Dedikasi Ustaz Iqbal Mustafani, Kiprah Imam Tetap dan Penggerak Syiar Digital di Masjid Al-Huda

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos.com, Ngamprah- Mengemban amanah sebagai sosok di garda terdepan dalam membimbing ibadah umat bukanlah tugas yang ringan. Hal inilah yang dijalani dengan penuh keikhlasan oleh Ustaz Iqbal Mustafani, S.Sos., yang sehari-harinya bertugas sebagai Imam Tetap di Masjid Al-Huda, Komplek Permata Cimahi, Ngamprah. Dedikasinya tidak hanya sebatas memimpin salat lima waktu, tetapi juga menghidupkan berbagai program syiar Islam bagi masyarakat sekitar.

Ustaz Iqbal merupakan pemuda inspiratif lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, Jakarta. Berbekal ilmu agama dan semangat dakwah yang kuat dari bangku kuliah, ia menapaki jalan dakwah untuk memakmurkan masjid dan membina spiritualitas jemaah dari berbagai kalangan usia.

Jejak perjalanannya di Masjid Al-Huda bermula saat ia masih menjadi santri di Pondok Pesantren Tahfiz Quran (PPTQ) Kendaga Insan Mulia. Pada masa program hafalan Al-Qur'an antara tahun 2023 hingga 2025, ia beserta rekan-rekan seangkatannya kerap ditugaskan menjadi imam. Namun, ketika masa program selesai pada pertengahan tahun 2025 dan rekan-rekannya kembali ke kampung halaman, Ustaz Iqbal secara khusus diminta oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Huda untuk menetap dan melanjutkan kembali.

Menariknya, peran Ustaz Iqbal di Masjid Al-Huda tidak hanya terbatas di area mimbar dan mihrab. Mengikuti perkembangan jaman, ia juga diberi tugas amanah sebagai pembuat konten masjid. Ia aktif mengelola dan memproduksi konten dakwah di berbagai platform media sosial Masjid Al-Huda Permata, mulai dari Instagram, YouTube, TikTok, hingga Facebook, guna memperluas jangkauan syiar.

Selain mengurus ranah digital dan ibadah mahdah, rutinitas harian Ustaz Iqbal juga diisi dengan pendidikan Al-Qur'an. Setiap hari Senin hingga Jumat, ia mendedikasikan waktu sorenya untuk mengajar kelas Iqra bagi anak-anak sekitar, yang kemudian dilanjut dengan kelas Al-Qur'an setelah waktu Magrib.

Kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas keilmuannya juga meluas ke ranah pendidikan formal. Atas permintaan salah satu pengurus DKM Al-Huda, Ustaz Iqbal kini juga bertugas sebagai tenaga pengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ummul Quro yang berlokasi di daerah Cijerah.

Menjalani peran ganda tersebut tentu memiliki dinamika tersendiri. Bagi Ustaz Iqbal, tugas sebagai imam adalah bagian integral dari syiar Al-Qur'an. Ia menyimpan harapan besar agar lantunan ayat suci yang dibacanya saat shalat dapat menyentuh hati para jemaah dan memotivasi mereka untuk terus belajar mendalami Al-Qur'an.

Meski demikian, tugas mulia ini juga datang dengan disiplin kedisiplinan tingkat tinggi. Ustaz Iqbal mengungkapkan bahwa komitmen terberat menjadi imam tetap adalah waktu yang sangat terikat. Ia harus memastikan dirinya selalu hadir untuk memimpin jemaah dalam waktu shalat lima setiap harinya.

"Waktunya jadi terikat. Misalnya kalau sedang ada acara di luar, di Kota Bandung, selalu kepikiran bagaimana agar waktu Asar sudah harus kembali berada di masjid. Kita tidak bisa bebas memilih salat di masjid lain tanpa izin terlebih dahulu," ungkap Ustaz Iqbal.

Melihat ke depan, Ustaz Iqbal memiliki visi khusus terkait regenerasi dan kesejahteraan masjid. Ia mengenang masa kejayaan pemuda Masjid Al-Huda yang dahulu memiliki komunitas aktif bernama "Jafanis" (Remaja Harapan Islam) yang rutin mengajar TPA. Seiring berjalannya waktu, para pemuda tersebut beranjak dewasa dan merantau. Ke depannya, ia sangat berharap anak-anak usia SMP yang ada saat ini dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang kembali meramaikan syiar di Masjid Al-Huda.

Wartawan: Muhammad Darrel Atharafi, KPI/3C

 

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos