H. Abdul Qodir, S.H. Ajak Jamaah Jaga Persatuan Umat

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung- H. Abdul Qodir, S.H. mengajak jamaah Masjid Al-Araaf untuk kembali berpedoman pada Al-Qur'an, meneladani Rasulullah saw., serta menjaga persatuan umat Islam.

Ajakan itu disampaikan Beliau dalam khutbah Jumat bertema "Menjaga Persatuan Umat: Kembali kepada Al-Qur'an dan Teladan Rasulullah saw." di Masjid Al-Araaf, Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Jumat (18/9/2026).

Dalam khutbahnya, Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan satu-satunya kitab suci yang seluruh ajarannya telah tuntas dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. semasa hidupnya, berbeda dengan kitab suci agama-agama lain. Karena itu, mengenal Rasulullah melalui sirah Nabawiyah menjadi cara utama umat meneladani ajaran Islam secara utuh.

"Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah," ujar Beliau mengutip firman Allah, yang bermakna sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi umatnya.

Beliau menuturkan, seiring menyebarnya Islam ke berbagai wilayah dan berbenturan dengan budaya setempat, sebagian ajaran mulai bergeser dan bercampur dengan tradisi lokal, bahkan memunculkan sejumlah kelompok yang menyimpang dari ajaran aslinya. Menurutnya, para ulama kemudian berupaya mengembalikan pemahaman umat melalui kajian sirah Nabawiyah agar tidak sekadar beragama karena ikut-ikutan budaya atau leluhur.

"Allah Swt. berjanji bahwa ajaran ini tidak akan musnah selama umat memelihara Al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya," kata Beliau, seraya menyebut peringatan Maulid Nabi sebagai salah satu sarana yang dihidupkan ulama untuk menumbuhkan kembali kecintaan umat kepada Rasulullah.

Beliau juga menyoroti fenomena umat Islam saat ini yang lebih sering membuka media sosial dibandingkan membuka Al-Qur'an. Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Furqan, "Ya Rabbi inna qaumittakhadzu hadzal qur'ana mahjura," yang menurutnya bermakna Al-Qur'an telah dijadikan sesuatu yang diabaikan dan ditinggalkan oleh sebagian umatnya sendiri.

Selain itu, Beliau mengingatkan bahwa upaya menjauhkan umat dari ajaran Islam turut menyasar sosok Rasulullah, salah satunya melalui tudingan bid'ah terhadap peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, tudingan semacam ini kerap memicu klaim saling menyalahkan antarsesama umat Islam, hingga menimbulkan perpecahan dan perselisihan pendapat.

"Waspadalah dengan setiap apa pun yang mengklaim bahwa kelompoknya paling benar, sementara yang lain salah," ujar Beliau, mengingatkan bahwa perpecahan semacam itu berpotensi menjadi celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah umat Islam dari dalam.

Beliau mengajak seluruh jamaah untuk mempertahankan persatuan Islam dan tidak saling bertengkar karena persoalan yang sebenarnya tidak prinsip, agar kehancuran umat tidak justru datang dari perpecahan sesama umat Islam sendiri.

Reporter: Asep Aprezal, KPI/3D

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos