Dakwahpos.com, Balikpapan — Prof. Dr. Abdullah, M.Si. Guru Besar Ilmu Dakwah, UIN Sumatera Utara, terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) periode 2026–2030 dalam Kongres APDII VII yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat, 6 Juni 2026.
Pemilihan Ketua APDII tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan FORDAKOM, Forum Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi PTKI se-Indonesia. Pemilihan ini diikuti oleh 25 dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari berbagai PTKI di Indonesia serta sejumlah guru besar.
Dalam proses pemilihan, Prof. Dr. Abdullah, M.Si. memperoleh 14 suara. Ia unggul dari Prof. Dr. Najahan Musyafak, M.A. yang memperoleh 9 suara, dan Prof. Dr. Entad Musaddad, M.A. yang memperoleh 2 suara.
Terpilihnya Prof. Abdullah diharapkan menjadi momentum penguatan APDII sebagai wadah akademisi dan profesi dai di Indonesia. APDII ke depan menurut Prof Abdullah diharapkan semakin berperan dalam pengembangan keilmuan dakwah dan komunikasi, sekaligus memperkuat kualitas program studi dan fakultas dakwah dalam merespons berbagai isu keumatan, kebangsaan, dan perkembangan komunikasi kontemporer.
Ketua APDII periode 2022–2026, Prof. Dr. Muhammad Sulthon, M.Ag., menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat memperkuat soliditas organisasi dan memperluas kontribusi keilmuan dakwah. Menurutnya, APDII perlu terus mengembangkan institusi serta kajian-kajian dakwah agar mampu memberi kontribusi nyata, tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi juga pada ruang yang lebih luas.
“Kita berharap 2026–2030 itu semakin solid dan semakin bisa mengembangkan institusi maupun kajian-kajian dakwah, sehingga betul-betul kontributif untuk menciptakan dan mendorong rahmatan lil alamin, bukan cuma untuk wilayah Indonesia, syukur bisa di wilayah yang lebih luas,” ujar Prof. Sulthon.
Ia menambahkan, berbagai fenomena dakwah kontemporer perlu terus direspons oleh APDII, baik yang bersifat lokal maupun internasional. Salah satu fenomena yang disebutnya adalah gerakan hijrah yang berkembang di tengah masyarakat.
“Fenomena yang terjadi dan sudah direspons oleh APDII bukan cuma isu-isu lokal, tetapi juga internasional. Banyak sekali yang bisa kita respons, misalnya gerakan hijrah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari harapan kita untuk pertumbuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FORDAKOM periode 2024–2026, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A., menilai kolaborasi antara APDII dan FORDAKOM selama ini telah berjalan kuat. Menurutnya, sinergi kedua organisasi tersebut penting dalam memperkuat eksistensi keilmuan dakwah dan komunikasi melalui berbagai pendekatan akademik.
Prof. Hasan menyebut kolaborasi APDII dan FORDAKOM telah melahirkan banyak kegiatan akademik, baik dalam skala nasional maupun internasional. Karena itu, kepengurusan baru APDII diharapkan dapat melanjutkan sekaligus memperluas kerja sama strategis tersebut.
Dengan terpilihnya Prof. Dr. Abdullah, M.Si., APDII diharapkan mampu memperkuat peran akademisi dan profesi dai dalam pengembangan dakwah, komunikasi Islam, serta peningkatan mutu kelembagaan fakultas dan program studi di lingkungan PTKI se-Indonesia.

Tidak ada komentar
Posting Komentar