Dalam kajiannya, Ustadz Ayi Rohimat selaku pimpinan majelis menegaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa besar yang membawa perubahan mendasar bagi peradaban manusia. Kehadiran Rasulullah tidak hanya mengakhiri praktik-praktik jahiliah, tetapi juga menghadirkan nilai tauhid, akhlak, dan kemanusiaan yang hingga kini terus dirayakan dan dijadikan teladan oleh umat Islam.
Pernyataan Ustadz Ayi yang disampaikan dalam bahasa Sunda menggambarkan betapa besar kebahagiaan atas kelahiran Rasulullah SAW. Perayaan Maulid, dalam konteks ini, bukan dimaknai sebagai euforia semata, melainkan wujud rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi yang telah membawa cahaya Islam ke tengah umat manusia.
Lebih jauh, pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut menyentuh aspek praksis kehidupan beragama. Ajakan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersolawat, berdzikir, serta mengamalkan sunnah Nabi menjadi penekanan penting. Hal ini menunjukkan bahwa Maulid Nabi seharusnya menjadi titik awal perubahan perilaku, bukan hanya peringatan simbolik tanpa dampak nyata.
Penekanan tentang pentingnya menjaga aurat, khususnya bagi perempuan, juga menjadi pengingat bahwa ketaatan tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kesucian diri dan martabat sebagai muslim. Pesan ini relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana nilai-nilai agama kerap berbenturan dengan gaya hidup modern.
Melalui peringatan Maulid Nabi di Majelis Sanida Al-Hikmah, jamaah diajak untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai energi spiritual dalam memperbaiki diri. Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Nabi, tetapi momentum untuk meneladani ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar
Posting Komentar