Ujian di Balik Kesenangan Duniawi


Dakwahpos.com, Bandung– Kesenangan sering kali melalaikan manusia. Hidup terasa mudah seakan-akan tidak ada masalah. Padahal, seperti yang diingatkan Ustadz Devi Idan dalam kajian Tafsir Mufrodat di Masjid Baitul Kamal Ciganitri, kesenangan pun bisa menjadi ujian.

Istidraj merupakan salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah SWT kepada manusia dalam wujud kesenangan duniawi. Ujian ini sering kali tidak disadari karena hadir dalam bentuk yang menyenangkan, bukan dalam kesulitan. Pemahaman terhadap istidraj penting agar manusia tidak terperdaya oleh kenikmatan yang justru menjauhkan dari ketaatan.

Di dalam Surat Az-Zumar ayat 49 Allah SWT berfirman:
‎فَاِ ذَا مَسَّ الْاِ نْسَا نَ ضُرٌّ دَعَا نَا ۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا  ۙ قَا لَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
‎"Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami memberikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Ayat di atas menggambarkan sifat manusia yang mudah berbalik ketika menghadapi dua kondisi, kesusahan dan kelapangan. Ketika dalam kesulitan, manusia cenderung mendekat kepada Allah, tetapi saat diberikan kemudahan, banyak yang lupa dan merasa semua capaiannya adalah hasil usahanya sendiri.
‎Kesenangan dan kemudahan hidup bukan semata tanda keberkahan, melainkan bagian dari ujian Allah untuk menilai sejauh mana manusia mampu bersyukur dan tetap taat kepada-Nya. Baik kesenangan maupun kesulitan adalah ujian yang menuntut keikhlasan dan keteguhan iman supaua manusia tidak tertipu oleh kesenangan dunia.
‎Oleh: M. Hafizh Arsy Jibril, KPI/3C

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024