Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Ujian di Balik Kesenangan Duniawi


 
Dakwahpos.com, Bandung– Kesenangan sering kali melalaikan manusia. Hidup terasa mudah seakan-akan tidak ada masalah. Padahal, seperti yang diingatkan Ustadz Devi Idan dalam kajian Tafsir Mufrodat di Masjid Baitul Kamal Ciganitri, kesenangan pun bisa menjadi ujian.

Istidraj merupakan salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah SWT kepada manusia dalam wujud kesenangan duniawi. Ujian ini sering kali tidak disadari karena hadir dalam bentuk yang menyenangkan, bukan dalam kesulitan. Pemahaman terhadap istidraj penting agar manusia tidak terperdaya oleh kenikmatan yang justru menjauhkan dari ketaatan.

Di dalam Surat Az-Zumar ayat 49 Allah SWT berfirman:
 
‎
‎فَاِ ذَا مَسَّ الْاِ نْسَا نَ ضُرٌّ دَعَا نَا ۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا  ۙ قَا لَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
‎
‎"Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami memberikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Ayat di atas menggambarkan sifat manusia yang mudah berbalik ketika menghadapi dua kondisi, kesusahan dan kelapangan. Ketika dalam kesulitan, manusia cenderung mendekat kepada Allah, tetapi saat diberikan kemudahan, banyak yang lupa dan merasa semua capaiannya adalah hasil usahanya sendiri.
‎
‎Kesenangan dan kemudahan hidup bukan semata tanda keberkahan, melainkan bagian dari ujian Allah untuk menilai sejauh mana manusia mampu bersyukur dan tetap taat kepada-Nya. Baik kesenangan maupun kesulitan adalah ujian yang menuntut keikhlasan dan keteguhan iman supaua manusia tidak tertipu oleh kesenangan dunia.
 
‎
‎Oleh: M. Hafizh Arsy Jibril, KPI/3C

Ustaz Budi Prayitno Kupas Tuntas Tiga Pilar Utama Seorang Muslim: Niat, Ilmu, dan Istiqomah


Dakwahpos, Bandung - Kajian pembahasan mengenai tiga pilar utama bagi seorang Muslim dalam beramal: Niat, Ilmu, dan Istiqomah diselenggarakan pada Minggu pagi (19/10/25). Ustaz Budi Prayitno memulai dengan menegaskan bahwa Niat yang lurus dan ikhlas merupakan fondasi utama.

 

Beliau memberikan contoh inspiratif dari kisah Ustaz Dadang yang selama 17 tahun mengajar mengaji di LP Sukamiskin tanpa dibayar; berkat keikhlasan dan niatnya yang tulus, Allah membalasnya dengan diangkat menjadi ASN dengan masa kerja 17 tahun dan mendapatkan uang rapel yang kemudian digunakannya untuk membeli rumah. Ustaz Budi menekankan bahwa "beramal dengan ikhlas itu hanya mengharap balasan dari Allah" dan sebaliknya, amal yang dilakukan dengan niat mengharap pujian manusia dapat membawa pelakunya kepada neraka karena niatnya yang keliru.

 

Pilar kedua adalah Ilmu. Beliau menjelaskan bahwa setiap amal harus didasari oleh ilmu yang benar agar ibadah diterima dan memberikan dampak positif pada diri sendiri, karena amal tanpa ilmu yang benar bisa "tidak berarti bagi diri sendiri juga kehilangan arti." Lebih lanjut, beliau menyampaikan keutamaan beribadah dengan ilmu, seperti ketika berwudu, di mana "ketika kau basuh wajahmu dengan air wudhu Sabda Rasul Allah gugurkan dosa-dosa yang nampak dari kedua matamu" dan bekas wudu itu pula yang akan menjadi tanda pengenal umat Nabi Muhammad SAW di akhirat. Membaca Al-Qur'an pun harus disertai dengan tadabur (memahami artinya) agar Al-Qur'an benar-benar menjadi petunjuk jalan dalam hidup. Beliau berpesan, "jangan pernah berhenti belajar apalagi kalau Kenyataannya memang ilmu kita sedikit" untuk memastikan ibadah kita tidak keliru.

 

Pilar terakhir adalah Istiqomah atau konsistensi dalam beramal, karena ini adalah amalan yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau mengingatkan bahwa istiqomah selalu disertai dengan ujian dari Allah, seperti kisah seorang jamaah yang merasa kecewa dan ingin berhenti salat Tahajud dan Dhuha karena merasa doanya untuk kesembuhan penyakit tidak terkabul. Dalam menyikapi hal ini, Ustaz Budi menjelaskan bahwa Allah memiliki cara tersendiri dalam menjawab doa, mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 216. Beliau mengakhiri dengan pesan bahwa setiap Muslim harus terus bersemangat, tidak pernah berputus asa, dan istiqomah dalam beramal karena semua amal saleh dicatat oleh Allah dan "boleh jadi nikmat amal itu didapatnya sesat di ketika kita mungkin sudah di akhir dalam kehidupan" seperti kisah seorang guru honorer yang konsisten beramal hingga akhir hayatnya mendapatkan balasan rezeki yang tak terduga.

 

Reporter: Imam Aula Muminin, KPI/3A

Menggali Paradoks Organisasi Kampus, Menyingkap Akar Apatis Mahasiswa


Saat ini, kita tengah berhadapan dengan paradoks menarik di dunia pendidikan tinggi semakin banyak mahasiswa yang merasa enggan terlibat dalam kegiatan organisasi kampus menimbulkan pertanyaan mendalam tentang kesesuaian sistem organisasi dengan dinamika zaman yang terus berubah.

Organisasi kampus yang seharusnya menjadi panggung bagi aspirasi, inovasi, dan kolaborasi kini tampak semakin terpinggirkan. Mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan seharusnya menjadi pendorong utama transformasi melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan organisasi. Namun, realitasnya menunjukkan sebaliknya.

Ketidaksesuaian antara tuntutan zaman dengan struktur organisasi kampus yang kaku dan konservatif menjadi salah satu akar masalah utama. Pola pikir yang terpatri dalam sistem organisasi kurang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika zaman yang mengutamakan fleksibilitas dan adaptabilitas. Inilah yang menyebabkan mahasiswa merasa tidak terdorong untuk terlibat, karena mereka tidak melihat relevansi atau nilai tambah yang signifikan dari keterlibatan dalam organisasi kampus.

Selain itu, apatis mahasiswa juga mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap peran organisasi sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan diri. Mahasiswa cenderung lebih memilih untuk fokus pada pencarian ilmu secara mandiri, tanpa menganggap keterlibatan dalam organisasi sebagai bagian integral dari pengalaman pendidikan mereka.

Kritik terhadap sistem organisasi kampus perlu dilakukan secara mendalam dan konstruktif. Perubahan yang substansial dalam struktur dan pola pikir organisasi perlu dilakukan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan mahasiswa masa kini. Ini bukan hanya tentang mengubah tata kelola organisasi, tetapi juga tentang mengubah paradigma dan budaya yang mengelilinginya.

Melalui refleksi kritis terhadap sistem organisasi kampus, diharapkan akan muncul dorongan untuk melakukan transformasi yang lebih luas dan menyeluruh. Mahasiswa perlu diberdayakan untuk menjadi agen perubahan yang aktif, bukan hanya sebagai penonton yang pasif dalam perkembangan pendidikan tinggi. Hanya dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, dinamis, dan relevan dengan tuntutan zaman.
 

Penulis: Muhamad Aswin Fahrul Fauzi - Mahasiswa UIN SGD Bandung

Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Perubahan Iklim

Pengelolaan sumber daya alam merupakan salah satu aspek krusial dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kehidupan manusia. Mengingat saat ini salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia adalah perubahan iklim, perubahan iklim secara sederhana diartikan sebagai perubahan secara signifikan dari unsur iklim. Diantara parameternya ialah suhu udara dan curah hujan dalam periode waktu yang dapat mencapai hingga jutaan tahun.

Perubahan iklim lazimnya diawali dengan pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia berkelanjutan seperti proses industrialisasi, pembakaran bahan kendaraan fosil dari kendaraan bermotor, penggundulan hutan dan perubahan tata guna lahan, penggunaan aerosol seperti pengharum ruangan dan deodorant. Pengelolaan sumber daya alam memiliki dampak yang sangat erat terhadap perubahan iklim, karena keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam berperan penting dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Perubahan iklim yang merupakan tantangan global ekstrim tentunya memerlukan respons interaktif dan terencana dari berbagai sektor masyarakat. Salah satu pendekatan penting dalam menanggapi perubahan iklim adalah melalui strategi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. 

Beberapa strategi yang dapat diadopsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memitigasi dampak perubahan iklim diantaranya ialah;
Transisi Ke Energi Terbarukan
Sebagian besar perubahan iklim disebabkan oleh beralihnya masyarakat global terhadap penggunaan sumber energi fosil, yaitu jenis energi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil atau bahan-bahan organik yang terbentuk dari sisa-sisa organisme yang hidup pada masa lalu. Bahan bakar fosil terdiri dari tiga jenis utama, yaitu batu bara, minyak bumi, dan gas alam. 

Meskipun sumber energi fosil telah menjadi kontributor utama dalam memenuhi kebutuhan energi global selama berabad-abad, tetap saja penggunaannya memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, yang menjadi penyebab utama pemanasan global kemudian menuju perubahan iklim. Oleh karena itu, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hal ini ialah beralih ke sumber energi yang dapat diperbarui secara berkelanjutan guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meredakan dampak negatifnya terhadap lingkungan. 

Transisi menuju energi terbarukan, seperti tenaga matahari, angin, dan air, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, hal ini dapat disiasati dengan investasi infrastruktur dalam penggunaan energi terbarukan.

Selain itu, pengembangan teknologi energi bersih dan efisiensi energi juga mendukung perubahan menuju sistem energi yang berkelanjutan.
Pengelolaan Air yang Berkelanjutan
Praktik pengelolaan air yang berkelanjutan dapat membantu masyarakat untuk menjaga  ekosistem dan mengatasi dampak perubahan pola curah hujan, seperti kekeringan atau banjir. Pengelolaan air yang bijaksana seperti pelestarian sumber daya air, pembangunan bendungan yang berkelanjutan, dan efisiensi penggunaan air dapat membantu mengatasi dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air.. 

Menjaga ketersediaan air juga merupakan salah satu upaya yang perlu dilakukan mengigat air adalah aspek vital dalam kehidupan manusia dan ekosistem. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengupayakan ketersediaan air diantaranya ialah investasi dalam infrastruktur air berupa sistem teknologi air bersih dan juga pengolahan limbah. 

Selain itu, perlu adanya pengendalian pencemaran air dengan cara mengatur dan memantau pembuangan limbah industri dan domestic supaya tidak mencemari sumber air, serta upaya pengelolaan limbah pertanian untuk mencegah aliran nutrien berlebih ke dalam sumber air. Diperlukan edukasi masyarakat mengenai penggunaan air yang bijaksana.

Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Guna Memperlambat Pemanasan Global.

Melalui langkah deforestasi dan pengelolaan hutan berkelanjutan serta praktik pelestarian hutan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca karena hutan berfungsi sebagai penyerap karbon yang signifikan. Sebagaimana yang kita rasakan bahwa pemanasan global merupakan dampak utama dari perubahan iklim, sumber daya alam seperti hutan, lahan, air, dan energi berperan dalam dinamika pemanasan global. 

Deforestasi, sebagai contoh, tidak hanya mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap karbon dioksida, tetapi juga melepaskan karbon yang tersimpan di dalamnya, meningkatkan jumlah gas rumah kaca di atmosfer. Oleh karena itu, pengelolaan hutan dengan baik dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pengelolaan sumber daya alam dan perubahan iklim adalah dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak negatif perubahan iklim memerlukan perubahan paradigma dalam cara kita memanfaatkan sumber daya alam. 

Hanya dengan mengadopsi praktik-praktik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, kita dapat memastikan bahwa sumber daya alam dapat tetap berkelanjutan untuk generasi mendatang sambil mengurangi risiko dampak perubahan iklim. Dalam upaya ini, peran setiap individu, pemerintah, dan sektor industri sangatlah penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan dan menjaga kelestarian bumi kita.

Dengan menggabungkan strategi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dengan langkah-langkah mitigasi perubahan iklim, kita dapat menciptakan dampak positif yang lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini mendukung upaya global untuk mencapai tujuan keberlanjutan dan mengatasi tantangan perubahan iklim.

Penulis Hasna Zahra, 
Wartawan Lembaga Pers Mahasiswa Dakwahpos, Pemerhati Lingkungan Hidup

Bajak Dan Bijak Dalam Bersosial Media

Oleh : Muhammad Rizqi Rainer


Bersosial media atau berselancar di dunia maya merupakan hal yang sangat populer di era digital saat ini. Selain dapat terhubung dengan teman dan keluarga, sosial media juga memberikan kesempatan untuk berbagi informasi, menjaring berita, hingga berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal bahoan lintas negara sekalipun.

Namun, bijak bersosial media sangat penting agar tidak terjadi penyalahgunaan atau dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Salah satu cara bijak bersosial media adalah dengan memperhatikan apa yang diposting dan dibagikan, serta memastikan bahwa informasi yang disebarkan benar dan tidak merugikan orang lain.

Selain itu, bijak bersosial media juga berarti memahami batas-batas privasi diri sendiri dan orang lain. Jangan memposting foto atau informasi pribadi tanpa persetujuan dari orang yang terlibat, atau menyebarkan informasi yang mungkin merugikan privasi orang lain, atau justru kita seenaknya membajak sosial media atau mengambil akun sosial media orang lain tanpa izin dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri. Ini termasuk mengubah informasi akun, mengirim pesan atau posting di akun tersebut, atau menggunakan akun tersebut untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan orang lain.

Bijak bersosial media juga berarti tidak mudah terpengaruh oleh opini atau informasi yang tidak beralasan atau tidak benar. Jangan langsung percaya pada segala sesuatu yang dibaca di sosial media, tetapi carilah informasi tambahan dan verifikasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk percaya atau menyebarkan informasi tersebut.

Bijak bersosial media juga berarti tidak menggunakan sosial media sebagai alat untuk menyakiti atau menyebarkan kebencian kepada orang lain. Gunakan sosial media sebagai media untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dengan sikap yang santun dan hormat. Jadilah contoh yang baik bagi orang lain dan terapkan prinsip-prinsip etika yang baik di sosial media.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung
Muhammad Rizqi Rainer/KPI-3C

Mengatur Waktu Di Dunia Maya Agar Nggak Mudah Insecure

Oleh : Muhammad Rizqi Rainer

Mengatur waktu berselancar di dunia maya merupakan hal yang penting untuk dilakukan, terutama dalam era teknologi yang semakin maju saat ini. Berselancar di dunia maya dapat memberikan banyak manfaat, namun juga dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan mental dan fisik jika tidak dilakukan dengan bijaksana.

Salah satu cara untuk mengatur waktu berselancar di dunia maya adalah dengan membatasi jumlah waktu yang digunakan untuk berselancar di internet. Membatasi jumlah waktu yang digunakan untuk berselancar di internet dapat mencegah seseorang terjebak dalam kecanduan internet, sehingga dapat menjaga kesehatan mental dan fisik.

Insecure salah satu dampat terkadap mental kita, dimana kita selalu membandingkan diri kita dengan kehidupan orang lain yang lebih dari kita, baik paras, harta atau jabatan. Padahal apa yang ditampakkan di dunia maya bisa jadi tidak sesuai dengan dunia nyata.

Mengatur waktu berselancar di dunia maya juga dapat dilakukan dengan cara memilih aktivitas yang bermanfaat dan menghindari aktivitas yang merusak. Misalnya, lebih baik memilih untuk menonton video edukatif atau membaca artikel yang bermanfaat daripada hanya menghabiskan waktu di sosial media atau bermain game.

Kita juga dapat mengatur waktu berselancar di dunia maya dengan cara mengelola notifikasi dari aplikasi yang terinstall di perangkat. Mematikan notifikasi dari aplikasi yang tidak terlalu penting dapat membantu seseorang lebih fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan, sehingga dapat mengurangi gangguan yang ditimbulkan oleh notifikasi yang terus-menerus masuk.

Mengatur waktu berselancar di dunia maya merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar dapat menjaga kesehatan mental dan fisik serta mengelola waktu secara efektif. 

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung
Muhammad Rizqi Rainer/KPI-3C

Pentingnya Etika Dalam Berkendara



Seperti yang kita ketahui, jalan raya merupakan akses bagi para pengendara untuk menuju suatu tempat/tujuan. Mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil hingga kendaraan besar seperti truk dan bus adalah beberapa kendaraan yang sering kita temui di jalan. Kemudian jalanan juga adalah tempat yang penuh dengan dinamisme, karena banyak orang yang berjalan di sana dengan pemikiran yang berbeda-beda. Tentu saja, pengemudi yang beretika harus mengemudi dengan hati-hati dan mematuhi aturan tata tertib lalu lintas, tetapi pengemudi yang taat aturan seperti itu hanya dapat kita temukan dengan hitungan jari, yang berarti hanya sedikit jumlahnya. Di sisi lain, sebaliknya tidak sedikit orang yang ceroboh saat mengemudi dan mengabaikan peraturan lalu lintas, yang berarti banyak pengemudi yang kurang taat terhadap aturan lalu lintas.
Jika kita coba melihatnya dari hal-hal kecil, kita akan lebih menyadari, seperti kasus pengendara yang menerobos lampu merah, meskipun terlihat sepele, hal tersebut dapat menyebabkan kecelakaan. Lebih buruk lagi, melanggar aturan tampaknya sudah mendarah daging di masyarakat kita. Artinya, hal-hal seperti itu sudah menjadi perlakuan yang biasa saja bagi masyarakat yang berkendara. Meski perubahan harus dimulai dari hal-hal kecil, namun dengan seiring berjalannya waktu proses tersebut dapat membentuk kesadaran diri sendiri dan menjadi penggerak etika.
Oleh karena itu, pengemudi arogan lebih dominan dibandingkan dengan pengemudi beretika di jalan raya khususnya di Indonesia. Sebenarnya tidak sulit untuk menghilangkan sikap arogan tersebut jika memang ingin mengubahnya.

Etika Bermedia Sosial, Kamu Harus Tahu!

Media Sosial adalah sebuah platform media online yang mana penggunanya bisa dengan mudah mengakses, berpartisipasi, berbagi dan menciptakan sesuatu. Perkembangan media sosial baru-baru ini berkembang sangat pesat. Sehingga menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, pasalnya banyak masyarakat yang mendayagunakan media sosial namun kurang atau bahkan tidak memahami makna media dari itu sendiri. Perkembangan media sosial sendiri secara langsung berdampak terhadap tatanan dari perilaku manusia, baik sebagai sarana informasi maupun sebagai sarana sosialisasi dan interaksi antar manusia.

Media sosial seakan menjadi tempat menumpahkan segala aktivitas, ide bahkan keresahan setiap penggunanya dan tidak jarang mengesampingkan etika di dalamnya. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan bahasa non baku dan tidak remi dalam berkomunikasi, sebaran informasi yang tidak jelas kebenaran atau sumbernya, beredarnya gambar dan video yang mengandung sara, pornografi dan kekerasan yang tidak layak ditonton namun silih berganti muncul dalam trending. Hal-hal semacam inilah yang akhirnya mengakibatkan media sosial menjadi platform yang kurang berguna. Padahal, jika seseorang dapat dengan bijak dan beretika saat menggunakannya, maka akan banyak manfaat yang dirasa dari media sosial tersebut.

Jadi, bagaimakah kita harus beretika dalam media sosial? Berikut ulasannya:

1. Penggunaan Bahasa yang Baik

Interaksi dalam bermedia sosial akan lebih efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan. Adapun etika berkomunikasi yang baik dalam media sosial adalah dengan tidak menggunakan kata kasar, provokatif, porno ataupun sara. Etika tersebut tidak hanya untuk yang memberikan informasi saja melainkan juga bagi yang menerima informasi.

2. Berita yang Diinformasikan adalah Benar

Kebenaran dan kepastian dari sebuah informasi adalah hal utama yang perlu ditekankan. Bagi penyebar berita dituntut untuk cerdas dalam menyajikan berita, memastikan kebenaran isi berita berdasarkan hasil dari fakta yang ada. Sedangkan bagi penerima informasi atau pengguna media sosial, harus cerdas untuk menyaring beragam informasi yang disajikan. Melihat kembali apakah berita tersebut pasti dan jelas sumbernya, hal ini menghindarkan dari konsumsi informasi hoax.

3. Memberikan Informasi Pribadi Sewajarnya Saja

Tidak dapat dipungkiri bahwa bagi sebagian orang, media sosial digunakan sebagai wadah mengeksplore diri. Beragam konten berupa aktivitas sehari-hari, gaya hidup hingga pencapaian hidup dimuat di dalamnya. Hal ini memang menjadi hak setiap insan terhadap akun media sosial yang dimilikinya, namun alangkah baiknya kita tetap perlu waspada atau berhati-hari dalam menyajikan hal-hal tersebut. Penyebaran terkait data diri dan aktivitas sehari-hari  bisa kita berikan sewajarnya saja. Karena, risiko penyalahgunaan informasi pribadi juga sering kali terjadi. Banyaknya oknum tidak bertanggungjawab menggunakan informasi pribadi untuk kepentingan sendiri.

Adanya etika dalam bermedia sosial perlu ditanamkan pada diri setiap insan. Harapannya agar timbul rasa bertanggungjawab dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, bagi setiap orang yang menggunakan media sosialnya dengan etika yang baik, maka beragam informasi yang disajikannya juga akan bernilai baik. Hal ini akan berpengaruh pada track record penggunaan media sosial.

 

 

Aryni Sakinah – KPI 3 A

 

Dikirim dari Email untuk Windows

 

Nonton Bola bisa menjatuhkan Korban Jiwa?



Pada tanggal 1 Oktober terjadi sebuah tragedi yang cukup menggemparkan dunia sepak bola sampai ke manca dunia, Tragedi Kanjuruan Malang yang menewaskan 132 orang penonton selam bola pada pertandingan Arema FC vs Persebaya yang berakhir dengan skor 2-3. Kejadian tersebut menimbulkan luka yang dalam di hati masyarakat indonesia, khusunya untuk para supporter bola di Indonesia.
Tragedi tersebut termasuk tragedi besar dalam sejarah sepak bola nasional yang sedang berkembang ini.

Di mata dunia, Tragedi Kanjuruhan ini merupakan musibah terbesar nomer 2 dari 15 tragedi sepak bola di dunia.

Tagline gas air mata tiba-tiba sangat trending setelah banyaknya korbam di Stadion Kanjuruan itu. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo membantah, Adanya korban pada pertandingan itu bukan karena gas air mata. Lalu yang menjadi tanda tanya besar dari para Masyarakat itu Karena Apa jika bukan karena gas air mata?

Mungkin dalam kasus ini gas air mata bisa dikatakan penybab jatuhnya banyak korban yang meninggal. Karena pada dasarnya mereka yang terkena gas air mata akan sulit untuk melihat karena gas tersebut memberikan efek perih bagi mata. Dalam situasi tersebut yang ada hanya kekacauan dan setiap orang berusaha menyelamatkan dirinya masing tanpa bisa melihat. Mereka saling berdesakan dan dorong-dorongan dalam situasi tersebut, bisa saja mereka terjatuh lalu terinjak-injak oleh penonton yang lain sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

Afif Muzaki
KPI 3 A

Tragedi Kanjuruhan, Pelajaran Bagi Suporter


Salah satu permainan di Indonesia yang paling banyak peminatnya adalah sepak bola. Bahkan permainan yang satu ini boleh dibilang yang paling banyak diminati, mengingat di setiap pertandingan yang ada tidak pernah luput dari banyaknya penonton.

 Sepak bola selain menjadi ajang olahraga, juga menjadi ajang hiburan bagi sebagian orang. Salah satu buktinya, banyak ditemukan cewek cowok yang mungkin tidak jago bermain bola namun rela berdesak-desakan ke stadion untuk nonton atau mendukung tim kesayangan.

Sepak bola Indonesia kembali berduka. Ratusan nyawa melayang akibat kerusuhan di pertandingan BRI Liga 1 antara Arema FC VS Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya berakhir 2-3 untuk kemenangan tim tamu. Kesal dengan kekalahan Arema, suporter Aremania menyerbu ke lapangan usai peluit panjang ditiup wasit.

Gas air mata dikeluarkan dengan harapan suporter bubar dan menjauhi area keributan, namun naas sekali justru menimbulkan banyak jiwa melayang baik dari pihak kepolisian maupun suporter sepak bola. Tragedi ini menelan 131 korban jiwa. Selain itu, sebanyak 323 orang mengalami luka-luka. Jumlah korban jiwa dalam tragedi ini mencatatkannya sebagai tragedi sepakbola terburuk kedua di dunia. Berada di bawah tragedi Stadion Nacional, Peru yang menelan 328 korban jiwa. Kemudian, di peringkat ketiga adalah tragedi Stadion Accra Sports, Ghana yang menelan 126 korban jiwa.

Ada hal yang salah dalam setting keamanan oleh pihak berwajib yang seharus nya tidak menembakan gas air mata karena Penggunaan gas air mata sudah dilarang oleh FIFA dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pasal 19b. "No fire arms or crowd control gas shall be carried or used [Tidak boleh membawa atau menggunakan senjata api atau gas air mata]. 

Pelajaran dari kejadian kanjuruhan ini bahwa tidak ada sepak bola yang seharga nyawa, karakter suporter dan pemain harus menjungjung tinggi nilai seportifitas dalam bermain olahraga.

Heru Gunawan, Mahasiswa KPI'3B UIN SGD Bandung


Bermain Medsos Kok Bisa Menghasilkan Korban Jiwa?



Saat ini para remaja sudah terbiasa menggunakan media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan di soial media. Dari sosial Media juga bisa mendapatkan berita dan informasi dengan cepat.

Namun dibalik itu juga terdapat dampak negatif dari sosial media. Banyak terjadi ujaran kebencian serta bullying. Lewat sosial media seseorang bisa dengan muda menyebarkan berita tidak benar atau hoaks.

Bahkan bullying di sosial media bisa saja mengakibatkan seseorang terganggu kejiwaannya dan paling parahnya lagi bisa saja mereka bunuh diri.

maka sangat penting untuk bijak dan memiliki etika dalam bersosial media. memilih kata-kata yang baik dan benar. Dan juga perlu untuk khususnya para remaja seminar atau materi tentang bijak dalam bersosial media.

Afif Muzaki KPI 3 A

Hati-Hati Dalam Menggunakan Media Sosial


Pada saat ini media sosial merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak bias dipungkiri lagi penggunaan media sosial telah merambat ke berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kemajuan teknologi pada era globalisasi pada masa saat ini membuat masyarakat semakin mudah untuk mengakses media sosial mereka dapat menerima dan juga menyebarkan informasi ke siapapun di dunia ini hanya dengan menggunakan media sosial.
Di dalam media sosial juga terdapat banyak sekali informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan akibat dari masyarakat yang hanya mengambil ataupun menerima informasi itu dan tidak mencari tahu kebenaran dari informasi tersebut hingga mengakibatkan banyak yang termakan berita hoax akibat dari informasi yang tidak benar di media sosial.
Dalam UU ITE juga sudah dijelaskan barang siapa yang mencemarkan nama baik, fitnah ataupun berita bohong dapat dikenakan hukuman dan dimasukkan ke dalam penjara. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus lebih teliti lagi dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak termakan hoax dan sesuai dengan informasi yang sebenarnya.

Aziz Abdurrahman N
Mahasiswa KPI UIN Bandung

Keegoisan Aparat

Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 132 orang penonton sepak bola pasca pertandingan tuan rumah Arema FC vs Persebayara Surabaya yang berakhir 2-3 pada tanggal 1 Oktober 2022 malam, menitipkan   duka dan luka  yang mendalam di hati masyarakat Indonesia, khususnya komunitas sepak bola. Betapa tidak, meskipun kerusuhan pasca tanding seperti ini kerap terjadi, tetapi musibah di Kanjuruhan Malang merupakan tragedi paling mematikan dalam sejarah sepak bola nasional yang sedang tumbuh dan berkembang.Secara global, Tragedi Kanjuruhan musibah mematikan ke-2 dari 15 tragedi sepak bola di dunia. Awal mula kericuhan itu terjadi di karenakan Arema FC yang kalah 2-3 oleh Persebaya sehingga para polisi yang menjaga keamanan disana menembakan gas air mata.
Parahnya, tembakan gas air mata tidak hanya diarahkan untuk mengurai massa melainkan juga diarahkan ke sejumlah tribun di Stadion Kanjuruhan yang diduga kuat menjadi penyebab tewasnya ratusan orang. Tragedi ini pun menimbulkan perdebatan seputar aturan FIFA sebagai federasi Sepak Bola Internasional khususnya penggunaan gas air mata dalam stadion.

Dalam dokumen "FIFA Stadion Safety and Security" terdapat larangan menggunakan gas air mata dalam stadion. Hal tersebut tertuang dalam pasal 19 nomor b tentang pitchside stewards, yang berbunyi "No fi rearms or crowd control gas shall be carried or used" (Tidak boleh membawa atau menggunakan senjata api atau 'gas pengendali massa')www.bola.tempo.com
Aturan FIFA tersebut mempertegas bahwa pihak kepolisian harusnya tidak membekali anggotanya dengan gas air mata walau dengan alasan apapun sebab penanganan orang-orang demo di tempat terbuka tentu berbeda dengan orang-orang yang berada dalam stadion sehingga tindakan aparat dinilai menyalahi aturan.

Hal ini seolah membenarkan anggapan terhadap pihak kepolisian yang mengesampingkan aturan FIFA melarang penggunaan gas air mata dengan tujuan mengamankan pergelaran sepak bola di stadion Kanjuruhan. Sangat miris, melihat kondisi ini berulang kali dalam pertandingan sepak bola seolah memperlihatkan sikap acuh negara.

Dea Mawar pira
Mahasiswi KPI UIN Bandung 

Insecure Musuhnya Gen Z

Oleh : Muhammad Rizqi Rainer

Sosial media merupakan platform yang sangat populer di era digital saat ini. Namun, sosial media juga dapat menjadi sumber insecure bagi beberapa orang, terutama bagi mereka yang sering membandingkan diri dengan orang lain atau merasa tidak nyaman dengan bagaimana dirinya dipresentasikan di media sosial, bisanya ada pada generasi Z.

Untuk menghadapi insecure di sosial media, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, coba jauhi diri dari sosial media sejenak. Jika merasa terlalu banyak terpapar posting-posting orang lain yang membuatmu merasa tidak nyaman, cobalah untuk mengurangi waktu yang kamu habiskan di media sosial atau bahkan berhenti sementara menggunakannya atau bisa disebut puasa sosial media.

Kedua, carilah sesuatu yang bisa membuatmu merasa lebih percaya diri. Cobalah untuk menemukan kegiatan atau hobi yang bisa membuatmu merasa lebih percaya diri dan yakin dengan dirimu sendiri, seperti berolahraga yg kamu minati.

Ketiga, jangan terlalu mempercayai apa yang terlihat di media sosial. Ingatlah bahwa orang-orang di media sosial hanya menampilkan sisi terbaik dari dirinya, dan tidak semuanya seperti yang terlihat. Jadi, jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, kamu akan merasa lebih percaya diri dan tidak terlalu terpengaruh oleh apa yang terlihat di media sosial. Jadi, bersyukur atas apa yang ada pada dirimu sendiri dan jangan takut untuk menghadapi insecure di sosial media. Dengan sedikit usaha, kamu bisa merasa lebih nyaman dan percaya diri di media sosial,dan tetaplah jadi diri sendiri.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung
Muhammad Rizqi Rainer/KPI-3C

Etika Bermedia Sosial, Kamu Harus Tahu!

Media Sosial adalah sebuah platform media online yang mana penggunanya bisa dengan mudah mengakses, berpartisipasi, berbagi dan menciptakan sesuatu. Perkembangan media sosial baru-baru ini berkembang sangat pesat. Sehingga menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, pasalnya banyak masyarakat yang mendayagunakan media sosial namun kurang atau bahkan tidak memahami makna media dari itu sendiri. Perkembangan media sosial sendiri secara langsung berdampak terhadap tatanan dari perilaku manusia, baik sebagai sarana informasi maupun sebagai sarana sosialisasi dan interaksi antar manusia.

Media sosial seakan menjadi tempat menumpahkan segala aktivitas, ide bahkan keresahan setiap penggunanya dan tidak jarang mengesampingkan etika di dalamnya. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan bahasa non baku dan tidak remi dalam berkomunikasi, sebaran informasi yang tidak jelas kebenaran atau sumbernya, beredarnya gambar dan video yang mengandung sara, pornografi dan kekerasan yang tidak layak ditonton namun silih berganti muncul dalam trending. Hal-hal semacam inilah yang akhirnya mengakibatkan media sosial menjadi platform yang kurang berguna. Padahal, jika seseorang dapat dengan bijak dan beretika saat menggunakannya, maka akan banyak manfaat yang dirasa dari media sosial tersebut.

Jadi, bagaimakah kita harus beretika dalam media sosial? Berikut ulasannya:

1. Penggunaan Bahasa yang Baik

Interaksi dalam bermedia sosial akan lebih efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan. Adapun etika berkomunikasi yang baik dalam media sosial adalah dengan tidak menggunakan kata kasar, provokatif, porno ataupun sara. Etika tersebut tidak hanya untuk yang memberikan informasi saja melainkan juga bagi yang menerima informasi.

2. Berita yang Diinformasikan adalah Benar

Kebenaran dan kepastian dari sebuah informasi adalah hal utama yang perlu ditekankan. Bagi penyebar berita dituntut untuk cerdas dalam menyajikan berita, memastikan kebenaran isi berita berdasarkan hasil dari fakta yang ada. Sedangkan bagi penerima informasi atau pengguna media sosial, harus cerdas untuk menyaring beragam informasi yang disajikan. Melihat kembali apakah berita tersebut pasti dan jelas sumbernya, hal ini menghindarkan dari konsumsi informasi hoax.

3. Memberikan Informasi Pribadi Sewajarnya Saja

Tidak dapat dipungkiri bahwa bagi sebagian orang, media sosial digunakan sebagai wadah mengeksplore diri. Beragam konten berupa aktivitas sehari-hari, gaya hidup hingga pencapaian hidup dimuat di dalamnya. Hal ini memang menjadi hak setiap insan terhadap akun media sosial yang dimilikinya, namun alangkah baiknya kita tetap perlu waspada atau berhati-hari dalam menyajikan hal-hal tersebut. Penyebaran terkait data diri dan aktivitas sehari-hari  bisa kita berikan sewajarnya saja. Karena, risiko penyalahgunaan informasi pribadi juga sering kali terjadi. Banyaknya oknum tidak bertanggungjawab menggunakan informasi pribadi untuk kepentingan sendiri.

Adanya etika dalam bermedia sosial perlu ditanamkan pada diri setiap insan. Harapannya agar timbul rasa bertanggungjawab dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, bagi setiap orang yang menggunakan media sosialnya dengan etika yang baik, maka beragam informasi yang disajikannya juga akan bernilai baik. Hal ini akan berpengaruh pada track record penggunaan media sosial.

 

 

Aryni Sakinah – KPI 3 A

 

Dikirim dari Email untuk Windows

 

Arogansi Pengguna Motor Gede

Arogansi di kalangan pengendara motor gede seringkali terjadi karena sikap seseorang yang merasa superior atau lebih baik dari orang lain. Hal ini dapat terlihat dari sikap mereka yang seringkali tidak memperhatikan aturan lalu lintas, menggunakan kecepatan tinggi, dan tidak memperdulikan keselamatan pengendara lain.

Sikap arogansi seperti ini tentunya tidak seharusnya ditunjukkan oleh pengendara motor gede atau siapapun. Sebagai pengendara, kita harus memperlakukan orang lain dengan hormat dan tidak memandang rendah serta memperhatikan keselamatan kita sendiri maupun orang lain di jalan.

Selain itu, sikap arogansi juga dapat menyebabkan masalah keamanan di jalan. Ketika seseorang merasa superior, ia mungkin tidak memperhatikan aturan lalu lintas dan mengabaikan tanda peringatan, yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Dengan demikian, sangat penting bagi setiap pengendara untuk memperlakukan orang lain dengan hormat dan tidak menunjukkan sikap arogansi di jalan. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan kita sendiri maupun orang lain di jalan.

Muhammad Jauza Dhiya Ulhaq

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

KPI 3C

Bencana Tsunami Cianjur Jadikan Muhasabah

Bencana tsunami di Cianjur merupakan salah satu bencana alam yang menyedihkan dan merugikan bagi masyarakat yang terkena dampaknya. Banyak rumah yang hancur, kehilangan nyawa, dan terdapat kerusakan material yang tidak dapat diperbaiki. Hal ini tentunya sangat menyedihkan dan merugikan bagi masyarakat yang terkena dampaknya.

Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang disebabkan oleh perubahan besar pada dasar laut, seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi di dasar laut. Hal ini dapat menyebabkan gelombang tsunami yang dapat merusak segala sesuatu di pesisir pantai.

Maka dari itu, sebagai masyarakat yang hidup di daerah yang rawan terjadi tsunami, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri dengan baik. Kita harus mengetahui tanda-tanda kemungkinan terjadinya tsunami dan memahami bagaimana cara mengantisipasinya. Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa rumah kita terletak di tempat yang aman dan tidak rawan terkena dampak tsunami.

Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa kita memiliki perlengkapan dan kemampuan untuk mengantisipasi bencana, seperti memiliki kit survival yang lengkap atau memahami cara menyelamatkan diri saat terjadi tsunami.

Dengan demikian, bencana tsunami di Cianjur harus dijadikan muhasabah bagi kita semua untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi di kemudian hari. Kita harus memahami bahwa bencana alam tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi kapan saja, sehingga kita harus selalu siap menghadapinya dengan baik


by Muhamad Ardiansyah, Mahasiswa KPI (Komunikasi Penyiaran Islam ) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tragedi Kanjuruhan Jadikanlah Sebuah Pelajaran


 
Sepak bola merupakan sebuah olahraga yang sangat populer di dunia. Menurut Subagyo Irianto sepak bola adalah permainan dengan cara menendang sebuah bola yang diperebutkan oleh para pemain dari dua kesebelasan yang berbeda dengan maksud memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang sendiri, sepak bola menurut Herwin adalah permainan kelompok yang melibatkan banyak unsur, seperti fisik, teknik, taktik, dan mental. Pada intinya sepak bola merupakan sebuah olahraga yang melibatkan kerjasama tim untuk mencetak gol dan mempertahankannya agar meraih kemenangan.
Menurut Fédération Internationale de Football Association (FIFA) sebagai organisasi induk sepak bola Internasional, sepak bola berasal dari daratan Asia Timur, China, yaitu pada abad ke-2 dan ke 3. Pada masa Dinasti Han, masyarakat China sudah suka melakukan sepak bola dengan cara digiring dan dimasukkan ke dalam gawang. Pada zaman itu, sepak bola dikenal dengan nama 'Thu Chu', dan bola dibuat dari kulit binatang yang digulung-gulung. Setelah itu, sepak bola terus berevolusi hingga akhirnya memiliki wadah bernama FIFA yang dibentuk pada 21 Mei 1904. Sepak bola telah berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Tak heran, apabila olahraga ini sudah populer sejak dulu dan semakin disukai sampai sekarang. Bahkan di indonesia sepak bola sudah seperti hiburan rakyat karena antusiasme yang sangat tinggi.
Sepak bola indonesia identik dengan dukungan supporter yang fanatik dan kreatif. Itu merupakan sebuah ciri khas yang bisa dibanggakan walaupun terkadang fanatisme berlebih menjadi momok permasalahan dalam sejarah sepak bola indonesia. Para Oknum suporter yang lebi mementingkan egoisme sudah banyak memakan korban jiwa,seperti contohnya kejadian 10 Maret 2012 menyajikan Persebaya vs Persela Lamongan menewaskan lima nyawa suporter,lalu laga lanjutan Liga 1 tahun 2018 yang mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung di stadion GBLA (29/8/18) juga memakan korban, salah satu suporter Persija Jakarta tewas dikeroyok oknum pendukung Persib Bandung,dan kejadian terkahir yaitu Tragedi Kanjuruhan. Walaupun tragedi kanjuruhan bukan disebabkan karena bentrokan antara 2 supporter tapi kejadian ini banyak memakan korban jiwa. Tragedi Kanjuruhan memang sedang hangat dibicarakan,Banyak orang yang bertanya siapakah yang patut disalahkan? Terlepas dari itu,tragedi ini harus dijadikan sebuah pelajaran untuk sepak bola di masa depan. Karena tragedi ini sebenarnya bisa diredam apabila diterapkannya aturan aturan yang telah diatur FIFA.
Karena FIFA sebagai Federasi Sepak bola dunia setidaknya telah mengatur beberapa aturan agar kericuhan di stadion dapat diredam, contohnya dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations. Di pasal 19 b tetulis: no firearms or crowd control gas shall be carried or used. Kalimat itu berarti senjata api atau gas untuk mengontrol kerumunan dilarang dibawa serta digunakan.Lalu dalam pasal 60 FIFA mengatur upaya pencegahan tindakan provokatif dan agresif. Upaya ini berupa panpel harus bekerja sama dengan otoritas keamanan setempat dan petugas penghubung antara panitia dan penonton untuk memastikan tidak ada perilaku yang mengancam keselamatan atau keamanan di dalam atau luar stadion, lalu Pasal 62 mengatur adanya langkah antisipasi pada suatu pertandingan yang berisiko tinggi dan Pasal 45 mengharuskan ada rencana kontrol jika terjadi penumpukan penonton. Kebijakan Kebijakan FIFA ini seharusnya bisa diterapkan agar tidak ada lagi nyawa yang menghilang akibat egoisme para oknum suporter. Karena seharusnya sepak bola menjadi ajang hiburan yang aman untuk di nikmati oleh semua kalangan.
Oleh karena itu untuk kedepannya selain aturan aturan tersebut wajib diterapkan, suporter pun harus lebih dewasa dalam mendukung tim kebanggaan, selain itu keseriusan federasi sepak bola nasional pun harus ditingkatkan agar sepak bola indonesia tertata lebih baik, karena ketika semua sudah dibenahi dengan baik dan serius bukan tidak mungkin sepak bola indonesia akan maju dan dapat pentas di piala dunia.

Ainnayya Zoelva Rai Hakim
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
081310696304
Cipadung - Kota Bandung

Pentingnya Menjaga Keamanan Dan Privasi Sosial Media

Hacker sosial media adalah orang yang menggunakan keahlian teknisnya untuk mengakses atau mengubah informasi yang disimpan dalam akun media sosial seseorang. Ini dapat meliputi mencuri password, menyebarkan informasi palsu atau memperoleh akses ke informasi pribadi seseorang.

Sementara beberapa orang mungkin melihat hacking sosial media sebagai cara untuk memperoleh keuntungan atau keuntungan pribadi, banyak orang lain menganggap ini sebagai tindakan yang tidak etis dan bahkan ilegal. Hal ini karena hacking sosial media dapat merusak reputasi seseorang, menyebabkan kerugian finansial, atau menyebabkan masalah lainnya.

Dalam beberapa kasus, hacker sosial media juga dapat menyalahgunakan informasi yang diperolehnya untuk menyebarkan propaganda atau menyebarkan kebencian. Ini dapat merusak reputasi orang lain dan menyebabkan masalah sosial atau politik.

Secara umum, hacking sosial media dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan bahkan ilegal karena merusak reputasi orang lain, menyebabkan kerugian finansial, dan menyebarkan propaganda atau kebencian. Oleh karena itu, adalah penting untuk menjaga keamanan akun media sosial Anda dan selalu berhati-hati terhadap orang-orang yang mungkin mencoba untuk mengakses informasi pribadi Anda.

 

Muhammad Jauza Dhiya Ulhaq

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

KPI 3C

Apresiasi Langkah Cepat BIN Dan Relawan Gempa Cianjur

Seperti kita ketahui dari berbagai media, Gempa magnitudo M5,6 telah mengguncang kota Cianjur pada Senin, 21 November 2022 pukul 13.21.10 WIB. Dengan episenter pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat.

Berbagai data yang penulis peroleh, kombinasi beberapa faktor diduga membuat gempa Cianjur menjadi memicu banyak kerusakan permukiman dan menimbulkan banyak korban jiwa. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan Magnitudo 5,6 itu terletak di darat pada koordinat 107,05 BT dan 6,84 LS, berjarak sekitar 9,65 km barat daya Kota Cianjur atau 16,8 km timur laut Kota Sukabumi dengan kedalaman 10 km.

Disamping duka yang terjadi di Cianjur, banyak sekali relawan yang cepat tanggap dan siap siaga dalam membantu sesama untuk menemukan dan menyelamatkan para korban gempa Cianjur. Selain membantu terjun langsung kelapangan ada juga yang memberi bantuan dana untuk para korban dengan memberi makanan, pakaian, maupun uang sekalipun.

Apresiasi patut kita berikan juga kepada BIN atas gerak cepat dan langkah humanisnya didalam memberikan bantuan kepada korban gempa. Penulis melihat kehadiran Posko BIN sebagai wujud langkah humanis dan peran serta BIN didalam menjaga kepentingan nasional.

Seperti kita ketahui dari berbagai pemberitaan, Untuk membantu menangani korban gempa Cianjur Badan Intelejen Negara bergerak cepat membangun Posko Bantuan di jalan Labuan – Cianjur. Pendirian Posko Bantuan BINDA Jabar di Cianjur langsung dipimpin Kabinda Jabar Brigjen TNI Ruddy Prasemilsa Mahks, dengan mendirikan 3 posko, diantaranya  tenda pengungsi 1 (kapasitas 60 orang) Kemudian tenda pengungsi 2 (kapasitas 25 orang), serta tenda untuk tenaga kesehatan. Selain mendirikan tiga posko bantuan, BINDA Jabar juga memberikan bantuan berupa logistic bagi korban terdampak gempa di Cianjur.

Muhammad Jauza Dhiya Ulhaq

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

KPI 3C

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos