Ustaz Aldi Ramdani Ajak Pemuda Masjid Al-Wafa Pahami Tata Cara Istinja yang Benar
Keutamaan Tahlilan dan Mengirimkan Pahala Zikir Menurut Pandangan Ulama
Ustad Dadang Kuswara Menyampaikan Pentingnya Bersegera dalam Berbuat Kebaikan Tanpa Menunda
Ustaz Rudiana Urai 7 Wajah Ketakwaan di Masjid Al-Inayah Bumi Harapan
Dari Caberawit hingga Lansia, Masjid Al-Manshurin Hadir Membina Generasi dalam Berbagai Kegiatan Keagamaan
Masjid Al-Furqon UPI Butuh Delegasi Pengurus Jenazah
Dakwahpos.com, Bandung– Masjid Al-Furqon Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggandeng Lab Baitul Hikmah IPAI, BEM HIMA IPAI, dan Paguyuban Takmir Masjid menggelar pelatihan Fikih Janaiz guna menyiapkan delegasi mahasiswa untuk pengurusan jenazah, Jumat (25/09/2026).
Pelatihan bertajuk Islamic Skills Training ini merupakan bagian pertama dari rangkaian pembekalan, mencakup materi dan praktik simulasi mengkafani jenazah. Praktik memandikan jenazah rencananya dilanjutkan pada bagian berikutnya.
Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Udin Supriadi, M.Pd., dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam. Ia mengatakan gagasan pelatihan ini lahir dari pengalamannya sendiri di lingkungan tempat tinggalnya, tempat warga melalui paguyuban takmir masjid kerap memanggilnya saat ada yang meninggal dunia, sementara ia sendiri tidak jarang sedang berada di luar kota.
"Sebagai mahasiswa, kita harus bisa memandikan dan mengkafani, khususnya mahasiswa IPAI, karena nanti di luar sana kalian akan terjun langsung ke masyarakat," ujar Udin, Jumat (25/09/2026).
Dari pengalaman itu, ia berharap Masjid Al-Furqon UPI memiliki delegasi mahasiswa IPAI yang sudah paham ilmu pengurusan jenazah, sehingga bila suatu waktu terjadi musibah dan dirinya kebetulan tidak berada di tempat, sudah ada yang siap mengambil alih. Menurutnya, ilmu ini termasuk bagian dari ilmu kemasyarakatan yang perlu dikuasai mahasiswa IPAI.
Kebutuhan itu terbukti nyata ketika di tengah sesi materi tersiar kabar salah satu warga sekitar meninggal dunia. Meski begitu, simulasi mengkafani pada sesi ini tetap menggunakan salah satu peserta laki-laki sebagai model, bukan jenazah warga yang dimaksud. Pelatihan terbuka untuk umum melalui sistem pendaftaran, namun dikhususkan bagi mahasiswa IPAI mengingat tujuan pembentukan delegasi tersebut.
Reporter: Muhammad Faris Asy Syauqi, KPI/3D





