Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Ibu-Ibu Masjid Nurul Iman Dustira Gelar Tadarus Al-Qur’an Bersama


Dakwahpos.com, Cimahi - Sejumlah ibu-ibu jemaah menggelar tadarus Al-Qur’an bersama di Masjid Nurul Iman Dustira, Cimahi, Jumat pagi (18/09/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program rutin yang diikuti jemaah perempuan di lingkungan masjid.

Dalam kegiatan tersebut, para jemaah duduk melingkar di atas karpet sambil membaca mushaf Al-Qur’an masing-masing. Sebagian di antara mereka menyimak bacaan sambil mencatat pada buku tulis yang dibawa.

Kegiatan berlangsung di ruang utama masjid yang tertata rapi, dengan rehal-rehal kayu menopang mushaf di hadapan tiap jemaah. Suasana tenang dan khusyuk terasa sepanjang tadarus berlangsung, di tengah cahaya pagi yang masuk dari pintu kaca di sisi ruangan.

Tadarus berlangsung tanpa pemateri khusus, dengan jemaah saling menyimak bacaan satu sama lain. Kegiatan ini menjadi sarana bagi ibu-ibu untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi antarjemaah.

Reporter: Afifah Amro Amatulloh/KPI 3 C

Masjid Nurul Iman Dustira Bagikan Paket Jumat Berkah kepada Jemaah dan Warga Sekitar


Dakwahpos.com, Cimahi - Masjid Nurul Iman Dustira membagikan kotak nasi Jumat Berkah kepada jemaah dan warga sekitar, Jumat (09/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program rutin masjid dalam berbagi kepada masyarakat di lingkungan sekitar.

Pembagian berlangsung di teras masjid, tempat warga dan anak-anak sekolah mengantre menerima kotak berupa kotak berisi makanan. Sejumlah anak berseragam sekolah dan pramuka tampak turut mengantre bersama warga lainnya, didampingi beberapa orang dewasa yang ikut membantu jalannya pembagian. Terlihat raut wajah warga dan anak-anak yang bahagia pada siang itu, yang menjadi sumber keberkahan dari kegiatan jumat berkah yang dilaksanakan.

Proses pembagian berjalan tertib dengan warga berbaris rapi menunggu giliran menerima kotak nasi dari petugas yang berada di pintu masuk. Kegiatan ini turut melibatkan panitia Jumat Berkah Masjid Nurul Iman Dustira yang bertugas menyalurkan kotak nasi kepada warga yang hadir.

Reporter: Afifah Amro Amatulloh/KPI 3C

Belajar dari Kehancuran Umat Terdahulu, Khotbah Jumat Ajak Jemaah Perkuat Keimanan

 

Dakwahpos.com, Bandung – Khotbah Jumat di Masjid Ikomah Kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (16/10/2026), mengajak jemaah untuk mempelajari sejarah sebagai sarana mengambil pelajaran dari kehidupan umat terdahulu. Dalam khotbahnya, Drs. Zaenal Muttaqin menekankan pentingnya memahami kisah kehancuran orang-orang yang mendustakan agama dan mengingkari nikmat Allah Swt. sebagai bekal membangun pribadi serta masyarakat yang lebih baik.

Dalam pemaparannya, Zaenal Muttaqin menguraikan sejumlah kisah tokoh dan golongan yang mengalami kehancuran akibat pembangkangan terhadap ajaran Allah Swt. Kisah istri Nabi Nuh, istri Nabi Luth, Firaun, Qarun, Abu Jahal, dan Abu Lahab menjadi contoh yang disampaikan untuk mengingatkan jemaah tentang konsekuensi dari sikap menentang kebenaran.

Ia menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan mengenai peristiwa masa lalu, melainkan sumber pembelajaran yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Melalui kisah-kisah tersebut, umat Islam diharapkan mampu mengenali perilaku yang membawa pada kehancuran sekaligus mengambil hikmah untuk memperbaiki diri.

Selain itu, khotbah tersebut menyoroti pentingnya memahami klasifikasi sosial dalam perspektif Islam, termasuk golongan mukmin dan kafir, sebagai bagian dari upaya memahami kondisi serta sebab-sebab kehancuran suatu kaum. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong umat Islam untuk memperkuat keimanan dan membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Khotbah Jumat ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan dan kebaikan di dunia maupun akhirat. Pesan yang disampaikan diharapkan menjadi pengingat bagi jemaah agar tidak hanya mengetahui sejarah umat terdahulu, tetapi juga mampu mengambil pelajaran darinya sebagai landasan untuk memperbaiki diri dan kehidupan bermasyarakat.



Reporter: Khatamul Aulad Sabakinkin Adzikri KPI 3B



Menyulap Sampah Jadi Cuan: Startup Kreatif Ini Berhasil Bawa Produk Daur Ulang Lokal Tembus Pasar Internasional

JAKARTA, 16 Oktober 2026 — Siapa sangka limbah plastik dan kain perca yang kerap dipandang sebelah mata kini justru menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi? Berawal dari keprihatinan terhadap penumpukan sampah di lingkungan sekitar, sebuah UMKM kreatif asal Indonesia bernama mengubah limbah menjadi produk fashion dan home decor bernilai estetika tinggi yang diminati hingga ke pasar Eropa.

Menggabungkan Estetika dan Kepedulian Lingkungan
Pendiri KreatifEco, Budi Santoso (32), mengungkapkan bahwa kunci utama dari keberhasilan produknya terletak pada desain yang modern dan standar kualitas yang ketat.
"Kami tidak hanya menjual cerita tentang lingkungan, tetapi juga kualitas dan estetika. Konsumen luar negeri sangat mengapresiasi kerapihan jahitan dan keunikan tekstur bahan yang kami olah dari limbah plastik bekas kemasan," ujar Budi saat ditemui di workshop-nya di Jakarta, Jumat 
Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Selain berdampak pada pengurangan sampah, operasional bisnis ini juga memberdayakan puluhan ibu rumah tangga dan pemuda sekitar sebagai tenaga pemilah dan pengrajin. Dengan model bisnis inklusif ini, KreatifEco mampu meningkatkan pendapatan ekonomi warga sekitar hingga 40% dibandingkan sebelumnya.
Dukungan Tren Pasar Global
Tren green economy dan gaya hidup ramah lingkungan yang makin digandrungi generasi muda di seluruh dunia menjadi angin segar bagi UMKM sejenis. Menurut data Kementerian UMKM, permintaan pasar ekspor untuk produk kerajinan berbasis daur ulang mengalami peningkatan signifikan sebesar 25% dalam satu tahun terakhir.
Budi berharap pencapaian ini dapat menginspirasi para pelaku UMKM lokal lainnya untuk terus berinovasi dan berani menembus pasar global dengan memanfaatkan potensi di sekitar mereka.

Lampiran :

Uploaded Image

Sejarah Berdirinya Masjid Al Furqon di Kampung Ciparia Wetan


 Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Al Furqon di Kampung Ciparia, Baleendah, Kabupaten Bandung, berdiri pada akhir 1990 atas dasar kebutuhan masyarakat setempat yang belum memiliki tempat ibadah. Hal itu disampaikan Bapak Tadiman Soleh, yang akrab disapa Pak Endew, saat diwawancarai Azmi Dwi Lestari di lingkungan masjid, Jumat (16/10/2026).

Menurut Pak Endew, pembangunan masjid dimulai pada November 1990 dan diresmikan sebulan kemudian, yakni Desember 1990. Masjid ini berlokasi di Ciparia Wetan. Ia menuturkan, gagasan mendirikan masjid muncul karena pada waktu itu belum ada masjid di wilayah tersebut. “Karena kebutuhan masyarakat waktu itu,” ujarnya.

Tokoh yang memprakarsai berdirinya masjid adalah Abah Maja. Proses pendiriannya diawali dengan musyawarah antara ketua RT, RW, dan Abah Maja. Hasil musyawarah itu kemudian dijalankan melalui gotong royong dan swadaya masyarakat hingga masjid berhasil berdiri.

Soal nama, Pak Endew menjelaskan bahwa nama Al Furqon tidak ditentukan sepihak. Nama tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan masyarakat setempat.

Kini, setelah sekitar 36 tahun berdiri, Pak Endew berharap masjid ini terus berkembang. “Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi, lebih maju lagi, dan lebih banyak lagi yang berjamaah di masjid ini,” tuturnya.

 

Reporter: Azmi Dwi Lestari

Narasumber: Bapak Tadiman Soleh (Pak Endew)

Lokasi Liputan: Masjid Al – Furqon Ciparia Wetan, Baleendah, Bandung

Tanggal Liputan: 16 Oktober 2026

Upaya Madrasah Al Mukminun Membina Akhlak dan Karakter Siswa di Tengah Keterbatasan




Dakwahpos.com, Bandung – Madrasah Al Mukminun di Baleendah, Kabupaten Bandung, terus berupaya membina akhlak dan karakter siswanya meski harus berjalan mandiri tanpa yayasan dan tanpa bantuan donatur. Hal itu disampaikan Ustazah Eli Yulia saat diwawancarai pada Kamis (15/10/2026).

Menurut Eli, kendala yang paling sering dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah perbedaan kemampuan antar siswa. Untuk mengatasinya, guru terlibat langsung dengan siswa, memberikan pengertian, dan mengajar lebih intensif. Dalam hal perilaku, ia menyebut sejauh ini tidak ada pelanggaran yang serius. “Kalaupun ada perilaku yang kurang baik, tidak melibatkan orang lain, kita langsung memberikan arahan kepada murid tersebut,” ujarnya.

Perbaikan pembelajaran dilakukan setelah siswa menjalani tes. Jika ada siswa yang hasilnya kurang, guru mengulas dan menerangkan kembali materi di akhir pelajaran sebelum pulang. Sumber belajar yang digunakan adalah buku kurikulum dari lembaga resmi KDT tingkat kabupaten.

Eli menilai masih adanya siswa yang sulit membaca, kurang aktif, atau berhasil belajar rendah umumnya disebabkan kurangnya lingkungan yang mendukung. Salah satunya, sebagian orang tua kurang memperjuangkan anaknya untuk mengaji. Ada pula anak yang berangkat dari rumah tetapi bolos dan tidak sampai ke madrasah. Namun, jumlahnya sangat kecil, hanya satu atau dua orang.

Dalam menanamkan karakter dan akhlak, madrasah membiasakan siswa salat ketika waktu salat tiba. Madrasah juga memiliki ekstrakurikuler praktik salat sepekan sekali yang mengajarkan gerakan dan bacaan salat secara penuh. Untuk pembinaan akhlak, setiap pelanggaran, besar maupun kecil, langsung ditindak dengan arahan kepada siswa yang bersangkutan.

Di balik upaya tersebut, Madrasah Al Mukminun masih menghadapi keterbatasan. Eli mengatakan madrasah selama ini berjalan mandiri, tidak berada di bawah yayasan, dan belum mendapat donatur. Ia berharap ada donatur yang bersedia membantu, baik untuk pengadaan alat tulis kantor (ATK) maupun kesejahteraan guru. “Harapan terbesar, kami bisa lebih berjuang lagi untuk memajukan madrasah ini,” tuturnya.

 

Reporter: Azmi Dwi Lestari

Narasumber: Ustazah Eli Yulia

Lokasi Liputan: Madrasah Al – Mu’minun, Baleendah, Bandung

Tanggal Liputan: 15 Oktober 2026

 

Ustad Ade: Kajian Tafsir Al-An’am Ayat 47 – 50, Menjelaskan Siksa bagi Kaum Zalim, Tugas Para Rasul, hingga Perumpamaan Orang Buta dan Melihat


 Dakwahpos.com, Bandung – Ustad Ade mengingatkan jamaah bahwa azab Allah dapat datang kapan saja, baik secara mendadak maupun dengan tanda-tanda yang jelas. Pesan itu disampaikannya dalam pengajian di Masjid Al-Mu’minun, Baleendah, Bandung, Minggu (11/10/2026).

Dalam ceramah berbahasa Sunda tersebut, Ustad Ade mengkaji QS. Al-An’am ayat 47 sampai 50. Ayat-ayat itu dibacakan beserta terjemahannya, kemudian dijelaskan satu per satu kepada jamaah.

Menurutnya, ayat 47 memerintahkan Nabi Muhammad bertanya kepada kaum Mekah tentang kemungkinan datangnya azab Allah. Azab itu bisa datang tiba-tiba (baghtatan), misalnya saat orang sedang santai atau mengobrol, seperti longsor ketika hujan yang menimpa rumah dan penghuninya. Azab juga bisa datang terang-terangan (jahratan), yaitu dengan tanda-tanda sehingga bisa diperkirakan. Ia mencontohkan hujan angin disertai petir yang sangat berbahaya.

Ustad Ade menjelaskan bahwa yang dibinasakan hanyalah kaum zalim. Sebelum menurunkan azab di suatu daerah, kata dia, Allah lebih dahulu memisahkan orang beriman dari yang tidak beriman. Ia mencontohkan kisah Nabi Luth, yang bersama orang-orang beriman diperintahkan keluar dari daerahnya menjelang subuh dengan didampingi malaikat Jibril. Jika orang beriman ikut terkena bencana, hal itu disebut musibah dan Allah akan menggantinya dengan pahala yang besar.

Pada ayat 48 dan 49, ia menyampaikan bahwa para rasul diutus sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Orang yang beriman dan beramal saleh tidak akan merasa takut maupun bersedih. Sebaliknya, pendusta ayat-ayat Allah, yakni Al-Qur’an dan hadis, akan ditimpa azab karena kefasikannya.

Pada ayat 50, Ustad Ade menegaskan bahwa Nabi tidak pernah mengaku memiliki perbendaharaan Allah. Rezeki sepenuhnya berada dalam kehendak Allah. Nabi juga tidak mengetahui perkara gaib kecuali yang diwahyukan kepadanya, dan beliau bukan malaikat. Orang kafir diibaratkan orang buta yang tidak melihat jalan yang benar, sedangkan orang beriman diibaratkan orang yang melihat sehingga besar harapannya selamat.

Menutup ceramahnya, Ustad Ade mengajak jamaah untuk bertafakur dan merenungi ayat-ayat tersebut. Ia berharap keimanan jamaah tumbuh dari pemikiran dan kesadaran, bukan sekadar ikut-ikutan.

 

Reporter: Azmi Dwi Lestari

Lokasi Liputan: Masjid Al – Mu’minun, Baleendah, Bandung

Tanggal Liputan: 11 Oktober 2026

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos