Ustaz Ahmad Fathoni: Pentingnya Menyiapkan Bekal Kematian

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Umar Bin Khattab, Rancaekek, saat pelaksanaan salat Jumat pada 16 Oktober 2026. Dalam khutbahnya, Ustaz Ahmad Fathoni mengingatkan jemaah bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup tanpa memandang usia maupun kondisi kesehatan. Dia menegaskan bahwa persiapan menghadapi ajal selayaknya dilakukan secara konsisten setiap hari dalam kehidupan.

"Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dimajukan ataupun dimundurkan oleh siapa pun," kata Ustaz Ahmad Fathoni di hadapan jemaah. Dia menambahkan, "Malaikat maut tidak meminta izin kepada orang yang sehat, dan tidak pula meminta izin kepada seorang anak ataupun remaja".

Dalam ceramahnya, Ustaz Ahmad Fathoni menyampaikan bahwa hal utama yang patut dikhawatirkan seorang muslim bukanlah peristiwa kematian itu sendiri, melainkan mati dalam keadaan buruk atau su'ul khatimah. Dia menyebutkan bahwa banyaknya ibadah yang telah dilakukan belum menjadi jaminan, sebab penentu utama keselamatan di akhirat adalah perbuatan di akhir hayat.

"Janganlah kita menunda taubat kita, saat ini juga kita harus bertaubat dari semua dosa," ujar Ustaz Ahmad Fathoni menegaskan. Dia memperingatkan, "Dosa kecil yang terus dilakukan dapat mengarahkan seseorang pada dosa besar, dan dosa besar dapat menyebabkan seseorang mati dalam keadaan buruk".

Mengutip Al-Qur'an Surat Ali 'Imran ayat 185, Ustaz Ahmad Fathoni menjelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati dan seluruh manusia kelak menerima balasan amalnya secara sempurna pada hari kiamat. Dia juga mengimbau jemaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan serta memperbanyak amal saleh guna menjauhi segala larangan Allah.

Khutbah tersebut diakhiri dengan ajakan untuk senantiasa mengingat kepastian ajal dan berdoa agar senantiasa diberikan kekuatan berada di jalan yang benar. Ustaz Ahmad Fathoni berharap agar seluruh masyarakat terus membenahi diri sehingga bisa mengakhiri usianya kelak dalam keadaan baik atau husnul khatimah.

Reporter: Muhammad Rizky Maulana KPI/3D


Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos