Ustaz Faisal Yusuf Sampaikan Tiga Kunci Kemuliaan Abadi

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Ngamprah- Setiap manusia tentu mendambakan kemakmuran dalam hidupnya. Menjawab fitrah tersebut, Ustaz Faisal Yusuf dalam khotbah Jumatnya di Masjid Al-Huda, Komplek Permata Cimahi, Ngamprah, membagikan rahasia besar tentang bagaimana seorang muslim dapat meraih kemuliaan sejati yang diridai oleh Allah Swt. pada Jumat (2/10/2026).

Dalam khotbahnya yang menggugah kesadaran jemaah, Ustaz Faisal mengingatkan bahwa kemuliaan sering kali salah diartikan oleh manusia. Banyak orang yang mati-matian mengejar kehormatan melalui harta, jabatan, atau kedudukan duniawi. Padahal, beliau menegaskan bahwa segala kemuliaan sejatinya mutlak hanya milik Allah Swt. sebagaimana termaktub dengan jelas dalam Surat Fatir ayat 10.

Mengutip ulama besar Al-Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam, khatib berpesan agar umat Islam tidak menyandarkan kemuliaan pada sesuatu yang fana. “Apabila kalian menghendaki kemuliaan yang tidak pernah musnah, maka janganlah kalian mencari kemuliaan yang kelak akan sirna,” kutip Ustaz Faisal di hadapan para jemaah.

Untuk meraih kemuliaan yang abadi tersebut, Ustaz Faisal menguraikan tiga kunci utama. Kunci yang pertama adalah senantiasa menjaga ucapan yang baik (al kalimut thayyibu) dan memperbanyak amal saleh. Keduanya merupakan kendaraan yang akan mengangkat derajat seorang hamba kemuliaan menuju sisi Allah Swt.

Lebih lanjut, beliau memberikan peringatan keras bahwa gelar, profesi, bahkan ilmu agama sekalipun tidak akan membawa kemuliaan jika tidak dibarengi dengan akhlak dan tutur kata yang baik. Seseorang yang memegang ilmu agama namun ucapannya buruk, justru ilmu itulah yang kelak akan menghinakan dirinya sendiri.

Kunci kedua untuk mendapatkan kemuliaan adalah dengan senantiasa mengikuti jejak langkah dan sunnah Rasulullah saw (ittiba'un nabi). Ustaz Faisal menegaskan bahwa tidak ada jalan kemuliaan tertinggi di alam dunia ini selain dengan meneladani kehidupan Baginda Nabi Muhammad saw.

Mengikuti sunnah Rasulullah bukan sekedar rutinitas ibadah, melainkan bentuk pembuktian nyata cinta seorang hamba kepada pencipta-Nya. Dengan menjadikan Nabi sebagai uswatun hasanah atau suri tauladan yang baik, seorang muslim otomatis sedang meniti jalan lurus menuju kemuliaan yang telah Allah janjikan.

Adapun kunci ketiga dan yang paling mendasar adalah memiliki hati yang bersih (qalbun salim). Ustaz Faisal menekankan bahwa kemuliaan hanya akan bermukim di dalam dada manusia yang suci dari sifat-sifat kotor, dengki, dan terutama penyakit kesombongan.

Sebagai bahan renungan yang mendalam, khatib mengisahkan tragedi jatuhnya Iblis. Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, Iblis telah mengabdi kepada Allah selama 180.000 tahun, namun seluruh ibadah panjangnya hangus dan ia dihinakan semata-mata karena setitik kesombongan di hati yang merasa lebih baik dari Nabi Adam.

Di penghujung khotbahnya, Ustaz Faisal Yusuf mengajak seluruh jemaah Jumat Masjid Al-Huda untuk terus bermuhasabah dan membersihkan hati. Ia meyakinkan bahwa perpaduan harmonis antara ucapan yang baik, ketaatan penuh pada sunnah Nabi, dan kebersihan hati adalah jaminan pasti untuk meraih kemuliaan yang tak terhingga dari Allah Swt.

Reporter: Muhammad Darrel Atharafi, KPI/3C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos