Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

DKM At-Takwa Cibiru Ajak Jemaah Teladani Rasulullah lewat Tablig Akbar Maulid Nabi 1448 H

Uploaded Image

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Jami’ At-Takwa Mekarjati, Cibiru menggelar tablig akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. ke-1448 Hijriah pada Sabtu (12/9/2026) malam. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jemaah serta masyarakat di sekitar wilayah Mekarjati
Pada sesi utama, KH Agus Abdullah, M.Ag. menyampaikan tausiah mengenai pentingnya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Menurutnya, cinta kepada Nabi Muhammad saw. harus diwujudkan melalui peningkatan ibadah, menjaga akhlak, mempererat persaudaraan, serta meneladani sifat jujur, amanah, tablig, dan fatanah dalam kehidupan bermasyarakat.

"Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi sarana untuk mengevaluasi diri. Sejauh mana kita telah menjalankan sunah Rasulullah dan menjaga istikamah dalam menaati perintah Allah Swt.," ujar KH Agus Abdullah.

Tablig akbar tersebut mengusung tema "Momentum Menyalakan Kembali Cinta kepada Rasulullah dan Menjaga Istikamah dalam Ketaatan." Tema ini diangkat sebagai ajakan kepada umat Islam untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw., tetapi juga meneladani akhlak, perjuangan, serta ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh qari Multazam Mursyidan Baldan. Suasana peringatan Maulid Nabi semakin terasa ketika KH Ade Badruzaman, S.Pd.I. memimpin pembacaan Mahalul Qiyam yang diikuti para jemaah dengan penuh penghayatan.

Kegiatan tersebut juga diisi doa bersama yang dipimpin Ustaz Lukman Mantutu. Doa dipanjatkan agar seluruh jemaah diberikan keimanan yang kuat, keteguhan dalam beribadah, serta keberkahan bagi masyarakat Mekarjati dan sekitarnya.

Acara dipandu Ustaz Rahmat Salamet selaku pembawa acara. Seluruh rangkaian tablig akbar berjalan tertib hingga selesai. Melalui kegiatan ini, DKM berharap Masjid Jami' At-Taqwa terus menjadi pusat pembinaan keagamaan, penguatan ukhuwah Islamiah, dan penyebaran nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. di tengah masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini Masjid Jami' At-Taqwa terus menjadi poros keagamaan, ukhuwah, serta menanamkan nilai keteladanan Rasulullah saw. di lingkungan masyarakat Mekarjati khususnya” jelas KH Ahmad, DKM Jami' At-Taqwa.

Reporter: Fatimatu Zahro, KPI/3B


DKM Masjid Jami Nurul Falah Ajak Warga Cikuya Tumbuhkan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

 


 Dakwahpos.com, Bandung – DKM Jami Nurul Falah menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk warga sekitar pada Rabu (9/9/2026) di Masjid Jami Nurul Falah, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Acara yang diikuti oleh warga sekitar ini mengangkat tema menumbuhkan rasa cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, dengan menghadirkan KH. Da'i Nanang Qosim sebagai penceramah.


Dalam ceramahnya, KH. Da'i Nanang Qosim menyampaikan bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW tidak bisa dilepaskan dari mencintai para ulama, sebab ulama merupakan pewaris para nabi (waratsatul anbiya). Menurutnya, sikap hormat dan cinta kepada ulama menjadi salah satu jalan bagi umat untuk semakin dekat dengan ajaran dan teladan Rasulullah SAW.
Memperbanyak Sholawat kepada Nabi

Poin kedua yang disampaikan adalah pentingnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. KH. Da'i Nanang Qosim mengingatkan jamaah untuk tidak merasa belum pantas atau belum bersih dari dosa sehingga enggan bersholawat. "Jangan merasa belum benar, jangan merasa buruk, jangan pula merasa sebagai manusia yang masih bergelimang maksiat sehingga menganggap diri tidak pantas untuk bersholawat kepada Nabi," ujar KH. Da'i Nanang Qosim.

KH. Da'i Nanang Qosim menjelaskan bahwa pahala bersholawat sangatlah besar, dan jika diamalkan secara istiqamah dapat membersihkan hati serta menjauhkannya dari sifat-sifat buruk. Selanjutnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa mengagungkan Allah SWT serta mengharapkan ampunan dan syafaat-Nya, dan menuturkan bahwa ketika seseorang terlalu larut memikirkan urusan duniawi hingga hatinya gelisah, bersholawat kepada Nabi dapat menjadi jalan untuk menenangkan hati dan pikiran.

Poin terakhir yang ditekankan dalam peringatan Maulid Nabi ini adalah pentingnya mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan sunnah, umat diharapkan dapat semakin meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah SAW, bukan sekadar mencintainya secara lisan.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masjid Jami Nurul Falah, Cikuya, Cicalengka ini diikuti dengan antusias oleh jamaah setempat. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan umat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Reporter: Dzakirah Labibah, KPI/3B

Khatib Masjid Bir 'Ali Uraikan Empat Kunci Meraih Keberkahan Hidup

 

Dakwahpos.com, Bandung - Khatib Jumat Masjid Bir 'Ali menyampaikan pesan keagamaan tentang pentingnya meraih keberkahan hidup dalam khotbah Jumat di Masjid Bir 'Ali, Jumat (18/09/2026).
Dalam khotbahnya, khatib menyampaikan bahwa setiap manusia pada dasarnya mendambakan harta yang cukup, umur yang panjang, keluarga yang bahagia, serta usaha yang berkembang pesat. Namun, ia menekankan bahwa seluruh pencapaian duniawi tersebut belum tentu membawa kebahagiaan sejati apabila tidak diiringi dengan keberkahan dari Allah Swt.

"Sebaliknya, sesuatu yang terlihat sedikit tetapi penuh dengan berkah akan senantiasa mendatangkan ketenangan, manfaat, serta kebahagiaan bagi kehidupan manusia," ujar Khatib Masjid Bir 'Ali saat menyampaikan materi khotbahnya.

Khatib kemudian menjelaskan makna keberkahan dengan mengutip pandangan ulama Imam Ar-Raghib Al-Asfahani. Menurutnya, berkah adalah tetapnya kebaikan yang berasal dari Allah Swt. pada suatu perkara. Sesuatu dapat dikatakan berkah apabila Allah Swt. menetapkan kebaikan padanya secara terus-menerus, berkembang, dan memberikan manfaat yang berkesinambungan.

Lebih lanjut, khatib merincikan empat sebab utama datangnya keberkahan, yang pertama adalah iman dan ketakwaan kepada Allah Swt. Merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 96, orang yang menjaga ketakwaannya akan dibukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. Poin kedua adalah mencari rezeki yang halal, karena rezeki halal meski sedikit akan jauh lebih berkah daripada harta melimpah yang didapatkan melalui jalan haram.

Poin ketiga yang disampaikan khatib adalah kejujuran dalam bermuamalah atau bertransaksi. Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ia menjelaskan bahwa kejujuran antara penjual dan pembeli akan melahirkan keberkahan dalam jual beli. Sebaliknya, sikap dusta dan tindakan menyembunyikan cacat barang akan menghapus seluruh keberkahan transaksi tersebut.
Adapun poin keempat untuk meraih keberkahan adalah dengan memperbanyak istighfar kepada Allah Swt. Khatib menguraikan Surah Nuh ayat 10 sampai 12 yang menegaskan bahwa istighfar bukan hanya berfungsi menghapus dosa, melainkan juga menjadi sebab diturunkannya rezeki, hujan, harta, serta keturunan yang berlimpah.

Khatib mengakhiri khotbahnya dengan mengingatkan para jemaah agar tidak tertipu oleh melimpahnya harta duniawi yang kosong dari nilai keberkahan.

"Ada orang yang hartanya melimpah tetapi selalu merasa kurang. Sebaliknya, ada orang yang penghasilannya sederhana namun keluarganya tenteram, ibadahnya mudah, anak-anaknya saleh, dan hidupnya penuh rasa syukur. Itulah keberkahan yang sesungguhnya," ungkap Khatib Masjid Bir 'Ali di akhir khotbahnya.

Reporter: Ayi Muhyidin, KPI/3B

Masjid Al-Fath Panyileukan Gelar Kajian Guna Perkuat Pesona Wanita Salihah

 

Dakwahpos.com, Bandung — Majelis Tadabbur Masjid Al-Fath Panyileukan, menggelar kajian bertema “Pesona Wanita Salihah” di Masjid Al-Fath Panyileukan pada Senin, 14 September 2026. Kajian tersebut menghadirkan Ustazah Fika Sakinah sebagai pemateri dan dihadiri jemaah yang mayoritas terdiri atas kalangan ibu-ibu.

Dalam kajian tersebut, Ustazah Fika Sakinah membahas kedudukan wanita salihah sebagai perhiasan terbaik serta berbagai sikap yang perlu dimiliki seorang wanita dalam kehidupan rumah tangga. Materi juga membahas ciri-ciri wanita salihah berdasarkan Al-Qur’an, termasuk ketaatan dalam beribadah, menjaga diri dan kehormatan suami, serta membangun hubungan yang baik dalam keluarga.

Ustazah Fika Sakinah menjelaskan bahwa wanita salihah merupakan perhiasan dunia yang paling baik. “Sebaik-baik perhiasan itu justru wanita yang solehah, maka beruntung seorang laki-laki yang memilikinya,” jelas Ustazah Fika Sakinah.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat empat hal yang dapat menjadi sebab kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga, yaitu istri yang salihah, rumah yang luas, kendaraan yang baik, serta lingkungan yang mendukung ketaatan. Keempat hal tersebut disampaikan sebagai bagian dari pembahasan mengenai kehidupan keluarga dan pentingnya memiliki lingkungan yang mendukung ketaatan kepada Allah.

Lebih lanjut, Ustazah Fika Sakinah menjelaskan ciri wanita salihah berdasarkan Al-Qur’an. “Wanita solehah itu yang qanitat, taat beribadah, sama nikmat amalan-amalan yang dipersembahkan Allah, dan hafizat lil ghaib, menjaga dirinya dan kehormatan suaminya sekalipun sedang tidak diawasi,” lanjut Ustazah Fika Sakinah.

Melalui kajian tersebut, Ustazah Fika Sakinah mengajak jemaah untuk terus belajar memperbaiki diri, meningkatkan ketaatan kepada Allah, menjaga kehormatan diri dan keluarga, serta membangun sikap lembut dan penuh kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga. Ia juga mengingatkan pentingnya menjadi teladan bagi anak-anak melalui sikap dan perilaku yang baik di dalam keluarga.

Reporter: Assyfa Nur Aulia/KPI 3B

Kisah Kaum Sodom Jadi Bekal Akhlak Anak TPQ Al Muhajirin Cimekar

 

Dakwahpos.com, Bandung – DKM Masjid Al Muhajirin Cimekar kembali menggelar kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak usia TK hingga kelas 4 SD di TPQ Sore Al Muhajirin, Selasa (16/9/2026), guna menanamkan nilai akhlak melalui kisah teladan Nabi Luth AS yang disampaikan pengajar dengan bahasa sederhana.

Kisah Nabi Luth AS dipilih karena dinilai relevan untuk menggambarkan akibat dari mengingkari ajaran kebenaran, sehingga mudah dipahami anak-anak sebagai pelajaran moral. Materi disampaikan melalui metode bercerita, di mana pengajar menuturkan alur kisah secara runtut sebelum mengaitkannya dengan pesan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Makannya kita harus beriman kepada Allah, jangan ikut kaum Sodom,” ujar pengajar TPQ Sore Al Muhajirin, Selasa (16/9/2026).

Kutipan tersebut merujuk pada kisah yang dijelaskan pengajar, bahwa Allah SWT mengutus Nabi Luth AS, keponakan Nabi Ibrahim AS, untuk mengajak penduduk Sodom kembali ke jalan yang benar. Penduduk Sodom justru mengingkari dakwah tersebut hingga Allah SWT menurunkan azab yang menghancurkan kaum Sodom, sementara Nabi Luth AS dan pengikutnya yang beriman diselamatkan.

“Makannya kita kalo ingin masuk surga harus beriman kepada Allah, mengikuti ajaran Rasulullah SAW, contohnya dalam kehidupan sehari-hari seperti menjaga shalat, puasa wajib, zakat, berdoa untuk kedua orang tua,” ujar pengajar TPQ Sore Al Muhajirin, Selasa (16/9/2026).

Pengajar menyampaikan pesan tersebut dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak usia TK hingga kelas 4 SD. Materi diakhiri dengan ajakan kepada anak-anak untuk mempraktikkan shalat, puasa wajib, zakat, dan mendoakan kedua orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Aisyah Ramdhani Pratiwi, KPI / 3B

DKM Masjid Al Muhajirin Cimekar Bina Akhlak Anak lewat TPQ

 

Dakwahpos.com, Bandung – DKM Masjid Al Muhajirin Cimekar kembali menggelar kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an dan Iqro bagi anak-anak usia TK hingga kelas 4 SD di TPQ Al Muhajirin, Rabu (16/9/2026), guna menanamkan pemahaman ilmu agama sejak dini melalui metode pengajaran yang memadukan penyampaian materi dengan setoran mengaji.

Sebanyak 18 anak mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 11 laki-laki dan 7 perempuan Dalam praktiknya, satu pengajar bertugas menuliskan materi pelajaran, sementara pengajar lainnya menyimak setoran bacaan Iqro secara bergiliran, hal ini merupakan cara pengajar dalam menanamkan sifat tertib mengantre untuk mengaji di sela-sela waktu menyalin materi yang dituliskan.
“Santri yang ikut mengaji pada jadwal TPQ di sore hari diisi oleh anak-anak mulai dari TK sampai kelas 4 SD,” ujar salah satu ustazah TPQ Al Muhajirin, Rabu (16/9/2026).

Rentang usia peserta yang cukup lebar tersebut membuat pengajar perlu menyesuaikan kecepatan penyampaian materi maupun bacaan Iqro agar tetap dapat diikuti oleh anak-anak dari berbagai jenjang, mulai dari yang baru mengenal huruf hijaiyah hingga yang sudah lebih lancar membaca.
Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah dan doa sebelum belajar, dilanjutkan tadarus surat Al Qori’ah dan Al ‘Adiyat yang dilakukan dengan khidmat. Kebiasaan berdoa dan membaca Al-Qur’an sebelum memulai kegiatan ini menjadi salah satu cara menanamkan akhlak kepada anak.

Kemandirian anak-anak TPQ Sore Al Muhajirin tampak menonjol pada kegiatan belajar mengajar. Setelah penjelasan materi selesai disampaikan, kegiatan belajar mengajar ditutup dengan anak-anak merapikan meja belajar masing-masing dengan rapi.

(Reporter: Aisyah Ramdhani Pratiwi, KPI / 3B)

Syiar Malam Jumat, Lantunan Yasin Warga di Masjid Al Ikrom Sekejati

 


Dakwahpos.com, Bandung - Pengajian rutin malam Jumat kembali berlangsung di Masjid Al-Ikrom, Sekejati, Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan selepas salat Maghrib secara berjamaah. Seluruh jamaah yang hadir langsung merapatkan barisan untuk mengikuti rangkaian acara.

​Ustaz memimpin langsung jalannya pengajian malam itu dari awal hingga selesai. Jamaah laki-laki dari warga tampak antusias hadir memadati ruang utama masjid. Kehadiran jamaah ini menunjukkan tingginya semangat warga dalam meramaikan kegiatan keagamaan.  

​Bapak-bapak hingga anak-anak warga duduk rapi menyimak setiap bacaan. Anak-anak terlihat tenang dan khusyuk mengikuti jalannya pengajian bersama orang tua mereka. Kehadiran generasi muda ini menjadi sarana penting untuk menanamkan kecintaan pada masjid sejak dini.  

​Rangkaian kegiatan diawali secara syahdu dengan pembacaan zikir serta selawat kepada Nabi. Setelah itu, seluruh jamaah bersama-sama melantunkan Surat Yasin dari ayat pertama hingga akhir. Gema lantunan ayat suci Al-Qur'an tersebut menciptakan suasana yang sangat tenang dan penuh keberkahan.

​"Kegiatan mengaji bersama ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga," ujar ustaz pimpinan pengajian, Kamis (10/09/2026).

Melalui perjumpaan rutin setiap pekan, kebersamaan warga diharapkan dapat terus terjaga. Tradisi positif ini juga menjadi sarana efektif dalam membina kerukunan masyarakat sekitar.

​Acara pengajian berakhir beberapa saat menjelang azan Isya berkumandang di ruang masjid. Seluruh jamaah kemudian melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan salat Isya berjamaah secara khusyuk. Usai salat, para warga beramah tamah sejenak sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Reporter: Adni, KPI/3B

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos