Dakwahpos.com, Bandung — Masjid Jaza yang berlokasi di Jalan
Trunojoyo, Kota Bandung, memiliki kisah unik di balik pendiriannya. Masjid ini
menempati bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat hiburan malam atau
bar. Perubahan fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas
ibadah bagi masyarakat di tengah aktivitas perkotaan yang padat. Masjid Jaza
mulai beroperasi pada 10 April 2026 dan kini menjadi salah satu tempat ibadah
yang menarik perhatian masyarakat.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Takmir Masjid Jaza,
Ari Priyanto, pendirian masjid ini berawal dari inisiatif para pelaku usaha di
kawasan Trunojoyo. Minimnya fasilitas ibadah di sekitar kawasan tersebut
mendorong munculnya gagasan untuk menyediakan tempat salat yang mudah dijangkau
oleh para pekerja dan masyarakat. Bangunan yang sebelumnya merupakan bar
kemudian dialihfungsikan menjadi masjid melalui dukungan seorang dermawan yang
menyewa lahan tersebut.
Nama Jaza yang disematkan pada masjid ini juga memiliki makna
tersendiri. Nama tersebut berkaitan dengan ungkapan Jazakallah Khairan
Katsiran, yang berarti semoga Allah membalas dengan kebaikan. Filosofi ini
mencerminkan harapan agar keberadaan masjid dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat sekaligus menjadi ladang amal jariah bagi para pengurus dan
orang-orang yang turut memakmurkannya.
Dari segi bangunan, Masjid Jaza mempertahankan karakter
desain yang minimalis dan modern dengan memanfaatkan bangunan yang telah ada.
Penataan ruang dilakukan untuk menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah.
Perubahan fungsi bangunan tersebut memperlihatkan bagaimana ruang yang
sebelumnya digunakan untuk aktivitas hiburan dapat dimanfaatkan kembali sebagai
tempat beribadah dan kegiatan keislaman. Namun, informasi terperinci mengenai
proses renovasi, perubahan fisik bangunan, serta pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya masih perlu dikonfirmasi kepada pengurus masjid.
Kini, Masjid Jaza tidak hanya berfungsi sebagai tempat
pelaksanaan salat, tetapi juga menjadi fasilitas ibadah bagi pekerja,
pengunjung, dan masyarakat di kawasan Trunojoyo. Kehadirannya membantu
mempermudah akses masyarakat untuk menunaikan ibadah di tengah kesibukan
perkotaan. Kisah Masjid Jaza menjadi gambaran bahwa keberadaan masjid tidak
hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga dengan upaya menghadirkan
ruang ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Reporter: Nurul Husna, KPI 3/B

Tidak ada komentar
Posting Komentar