Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Khatib Ajak Jamaah Amalkan Akhlak Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari


 Dakwahpos.com, Bandung - Jamaah Masjid An-Nur, Jalan Panday, diajak menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah melalui pengamalan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari, Jumat (11/9/2026).

Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid secara seremonial. Menurutnya, kecintaan tersebut perlu dibuktikan dengan mengikuti keteladanan Rasulullah dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperbanyak membaca shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk menjaga ucapan agar tidak menyakiti orang lain, berkata jujur, serta menjaga hubungan silaturahmi.

“Jangan sampai kita menyakiti orang lain dengan ucapan, tetapi kita harus belajar berkata baik, jujur, dan menjaga silaturahmi,” ujar khatib dalam khutbahnya.

Selain menjaga akhlak dalam hubungan antarmanusia, jamaah juga diajak untuk menyayangi sesama dan menjaga lingkungan. Khatib menekankan bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan melalui perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Jamaah juga diingatkan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Dengan mengamalkan akhlak Rasulullah, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperkuat ketakwaan dan menerapkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.


Reporter: Abdullah Syahid Al Mubarok/3 KPI B

Ibu Nani Gunakan Reward untuk Tingkatkan Semangat Mengaji Anak


 Dakwahpos.com, Bandung - Ibu Nani menggunakan sistem reward untuk meningkatkan motivasi anak-anak dalam mengikuti pembelajaran mengaji, khususnya siswa kelas 2. Cara tersebut dilakukan agar anak lebih bersemangat menyelesaikan tugas dan hafalan yang diberikan, (08/10/2026).

Dalam pembelajaran, materi yang diberikan kepada anak-anak meliputi fikih, salat, doa-doa sehari-hari, serta surat-surat pendek. Menurut Ibu Nani, pemberian materi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan anak dalam memahami dan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menghadapi karakter anak-anak yang mudah kehilangan semangat belajar, Ibu Nani memberikan penghargaan sederhana berupa bintang. Reward diberikan ketika anak mampu menyelesaikan tugas atau hafalannya dengan baik.

“Kalau kita suka dikasih reward gitu ya. Nanti kalau misalkan ini selesai tugas hari ini hafalannya bagus nanti dikasih bintang. Kan pada senang ya anak-anak mah kalau dikasih reward,” ujar Ibu Nani.

Selain pembelajaran di kelas 2, pada kelas 4 hingga kelas 6 materi mulai lebih diarahkan pada fikih karena anak-anak mulai memasuki usia balig. Mereka juga diberikan surat-surat pilihan serta pembiasaan membaca Asmaul Husna sebelum pembelajaran.

Pemberian reward dan pembiasaan tersebut menjadi salah satu cara dalam membangun semangat sekaligus membentuk kebiasaan anak agar lebih dekat dengan pembelajaran agama sejak dini.


Reporter: Abdullah Syahid Al Mubarok/KPI 3B

Ustazah Solihah Tanamkan Akhlak Anak di Tengah Tantangan Era Gadget

 

Dakwahpos.com, Bandung - Solihah Nuraeni, S.Ag. menanamkan nilai akhlak kepada anak-anak melalui pembelajaran agama dengan menekankan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, terutama sikap menghormati dan berbakti kepada orang tua, (08/10/2026).

Dalam pembelajaran anak kelas 4 dan 5, Solihah memberikan materi keagamaan yang berbeda setiap harinya. Materi tersebut meliputi akidah dan akhlak, bahasa Arab, Al-Qur’an, fikih, serta kaligrafi atau seni Islami. Selain pembelajaran utama, anak-anak juga mengikuti kegiatan marawis sebagai kegiatan tambahan.

Menurut Solihah, pembelajaran agama kepada anak tidak cukup hanya dengan menyampaikan materi. Anak perlu diberikan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka agar lebih mudah memahami dan menerapkannya.

“Lebih ke birrul walidain aja, hormati orang tua,” ujar Solihah Nuraeni, S.Ag.

Ia menjelaskan bahwa sikap menghormati dan menaati orang tua menjadi salah satu nilai yang terus ditekankan kepada anak. Selain itu, anak juga diarahkan untuk mengikuti nasihat yang baik serta membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan penggunaan gadget, Solihah mengakui bahwa perhatian anak terhadap pembelajaran agama dapat menjadi tantangan. Namun, menurutnya, anak-anak yang belajar di lingkungan masjid cukup mudah diarahkan dan mampu menyesuaikan diri dengan suasana pembelajaran.

Pembelajaran tersebut diharapkan tidak hanya membuat anak memahami ilmu agama, tetapi juga membentuk kebiasaan dan akhlak yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Reporter: Abdullah Syahid Al Mubarok/KPI 3B

Masjid Manunggal, Tumbuh dari Gotong Royong Warga dan Terus Berkhidmat Untuk Umat


 Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Besar Manunggal terus menunjukkan perkembangannya sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat di Kecamatan Cibiru. Berdiri sejak 1994 sebagai fasilitas ibadah warga Kompleks Vijaya Kusuma, masjid ini perlahan berkembang dari bangunan sederhana hingga menjadi Masjid Besar Kecamatan Cibiru yang mampu menampung berbagai kegiatan masyarakat.

Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Manunggal, Ahmad Imamudin, mengatakan bahwasanya perjalanan Masjid Manunggal tidak selalu berjalan mudah. Sekitar 2000–2001, masjid sempat menghadapi gugatan dari pihak luar. Melalui musyawarah warga bersama para tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan hingga masjid ditetapkan sebagai wakaf untuk tempat ibadah umat Islam di Kompleks Vijaya Kusuma.

“Masjid itu sebagai fasilitas warga, khususnya untuk warga komplek  Vijaya Kusuma,” ujar Imamudin. Ia menjelaskan, masjid yang awalnya berukuran sekitar 20 x 15 meter tersebut mulai mengalami perkembangan seiring meningkatnya antusiasme warga untuk beribadah.

Pembangunan kembali kemudian dimulai pada 2021 melalui panitia yang dibentuk oleh yayasan. Imamudin yang saat itu menjadi sekretaris pembangunan turut terlibat dalam proses tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid mendapat dukungan besar dari masyarakat hingga dana yang terkumpul hampir mencapai Rp5 miliar, dengan sebagian besar berasal dari warga Vijaya Kusuma dan masyarakat sekitar.

“Jadi kami berusaha sekarang mewujudkan masjid yang menjalankan kreativitas,” kata Imamudin. Menurutnya, kreativitas tersebut diperlukan agar masjid tidak hanya bergantung pada kencleng, tetapi mampu mengadakan berbagai kegiatan yang turut mendukung biaya pemeliharaan masjid.

Seiring berkembangnya fasilitas, kegiatan di Masjid Besar Manunggal juga semakin beragam. Berbagai majelis taklim, kajian, pengajian bulanan, dan kegiatan dari lembaga keislaman diselenggarakan di masjid tersebut. Imamudin menyebut fasilitas yang mampu menampung sekitar 1.000 jamaah membuat Masjid Manunggal semakin terbuka untuk kegiatan masyarakat.

“Harapan saya Masjid Manunggal itu bisa dijadikan acuan untuk berbagai kegiatan. Dalam proses administrasinya, dalam proses ibadah ritualnya, ibadah sosialnya,” tutur Imamudin. Ia berharap Masjid Besar Manunggal tidak hanya megah dari sisi bangunan, tetapi juga mampu menjadi tempat pembinaan moral, kegiatan sosial, serta inspirasi bagi masjid-masjid lain di Kecamatan Cibiru.


Reporter: Lintang zuviani/3B

Raih Keistiqamahan dalam Ibadah, Ustaz Undang Ajak Jamaah Terapkan Empat Langkah Praktis


 Dakwahpos.com, Bandung— Ustaz Undang ajak jamaah Majelis Taklim ibu-ibu Al-Jannah untuk istiqomah dalam beribadah kepada Allah Swt melalui empat langkah praktis dalam kajian yang berlangsung di Majisd Besar Manunggal, Cipadung, (02/10/2026).

Dalam kajiannya, Ustaz Undang menjelaskan bahwa istiqomah dalam ibadah menjadi salah satu upaya penting bagi seorang muslim untuk mempertahankan ketaatan kepada Allah Swt. Ia juga menjelaskan bahwa istiqomah dalam ibadah tidak harus dimulai dengan amalan yang besar, melainkan suatu amalan kecil yang bisa dilakukan secara konsisten oleh seorang muslim.

“Sesungguhnya amalan yang disukai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun itu suatu amal yang kecil,” ujar Ustaz Undang.

Selain itu, Ustaz Undang juga memberi contoh terkait amalan kecil yang bisa dilakukan secara terus-menerus oleh seorang muslim sebagai langkah awal untuk beristiqomah dalam ibadah. Seperti membaca Al-Qur’an, beristigfar, berzkir, dan bersalawat. Langkah kedua, jamaah dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang saleh agar dapat saling mengingatkan kepada kebaikan.Hal ini juga dibersamai dengan meminta munajat kepada Allah Swt agar diberi kekuatan untuk terus istiqomah sebagai langkah ketiga.

“Lalu yang keempat, istiqamah dalam beribadah itu memperbaiki diri kepada Allah dengan ilmu. Apapun yang kita lakukan harus berdasarkan hujah, berdasarkan taklim, berdasarkan ilmu,” tutur Ustaz Undang. Ia menegaskan bahwa langkah terakhir adalah bagaimana seorang muslim dapat mengetahui ilmu tentang ibadah yang ia lakukan sehingga bukan sekadar mengikuti sesuatu tanpa landasannya.

Empat langkah tersebut menjadi cara yang disampaikan Ustaz Undang kepada jamaah untuk menjaga keistiqomahan dalam beribadah. Dimulai dari amalan kecil, berada di lingkungan yang baik, bermunajat kepada Allah, hingga memperkuat ibadah dengan ilmu. Ustaz Undang berharap, empat langkah ini dapat dilakukan jamaah sebagai upaya dalam menjaga keistiqomahan dalam beribadah kepada Allah Swt.


Reporter: Lintang Zulviani/3 KPI B

Ustaz Yayan Ajak Pelajar Disiplin Salat Subuh dan Teladani Kesederhanaan Rasul


 Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Yayan Suryana mengingatkan para pelajar agar tidak meninggalkan salat lima waktu, terutama Subuh, saat mengisi kajian sifat-sifat rasul di Masjid Miftahushudur, Cipadung, Cibiru, (30/09/2026).

Kajian dimulai dari sifat wajib rasul yang jumlahnya empat, yaitu siddik, tablig, amanah, dan fatanah. Tiap sifat punya lawan yang disebut mustahil, jadi jumlahnya juga empat. Wajib artinya pasti ada, mustahil artinya tidak mungkin ada.

Rasul juga punya sifat jaiz, yakni sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada. Namanya al-a'radh al-basyariyah, atau sifat kemanusiaan. "Karena rasul itu seorang manusia, maka secara jaiz rasul memiliki sifat sebagai manusia pada umumnya, akan tetapi tidak mengurangi derajat kenabiannya," ujar Ustaz Yayan Suryana.

Menurutnya, Rasulullah saw makan, minum, tidur, dan menikah seperti manusia lain. Beliau juga bisa lapar, haus, capek, bahkan sakit. Nabi lain pun menikah, seperti Nabi Adam dengan Siti Hawa dan Nabi Ibrahim dengan Siti Hajar serta Siti Sarah.

Meski punya sifat kemanusiaan, kedudukan nabi tetap tidak berkurang."Walaupun memiliki sifat-sifat kemanusiaan, akan tetapi tidak sampai mengurangi derajat dan martabat kenabian dan kerasulannya," imbuhnya.

Dari pembahasan itu, Ustaz Yayan Suryana menyinggung kebiasaan pelajar. Banyak yang sebenarnya sudah terbangun menjelang Subuh, tetapi tidur lagi karena masih mengantuk,sebagian mengaku jarang melaksanakannya. Ia meminta mereka menjawab jujur. "Awas, biasakan, jangan pernah dilewatkan salat lima waktu," tegasnya.


Reporter: Kayla Azka Mufidah Hani, KPI/B


Mari Libatkan Allah dalam Setiap Aktivitas untuk Meraih Kedamaian


 Dakwahpos.com, Bandung – Khutbah Jumat di Masjid Al-Furqon, Desa Cipadung, Jumat (18/9/2026), mengajak jemaah untuk memperbanyak zikir dan selalu mengingat Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari. Khatib menyampaikan bahwa mengingat Allah tidak hanya dilakukan saat beribadah, tetapi juga dalam berbagai aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan bahwa seseorang yang menjalani aktivitas tanpa mengingat Allah akan sulit merasakan ketenangan dalam hidupnya. Makan, minum, bekerja, maupun melakukan kegiatan lainnya sebaiknya tetap diawali dengan mengingat Allah. “Intinya di awal dan akhir, ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,” tuturnya.

Menurut khatib, mengingat Allah juga tidak harus selalu melalui amalan yang besar. Hal-hal sederhana pun dapat menjadi bentuk mengingat Allah, seperti membaca Bismillahirrahmanirrahim sebelum makan dan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin setelahnya. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi pengingat agar setiap aktivitas tetap melibatkan Allah Swt.

Ia juga menyampaikan bahwa ketenangan hati tidak hanya berkaitan dengan keadaan duniawi. Banyaknya uang, kedudukan, atau jabatan bukan menjadi satu-satunya sumber ketenangan. “Kalau menginginkan ketenangan, kedamaian dalam hidup, ternyata bukan dalam masalah dunia,” ujarnya.

Khatib kemudian menyampaikan hadis Nabi Muhammad saw. tentang keutamaan orang-orang yang berkumpul untuk mengingat Allah. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa orang yang berzikir akan dikelilingi para malaikat, mendapatkan rahmat dari Allah, serta diberikan ketenangan dalam jiwanya.

Tidak hanya itu, Allah juga menyebut orang-orang yang berzikir di hadapan para malaikat. Hal tersebut menunjukkan besarnya keutamaan bagi orang yang senantiasa mengingat Allah. “Betapa spesialnya orang yang ahli zikir, betapa spesialnya orang yang selalu mengingat Allah,” ungkapnya.

Khatib mengingatkan agar zikir tidak hanya dilakukan ketika berada di masjid atau setelah salat fardu. Mengingat Allah dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Karena itu, jemaah diajak untuk membiasakan diri melibatkan Allah dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Pada khutbah kedua, khatib kembali mengingatkan jemaah tentang pentingnya menjadi ahli zikir. Ia mengajak jemaah untuk lebih sering mengucapkan kalimat-kalimat yang mengingatkan kepada Allah dan tidak hanya berfokus pada urusan dunia. Menurutnya, kedekatan kepada Allah menjadi bagian penting dalam memperoleh ketenangan dan kedamaian hidup.

Khatib juga berharap kebiasaan berzikir dapat terus dilakukan setelah jemaah meninggalkan masjid. Dengan mengingat Allah dalam berbagai keadaan, seseorang diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan menyadari bahwa setiap urusan tidak lepas dari Allah Swt.

Melalui khutbah Jumat tersebut, jemaah Masjid Al-Furqon diajak untuk memperbanyak zikir dan membiasakan diri mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Khatib berharap jemaah dapat menjadi ahli zikir dan senantiasa dekat dengan Allah hingga kehidupan akhirat, serta dapat berkumpul bersama orang-orang yang gemar berzikir dan berjumpa dengan Rasulullah saw. di surga.


Reporter: Sasyiza Rihhadatul ‘Aisy KPI/3B

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos