Dakwahpos.com, Bandung- Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nur Yasin Cipadung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (12/09/2026). Acara ini mengulas kemuliaan akhlak Rasulullah SAW melalui kajian ayat-ayat Al-Qur'an serta ajakan untuk mengamalkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kajian tersebut, jamaah diajak menyelami kembali ayat-ayat Al-Qur'an yang menggambarkan kemuliaan Rasulullah, mulai dari QS. Al-Ahzab ayat 21 tentang suri teladan, QS. Al-Fath yang menyinggung ciri khas umat Nabi, hingga QS. Ali 'Imran ayat 31 yang menjelaskan bukti nyata kecintaan kepada Allah SWT.
"Ada tiga tanda seseorang benar-benar meneladani Nabi, yaitu senantiasa mengharap rahmat Allah, meyakini adanya pertanggungjawaban di hari akhir, serta tak henti memperbanyak zikir dalam keseharian," ujar penceramah dalam kajian tersebut, Sabtu (12/09/2026).
Keteladanan tersebut, lanjutnya, mencakup banyak aspek, di antaranya kejujuran dalam berdagang, ketegasan dalam menegakkan kebenaran, hingga kasih sayang kepada sesama muslim maupun kepada golongan yang memusuhi Islam. Kajian ini juga membedakan istilah kafir harbi, yakni golongan yang memusuhi Islam, dengan kafir dzimmi yang hidup berdampingan damai dengan umat Islam.
Materi ceramah turut mengutip QS. Al-Qalam ayat 4 yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki budi pekerti yang agung, serta sebuah hadis yang menyebutkan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Kelembutan hati Rasulullah tercermin dari sikap beliau yang tidak pernah berlaku kasar kepada siapa pun.
Salah satu kisah yang disampaikan adalah saat Nabi dilempari kotoran hingga berdarah, namun beliau tetap mendoakan kebaikan dan petunjuk bagi pelakunya. Kajian ini juga menyinggung sejumlah julukan mulia yang disematkan kepada Rasulullah, seperti Al-Amin (yang dapat dipercaya) dan Habibillah (kekasih Allah).
Selain itu, disebutkan pula gelar Al-Insan Al-Kamil dari kalangan sufi yang menggambarkan Rasulullah sebagai manusia paling sempurna akhlaknya. Kehadiran Nabi di muka bumi membawa rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Anbiya ayat 107.
Di samping itu, ditegaskan pula pentingnya menjaga konsistensi shalat lima waktu sebagai bentuk komunikasi batin dengan Allah, yang idealnya dilengkapi dengan ibadah malam seperti shalat Tahajud. Meneladani akhlak Nabi tidak boleh dibatasi pada momen tertentu, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari secara istiqomah.
Di akhir kegiatan, seluruh jamaah diajak bermunajat memohon kekuatan iman dan keistiqomahan agar senantiasa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan hingga akhir hayat.
Reporter: Imtiyaaz Haya Mujaahidah, KPI 3/B





