Ustaz Rahmat Ajak Pemuda Bangun Peradaban Lewat Marhabanan

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung- Kegiatan marhabanan dan pembacaan sholawat kembali di hidupkan di Masjid At-Taqwa Cibiru guna memakmurkan masjid serta mempererat silaturahmi antarwarga dikawasan pinggir kota. Tradisi keagamaan yang sempat vakum di masjid tersebut kini dikemas secara efisien dan konsisten setiap pekan.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan ini diprakarsai oleh ketua DKM At-Taqwa, Pak Ahmad, yang berisiatif  membangkitkan kembali budaya syiar dilingkungan setempat. Rangkaian acara di isi dengan tawasul, doa bersama unuk warga yang telah meninggal atau pun yang sedang sakit, pembacaan yasin, hingga pembacaan selawat Mahalul Qiyam.

Pengurus masjid menjelaskan bahwa pembatasan durasi kegiatan sengaja ditetapkan agar seluruh rangkaian telah selesai saat waktu salat isya tiba, sehingga tidak memberatkan Jemaah dan tetap menjaga kekhusyukan.

“Tujuan awal kegiatan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mensyiarkan agama islam, meghidupkan masjid, serta memakmurkan masjid,” Ungkap Ustaz Rahmat

Selain sebagai sarana ibadah, majlis ini juga memegang peranan penting adalam pembagian waktu kegiatan seorang muslim. Antusiasme masyarakat pun terus meningkat, terlihat dari Jemaah yang awal semulanya hanya berlima kini berkembang mencapai belasan hingga puluhan orang.

“Kalau siang ini untuk ma’isyah duniawi, tetapi kalau sudah malam, khusus dari Magrib sampai Subuh, itu ma’isyah untuk ukhrawi atau kehidupan akhirat. Bagaimana caranya menjdikan malam kita untuk beribadah kepada Allah Swt,” imbuhnya.

Generasi muda turut menjadi sasaran utama pesan dakwah dalam kegiatan ini. Pengurus berharap para pemuda dapat meprioritaskan waktu mereka untuk kegiatan positif yang bernilai ibadah dibandingkan menghabiskan waktu secara sia-sia.

“Pesan untuk kita selaku muda-mudi harapan bangsa menuju Indonesia Emas, dari pada gawai hanya di hunian, lebih baik kut andil dan berpartisipasi dalam hal-hal kebaikan,” ucap Ustaz Rahmat.

“Peradaban itu dimulai dari masjid, sosialisasi terbaik bukan ditempat ngopi atau tongktongan, melainkan di masjid karena di situlah berbagai kalangan masyarakat berkumpul,” Tegas Ustaz Rahmat menutup perbincangan.

Reporter: Fatimatu Zahro KPI/3B

 

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos