Dakwahpos.com, Bandung — Jamaah ibu-ibu Majelis Taklim Masjid At-Taqwa antusias mengikuti pengajian rutin mingguan yang diselenggarakan pada Senin (14/09/2026) sore di Masjid At-Taqwa, Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Siti Khodijah hadir sebagai penceramah untuk menyampaikan tafsir Surat Al-An'am ayat 74 hingga 79 guna mengajak jamaah memetik pelajaran tauhid dan penggunaan logika dari perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS. Kegiatan ini digelar untuk memperdalam pemahaman Al-Qur'an sekaligus memperkuat akidah para ibu dalam membina keluarga di lingkungan sekitar.
Ustazah Siti Khodijah menekankan bahwa perjalanan Nabi Ibrahim AS dalam memperhatikan fenomena benda langit mengajarkan pentingnya menyatukan logika berpikir ilmiah dengan keimanan yang kokoh. Beliau mengingatkan bahwa alam semesta beserta isinya hanyalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT, sehingga hanya Sang Pencipta yang berhak disembah, bukan ciptaan-Nya yang bersifat sementara dan akan sirna.
Dalam pemaparannya, Ustazah Siti Khodijah mengulas secara rinci runtutan ayat yang dibacakan. Beliau menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim AS menyaksikan fenomena bintang, bulan, hingga matahari yang terbit lalu tenggelam. Pengamatan tersebut menjadi bukti rasional bahwa sesuatu yang berubah dan tenggelam tidak memiliki sifat ketuhanan. Metode kritis yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS ini menjadi teladan bahwa Islam adalah agama yang sangat menghargai akal pikiran sehat.
Lebih lanjut, Ustazah Siti Khodijah menggarisbawahi pentingnya prinsip keteguhan Nabi Ibrahim AS saat menyatakan berlepas diri dari segala bentuk penyekutuan terhadap Allah (bari'um mimma tusyrikun). Menurut beliau, pesan ini sangat relevan bagi para ibu di era modern agar senantiasa membentengi rumah tangga dari pemikiran atau kebiasaan yang menyimpang dari nilai-nilai ketauhidan.
Pendekatan pembelajaran tafsir secara perkata (lafdziyah) yang diterapkan dalam pengajian ini memudahkan para jamaah untuk memahami makna kosa kata Al-Qur'an secara langsung. Jamaah tidak hanya diajak menyimak lantunan ayat suci, tetapi juga diajak menyelami hikmah di balik kisah-kisah para nabi agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan sesi doa bersama. Seluruh jamaah memanjatkan doa untuk kesehatan bersama, kesembuhan bagi jamaah yang sedang sakit, serta keberkahan bagi keluarga yang telah mendahului.
Tidak ada komentar
Posting Komentar