Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Waktu Salat Mepet, Ustaz Bahas Boleh Tidaknya Melanjutkan Qobliyah Subuh saat Kajian Fikih Mingguan

Masjid Al-Ikhlas menggelar kajian fikih mingguan yang membahas hukum salat sunah qobliyah subuh saat waktu salat fardu sudah mepet atau iqomah telah dikumandangkan. Ustaz menegaskan bahwa salat fardu berjamaah tetap harus didahulukan.

Ia menjelaskan, jika seseorang terlanjur menjalankan salat sunah, ia boleh mempercepatnya dengan hanya menunaikan rukun dan kewajiban saja. Namun, apabila dikhawatirkan akan tertinggal salat fardu berjamaah, salat sunah yang sedang dilakukan tersebut dianjurkan untuk dibatalkan saja.

“jika dikhawatirkan kehilangan salat fardu berjamaah, sebagian ulama menganjurkan membatalkan atau memutuskan salat sunah tersebut” ujarnya.

Ustaz juga menyampaikan bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat soal qobliyah subuh saat waktu mepet. Ia menekankan imam perlu bijak dalam mengambil keputusan dan tidak boleh langsung menganggap pendapatnya itu paling benar.

Terkait kesiangan, ada jamaah kajian yang menyampaikan bahwa salat subuh itu disebut kesiangan apabila waktunya itu sudah mendekati syuruk. Bagi orang yang terbiasa qobliyah subuh namun terlambat karena ada hal di luar kehendaknya, ada pendapat ulama yang membolehkan salat qabliyah tersebut diqada setelah salat subuh.

“karena terbiasa qabliyah, manakala kita kesiangan maka boleh salat qadanya setelah salat subuh” ujar jamaah tersebut.

Kajian ini ditutup dengan ajakan jamaah mempelajari surah Ali Imran ayat 128-129 sebagai bahan pembahasan untuk kajian selanjutnya.

Reporter: Raka Dean Zakiansyah 3/D
Uploaded Image

Suasana Teduh Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi Cibiru Wetan Jelang Salat Jumat

Dakwahpos.com, Bandung - Suasana teduh terasa di Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi, Cibiru Wetan, menjelang salat Jumat. Sejumlah anak madrasah dan warga duduk santai di tangga teras masjid, sembari menanti masuknya waktu salat Jumat, sementara deretan sandal jemaah tertata di tepi selasar masjid, Pemandangan tersebut menjadi potret menarik tentang semangat beribadah dan pendidikan keagamaan sejak usia dini, Jumat (09/10/2026).

Salah seorang pemuda masjid setempat, Abdul Aziz, mengaku senang melihat suasana salat Jumat yang ramai, terlebih dengan banyaknya anak-anak yang turut hadir. Menurutnya, hal itu menandakan anak-anak mulai terbiasa datang ke masjid sejak dini.

“Sebagai pemuda masjid, saya justru senang melihat hal seperti ini, karena artinya anak-anak mulai terbiasa datang ke masjid sejak kecil,” ujar Abdul Aziz, pemuda Cibiru Wetan yang rutin salat Jumat di masjid tersebut.

Ia mengakui masih ada anak-anak yang bercanda atau mengobrol ketika khatib menyampaikan khotbah. Namun, ia menilai hal itu wajar karena mereka masih dalam proses belajar.

“Tinggal bagaimana kita sebagai orang yang lebih dewasa bisa mengarahkan dan memberi contoh yang baik kepada mereka,” tuturnya.

Menurut Abdul Aziz, kehadiran anak-anak bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan, melainkan kabar baik bagi masa depan masjid. Syaratnya, tetap ada bimbingan agar pelaksanaan salat Jumat berlangsung tertib dan khusyuk.

Reporter: Alpiyan Pasha, KPI/3D



Jaga Keteguhan Iman, Ustaz Wahyudi Tekankan Pentingnya Istikamah dalam Beribadah

Dakwahpos.com, Bandung - Umat Islam diingatkan untuk senantiasa menjaga keteguhan iman dan konsistensi dalam menjalankan ibadah di tengah berbagai godaan kehidupan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Wahyudi dalam khutbah Jumat di Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi, Wangi RT 05 RW 16, Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jumat (09/10/2026). 

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan secara mendalam bahwa sikap istikamah merupakan cermin utama dari kuatnya keimanan seseorang. Untuk memperkuat argumentasi tersebut, ia mengutip sebuah hadis shahih riwayat sahabat Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi. Dalam riwayat itu, beliau pernah meminta nasehat ringkas namun padat dari Rasulullah SAW mengenai ajaran Islam. Menjawab permintaan tersebut, Rasulullah SAW memberikan pesan yang sangat mendasar namun memiliki makna mendalam bagi setiap muslim.

"Istikamah yang sejati itu dilandasi oleh keimanan. Orang yang beristikamah adalah mereka yang teguh pendirian dalam menjalankan kewajiban dari Allah SWT serta mampu menghadapi godaan setan," ujar Ustaz Wahyudi di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa ibadah kepada Allah SWT tidak memiliki batas waktu atau jeda selama seseorang masih bernapas, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Hijr ayat 99. Selain ibadah (mahḍah) seperti salat, ia juga mengimbau jamaah untuk mengubah rutinitas harian, seperti makan dan tidur, itu menjadi bernilai ibadah di mata Allah SWT dengan cara mencontoh sunah Rasulullah SAW.

"Makan dengan tangan kanan, membaca doa, serta berhenti sebelum kenyang adalah contoh sederhana bagaimana aktivitas harian kita bisa bernilai pahala," tambahnya.

Mengakhiri khutbahnya, ia menguraikan keutamaan bagi orang yang beristikamah, di antaranya akan didampingi malaikat saat sakratulmaut, dihilangkan rasa takut dan sedihnya, serta mendapatkan perlindungan langsung dari Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Ia juga membagikan empat langkah praktis agar umat Islam dapat menjaga istikamah, yakni memurnikan niat, berislam secara menyeluruh (kaffah), memulai amalan kebaikan dari hal kecil secara konsisten, serta memperbanyak doa memohon ketetapan hati.

Rangkaian ibadah salat Jumat di Masjid Nurul Ilmi tersebut berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga akhir doa penutup.

Reporter: Alpiyan Pasha, KPI/3D


Ustaz Nurdin Bahas Pentingnya Takwa dan Amal Saleh dalam Menghadapi Persoalan Hidup


 Dakwahpos.com, Majalengka Ustaz Nurdin menyampaikan pentingnya ketakwaan kepada Allah Swt. dan menjaga amal saleh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kamisan, pengajian rutin setiap hari Kamis, yang berlangsung di Masjid Hidayah Baitul Kamal, Majalengka, pada Kamis (1/10/2026).

Dalam ceramahnya, Ustaz Nurdin menjelaskan bahwa persoalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Seseorang dapat menghadapi berbagai kesulitan secara bergantian, mulai dari persoalan ekonomi hingga kegelisahan dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk menyikapi setiap permasalahan dengan sabar, berikhtiar, dan memohon pertolongan kepada Allah Swt..

Ustaz Nurdin mengutip Surah At-Talaq ayat 2-3 yang menjelaskan bahwa Allah Swt. akan memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa serta memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jemaah agar senantiasa menjaga ketakwaan ketika menghadapi kesulitan dan tidak hanya menggantungkan harapan pada kemampuan diri sendiri.

Selain berikhtiar, jemaah juga diingatkan untuk membiasakan diri berdoa ketika menghadapi kegelisahan dan kesedihan. Dalam ceramahnya, Ustaz Nurdin menyampaikan doa agar Allah Swt. menghilangkan kegelisahan dan kesedihan dari diri seorang hamba. Doa tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon ketenangan dan pertolongan kepada Allah Swt..

Pembahasan selanjutnya menyoroti pentingnya menjaga amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Ustaz Nurdin menjelaskan bahwa amal saleh tidak terbatas pada salat, membaca Al-Qur'an, maupun menghadiri majelis ilmu. Berbagai perbuatan baik dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat juga perlu dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan.

Ia turut mencontohkan pentingnya membantu sesama, menjalankan tanggung jawab dalam keluarga, serta menjaga hubungan baik dengan tetangga. Melalui contoh tersebut, jemaah diajak memahami bahwa kesempatan berbuat baik dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai ibadah tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui perilaku yang membawa kebaikan bagi orang lain.

Ustaz Nurdin juga mengingatkan jemaah agar senantiasa melakukan introspeksi terhadap keimanan dan amal perbuatannya. Menurut pesan yang disampaikan dalam ceramah, seorang muslim perlu memperhatikan kesungguhan dalam beribadah, menjauhi perbuatan dosa, dan menjaga keteguhan iman hingga akhir hayat. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah Swt..

Melalui pengajian rutin Kamisan tersebut, jemaah diajak untuk menjadikan takwa, doa, keikhlasan, dan amal saleh sebagai pedoman dalam menghadapi persoalan kehidupan. Pesan yang disampaikan diharapkan dapat mendorong umat Islam untuk terus memperbaiki diri serta menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Reporter: Najma Nur Fajriyah Kamal, KPI/3C

Masjid Al-Amanah Bahas Keutamaan Taqwa: Sumber Kebaikan, Solusi Kesulitan, dan Standar Kemuliaan Manusia


Dakwahpos.com,Bandung- Ketaqwaan kepada Allah Swt. merupakan kunci utama bagi umat Islam untuk memperoleh kebaikan, keberuntungan, serta jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup. Khutbah Masjid Al-Amanah Cipadung menekankan bahwa standar kemuliaan seseorang di mata Allah tidak diukur dari harta maupun ketampanan, melainkan dari tingkat ketaqwaannya pada Jumat, (2/10/2026).

Dalam representasi khutbah tersebut, khatib menjelaskan bahwa ketakwaan menjadikan seorang hamba sebagai sumber sekaligus maksud dari kebaikan dan keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Allah Swt. berjanji akan memberikan petunjuk, menghapus segala kesalahan, dan mengampuni dosa-dosa bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Landasan tersebut mempertegas firman Allah Swt. dalam Surah Al-Anfal ayat 29 yang mengingatkan umat-Nya untuk senantiasa bertakwa. Melalui ayat tersebut Allah berfirman bahwa ketaqwaan akan memberikan Furqan atau kemampuan membedakan antara yang hak dan yang batil, serta mendatangkan rahmat dan karunia yang besar.

Lebih lanjut, khatib mengingatkan jemaah sidang Jumat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi atau permasalahan hidup agar terus-menerus menyampaikan dan meningkatkan ketakwaan. Kadangkala rezeki atau jalan keluar terasa tersumbat dikarenakan kualitas ketaqwaan yang belum maksimal dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini selaras dengan janji Allah Swt. dalam Surah At-Talaq ayat 2 - 3 bahwa barangsiapa yang bertakwa kepada-Nya, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar dari segala kesempitan. Selain itu, Allah juga akan memberikan rezeki dari arah yang tidak pernah disangka-sangka oleh hamba-Nya.

Khatib kembali menegaskan bahwa kemuliaan yang hakiki menurut Allah Swt. tidak dilihat dari ras, kekayaan, kemiskinan, maupun penampilan fisik seperti ketampanan atau kecantikan. Standar kemuliaan seseorang di sisi Allah semata-mata diukur dari siapa yang paling bertakwa di antara mereka.

Oleh karena itu, seluruh jemaah diajak untuk terus berusaha menjadi hamba yang senantiasa menjaga ketakwaan, memohon kekuatan dan kesehatan agar istikamah dalam beribadah, serta berharap keberkahan selalu menyertai kehidupan bersama.

Reporter: Rifqi Alfiansyah

 

Sejarah dan peran masjid Jami Al Muhajirin wakil ketua DKM bapak Eko purnama

wawancara antara Alvino (mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati) dan pengurus/narasumber Masjid Al-Muhajirin:

Pengurus/Tokoh Masjid Al-Muhajirin

Topik: Sejarah dan Peran
 Masjid Al-Muhajirin
Cikal Bakal Pendirian Masjid
Alvino:
Pertanyaan yang pertama, bagaimana benih pertama masjid ini mulai tertanam, Pak?
Narasumber:
 Cikal bakal dari Masjid Al-Muhajirin ini berdiri pada saat pembuatan atau pembangunan kompleks sekitar tahun 2008–2009. Jadi pencetusnya adalah tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama pada saat itu yang pertama kali menempati kompleks ini.
Alhamdulillah, setelah dibangun mulai terasa hasilnya, jadi memang sangat bermanfaat adanya keberadaan Masjid Al-Muhajirin ini. Jadi cikal bakalnya pada saat pembangunan pertama kompleks ini dirasakan membutuhkan tempat untuk beribadah, gitu. Jadi dari tokoh masyarakat dan tokoh agama penggagasnya pada waktu itu.

. Asal-Usul Nama Masjid
Alvino:
Untuk pertanyaan yang kedua, Pak, lalu bagaimana ceritanya sampai tercetus nama Masjid Al-Muhajirin ini, Pak?
Narasumber:
Cerita Al-Muhajirin ini adalah karena pada saat itu pembangunan kompleks baru dan kebanyakan dari orang-orang yang datang ke kompleks ini adalah pendatang. Maka diberikan masukan atau beberapa pilihan dari tokoh-tokoh masyarakat dan agama, ada yang menyampaikan bahwa "Al-Muhajirin" yang dipilih karena mereka itu seperti pendatang atau yang berhijrah. Artinya, Al-Muhajirin ini adalah sebagai kelompok pendatang, kata dasarnya adalah hijrah.
Dinamakan Al-Muhajirin karena yang menempati kompleks ini adalah pendatang, jadi bukan warga asli. Jadi kita semua sebagai pendatang di sini sebagai "Al-Muhajirin", sebagai orang-orang yang berhijrah dari tempat lain ke tempat ini.
3. Tantangan Pembangunan Masa Awal
Alvino:
Tantangan apa yang paling Bapak berkesan pada warga di saat itu, Pak?
Narasumber:
Tantangannya adalah pada saat kepengurusan pertama mungkin banyak sekali lika-liku untuk melakukan pembangunan. Artinya masjid ini pada dasarnya hanya diberikan oleh developer atau tokoh masyarakat dan tokoh agama pada saat itu dengan keadaan yang sangat sederhana.
Jadi tantangan yang saya rasakan adalah pada saat itu memang kita membutuhkan pembangunan supaya bisa menampung jemaah yang menempati di kompleks ini. Jadi pada saat pembangunan masjid ini, itu adalah hal yang paling berkesan hingga bisa berdiri sampai hari ini.
Peran Masjid untuk Masyarakat Sekitar
Alvino:
Sekarang bagaimana Masjid Al-Muhajirin menjaga perannya untuk masyarakat sekitar, Pak?
Narasumber:
Nah, kalau perannya adalah sebagai fasilitas untuk jemaah dan warga yang ingin beribadah, termasuk anak-anak yang belajar untuk mengaji. Kita memang mempersiapkan selain untuk tempat beribadah, kita juga menyiapkan tempat untuk anak-anak yang mulai usia dini untuk belajar mengaji, terus memfasilitasi juga kegiatan-kegiatan hari raya besar agama Islam, dan kegiatan sosial lainnya yang alhamdulillah sampai saat ini sudah terus berjalan.
5. Pesan dan Harapan untuk Generasi Muda
Alvino:
Sebagai penutupnya, Pak, apa pesan atau harapan Bapak untuk generasi muda yang akan melanjutkan pemeliharaan masjid ini ke depannya, Pak?
Narasumber:
Nah, harapan saya tentunya anak-anak remaja yang beranjak dewasa bisa menjadi penerus kami yang tidak lupa untuk melaksanakan salat lima waktu, memberikan waktu dan tenaganya untuk kegiatan di masjid ini, baik itu kegiatan sosial maupun kegiatan keagamaan.
Jadi, ya harapan besar saya adalah betul-betul remaja-remaja ini bisa menjadi penerus yang tanpa pamrih, yang bisa mengelola kegiatan masjid dengan baik, termasuk dari sarana dan prasarana, juga dari setiap waktu salat itu ada yang istilahnya mengingatkan.
Jadi peran-perannya itu sangat dibutuhkan sekali supaya berkesinambungan, jadi masjid ini tetap selalu bisa hangat, bisa ramai, bisa lebih banyak lagi yang datang ke sini, gitu.

Alvino:
Baik, terima kasih Bapak atas waktunya. Saya Alvino dari KPI pamit undur diri, Bapak. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Narasumber:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Lampiran:

Uploaded Image

Jalan Menuju Surga Terbuka Lebar: Khutbah Jumat Masjid Al-Barokah Ingatkan Luasnya Kasih Sayang Allah

Dakwahpos.com, Bandung — Khutbah Jumat di Masjid Al-Barokah Kaum Kidul menghadirkan pesan keagamaan tentang pentingnya kasih sayang Allah dan keutamaan bersedekah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (25/09/2026) dan diikuti oleh jamaah dengan khidmat.

Dalam khutbahnya, Ustaz Amin menegaskan bahwa Allah membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Ia menyampaikan bahwa setiap peluang kebaikan selalu dibarengi dengan balasan mulia bagi yang melaksanakannya. "Kasih sayang Allah sangat terbuka, Allah tidak memberi peluang untuk berdosa kecuali Allah menyediakan ampunan dan balasan yang tiada terkira yaitu surga," ungkap Ustaz Amin, Jumat (25/09/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu bentuk ihsan adalah bersedekah tanpa menunggu permintaan orang lain. Menurutnya, kebaikan itu semakin bernilai ketika dilakukan dengan kerelaan hati. "Ketika kita bersodaqoh ketika orang lain tidak meminta, itu adalah perbuatan ihsan," ujar Ustadz Amin, Jumat (25/09/2026).

Jamaah memberikan respons positif terhadap pesan yang disampaikan dalam khutbah. Banyak di antara mereka mengaku termotivasi untuk memperbanyak sedekah.

"Alhamdulillah pelaksanaan Jumat sekarang memberikan saya motivasi untuk terus bersedekah, terutama kepada saudara kita yang ada di Sumatra," kata salah satu jamaah  Jumat (25/09/2026).

Khutbah yang sarat pesan kebaikan ini diharapkan dapat memperkuat praktik kepedulian sosial di tengah masyarakat. Jamaah pun berharap khutbah semacam ini terus disampaikan secara berkelanjutan.
 
Reporter: Shibyan Dwi Falah KPI/3A

Uploaded Image

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos