DakwahPos, Bandung — Santri Pondok Pesantren Al-Mu’awanah rutin melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di lingkungan pondok, terutama area masjid. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan pondok.
Masjid menjadi salah satu area yang diprioritaskan dalam kegiatan tersebut karena digunakan sebagai tempat salat. Selain itu, madrasah juga menjadi perhatian karena digunakan untuk kegiatan pengajian. Kebersihan kedua tempat tersebut dinilai penting agar santri dapat beribadah dan menuntut ilmu dengan nyaman.
Rihma, Dewan Perwakilan Santri Al-Mu’awanah, menjelaskan bahwa Jumat dipilih sebagai waktu pelaksanaan karena dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari “Ada istilah bahwasanya Jumat itu adalah sayyidul ayyam, itu rajanya para hari. Jadi di situ terdapat ajaran kuat bahwasanya setiap hari Jumat itu harus bersih, baik itu dari segi badan, lingkungan dan yang lainnya sebelum berangkat salat Jumat,” ujar Rihma saat diwawancarai pada Sabtu, 26 September 2026.
Dalam menjaga kebersihan masjid, terdapat pula perhatian terhadap kesucian tempat ibadah. Rihma menyebut salah satu kendala yang perlu ditangani secara khusus adalah ketika terdapat najis, seperti kotoran hewan, terlebih jika mengenai sajadah. Pembersihan dilakukan secara lebih teliti dengan memperhatikan anjuran dalam fikih.
“Kalau misalnya ada najis baik itu berupa kotoran hewan atau apa pun, kita harus benar-benar ekstra dalam membersihkannya. Apalagi kalau misalnya kotoran itu ada di sajadah masjid,” ujar Rihma.
Menurut Rihma, menjaga kebersihan tempat ibadah dan tempat belajar merupakan kesadaran yang perlu dimiliki bersama oleh santri maupun jamaah. Ia berharap kebersihan lingkungan pondok terus dijaga karena kondisi yang bersih dapat menciptakan kenyamanan dalam beribadah dan menuntut ilmu. “Dari kebersihan itulah akan menciptakan sebuah kenyamanan dalam beribadah dan juga menuntut ilmu,” tutur Rihma.
Reporter: Amanda Najwa Syarif, KPI/3D






