Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Jami Al-Ijtihad Cipadung Wetan tidak sekadar menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Hal ini dirasakan langsung oleh Erik Hermawan, salah satu warga yang rumahnya berada dekat dengan masjid tersebut. Menurutnya, keberadaan masjid memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mempererat silaturahmi hingga memberikan ketenangan hati.
Bagi Erik, mengikuti kegiatan di masjid bukan hanya tentang menjalankan kewajiban beribadah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar. Kegiatan seperti salat berjamaah dan pengajian membuat warga bisa saling mengenal satu sama lain. Selain alasannya kan untuk silaturahim, mempererat silaturahim. Selain itu kan kita sosialisasi dengan masyarakat lebih terjaga, ujar Erik saat diwawancarai pada Selasa (27/10/2026).
Selain menjadi tempat beribadah, masjid yang berada dekat dengan rumahnya juga memberikan ketenangan tersendiri bagi Erik dan keluarganya. Ia menjelaskan sering mendengar seruan azan, ceramah, hingga lantunan ayat suci Al-Qur'an dari masjid. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu manfaat yang membuat keberadaan masjid terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Rumah kedua,” ungkap Erik saat menggambarkan kedekatannya dengan masjid pada Selasa (27/10/2026).
Manfaat masjid juga dirasakan dalam pendidikan agama bagi anak-anak. Menurut Erik, masjid menjadi tempat yang baik untuk mengenalkan anak-anak pada ilmu agama, termasuk belajar mengaji. Ia menilai, belajar di masjid memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak melalui kegiatan dan bimbingan yang tersedia.
Tidak hanya dalam bidang keagamaan, Masjid Jami Al-Ijtihad juga menjadi tempat berlangsungnya kegiatan sosial yang membantu masyarakat sekitar. Erik menyebutkan bahwa terkadang ada pembagian sembako, kegiatan Jumat Berkah, hingga penyaluran zakat melalui masjid. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara bagi warga yang memiliki rezeki lebih untuk berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Mengenai jumlah jamaah, Erik menilai bahwa kehadiran masyarakat dalam kegiatan masjid cukup beragam. Kesibukan sehari-hari dan keberadaan masjid lain di sekitar lingkungan menjadi beberapa hal yang memengaruhi jumlah jamaah. Meski begitu, ia berharap masyarakat tetap memiliki kesadaran untuk memakmurkan masjid dengan mengikuti kegiatan keagamaan yang tersedia.
Menurut Erik, masjid akan terasa kurang hidup apabila tidak ada kegiatan yang diselenggarakan untuk masyarakat. Selain kehilangan tempat untuk menuntut ilmu agama, warga juga akan kehilangan ruang untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial. Ia juga menilai kebersihan masjid dan lingkungan sekitarnya menjadi hal penting agar masyarakat merasa nyaman ketika beribadah maupun mengikuti kegiatan.
Ke depannya, Erik berharap Masjid Jami Al-Ijtihad semakin makmur dengan jumlah jamaah yang terus bertambah. Ia juga berharap masyarakat semakin sadar untuk melaksanakan ibadah dan mengikuti berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan di masjid. Dengan begitu, masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Reporter: Annida Wardah Dzulhikmah KPI/3C






.jpeg)