Dakwahpos.com, Bandung - Doa menjadi salah satu bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT sekaligus pengakuan atas kelemahan dan keterbatasan diri. Hal tersebut disampaikan Ustaz Jefri dalam khutbah Jumat di Mesjid Al- Hasan Raya (25/09/2026). Di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, Ustaz Jefri menjelaskan bahwa melalui doa, seorang hamba memohon pertolongan, kemudahan, kesehatan, serta berbagai kebutuhan kepada Allah SWT. Namun, terkabulnya doa tidak selalu berarti Allah memberikan sesuatu persis seperti yang diminta oleh manusia.
Ustaz Jefri menyampaikan bahwa manusia sering kali menganggap setiap permintaan dalam doa harus diberikan sesuai dengan keinginannya. Padahal, Allah SWT lebih mengetahui kebutuhan setiap hamba, baik yang berkaitan dengan masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang. “Semua doa kita itu dikabulkan, tidak ada doa yang tidak dikabulkan. Hanya cara Allah mengabulkannya itu yang beda,” jelas Ustaz Jefri dalam khutbahnya.
Ia menerangkan bahwa berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, terdapat tiga bentuk Allah SWT dalam mengabulkan doa. Pertama, Allah memberikan apa yang diminta secara langsung. Kedua, doa tersebut disimpan sebagai pahala di akhirat. Ketiga, Allah menggantinya dengan perlindungan dari keburukan yang sebanding.
Lebih lanjut, Ustaz Jefri menjelaskan bahwa terkadang Allah SWT menunda terkabulnya doa karena waktu yang tepat belum tiba. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti seorang petani yang menanam padi atau singkong. Hasil tanaman tidak dapat dinikmati langsung setelah ditanam, tetapi membutuhkan proses hingga tiba masa panen. “Allah menunda pemberian karena Dia sedang mempercepat kedekatan seorang hamba dengan-Nya,” ungkapnya.
Menurut Ustaz Jefri, belum terkabulnya sebuah doa terkadang justru membuat seseorang semakin dekat kepada Allah SWT. Seorang hamba menjadi lebih sering beribadah, menangis dalam sujud, dan terus memohon kepada-Nya. Kedekatan tersebut menjadi bentuk kenikmatan rohani yang berharga bagi seorang Muslim.
Melalui khutbah Jumat tersebut, Ustaz Jefri mengajak jamaah untuk terus berdoa, bersabar, dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Apa yang belum diberikan bukan berarti doa tersebut sia-sia. Allah dapat mengabulkannya dalam bentuk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, atau menggantinya dengan perlindungan dari keburukan.
Reporter: Muhammad Darda Ismail KPI 3/D
Dalam khutbahnya, Ustaz Jefri menjelaskan bahwa melalui doa, seorang hamba memohon pertolongan, kemudahan, kesehatan, serta berbagai kebutuhan kepada Allah SWT. Namun, terkabulnya doa tidak selalu berarti Allah memberikan sesuatu persis seperti yang diminta oleh manusia.
Ustaz Jefri menyampaikan bahwa manusia sering kali menganggap setiap permintaan dalam doa harus diberikan sesuai dengan keinginannya. Padahal, Allah SWT lebih mengetahui kebutuhan setiap hamba, baik yang berkaitan dengan masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang. “Semua doa kita itu dikabulkan, tidak ada doa yang tidak dikabulkan. Hanya cara Allah mengabulkannya itu yang beda,” jelas Ustaz Jefri dalam khutbahnya.
Ia menerangkan bahwa berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, terdapat tiga bentuk Allah SWT dalam mengabulkan doa. Pertama, Allah memberikan apa yang diminta secara langsung. Kedua, doa tersebut disimpan sebagai pahala di akhirat. Ketiga, Allah menggantinya dengan perlindungan dari keburukan yang sebanding.
Lebih lanjut, Ustaz Jefri menjelaskan bahwa terkadang Allah SWT menunda terkabulnya doa karena waktu yang tepat belum tiba. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti seorang petani yang menanam padi atau singkong. Hasil tanaman tidak dapat dinikmati langsung setelah ditanam, tetapi membutuhkan proses hingga tiba masa panen. “Allah menunda pemberian karena Dia sedang mempercepat kedekatan seorang hamba dengan-Nya,” ungkapnya.
Menurut Ustaz Jefri, belum terkabulnya sebuah doa terkadang justru membuat seseorang semakin dekat kepada Allah SWT. Seorang hamba menjadi lebih sering beribadah, menangis dalam sujud, dan terus memohon kepada-Nya. Kedekatan tersebut menjadi bentuk kenikmatan rohani yang berharga bagi seorang Muslim.
Melalui khutbah Jumat tersebut, Ustaz Jefri mengajak jamaah untuk terus berdoa, bersabar, dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Apa yang belum diberikan bukan berarti doa tersebut sia-sia. Allah dapat mengabulkannya dalam bentuk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, atau menggantinya dengan perlindungan dari keburukan.
Reporter: Muhammad Darda Ismail KPI 3/D
Tidak ada komentar
Posting Komentar