Dakwahpos.com, Bandung - Unit Kegiatan Mahasiswa Belajar Al-Qur'an Intensif (UKM BAQI) Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Diklat Pengajar 2 bagi pengajar program Bimbingan Baca Al-Qur'an dan Baca Tulis Al-Qur'an (BBQ BTQ) semester ganjil. Kegiatan ini berlangsung Ahad, (13/09/2026), pukul 08.50 hingga 10.20 WIB, di Aula ITC Masjid Al-Furqan UPI, Bandung.
Ketua Umum UKM BAQI UPI, Lintang Luthfi Pastika, menjelaskan bahwa diklat ini digagas agar seluruh pengajar memiliki kesamaan visi dengan panitia penyelenggara program BBQ BTQ. Menurutnya, keselarasan pemahaman antara pengajar dan pengurus menjadi kunci agar program berjalan sesuai arah yang sudah direncanakan bersama.
"Kita perlu memiliki satu paham, satu pikiran, baik dari pengajar maupun dari kami selaku panitia penyelenggara," ujar Lintang.
Selain menyamakan visi, Lintang menyebut diklat ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pengajar. Ia menyoroti variasi pengalaman di antara para pengajar, mulai dari yang benar-benar baru hingga yang sudah pernah mengajar sebelumnya.
"Ada pengajar yang belum punya pengalaman sama sekali, ada juga yang sudah berpengalaman, jadi kami perlu membekali mereka lewat diklat ini," katanya.
Soal sasaran peserta, Lintang memastikan Diklat Pengajar 2 hanya diperuntukkan bagi pengajar program BBQ BTQ yang telah terdaftar melalui sistem open recruitment BAQI UPI, bukan untuk mahasiswa secara umum.
"Diklat ini terbuka hanya untuk para pengajar yang sudah mendaftar lewat open recruitment program BBQ BTQ," jelasnya.
Terkait pemilihan lokasi, Lintang mengungkapkan Masjid Al-Furqan UPI dipilih sebagai upaya UKM BAQI memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan mahasiswa. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat mendorong lebih banyak mahasiswa berkunjung ke masjid, tidak hanya untuk shalat.
"Kalau bukan dengan kegiatan seperti ini, bisa saja mahasiswa jarang ke masjid selain untuk shalat," ujar Lintang. Ia menambahkan, pemilihan lokasi juga didasari kerja sama yang sudah terjalin antara BAQI dan pengelola Masjid Al-Furqan UPI.
Reporter : Muhammad Faris Asy Syauqi
Tidak ada komentar
Posting Komentar