Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Dekatkan Jamaah dengan Sang Pencipta, Masjid Al-Manar Cibiru Adakan Yasinan Malam Jumat

 

Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan yasinan yang dilaksanakan oleh jamaah Masjid Al-Manar Cibiru pada malam jumat ba’da maghrib. Kegiatan ini  diikuti oleh DKM, pengurus, serta jamaah masjid dan berlangsung dengan tertib pada Kamis (11/9/2026).

“Kegiatan yasinan ini diawali dengan pembawa acara yang memimpin untuk mengirimkan Al-Fatihah, Surah Yasin, serta zikir yang diakhiri dengan doa. Hal tersebut dilakukan dengan harapan menambah kedekatan dengan Sang Pencipta dan mendoakan leluhur yang lebih dahulu menghadap Sang Mahakuasa,” ucap Muhammad Hafiz Nazardi, TK. Sutan Mudo Sulaiman selaku pengurus masjid Al-Manar. 


Dalam yasinan, pembawa acara memimpin untuk mengirimkan Al-Fatihah, dilanjutkan dengan bacaan yasin dan zikir, lalu diakhiri dengan doa bersama. 

Tujuan yasinan ini adalah memperkuat iman dan takwa, serta memohon keberkahan kepada Allah. Juga menjadi sarana silaturahmi, mempererat kerukunan, dan menjaga kebersamaan warga.

Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa anak yang diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan mereka dengan masjid. Kegiatan ini juga diselingi dengan pemberian snack ringan agar jamaah yang hadir juga tidak merasa bosan dengan kegiatan yang dilaksanakan.

Reporter: Citra Eka Wahyuni, KPI 3/A

Pererat Ukhuwah, Aby Rohmat Pimpin Kegiatan Dzikir dan Yasinan bersama Santri di Masjid At-Taufiq Cicalengka

 

 
Dakwahpos.com, Bandung — Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terlihat di Masjid At-Taufiq, Cicalengka, pada malam Jumat (17/09/2026), saat para santri mengikuti kegiatan dzikir dan yasinan bersama yang dipimpin oleh Aby Rohmat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam memperkuat keimanan sekaligus menjalin silaturahmi antarwarga dan para santri.

​Sejak awal acara, para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan dengan dzikir bersama, dan ditutup dengan tausiyah dari Aby Rohmat.

​Dalam tausiyahnya, Aby Rohmat menyampaikan pentingnya memperbanyak dzikir dan doa sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, dzikir tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi penguat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

​"Dengan dzikir, hati kita menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan hidup terasa lebih ringan. Apalagi jika dilakukan bersama-sama, insyaallah keberkahannya akan lebih besar," ujar Aby Rohmat di hadapan para santri.

​Selain itu, beliau juga mengajak para santri untuk terus menjaga kebersamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah, terutama di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dan menumbuhkan rasa saling peduli.

​Para santri yang hadir mengaku merasa tenang dan lebih dekat dengan Allah setelah mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu santri menyampaikan bahwa kegiatan dzikir dan yasinan ini sangat bermanfaat, terutama untuk menenangkan hati dan memperkuat iman.

​"Saya merasa lebih damai setelah ikut dzikir dan yasinan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan secara rutin," ujarnya.

​Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar para santri dan masyarakat Cicalengka senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
​Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat beribadah dan kebersamaan di Masjid At-Taufiq semakin meningkat, serta menjadi langkah positif untuk membangun lingkungan yang lebih religius dan harmonis.

Reporter: Muhammad Ghatfan Irham, KPI 3/A

Ustaz Hilmi Fuad Ajak Jamaah Persiapkan Diri Menuju Husnul Khatimah

 


Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al Hidayah menggelar salat Jumat yang diisi khutbah oleh Ustaz Hilmi Fuad, M.Ag pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan diikuti masyarakat Kelurahan Pasir Biru dan mahasiswa di sekitar masjid.

Dalam khutbahnya, Ustaz Hilmi Fuad, M.Ag menyampaikan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian dan menjaga amal perbuatan agar memperoleh husnul khatimah. Ia mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian bagi setiap manusia tanpa memandang kekayaan, usia, maupun kedudukan.

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan bukan kapan seseorang meninggal, melainkan bagaimana keadaan ketika kematian datang. Husnul khatimah merupakan kondisi ketika seseorang meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT serta membawa iman dan Islam hingga akhir hayat.

Ustadz Hilmi Fuad, M.Ag menjelaskan bahwa kalimat la ilaha illallah merupakan kunci menuju surga, tetapi kemampuan mengucapkannya saat menghadapi sakaratulmaut perlu dipersiapkan melalui kehidupan sehari-hari. Persiapan tersebut dilakukan dengan menjaga lisan, kebersihan hati, memilih makanan dan rezeki yang halal, serta menjalani aktivitas dengan niat ibadah.

“Yang harus kita renungkan adalah apakah kelak kematian kita husnul khotimah atau suul khotimah,” ujar Ustaz Hilmi Fuad, M.Ag dalam khutbahnya, Jumat (11/9/2026).

Ia kemudian menyampaikan empat hal yang perlu diperhatikan seorang muslim. Pertama, membiasakan lisan dengan zikir dan kalimat tayyibah serta menjauhi ghibah, fitnah, mencela, dan perkataan yang menyakiti orang lain; kedua, menjaga hati dari hasad, takabur, dan khianat; ketiga, menjaga perut dari makanan dan rezeki haram maupun syubhat; dan keempat, mengisi aktivitas sehari-hari dengan niat berkhidmat kepada Allah SWT.

Ustaz Hilmi Fuad, M.Ag juga menjelaskan bahwa pekerjaan, perdagangan, maupun kegiatan belajar dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik. Mahasiswa dan pelajar, misalnya, dapat meniatkan perjalanan menuju tempat belajar sebagai bagian dari upaya mencari ilmu dan memperoleh rida Allah SWT.

“Sibukkan diri dengan niat berkhidmat pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” tutur Ustaz Hilmi Fuad, M.Ag kepada jamaah.

Khutbah Jumat kemudian ditutup dengan doa dan salawat. Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak meningkatkan ketakwaan, menjaga lisan dan hati, memperoleh rezeki yang halal, serta menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT sebagai persiapan menuju akhir kehidupan.

Reporter: Shofia Salsabila, KPI/3C

 

Ustazah Siti Khodijah Ajak Jamaah Belajar Tauhid dan Logika dari Kisah Nabi Ibrahim AS

WhatsApp Image 2026-09-16 at 22.14.17.jpeg

 

Dakwahpos.com, Bandung — Jamaah ibu-ibu Majelis Taklim Masjid At-Taqwa antusias mengikuti pengajian rutin mingguan yang diselenggarakan pada Senin (14/09/2026) sore di Masjid At-Taqwa, Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Siti Khodijah hadir sebagai penceramah untuk menyampaikan tafsir Surat Al-An'am ayat 74 hingga 79 guna mengajak jamaah memetik pelajaran tauhid dan penggunaan logika dari perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS. Kegiatan ini digelar untuk memperdalam pemahaman Al-Qur'an sekaligus memperkuat akidah para ibu dalam membina keluarga di lingkungan sekitar.

Ustazah Siti Khodijah menekankan bahwa perjalanan Nabi Ibrahim AS dalam memperhatikan fenomena benda langit mengajarkan pentingnya menyatukan logika berpikir ilmiah dengan keimanan yang kokoh. Beliau mengingatkan bahwa alam semesta beserta isinya hanyalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT, sehingga hanya Sang Pencipta yang berhak disembah, bukan ciptaan-Nya yang bersifat sementara dan akan sirna.

Dalam pemaparannya, Ustazah Siti Khodijah mengulas secara rinci runtutan ayat yang dibacakan. Beliau menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim AS menyaksikan fenomena bintang, bulan, hingga matahari yang terbit lalu tenggelam. Pengamatan tersebut menjadi bukti rasional bahwa sesuatu yang berubah dan tenggelam tidak memiliki sifat ketuhanan. Metode kritis yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS ini menjadi teladan bahwa Islam adalah agama yang sangat menghargai akal pikiran sehat.

Lebih lanjut, Ustazah Siti Khodijah menggarisbawahi pentingnya prinsip keteguhan Nabi Ibrahim AS saat menyatakan berlepas diri dari segala bentuk penyekutuan terhadap Allah (bari'um mimma tusyrikun). Menurut beliau, pesan ini sangat relevan bagi para ibu di era modern agar senantiasa membentengi rumah tangga dari pemikiran atau kebiasaan yang menyimpang dari nilai-nilai ketauhidan.

Pendekatan pembelajaran tafsir secara perkata (lafdziyah) yang diterapkan dalam pengajian ini memudahkan para jamaah untuk memahami makna kosa kata Al-Qur'an secara langsung. Jamaah tidak hanya diajak menyimak lantunan ayat suci, tetapi juga diajak menyelami hikmah di balik kisah-kisah para nabi agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan sesi doa bersama. Seluruh jamaah memanjatkan doa untuk kesehatan bersama, kesembuhan bagi jamaah yang sedang sakit, serta keberkahan bagi keluarga yang telah mendahului.

Bekali Pengajar Baru, BAQI UPI Adakan Diklat Pengajar di Al-Furqan

DAY DIKLAT PENGAJAR BBQ-BTQ 2026 3.jpeg
 
Dakwahpos.com, Bandung - Unit Kegiatan Mahasiswa Belajar Al-Qur'an Intensif (UKM BAQI) Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Diklat Pengajar 2 bagi pengajar program Bimbingan Baca Al-Qur'an dan Baca Tulis Al-Qur'an (BBQ BTQ) semester ganjil. Kegiatan ini berlangsung Ahad, (13/09/2026), pukul 08.50 hingga 10.20 WIB, di Aula ITC Masjid Al-Furqan UPI, Bandung.

Ketua Umum UKM BAQI UPI, Lintang Luthfi Pastika, menjelaskan bahwa diklat ini digagas agar seluruh pengajar memiliki kesamaan visi dengan panitia penyelenggara program BBQ BTQ. Menurutnya, keselarasan pemahaman antara pengajar dan pengurus menjadi kunci agar program berjalan sesuai arah yang sudah direncanakan bersama.

"Kita perlu memiliki satu paham, satu pikiran, baik dari pengajar maupun dari kami selaku panitia penyelenggara," ujar Lintang.

Selain menyamakan visi, Lintang menyebut diklat ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pengajar. Ia menyoroti variasi pengalaman di antara para pengajar, mulai dari yang benar-benar baru hingga yang sudah pernah mengajar sebelumnya.
 
"Ada pengajar yang belum punya pengalaman sama sekali, ada juga yang sudah berpengalaman, jadi kami perlu membekali mereka lewat diklat ini," katanya.

Soal sasaran peserta, Lintang memastikan Diklat Pengajar 2 hanya diperuntukkan bagi pengajar program BBQ BTQ yang telah terdaftar melalui sistem open recruitment BAQI UPI, bukan untuk mahasiswa secara umum.

"Diklat ini terbuka hanya untuk para pengajar yang sudah mendaftar lewat open recruitment program BBQ BTQ," jelasnya.

Terkait pemilihan lokasi, Lintang mengungkapkan Masjid Al-Furqan UPI dipilih sebagai upaya UKM BAQI memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan mahasiswa. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat mendorong lebih banyak mahasiswa berkunjung ke masjid, tidak hanya untuk shalat.

"Kalau bukan dengan kegiatan seperti ini, bisa saja mahasiswa jarang ke masjid selain untuk shalat," ujar Lintang. Ia menambahkan, pemilihan lokasi juga didasari kerja sama yang sudah terjalin antara BAQI dan pengelola Masjid Al-Furqan UPI.

Reporter : Muhammad Faris Asy Syauqi

Khatib Jumat Ajak Jamaah Masjid Jami Al-Ikhlash Cipadung Istiqamah di Jalan yang Lurus

Uploaded Image

Dakwahpos.com, Bandung– Khutbah Jumat di Masjid Jami Al-Ikhlash mengangkat pesan tentang pentingnya umat Islam istiqamah di jalan yang lurus, yakni jalan yang digariskan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah meningkatkan iman dan takwa. Ia mengutip Surat Al-An'am ayat 153 yang menyatakan bahwa jalan menuju Allah hanya satu, sementara jalan-jalan lain hanya akan memecah belah umat.

"Sungguh inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah dia," ujar khatib mengutip firman Allah dalam khutbahnya.

Khatib juga menyampaikan riwayat Abdullah bin Mas'ud tentang Rasulullah SAW yang menggambarkan jalan lurus itu dengan satu garis di tengah, diapit garis-garis kecil di kanan-kirinya sebagai simbol jalan-jalan menyimpang.

Ia menegaskan, jalan lurus tersebut adalah jalan yang diwahyukan dalam Al-Qur'an dan diteladankan Rasulullah SAW, lalu diteruskan oleh para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Khatib mengutip juga perkataan Imam Al-Barbahari bahwa Islam adalah sunnah, serta hadits riwayat Imam Ath-Thahawi yang menyebut Rasulullah SAW memerintahkan umatnya kembali kepada ajaran awal ketika fitnah melanda.

Khutbah ditutup dengan doa bagi kaum muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang wafat, serta permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Ibadah Jumat kemudian dilanjutkan dengan salat berjamaah.

Reporter: Raka Dean Zakiansyah, KPI/3D


Lagamkan Alquran UPTQ Ajak Mahasiswa UIN Bandung Mempelajari Irama membaca Alquran


Uploaded Image

Dakwahpos.com, Bandung-Unit Pengembangan Tilawatil Qur'an (UPTQ) menggelar kegiatan pembelajaran Al-Qur'an di Masjid Ikomah Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa umum di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan dalam melagamkan ayat suci Al-Qur'an dengan irama yang indah dan teratur.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai seni membaca Al-Qur'an melalui penggunaan berbagai irama atau lagu tilawah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan seni membaca Al-Qur'an di kalangan mabasiswa. harapannya melalui pembelajaran yang diselenggarakan oleh UPTQ para mahasiswa lebih mengetahui variasi dalam membaca Al-Qur'an dan dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Peserta dilatih untuk memabami dan mempraktikkan perpindahan dan perubahan nada agar bacaan Al-Qur'an terdengar lebih indah. sekaligus tetap memperhatikan ketepatan dalam segi tahsin. 

Beberapa jenis irama yang diperkenalkan dalam kegiatan UPTQ di antaranya havati test uharkah, dan sejumlah variasi nada lainnya. Peserta mengikuti proses latihan secara bertahap dengan menirukan contoh bacaan yang diberikan, kemudian mempraktikkannya secara langsung

Ayat yang menjadi materi pembelajaran pada pertemuan tersebut adalah Q.S Luqman ayat 12. Ayat tersebut dilagukan menggunakan pola irama yang telah dipelajari sehingga mahasiswa dapat memahami penerapan nada dalam pembacaan Al-Qur'an secara langsung. Kegiatan digelar di area utama Masjid Ikomah dengan suasana pembelajaran yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa, Peserta tampak mengikuti arahan dan mencoba melantunkan ayat yang telah diberikan menggunakan irama tilawah yang dipelajari

Melalui kegiatan ini, UPTQ tidak hanya memberikan ruang bagi mabasiswa untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan lagu, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam bidang tilawah. Latihan secara rutin diharapkan dapat membantu peserta mengenal karakter setiap itama, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menetapkanуа. 

Kegiatan pembelajaran UPTQ di Masjid Ikomah Kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu ruang bagi mabasiswa umum untuk mengembangkan kemampuan seni membaca Al-Qur'an. Dengan mempelajari berbagai irama seperti havati, rest, dan jiharkah. mahasiswa dapat memperkaya keterampilan tilawah sekaligus semakin terbiasa melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan bacaan yang indah dan terarah. 


Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos