Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Menelusuri Jejak Rasulullah, Mahasiswa KPI Kunjungi Galeri Rasulullah, Masjid Raya Al Jabbar

Dakwahpos.com, Bandung — Galeri Rasulullah yang berada di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, kini menjadi daya tarik wisata religi dan edukasi. Galeri tersebut dikunjungi oleh puluhan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka kegiatan kunjungan studi. Rabu (08/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa media edukasi religi yang mengedepankan kedekatan emosional dan spiritual  melalui penyajian sejarah Islam berbasis bukti fisik dan visual yang dipamerkan di Galeri Rasulullah.

Galeri Rasulullah menawarkan pengalaman mendalam dalam menelusuri sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, dengan memadukan nilai-nilai dakwah dan pemanfaatan teknologi modern

Salah seorang mahasiswa KPI UIN Bandung, Dea Anzela, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut sangat membuka wawasan. "Galeri ini memberikan khazanah ilmu yang sangat luas, apalagi tentang perjalanan panjang Rasulullah," ujarnya.

Selain manfaat edukatif yang didapat, pihak pengelola Galeri Rasulullah memaparkan bahwa galeri ini dirancang untuk menghadirkan beragam daya tarik bagi seluruh kalangan wisatawan. Galeri ini tidak hanya menampilkan artefak dan replika, tetapi juga menyajikan visualisasi sejarah dengan dukungan teknologi canggih.

Mahasiswa KPI UIN Bandung lainnya, Wardah Zahro, menilai bahwa galeri ini memiliki keunikan tersendiri. "Galeri ini menjadi satu-satunya galeri yang secara khusus mengenalkan tentang sosok Baginda Rasulullah dan perjalanannya dalam berdakwah. Hal tersebut menjadi point daya tarik tersendiri bagi masyarakat," tuturnya.

Dea menambahkan bahwa daya tarik Galeri Rasulullah tidak hanya terletak pada aspek edukasi sejarah. Menurutnya, galeri ini juga menghadirkan pernak-pernik khas, pencahayaan yang tepat, arsitektur bangunan yang memukau, serta berbagai sudut foto yang menarik dan Instagramable.

Galeri Rasulullah Al Jabbar dinilai berhasil menjadi destinasi yang menggabungkan wisata religi, sejarah, dan teknologi dalam satu ruang edukatif yang menarik untuk dikunjungi.

Reporter: Diana Nurdayani/3D

Destinasi Wisata Batu Kuda Namun Tidak Ada Batu Kudanya? Cek Sekarang!

Bandung – Anda yang berkunjung Ke Bandung pasti tidak asing dengan gunung manglayang. Namun, anda mungkin asing sama destinasi wisata Batu kuda. Tidak seperti yang anda pikirkan, di destinasi ini tidak terpaku pada patung kudanya. Namun, legenda dari lereng gunung manglayang ini yang menjadi asal muasal dinamai batu kuda. Tempat ini terletak di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Apa saja jenis wisata yang ditawarkan oleh Batu Kuda ini? Walaupun namanya adalah Batu Kuda, namun sebenarnya tempat ini tidak berkaitan dengan kuda sama sekali. Tidak seperti peternakan atau destinasi wisata yang berfokus pada hewan, area ini malah terdiri dari hutan pinus yang cantik.

Dalam menempuh perjalanan ke kuda batu, anda mau tidak mau menggunakan kendaraan pribadi karena destinasi ini belum terjangkau transportasi umum. kendaraan anda juga harus kuat ketika melewati lereng gunung manglayang yang menanjak.

Selama anda menempuh perjalanan yang menanjak, anda akan melihat pemandangan luas perkotaan perlahan menjadi hijau dengan dedaunan. ketika anda melewati gerbang masuk, anda akan terus dimanjakan oleh pemandangan alam yang indah. Pohon pinus terhapar sejauh mata memandang. Anda dapat melaksanakan berbagai kegiatan seperti outbound, hunting photo, piknik keluarga, hammocking bahkan camping.

Berbagai pemandangan alam yang asri nan cantik membuat destinasi wisata ini sulit untuk dilewatkan. Namun anda tidak perlu khawatir soal harga yang mahal. Karena harga tiket masuk Batu Kuda terbilang cukup terjangkau. Harganya mulai dari Rp10.000 per orang untuk hari biasa. Kemudian, untuk akhir Minggu atau hari libur hanyalah Rp12.000 saja per orangnya.

Selain tiket masuk, Anda harus membayar lagi untuk parkir kendaraan. Jika Anda membawa kendaraan motor, maka akan dikenakan tarif Rp2.000. Jika Anda membawa mobil maka akan dikenakan Rp5.000. Berbeda lagi jika Anda menggunakan bus, maka tarif akan disesuaikan dengan ukuran bus.

Keindahan berbagai pemandangan alam yang alami di destinasi wisata ini membuatnya menjadi tempat yang sulit untuk dilewatkan. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya yang tinggi, karena harga tiket masuk Batu Kuda cukup terjangkau. Tiket masuk dimulai dari Rp10.000 per orang untuk hari biasa, dan pada akhir pekan atau hari libur, harganya hanya Rp12.000 per orang.

Selain biaya tiket masuk, Anda juga perlu membayar untuk parkir kendaraan. Biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp2.000, sedangkan untuk mobil adalah Rp5.000. Tarif parkir akan disesuaikan dengan ukuran bus jika Anda menggunakan bus.

penulis M. Alamsyah, Mahasiswa UIN SGD Bandung

Kolam Renang Jayalaksana Bangkitkan Wisata Desa Mandalawangi

Dakwahpos.com, Tasikmalaya – Wisata air Jayalaksana berhasil tingkatkan sektor pariwisata Desa Mandalawangi dengan menyuguhkan pemandangan khas pedesaan yang asri, Kamis (28/10/2021).

Bertempat di Kp. Pasir Salam Desa Mandalawangi Salopa Tasikmalaya, kolam renang Jayalaksana yang sudah dibuka sejak awal tahun 2021 terbukti sudah meningkatkan sektor pariwisata di Desa Mandalawangi.

Menurut Herva, putri dari pemilik wisata air ini mengatakan bahwa kolam renang Jayalaksana ini mempunyai ciri khas yaitu berupa pemandangan alam pesawahan yang bisa dinikmati selagi berenang, sehingga membuat pengunjung merasa nyaman dan tenang.

Kehadiran wisata air ini juga disambut dengan baik oleh masyrakat sekitar, selain karena tidak perlu pergi jauh untuk berekreasi, harga tiket masuk yang terjangkau juga menjadi faktor pendukung yang membuat wisata air ini diminati oleh masyarakat. "tiket masuk kolam renang jayalaksana ini sangat terjangkau, hanya 5000 rupiah perorang," ujar Herva.

Pemerintah setempat juga mendukung atas pembukaan wisata air ini. Selain menambah sektor wisata di Desa Mandalawangi tapi juga bisa Meningkatkan perekonomian warga setempat. "Sebelum tempat ini resmi dibuka, kami selaku pihak pengelola meminta izin terlebih dahulu kepada masyarakat setempat dan pemerintah setempat agar tempat ini memiliki izin, hingga akhirnya saat ini tempat ini sudah mendapatkan sertifikat surat izin usaha dan kami juga taat pajak," jelas Herva.

Untuk mempromosikan wisata ini, pihak pengelola mengatakan bahwa mereka menggunakan media sosial, khususnya Facebook. namun tidak sedikit juga pengunjung yang datang mengatakan mereka mengetahui tempat tersebut dari mulut ke mulut.

"Untuk mempromosikan wisata ini kami memanfaatkan media sosial, khususnya Facebook. Banyak sekali pengunjung yang kemudian membagian tempat ini di platform tersebut, sehingga semakin banyak yang mengetahui,".

Pemilik wisata juga berharap dengan hadirnya wisata air Jayalaksana tidak hanya bisa meningkatkan perekonomian pemilknya saja tapi juga perekonomian warga yang ada disekitarnya. Ia juga menambahkan bahwa kita harus semakin kreativ dan inovatif dalam melihat potensi yang ada disekitar kita untuk dijadikan sesuatu yang menghasilkan.

Reporter: Hamia Husni Fadilah/Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Desa Sukaratu Miliki Objek Wisata Situ Bagendit II Berpotensi Jadi Wisata Terkenal di Garut

Dakwahpos.com. Garut – Situ Bagendit II di Kampung Jolok Batu, Desa Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi, Garut. Menjadi salah satu objek wisata baru yang menjadi daya tarik masyarakat dan berpotensi menjadi salah satu wisata terkenal di Garut karena memiliki pemandangan yang indah dan asri tidak kalah jauh dengan wisata Bagendit I.

Danau yang ada di desa Sukaratu ini masih sangat alami dan menyimpan kisah yang menarik dibalik pembentukannya. Situ Bagendit II bisa menjadi alternatif berlibur untuk menyegarkann badan dan pikiran, berbagai aktivitas bisa dilakukan disini sehingga sangat cocok menjadi tujuan wisata keluarga.

"Kawasan Objek wisata ini memang jika dikelola dengan baik sangat berpotensi menjadi objek wisata yang terkenal karena kondisi situ masih bersih. Bahkan sudah menjadi salah satu objek wisata yang dicari oleh wisatawan dari luar daerah Garut. Dan usaha menjadikan kawasan wisata ini medunia akan semakin terbuka". Ujar Kepala Desa Sukaratu Ali Said Abdul Aziz, Rabu (6/10/2021).

Objek wisata Situ Bagendit II yang sekarang dikelola pihak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) desa Sukratu yang tahun lalu mendapat kucuran dana dari Pemerintah Provinsi, memiliki pemandangan dan daya tarik yang tidak kalah asri jika dibandingkan dengan wisata Bagendit I. keindahan serta spot-spot yang ada berpotensi akan menjadikan objek wisata Bagendit II menjadi tempat wisata favorit di Garut.

Bumdes Sukaratu juga memperhatikan perkembangan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata Situ Bagendit II agar lebih meningkat dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan tempat wisata ini. Salah satunya dengan mendirikan beberapa gazebo dan warung yang akan dikelola masyarakat setempat. Selain itu Bumdes juga mematok tiket masuk sebesar Rp500,- bagi setiap pengunjung.

Menurut Ali ada beberapa cara untuk meningkatkan potensi wisata Situ Bagendit II salah satunya adalah menjalin kerja sama antara DKKG Kabupaten Garut dengan Bumbes Desa Sukaratu untuk mengenalkan wisata Bagendit II baik kepada masyarakat daerah Garut sendiri sampai keluar daerah Garut.

"Dengan menjalin kerja sama antara DKKG Kabupaten Garut dan Bumdes Desa Sukaratu untuk memperkenalkan Situ Bagendit II tidak menutup kemungkinan akan menarik para investor yang ingin membangun hotel. Hal itu bisa lebih menarik para wisatawan." Ucapnya.

Ali menuturkan Situ Bagendit II adalah salah satu tempat wisata yang berpotensi menghasilkan PAD yang besar bagi daerah. Pemerintahan desa merencanakan beberapa event yang bisa menarik wisatawan salah satunya akan megadakan pasar terapung. Nantinya para wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan dengan menaiki rakit, akan tetapi juga memiliki kegiatan lain dengan berbelanja di tengah situ.

"Sayang sekali kalau seandainya objek wisata di Garut tepatnya di Desa Sukaratu sendiri tidak mendapatkan pehatian dari pemerintah terutama dalam hal penataan tempat wisatanya." Ujarnya.

Menurut Ali untuk menciptakan tempat wisata yang terkenal samapi keluar daerah tidak mudah diperlukan dukungan dari berbagai pihak salah satunya pemerintah Kabupaten sendiri. Karena selain pemandangan yang indah objek wisata Situ Bagendit II juga memiliki keunikan tersendiri dimata wisatawan.

Aneu Anggar Nauli, KPI/5A   
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos