Dakwahpos, Bandung — Anak-anak diniyah kelas 1 hingga kelas 6 SD di Pondok Pesantren Al-Mu’awanah rutin mengikuti pengajian setelah salat Subuh setiap Ahad di Masjid Al-Mu’awanah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad, 4 Oktober 2026, tersebut diisi dengan hafalan Juz 30 serta praktik ibadah.
Pemilihan waktu Subuh dilakukan karena waktu tersebut dinilai baik untuk belajar. Kondisi anak-anak yang masih segar setelah bangun tidur dimanfaatkan untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kegiatan pada hari Ahad menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan mengaji.
“Nah, kegiatan ini dilakukan pada waktu Subuh karena di sini Subuh itu waktu yang sangat baik untuk belajar seperti itu. Karena di sini otak mereka itu masih fresh-fresh-nya,” ujar Najwatul Anwar, bagian pendidikan Pondok Pesantren Al-Mu’awanah, saat diwawancarai pada 6 Oktober 2026.
Antusiasme anak diniyah terlihat dari kebiasaan mereka yang datang sejak sekitar pukul 04.00 untuk mengikuti salat tahajud bersama para santri sebelum melanjutkan kegiatan diniyah.
“Alhamdulillah gitu anak-anak diniyah antusias dalam mengikuti pembelajaran di waktu Subuh ini. Karena biasanya mereka datang itu dari pukul 4 ikut tahajud bersama para santri dan yang lainnya seperti itu,” kata Najwatul.
Kegiatan diniyah tersebut tidak selalu diisi dengan pembelajaran. Dalam jadwal tertentu, waktu kegiatan dapat diganti dengan rihlah atau jalan santai bersama anak-anak. Hal itu menjadi alternatif kegiatan untuk mengisi waktu Ahad bersama mudaris dan mudarisah.
Ke depan, Najwatul berharap kegiatan diniyah tersebut dapat terus berjalan dan ditingkatkan, termasuk melalui kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga keberlangsungan proses belajar mengajar pada hari Ahad dapat terus terjaga.
Reporter: Amanda Najwa Syarif, KPI/3D



.jpeg)


