Waspada Dosa Syamata, Kajian NGOPI Al-Ikhlas Bumi Harapan Sentil Pengguna Medsos

Klik untuk membaca artikel.
Dakwahpos.com, Bandung- Kajian rutin NGOPI (Ngobrol Perkara Islam) di Masjid Al-Ikhlas Bumi Harapan, Cibiru kembali digelar dengan mengupas materi larangan syamata atau menampakkan kegembiraan di atas musibah orang lain, pada Selasa 23/9/2026. Kajian ini dibimbing langsung oleh Ustaz Nurudin S.Kom. di hadapan para jamaah.

Dalam pemaparannya, Ustaz Nurudin mengingatkan jamaah untuk berhati-hati dalam bermedia sosial. Beliau melarang keras tindakan mengunggah status kebahagiaan atau pamer harta saat lingkungan sekitar sedang tertimpa musibah karena berpotensi melukai hati orang lain.

"Makanya nanti kalau ada musibah apapun tahan dulu, jangan upload apa-apa, lebih baik yang keluar adalah doa untuk meringankan penderitaan saudara kita," ujar Ustaz Nurudin usai mengisi materi, Selasa 23/9/2026.

Beliau juga menambahkan bahwa rasa syukur (tasyakur) atas sebuah nikmat sejatinya cukup dilakukan dengan mengucapkan Alhamdulillah dan diiringi dengan peningkatan amal ibadah.

Antusiasme jamaah dalam menyimak materi adab keseharian ini tidak terlepas dari intensitas pembinaan di Masjid Al-Ikhlas. Saat ini, masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat salat, melainkan telah berkembang menjadi pusat pendidikan umat.

Pengurus DKM bahkan telah membranding rumah ibadah ini sebagai "Masjid Pelita Ilmu". Hal ini dikarenakan padatnya jadwal kajian keislaman yang rutin digelar hampir setiap hari, mulai dari kajian tafsir, fikih, hingga tahsin.

"Kita branding masjid ini sebagai Masjid Pelita Ilmu sejak tahun 2024 karena kajiannya sangat padat dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat lingkungan sini," ungkap salah satu pengurus DKM Masjid Al-Ikhlas, Selasa 23/9/2026.

Menariknya, masjid yang bernaung di bawah Yayasan Pelita Ikhlas Insani ini sangat toleran dan tidak fanatik pada satu aliran saja. Semua jamaah dari berbagai latar belakang organisasi bebas beribadah dan mengikuti kajian perbandingan empat mazhab di sini.

Selain membina orang dewasa, pengurus juga menyiapkan regenerasi melalui Barisan Dakwah Remaja (Badar) Al-Ikhlas. Para remaja yang terdiri dari tiga generasi (SD, SMP, dan SMA/Kuliah) ini aktif diberdayakan, salah satunya melalui program jemput infak setiap akhir pekan.

Reporter: Farah Novita Maharani, KPI/3C
Kajian Masjid Al-Ikhlas Bumi Harapan-Farah Novita Maharani.jpeg

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos