Filosofi Dibalik Indahnya Masjid Raya Al-Jabbar, Ketika Seni berbicara Tentang Iman

Dakwahpos, Bandung - Siapa yang tak tau dengan Masjid Al-Jabbar? Masjid yang familiar dengan ikonik arsitekturnya ini berhasil memikat hati siapa saja pada pandangan pertama. Namun siapa sangka dibalik keindahannya, ada makna tersirat dibalik setiap sudut bangunannya, Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Bandung, Jawa Barat.
 
Tak banyak yang tau, konsep masjid ini menurut Pak Ridwan Kamil terinspirasi dari rumus matematika Aljabar yang ditemukan oleh ilmuwan muslim Al-Khowarizmi. Rumus ini direpresentasikan dalam bentuk lengkungan kurva yang saling bertumpuk, membentuk kanopi di sekeliling masjid yang berjumlah 88 buah. Dengan gaya desain yang futuristik berbalut elemen islami, Masjid Al-jabbar terlahir dari perpaduan arsitektur modern dengan aksentuasi Masjid Turki yang dihias dengan seni dekoratif khas Jawa Barat.
 
Sebagaimana dijelaskan Hilman Ardika dalam wawancaranya pada Rabu (8/10), 5 tiang Aksara menjulang dengan ornamen "tusuk sate" yang berada dibagian puncak masjid, melambangkan 5 pilar rukun islam, 4 menara yang masing-masing terletak di setiap sudut masjid dengan ketinggian 99 meter, dan lebar wilayah area sholat  seluas 99  99 meter persegi, bernaung pada kalimat Asmaul Husna, ada 27 relung yang mewakili 27  kota kabupaten di  Jawa Barat dengan nuansa dekor seni batik pada masing-masing relung yang mewakilkan ciri khas setiap kabupaten yang ada di Jawa Barat.

Ia menyebutkan seni bisa menjadi sarana dakwah yang efektif. Keindahan seni dalam masjid bukan sekadar hiasan semata, tetapi bisa menjadi pintu masuk menuju cahaya hidayah-Nya. Dari yang awalnya hanya berniat berkunjung dan terpukau oleh estetika bangunan masjid, tak sedikit yang akhirnya menetapkan hati untuk bersujud dan mengenal islam lebih dalam. Ketika seni dan spiritualitas berpadu, masjid menjelma menjadi ruang yang merangkul siapa pun yang datang. Tak heran, mereka yang awalnya hanya ingin melihat, justru menemukan makna yang lebih, dalam keheningan, kedamaian, bahkan jalan menuju iman.

Reporter: Chalilla Salsabila, KPI/3A

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024