2025 )
Di depan jemaah dan warga Panyileukan, Ustadz Ahmad membedakan dua hal yang menurutnya sering dicampuradukkan, yaitu penghidupan dan kehidupan. Ia menilai krisis karakter generasi muda sekarang muncul karena masyarakat mengukur keberhasilan seseorang hanya dari hal-hal yang kelihatan, seperti fisik dan harta.
"Masyarakat hari ini rata-rata penghidupannya sudah membaik, tetapi kualitas kehidupannya justru menurun. Penghidupan itu mencakup urusan fisik, materi, sandang, pangan, papan, hingga fasilitas fisik. Sedangkan kehidupan itu mencakup ranah spiritual, moralitas, karakter, akhlak, ketenteraman, dan kemanfaatan sosial," kata Ustadz Ahmad.
Ustadz Ahmad juga menyoroti penggunaan teknologi digital yang tidak dibarengi kemampuan memakainya dengan bijak. Menurutnya, pemakaian smartphone yang berlebihan membuat obrolan antarwarga makin berkurang, anggota keluarga makin jauh satu sama lain, dan ibadah jadi kurang disiplin.
Soal pola asuh, ia mengkritik kebiasaan sekarang ketika anak lebih banyak diasuh kakek dan nenek (mbah) ketimbang orang tuanya sendiri.
“Tugas utama kakek dan nenek itu mendidik orang tua dari si anak, bukan mengambil alih pengasuhan cucu secara penuh. Selama orang tua kandungnya masih ada dan mampu, pengasuhan harus tetap menjadi tanggung jawab utama orang tua agar regenerasi berjalan ideal," tegasnya.
Reporter : Zulfa Khoerunisa, KPI/3D





