Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Rektor UIN Bandung: Kemerdekaan Harus Membebaskan dari Kemiskinan dan Kebodohan


Dakwahpos.com, Bandung - UIN Sunan Gunung Djati Bandung gelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 lapang Kampus 2  pada Ahad, (17/9/2025). Sivitas akademika, termasuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut hadir dalam acara tersebut.

Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat yang menekankan makna kemerdekaan.

“Kemerdekaan dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan adalah cita-cita yang harus terus kita perjuangkan,” ungkap Prof. Rosihon di hadapan peserta upacara.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang berdaulat harus mampu mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri dan merdeka dari kebodohan. 

“Kita harus berdaulat dan mampu memenuhi pangan sendiri. Sesuai dengan semangat pendidikan, kita juga dituntut memerdekakan dari ketidaktahuan dan kebodohan,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan bangsa. Pendidikan yang berkualitas dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Mempersiapkan alumni yang unggul adalah bagian dari upaya mengurangi kemiskinan,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh sebatas formalitas tapi juga substantif. 

“Kita harus mensyukuri kemerdekaan secara substantif, inhern dalam diri kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga UIN Bandung tetap sebagai kampus terdepan. 

“Jangan hanya pimpinan, tapi semuanya harus bersama-sama berjuang. Kita harus melaju dengan kecepatan yang sama,” tutur Prof. Rosihon.

Dalam amanatnya, rektor juga mengaitkan makna kemerdekaan dengan merujuk firman Allah dalam QS. An-Nashr ayat 1–3. 

“Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah bentuk nasrullah atau pertolongan Allah, yang kemudian memberikan fath atau kemenangan bagi bangsa ini,” terangnya.

Ia menambahkan, ayat tersebut juga relevan dalam konteks UIN Bandung. 

“Masyarakat berbondong-bondong masuk ke kampus kita. Maka, sesuai perintah ayat itu, kita harus memperbanyak tasbih, tahmid, bersyukur, dan beristighfar,” jelas Rektor.

Ketua Prodi KPI, Dr. H. Nase Saifuddin, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukurnya karena bisa berpartisipasi dalam momentum ini. 

“Saya bersyukur bisa ikut serta dalam peringatan penting ini. Semoga semangat kemerdekaan terus tumbuh di tengah civitas akademik UIN Bandung,” ujarnya.

Sekretaris Prodi KPI, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag., juga menyampaikan rasa syukurnya dengan meneladani para pejuang. 

“Kebahagiaan ini bukan hanya karena kita hadir dalam upacara, tetapi juga karena kita bisa meneladani semangat juang kemerdekaan untuk diterapkan dalam dunia akademik,” tuturnya

Prodi KPI UIN Bandung Turut Berpartisipasi dalam Peringatan HUT RI ke-80



Dakwahpos.com, Bandung - UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kampus 2  pada Ahad, (17/8/2025) Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sivitas akademika, termasuk Pengelolaan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat tentang makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Mengutip naskah sambutan dari Presiden RI, Rektor  menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan.

“Merdeka dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan adalah cita-cita yang harus terus kita perjuangkan,” ungkap Prof. Rosihon.

Ia juga menambahkan bahwa kedaulatan bangsa perlu diwujudkan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. 
“Kita harus berdaulat dan mampu memenuhi pangan sendiri. Sesuai dengan semangat pendidikan, kita juga dituntut memerdekakan diri dari ketidaktahuan dan kebodohan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Rosihon menekankan pentingnya peran pendidikan sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik akan berkontribusi besar dalam mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat.

“Mempersiapkan alumni yang unggul adalah bagian dari upaya mengurangi kemiskinan,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa memperingati kemerdekaan tidak cukup hanya dengan kegiatan rutin atau formal. “Kita harus mensyukuri kemerdekaan secara substantif, inhern dalam diri kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa UIN Bandung harus tetap menjadi kampus terdepan. “Jangan hanya pimpinan, tapi semuanya harus bersama-sama berjuang. Kita harus melaju dengan kecepatan yang sama,” tutur Prof. Rosihon.

Ketua Prodi KPI, Dr. H. Nase Saifuddin, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya upacara tersebut. 
“Kami bersyukur bisa ikut serta dalam momentum penting ini. Semoga spirit kemerdekaan terus hidup di tengah civitas akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Prodi KPI, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag., juga mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya turut berbahagia dengan peringatan ini bukan hanya karena kita hadir dalam upacara, tapi juga karena kita bisa meneladani semangat juang kemerdekaan untuk diterapkan dalam dunia akademik,” tuturnya.

Ketua LD PBNU: Pembimbing Haji dan Umrah Harus Bisa Memberikan Perubahan Positif

 

Dakwahpos.com, Bandung - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung untuk yang ke-30 kalinya menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Ibadah Haji dan Umrah Profesional.

Kali ini sertifikasi diselenggarakan secara mandiri dan bekerja sama dengan Ditjen PHU Kemenag RI, Lembaga Dakwah PBNU, dan didukung oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Kegiatan diselenggarakan di Hotel Shakti, Jalan Soekarno Hatta Nomor 735, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, dari 15-22 Januari 2024.

Jumlah peserta ada 115 orang yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, utusan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Parmusi.

Dalam melakukan manasik, para pembimbing sering kali bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang tidak ada kaitannya dengan praktik haji dan umrah sehingga para jemaah tidak mendapatkan ilmu sebagai bekal ketika ibadah haji dan umrah.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana berpesan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran penting untuk para pembimbing.

“Sertifikasi inilah media pembelajaran para pembimbing agar para pembimbing ketika melakukan manasik haji dan umrah, bisa memberikan ilmu kepada jemaah, dan harus bisa memberikan perubahan positif kepada jemaah,” ujar KH Ahmad Rosyidin Mawardi, Ketua Pelaksana LDPBNU (Lembaga Dakwah (Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), pada Selasa (16/01/2024).

Sertifikasi haji ini juga merupakan model praktik dari moderasi beragama karena yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang beragam.

Dalam sertifikasi bisa menjadi media sharing ilmu dan pengalaman di antara para peserta. “Jumlah peserta kali ini terbanyak, tetapi harga sertifikasi yang relatif bersaing,” ujar Sekretaris LDPBNU KH Nurul Badrutamam.
Baca Juga:  Mahasiswa Teknik Elektro UIN Bandung Raih Peringkat Dua PLN ICE dan Nominasi Proposal Social Project pada Kompetisi Innovillage

Setiap penyelenggaraan sertifikasi haji selalu ada cerita dan pengalaman menarik. Selain itu, ada juga dampak positif dari setiap kegiatan sertifikasi kepada para jamaah haji dan umrah sebagai efek dari peningkatan kualitas pembimbing.

“Ada sesuatu yang berbeda dari setiap kegiatan sertifikasi sehingga ketika pulang sertifikasi haji ada yang bisa disampaikan pada jemaah. Tidak hanya bekal fikih haji, tetapi bekal meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan tugas sebagai pembimbing dan lebih profesional,” ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung Enjang AS.
Baca Juga:  Tingkatkan Publikasi, 45 Delegasi UIN Bandung Ikuti Konferensi Internasional

Petugas dan pembimbing haji tidak hanya memberikan pembekalan seputar ritual ibadah haji dan umrah. Namun, juga memberikan bekal-bekal teknik lainnya yang bermanfaat di tempat ibadah, baik di Makkah maupun Madinah.

Pasalnya, karakteristik jemaah itu beragam dan pemahaman atau pengalaman jemaah pun berbeda.

“Sertifikasi haji ini jangan hanya memenuhi kewajiban karena nanti akan cape, tetapi karena kebutuhan maka akan ringan. Sertifikasi ini harus bisa meningkatkan pengetahuan para pembimbing akan medan, budaya, pelayanan kepada jemaah,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Ajam Mustajam.”

“Selain itu, juga mengajarkan para jemaah dalam menggunakan sarana dan prasarana selama berhaji dan umrah,” tandas Ajam.

 

Pembimbing Haji dan Umrah Harus Bisa Memberikan Perubahan Positif

 

Dakwahpos.com, Bandung - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung untuk yang ke-30 kalinya menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Ibadah Haji dan Umrah Profesional. Kali ini sertifikasi diselenggarakan secara mandiri dan bekerjasama dengan Ditjen PHU Kemenag RI, Lembaga Dakwah PBNU, dan didukung oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan diselenggarakan di Hotel Shakti Jalan Soekarno Hatta Nomor 735 Cimenerang Kecamatan Gede Bage Kota Bandung, mulai dari 15-22 Januari 2024, dengan jumlah peserta 115 yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, dan dari utusan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Parmusi.

Dalam melakukan manasik, para pembimbing seringkali bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang tidak ada kaitannya dengan praktik haji dan umrah, sehingga para jemaah tidak mendapatkan ilmu sebagai bekal ketika ibadah haji dan umrah. Dalam sambutannya ketua pelaksana berpesan kepada para pesertanya, bahwa “Sertifikasi inilah media pembelajaran para pembimbing agar para pembimbing ketika melakukan manasik haji dan umrah, bisa memberikan ilmu kepada jemaah, dan harus bisa memberikan perubahan positif kepada jemaah,” ujar K.H. Ahmad Rosyidin Mawardi, Ketua Pelaksana LDPBNU (Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Selasa (16/1/2024).

Sertifikasi haji ini juga merupakan model praktik dari moderasi beragama, karena yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang beragam. Dalam sertifikasi bisa menjadi media sharing ilmu, pengalaman di antara para peserta, “Jumlah peserta kali ini terbanyak, namun harga sertifikasi yang relatif bersaing,” ujar K.H. Nurul Badrutamam, Sekretaris LDPBNU.

Setiap penyelenggaraan sertifikasi haji selalu ada cerita dan pengalaman menarik, dan ada dampak positif dari setiap kegiatan sertifikasi kepada para jamaah haji dan umrah sebagai efek dari peningkatan kualitas pembimbing. “Ada sesuatu yang berbeda dari setiap kegiatan sertifikasi, sehingga ketika pulang sertifikasi haji ada yang bisa disampaikan pada jemaah. Tidak hanya bekal fiqh haji, namun juga bekal meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan tugas sebagai pembimbing, dan lebih profesional,” ujar Prof. Dr. H. Enjang, M.Ag., M.Si, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Petugas dan pembimbing haji tidak hanya memberikan pembekalan seputar ritual ibadah haji dan umrah, namun juga memberikan bekal-bekal teknik lainnya yang bermanfaat di tempat ibadah, baik di Mekkah maupun Madinah. Karena karakteristik jemaah itu beragam, dan pemahaman atau pengalaman jemaah pun berbeda.

“Sertifikasi haji ini jangan hanya memenuhi kewajiban karena nanti akan cape, namun karena kebutuhan maka akan ringan. Sertifikasi ini harus bisa meningkatkan pengetahuan para pembimbing akan medan, budaya, pelayanan kepada jemaah, juga mengajarkan para jemaah dalam menggunakan sarana dan prasarana selama berhaji dan umrah”, ujar Drs. Ajam Mustajam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

 

Mahasiswa KPI UIN Bandung Terpilih Jadi Panitia FIFA World Cup U-17

 


Dakwahpos.com, Bandung- Syahrul Abdul Wahab, Mahasiswa Prodi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung patut berbangga karena bisa ikut berkontribusi dalam event FIFA World Cup U-17, 8-21 November 2023. Sebagai panitia di Piala Dunia bola, Ia merasa sangat bersemangat dan tegang sejak awal. Persiapan dimulai berbulan-bulan sebelum acara tersebut, dan tugasnya melibatkan berbagai aspek, mulai dari logistik hingga koordinasi acara. 

"Pertama-tama, saya terlibat dalam merencanakan pengaturan tempat dan fasilitas untuk para pemain, dan official,. Kami harus memastikan bahwa semuanya nyaman dan sesuai dengan standar internasional. Itu melibatkan koordinasi dengan pihak stadion dan lainnya," ungkapnya.

Hari-hari menjelang acara dimulai, panitia tentu sangat sibuk dengan persiapan yang harus sudah siap , mengatur konferensi pers, dan menangani masalah teknis seperti sistem keamanan dan ketersediaan teknologi. Setiap detail kecil sangat penting, Ia bersama tim harus selalu siap untuk mengatasi kendala apa pun.

"Selama pelaksanaan acara,semua tim bekerja dengan baik dan benar saya merasa bangga ketika melihat reaksi positif penonton bisa menonton dengan nyaman dan para pemain yang menikmati atmosfer Piala Dunia. Namun, ada juga tantangan dan tekanan yang harus diatasi, seperti perubahan jadwal mendadak, cuaca yang tidak terduga, atau masalah teknis," jelasnya.

Setelah acara selesai, meskipun lelah, Syahrul merasa puas karena telah menjadi bagian dari sebuah peristiwa besar dan prestisius. Pengalaman menjadi panitia di acara Piala Dunia bola tidak hanya meningkatkan keterampilan organisasinya tetapi juga memberikan kenangan yang tak terlupakan.



 

Mahasiswa KPI UIN Bandung Masuk 10 Besar Mojang Jajaka Garut 2023

Dakwahpos.com, Bandung - Dede Restu, Mahasiswa KPI UIN Bandung, masuk 10 besar kegiatan Mojang Jajaka Garut 2023. mahasiswa asal Garut yang akrab di sapa Restu melaju ke babak grand final menyisihkan 3500 peserta yang mendaftar di ajang tersebut (30/10/2023).

Restu yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) tidak menyangka bisa masuk finalis Moka Garut tersebut. Ia sempat merasa malu dan ragu karena tidak pernah mengikuti audisi seperti ini sebelumnya. Namun, berkat do'a dan dukungan dari orang tua serta orang-orang di sekelilingnya Restu berhasil melaju di 10 besar kompetisi ini

Rasa ingin tahunya yang tinggi akan kebudayaan sunda dan tekad nya yang kuat untuk maju dan terus berkembang membuat Restu memberanikan diri untuk ikut audisi pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut yang di selenggarakan pada tahun ini 2023,  

"Kita tidak akan tahu skil dan keahlian apa yang kita punya jika kita tidak berani mencoba sesuatu yang baru, lakukan selagi masih ada kesempatan, jangan mundur di tengah jalan, coba aja dulu jangan pernah mundur atas sesuatu yang kamu mulai, Explore lah diri kamu, Coba aja dulu, jalani dulu, maka kamu akan tahu hasilnya.” kata Restu dengan penuh semangat.

dia adalah seorang mahasiswa tingkat 2 yang sangat aktif, dan mempunyai segudang kegiatan diluar studi nya antara lain MC Wedding, Penyiar Radio, Barista serta komunitas-komunitas Public Speaking. Dia juga seorang pekerja keras, pantang menyerah, visioner dan mempunyai rasa ingin tahu serta semangat belajar yang tinggi. Mungkin etos kerjanya yang kuat ini warisan dari almarhum ayahnya yang begitu melekat kuat di dirinya, ayahnya adalah inspirator Restu dalam bekerja.

Pasanggiri Moka Garut
Sekilas mengenai Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut atau yang dikenal dengan istilah pamoka ini adalah agenda tahunan yang di adakan oleh pemerintah kabupaten Garut yang bertujuan untuk mencari putra putri terbaiknya yang diharapkan akan membantu mengembangkan dan memajukan industri pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Garut khususnya atau dengan kata lain Mojang Jajaka ini adalah public figur dan rol model masyarakat, ajang pamoka tahun ini di ikuti oleh lebih dari 350 peserta dari berbagai penjuru daerah di Kabupaten Garut dengan kategori remaja dan dewasa, dan Restu termasuk kedalam kategori Jajaka dewasa.

Serangkaian agenda acara pamoka begitu padat dari mulai audisi yang digelar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut pada hari minggu (1/10/2023). Agenda acara selanjutnya setelah audisi di laksanakan masih panjang dan banyak lagi. Jarak tempuh yang sangat jauh Bandung - Garut tidak menyurutkan Restu untuk hadir tepat waktu di tempat acara yang selalu berpindah pindah setiap Minggu nya, berangkat pagi buta untuk mengejar registrasi pukul 07.00 WIB di Garut sudah menjadi santapan hari-harinya, acara semakin padat dari mulai kunjungan industri, photo Shoot, shooting, video tapping Sampai dengan di umumkannya kembali para finalis yang masuk ke 10 besar dan Restu adalah salah satunya bahkan sampai di titik 10 besar ini pun Restu seakan tidak percaya bahwa dirinya mampu melewati begitu banyak tantangan dan rintangan selama ini.

Ia terharu dan bahagia tatkala namanya di panggil sebagai Finalis yang masuk 10 besar untuk melaju ke babak grand final, semangat perjuangan yang tak pernah padam serta untaian do’a yang selalu ia panjatkan menjadi bukti dan saksinya dalam menjemput asa dan menggapai cita-cita, kerja keras memang tak pernah mengkhianati hasil, dan ada istilah dibelakang laki-laki yang hebat ada wanita yang hebat pula, dan wanita itu adalah ibunya


 “Ibu adalah malaikat yang diberikan tuhan untukku, ibu adalah motivasi ku, ibu yang berhati mulia yang selalu mencurahkan kasih sayangnya kepadaku sepanjang jalan, ibu yang selalu mendo’akan kesuksesan anaknya” sambung Restu.

Ia bertekad untuk terus belajar dan berlatih agar dapat menampilkan yang terbaik di acara Grand Final nanti.

Dekan: Program Jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Perlu Dipertajam pada Program Prioritas

 


Dakwahpos.com, Bandung- Program kerja sebuah fakultas di sebuah perguruan tinggi, kini tak hanya sekadar memenuhi aspek pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, namun perlu diarahkan pada penguasaan teknologi kekinian, guna menjawab tantangan dalam  menghadapi perkembangan media sosial yang berkembang sangat pesat. Untuk itu dalam rangka mempertegas kapasitas Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan mempertajam Program Prioritas.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung, Djati (UIN-SGD) Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag, saat membuka Pra Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Komunikasi bersama "Mempertajam Program Prioritas Mempertegas Kapasitas Fakultas", di Hotel Puri Katulistiwa, Rabu (19/1/2022).

Lebih jauh Ahmad Sarbini mengatakan, program lainnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana fakultas mampu melakukan pembinaan yang paruipurna bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi diarahkan pula kepada alumni.

“Etika dan  tata perilaku mahasiswa dan alumni perlu menjadi bidikan utama dalam membuat program FDK-UIN Bandung sebab etika dan tata perilaku menjadi bidikan utama yang program Universitas, “ paparnya.

Lebih jauh Ahmad Sarbini mengatakan, lini pertama yang terkait dengan pembuatan dan pelaksanaan program fakultas terletak pada jurusan/prodi, laboratorium dan unit-unit di lingkungan FDK, sedangkan fakultas  berperan sebagai koordinator.

Pra Rapat kerja  yang bertema mempertajam program prioritas mempertegas kapasitas fakultas ini, dilanjutkan oleh pertanggungjawaban program 2021, pemaparan program 2022, serta indikator kinerja  utama 2022 dari  Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Konseling Islam, Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Ilmu Komunikasi  dan Manajemen Haji dan Umroh.

Sesi berikutnya diisi pemaparan dari Komite Penjaminan Mutu Fakultas, Laboratorium, Simdak, unit jurnal perpustakaan dan tilawah.  Menjelang sore, acara dilanjutkan oleh paparan yang bertajuk Pelayanan Prima Tata Usaha FDK tahun 2022.***

 

Indra Margana : Mahasiswa KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al Washliyah

Dakwahpos.com, Bandung. Majelis Dakwah Pengurus Besar Al Washliyah dan Bidang Dakwah Pengurus WIlayah Al Washliyah Jawa Barat mengadakan "Lomba Dakwah Digital Nasional Al Jam'iyatul Washliyah" yang terdiri dari beberapa kategori, yaitu : kategori anak (siswa SD), remaja (SIswa SMP/MTs dan SMA/MA) dan dewasa (Mahasiswa dan Umum). Lomba ini diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (Milad) Al-Jam'iyatul Washliyah ke-91 yang bertepatan pada tanggal 30 November 2021. (28/11/2021)
Lomba tersebut dapat diikuti dengan cara mengupload video berisi ceramah tentang keislaman ke YouTube di channel YouTube masing-masing dengan mencamtumkan nama, asal kota, memberikan keterangan memasuki kategori lomba berupa kategori anak, remaja dan dewasa serta dilengkapi dengan keterangan Lomba Dakwah Digital Nasional Al Jam'iyatul Washliyah.
Sebuah perlombaan yang menjadi kesempatan yang bagus untuk mewadahi minat, potensi serta bakat umat Muslim demi kelanjutan dakwah Islamiyah yang terus bersinggungan dengan arus globalisasi yang semakin masif.
Indra Margana, salah satu mahasiswa dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung berminat untuk mengikuti lomba dakwah digital tersebut.
"Wah, ini sebuah kesepatan besar untuk bisa berada di jalan dakwah. Karena setiap karya dakwah yang didalamnya berupa talent harus sempurna. Walaupun manusia tidak akan luput dari kesalahan, tapi soal urusan dakwah harus sempurna dan pariurna guna meningkatkan keefektivitasan dakwah" Ujar Indra.
Indra Margana merupakan salah satu mahasiswa yang memberikan perhatian yang besar kepada perkembangan agama Islam, hal itu dibuktikan ketika ia sangat responsif terhadap isu-isu dan masalah yang menimpa umat Islam pada saat ini.
"Semoga Indra tetap istiqamah dijalan-Nya, karena jalan dakwah ini begitu berliku dan panjang. Jika tidak saling menguatkan dan menasehati, kemungkinan untuk meninggalkan jalan ini menjadi besar, karena jalan ini merupakan jalan yang suci, namun berat". Ujar H. Aris Muharam sebagai ketua DKM Darussalam yang sehari-sehari beraktivitas dengan Indra, karena Indra sebagai Imam Masjid di Masjid Darussalam.
Perlombaan dakwah digital yang diadakan oleh pengurus besar Al-Washliyah merupakan sebuah kesempatan dan ajang untuk menunjukkan gigi dalam dakwah Islamiyah yang bersifat public speaking atau khitabah. Walaupun tidak juara, tapi dengan berpartisipasi dalam lomba tersebut In Syaa Allah akan tersemai bibit-bibit potensi menjadi seorang da'i.

Indra Margana
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung DJati Bandung
Kp. Los Cinyiruan RT 03 RW 03, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kode Pos 40378.
0821 2012 1810
marganaausi@gmail.com

Lomba Dakwah Digital Wadahi Potensi Mahasiswa

Dakwahpos.com, Bandung- Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Al Jamiatul Washliyah yang ke-91, Majelis Dakwah Pengurus Besar Al Washliyah bersama Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Barat mengadakan kegiatan Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional yang terbuka untuk umum pada Selasa, (30/11/2021).

Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional ini diadakan tanpa biaya pendaftaran dan dibuka untuk tiga kategori, yaitu kategori anak yang terdiri dari siswa-siswi tingkat SD/MI sederajat, kategori remaja yang diikuti oleh siswa-siswi SMP/MTs dan SMA/MA sederajat, serta terakhir kategori dewasa diikuti oleh seluruh Mahasiswa dan umum. Pada kategori dewasa didominasi oleh para mahasiswa dan mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah satunya bernama Allice Shetea Fatonah mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam semester 3 asal Wonogiri.


Allice mengikuti Lomba Dakwah Digital tersebut dengan penuh semangat. Allice mengatakan bahwa perlombaan ini adalah salah satu kesempatan dan ajang untuk mengembangkan bakat serta potensi dalam berdakwah. Terlebih lagi, Allice adalah mahasiswi jurusan KPI yang mana di jurusan tersebut terdapat ranah pembelajaran di bidang khitobah yang salah satu bagiannya adalah ceramah.

"Saya sangat senang dengan diadakannya Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional ini. Karena dengan mengikuti perlombaan ini bisa menjadi suatu kesempatan besar dan ajang untuk mengembangkan bakat serta potensi saya dalam ranah khitobah yang mana merupakan salah satu ranah pembelajaran yang terdapat di jurusan KPI," ucap Allice.

Dalam mengikuti lomba tersebut, Allice mengangkat pembahasan mengenai sabar. Ceramah tersebut disampaikan oleh Allice dengan semangat, penuh penjiwaan dan penguasaan materi dengan baik.

Keluarga Allice sangat mengapresiasi semangat Allice dalam mengikuti Lomba Dakwah Digital tersebut. Diantara bukti apresiasinya adalah memberikan semangat serta doa ketika Allice hendak membuat video ceramah.

Dengan mengikuti Lomba Dakwah Digital menjadi suatu kesempatan besar dan ajang melatih serta mengembangkan bakat dan potensi diri dalam ceramah, suatu wadah pembelajaran dan pengalaman terbuka lebar.





Allice Shetea Fatonah
Mahasiswi KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Ikut Lomba Dakwah DIgital Dengan Judul, Islam Rahmatan Lil'alamin

Dakwahpos.com, Serang- Pengurus Besar Al-Washliyah bersama Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Barat mempersembahkan Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al Jam'iyatul Washliyah 2021. Perlombaan ini diselenggarakan secara gratis dalam rangka memperingati hari ulang tahun Al Jam'iyatul Washliyah ke-91 pada Selasa, (30/11/2021).

Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al Jam'iyatul Washliyah 2021 diikuti oleh para peserta dari kategori anak, remaja, bahkan dewasa. Pada kategori dewasa. Salah satu peserta Lomba Dakwah Digital kategori dewasa yaitu Trian Bagaskara adalah mahasiswa semester tiga jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pada Lomba Dakwah Digital, pihak panitia memberikan tema tentang Keislaman. Dalam ceramahnya yang kurang lebih sekitar lima menit, Trian membahas tentang Islam Islam Rahmatan Lil 'Alamin.

"Rahmat artinya kelembutan atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Jadi, diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa sallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh umat manusia agar tidak terjadi perpecahan didalam dunia Islam", ujar Pria yang kerap dipanggil Trian ini.

Trian juga menambahkan bahwa kita sebagai seorang muslim agar selalu berdamai dengan siapapun.  Melalui ajaran yang disebarkan nabi semesta alam bersifat halus, lembut bagai sutera sudah  sepatutnya islam sebagai agama yang menjadi kepercayaan dan penyelamat di yaumil akhir tetap sebagai ajaran yang tauhid, tidak untuk keterpaksaan menyembah Allah dengan kekerasan.

 "Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah, Islam dan Melalui ajaran yang disebarkan nabi semesta alam bersifat halus, lembut bagai sutera. Dan sepatutnya islam sebagai agama yang menjadi kepercayaan dan penyelamat di yaumil akhir tetap sebagai ajaran yang tauhid, tidak untuk keterpaksaan menyembah Allah dengan kekerasan.", ujarnya.

Trian Bagaskara

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Mahasiswi KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Dengan judul, Ikhlas Dalam Beribadah

 


Dakwahpos.com, Bandung- Majelis Dakwah Pengurus Besar Al- Washliyah bekerjasama dengan pengurus wilayah Al- Jam'iyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat mengadakan lomba dakwah digital tingkat nasional dalam rangka memperingati milad Al- Jam'iyatul Washliyah yang ke-91. Kamis (25/11/2021).

Lomba video dakwah yang diadakan oleh pengurus besar Al-washilah ini diselenggarakan pada tanggal 25 November- 8 Desember 2021, pada kesempatan ini lomba dakwah digital Al-Washilah mengangkat tema tentang keislaman. Kemudian lomba dakwah ini dibagi menjadi tiga kategori  pertama, kategori anak-anak (siswa SD/MI), kategori remaja (siswa SMP/MTS dan SMA/MA), dan kategori dewasa (mahasiswa dan umum). Adapun syarat lomba ini adalah durasi ceramah 5-7 menit, memperhatikan kriteria penilaian, dan mengakhiri ceramah dengan ucapan "Nashrum Minallah Wa Fathung Qoriib, Wabasyiril Mu'min, Wassalamu'alaikum Wr.Wb" serta diakhir ceramah juga menyampaikan ucapan "Selamat Hari Ulang Tahun Al-Jam'iyatul Washliyah ke-91, Majulah Washliyah Zaman Berzaman.

Untuk kriteria penilaiannya yaitu isi materi 40% meliputi kesesuaian topik, isi dan akurasi dalil, kemudian retorika 35% meliputi gaya bahasa, gaya penyampaian, dan penjiwaan, etika 25% meliputi performa dan ketepatan mengikuti aturan panitia.

Shina Nureni Nazilah salah satu mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati yang mengikuti lomba video dakwah ini mengatakan "Kesempatan seperti ini tidak boleh kita lewatkan, mumpung pendaftarannya juga gratis dan yang paling penting buat nambah pengalaman kita dan mengasah skill ceramah kita".

Dalam Video lombanya Shina Nureni Nazilah membahas tentang ikhlas dalam beribadah. Begini kira-kira isi cuplikan ceramahnya "Pertama, Allah hanya memerintahkan makhluknya untuk beribadah hanya kepada Allah. Kedua, ibadah seseorang harus lah ikhlas, artinya bersihnya ibadah kita dari hal-hal yang dapat merusaknya. Misalnya riya dan sum'ah. Keduanya adalah di antara hal-hal yang dapat merusak amal ibadah kita. Ketiga, bukti ibadah kita yang ikhlas adalah melaksanakan shalat dan menunaikan zakat pada waktunya. Itulah agama Allah. Iman yang dibuktikan dengan amal soleh yang terwujud dalam shalat, zakat, dan syariat Islam lainnya." Ujarnya.

 

Reporter : Shina Nureni Nazilah

Mahasiswi KPI 3D UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Antusias Ikuti Lomba Digital Tingkat Nasional Al-Jamiyatul Washliyah

Dakwahpos.com, Bandung – Majelis  Dakwah Al-Jamiyatul Washliyah Jawa Barat mengadakan lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 25 November – 5 Desember 2021. Lomba ini di gelar sebagai peringatan HUT ke-91 Al-Jamiyatul Washliyah. Ada 3 kategori yang di lombakan di lomba dakwah tersebut yakni ketegori anak untuk siswa SD/MI, kategori remaja untuk siswa SMP/MTs & SMA/MA, dan kategori dewasa untuk mahasiswa dan umum.

Hadiah yang didapat dari mengikuti lomba ini yaitu masing-masing kategori terdapat juara 1-3, pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan sertifikat. Serta seluruh peserta yang ikut akan mendapatkan sertifikat ke ikut sertaan.

Dalam perlombaan dakwah digital tersebut mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Antusias mengikuti perlombaan Tersebut, salah satunya Syarip Muhammad Ramadan Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester tiga.
 
Syarip Muhammad Ramadan Yang biasa di panggil Syarip ini mengatakan lomba dakwah digital tersebut selain untuk mendapatkan gelar juara, juga sebagai ajang dirinya berlatih dan meningkatkan potensi dirinya.

"Lomba dakwah digital ini sangat bermanfaat untuk saya ikuti, karena selain ingin meraih gelar juara saya ingin menambah pengalaman dan potensi diri dengan mengikuti lomba dakwah digital ini". ujarnya

Dalam lomba dakwah digital tersebut, Syarip Muhammad Ramadan membawakan ceramah yang berjudul "Dekatkan Diri Kepada Allah Dengan Meningkatkan Sikap Sabar". Ia mengatakan Sabar merupakan sikap yang dapat mendekatkan diri kepada Allah oleh karena itu tingkatkanlah sikap sabar.

"Sikap sabar merupakan pilar kebahagiaan seseorang, karena dengan kesabaran seseorang akan terjaga oleh Allah dari kemiskinan, konsisten dalam menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan. Allah juga menyebutkan sikap sabar dalam al-Qur'an yakni "Sesunguguhnya Allah bersama orang yang sabar", oleh karena itu penting kita meningkatkan sikap sabar agar senantiasa dekat dengan Allah dan diberi perlindungan oleh Allah SWT." ungkap Syarip Muhammad Ramadan

Reporter : Syarip Muhammad Ramadan
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Fauziyyah Suci Nur’bayyin, Mahasiswi KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al-Jam'iatul Washliyah

Dakwahpos.com, Bandung- Al-Jam'iatul Washliyah adakan lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional dalam rangka untuk Memperingati Hari Ulang Tahun (Milad)Al-Jam'iatul Washliyah ke-91, Selasa (30/11/2021). Persembahan dari Majelis Dakwah Pengurus Besar Al-Washliyah yang bekerja sama dengan Bidang Pengurus Wilayah Al-Washliyah Jawa Barat.

Dalam rangka untuk memperingati HUT Al-Jam'iatul Washliyah yang ke 91, "Perlombaan yang diikuti oleh Anak (Siswa SD), Remaja (Siswa SMP/Mts dan SMA/MA), dan Dewasa (Mahasiswa dan Umum)  dengan tema Keislaman ," Ungkap Ketua Umum PB Al Washliyah.

Kriteria pemenang lomba ditentukan berdasarkan empat penilaian.

"Pemenang akan dilihat dari kemampuannya menyampaikan pesan dakwah dari aspek materi, retorika, dan etika," Ungkap Ketua Umum PB Al Washliyah.

Fauziyyah Suci N (20) salah seorang peserta lomba, mengutarakan antusiasmenya dalam mengikuti acara ini. Ia mengetahui tentang acara perlombaan itu melalui salah satu dosennya.ia termotivasi untuk turut serta mengitu perlombaan tersebut untuk terus belajar mengasah keberanian diri, memahami segala ilmu yang telah ia pelajari sebelumnya.

Kemudian menurut pendapat keluarganya tentang mengikuti perlombaan ini didukung sekali karena dapat mengasah rasa kepercayaan diri dan dapat mengasah agar tidak merasa canggung ketika berbicara di depan khalayak umum kelak.

"Motivasi saya untuk mengikuti acara perlombaan  dakwah digital tingkat nasional ini adalah tidak lain untuk melatih mental dan mengasah cara berbicara di depan khalayak umum. Meski belum dapat maksimal, tetapi saya memiliki kemauan untuk mencoba agar dapat belajar lagi dan lagi" Ungkap Fauziyyah Suci N, salah satu peserta perlombaan itu.

Reporter : Fauziyyah Suci Nur'bayyin
Mahasiswi Kelas KPI III-B UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Pengalaman Pertama Ikuti Lomba Dakwah Digital Nasional Al-Jam’iyatul Washliyah

  Dakwahpos.com,Cilacap- Majelis Dakwah Pengurus Besar Al-Washliyah yang bekerja sama dengan Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Al-Washliyah Jawa Barat tahun ini kembali menyelenggarakan kegiatan Lomba Dakwah Digital Nasional dalam rangka memperingati hari ulang tahun Al-Jam'iyatul Washliyah yang ke- 91 yang diselenggarakan secara online dengan mengusung tema keislaman yang dimulai pada tanggal 25 November-5 Desember 2021. Kemudian dilanjut oleh pengumuman pemenang pada 8 Desember 2021. Adapun perlombaan ini dapat di ikuti oleh berbagai macam kategori, mulai dari anak-anak (siswa SD/MI), remaja (siswa SMP/SMP dan SMA/MA),  hingga dewasa (Mahasiswa/Umum).

Dakwah bukanlah sebagai profesi, namun dakwah ini dapat dijadikan sebuah aktifitas yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim. Keikutsertaan penulis dalam lomba ini dan kebetulan masuk dalam kategori dewasa hanyalah sebagai ajang agar berani mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tentunya didorong oleh motivasi yang diberikan dari dosen pengampu penulis yang merupakan Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sekaligus pengajar mata kuliah Jurnalisme Dakwah yakni Dr. Uwes Fatoni, M.Ag.

Penulis disini membuat video yang berjudul "Istighfar Berikan Ketenangan". Video ini telah di upload di channel youtube penulis yang bernama "Aliyya Ummu Nahda". Dalam video ini diterangkan beberapa hal tentang mengapa kita harus banyak istighfar. Alasannya adalah karena kita manusia, dan kita tidak mungkin luput dari yang namanya dosa. Dosa yang menumpuk akan menyebabkan hati bisa menjadi tidak tenang. Itulah alasan penulis mengangkat judul ini untuk di ikutsertakan dalam Lomba Dakwah Digital Nasional Al-Washliyah.

Setidaknya ada beberapa poin yang bisa saya ambil sebagai hikmah dari mengikuti perlombaan ini. Pertama, tuntutan untuk terus mengembangkan diri agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Kedua, menjadikan pengalaman ini sebagai media lanjutan untuk lebih meningkatkan kemampuan berdakwah. Ketiga, memperluas ilmu dan jaringan agar dakwah menjadi lebih mudah karena dijalankan bersama-sama.

Menikmati proses dan langkah-langkah kecil dari keikutsertaan penulis dalam lomba ini adalah kunci mengapa penulis masih tetap bertahan. Meskipun sempat didera rasa malas yang teramat sangat besar, tetapi tetap berusaha mengikutinya dengan niat menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Disamping itu apresiasi dari keluarga adalah penunjang besar, mengapa penulis masih mencoba berani dan sabar mengikutinya hingga akhir meskipun belum mendapat gelar juara, tetapi ini sudah menunjukkan peningkatan yang lebih baik.

Reporter : Aliyya Ummu Nahda, KPI 3A UIN SGD Bandung

Peringati Hut Al-Jam’iyatul Washliyah Adakan Lomba

Bandung, Dakwahpos.com- Majelis dakwah pengurus besar Al-Washliyah bekerjasama dengan bidang dakwah pengurus wilayah Al-Washliyah Jawa Barat untuk mengadakan lomba Dakwah Digital Al-Jam'iyatul Washliyah 2021 yang bertujuan memperingati hut yang ke-91. Lomba ini diikut sertakan bagi Anak Remaja, dan Dewasa dan tentunya memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pihak pelenggara.

 

Tentu saja lomba ini tidak semata-mata lomba biasa tetapi ada kriteria tertentu yang harus di penuhi yaitu contohnya seperti durasi nya harus minimal 5-7 menit dan maksimal nya sebanyak-banyaknya dan diakhir vidio harus mengucapkan kata kata peringatan hut Al-Washliyah dan setelah itu di upload ke youtube masing-masing dan salin link tersebut.

 

Adapun kriteria penilaian di dalam lomba tersebut yaitu isi materi 40% (struktur kesesuaian topik dan akurasi dalil), Retrorika 35% (gaya bahasa gaya penyampaian dan penjiwaan ) , dan yang terakhir yaitu etika 25 % ( performa dan ketetapan mengikuti aturan dari panitia ). Dengan begitu kita bisa tau apa saja yang harus dipersiapkan.

 

Waktu pengerjaannya pun memiliki waktu batas tertentu yaitu hanya sebelas hari terhitung pada tanggal 25 november- 5 desember 2021 dan pengumpulan pemenang dakwah tersebut pada tanggal 8 desember 2021 melalui isntagram @dakwahwashliyahdan fb nya yaitu @alwashliyahjawabarat. Dan mendapatkan hadiah tertentu sesuai tingkatan juara.

 

Diadakannya lomba tersebut meningkatkan semangat anak bangsa untuk berdakwah karena semakin menurunnya remaja yang tertarik akan hal itu. Oleh sebab itu kegiatan ini menjadi salah satu cara agar anak bangsa semangatt akan berdakwah dan mempelajari lebih dalam mengenai keislaman dan melatih cara berbicara di depan banyak orang .

 

Resi Tri Rahayu

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

Qisthy Anjani_Bandung_Kategori Lomba Dakwah Digital Nasional Al-Jamiyatul Washliyah



Dakwahpos.com, Bandung,- Al Jami'iyatul Washliyah mengadakan Lomba Dakwah Digital tingkat Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Al-Jam'iatul Washliyah ke-91 dengan tema kesilaman berdurasi video lima sampai tujuh menit.

Dalam kesempatan kompetitif itu, Qisthy mengangkat topic tentang Bai Al-'Inah, pembahasan yang jarang diangkat berkaitan langsung dengan muamalah. Dia melakukan riset juga mencari referensi dari berbagai sumber guna menerangkan hal kecil yang dianggap tidak sengaja rupanya akan dipertanggungjawabkan dalam agama. Seperti transaksi jual-beli  Al-'Inah.

"Al – 'inah"  sendiri berasal dari kata Arab yang berarti "tunai" atau "segera". Tetapi, yang dimaksuda dengan Bay'inah adalah "menjual harta dengan bayaran angsuran, kemudian dengan segera membelinya semula dengan bayaran tunai." Dalam kitab Taudih al – Ahkam, Abdullah al-Bassam mengungkapkan Al-'Inah berasal kata al-'Ain yang berarti uang cash, karena pembeli barang untuk sementara mengambil sejumlah uang cash sebagai pengganti barang tersebut.

"Intinya begini, Bai'ul-'inah itu jual beli barang dengan harga diangsur sampai satu masa, misalnya seharga 100 dirham, kemudian dibeli kembali dari pembelinya secara cash dengan harga 110," ujar Qisthy dalam ceramahnya.

Selain pengenalan mengenai 'Bai Al-Inah', Qisthy juga menjelaskan perbedaan pandangan para ulama yang berbeda pendapat mengenai hukum transaksi Al-Inah. Ada yang mengatakan bahwa Ba'I Al-Inah itu hukumnya haram, yaitu beberapa pendapat ulama dari mazhab Hanafi, maliki, Hanabilah. Ada juga yang mengatakan halal tapi makruh, dari kalangan mazhab Syafi'i.

Dengan bahasan singkat tersebut, setidaknya ada beberapa ilmu yang didapat berkaitan dengan muamalah. Dia berharap bahwa generasi milenial mampu mengetahui hal-hal yang bekaitan dengan keagamaan, hingga diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari bahkan mampu mengajak orang lain untuk ikut berbuat hal yang lebih baik.

Reporter 
Qisthy Anjani 
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Asah Potensi saat Pandemi, Mahasiswa KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional


Dakwahpos.com, Bandung- Majlis Al Washliyah bersama Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Barat mempersembahkan Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al Jam'iyatul Washliyah 2021. Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Al Jam'iyatul Washliyah ke-91 pada 25 November-8 Desember 2021.

Lomba Dakwah Digital ini diikuti oleh para peserta dari kategori anak-anak (siswa SD/MI), remaja (SMP/MTS dan SMA/MA), dan kategori dewasa (mahasiswa dan umum). Pada kategori dewasa, ada banyak perwakilan dari Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, salah satunya adalah mahasiswa prodi KPI Semester 3 yaitu Ahmad Rifa'i yang membawa judul "Meneladani Sikap Toleransi Rasulullah".

Rifa'i mengatakan bahwa Rasulullah adalah contoh akhlak yang baik dalam konteks hubungan sosial. Rasulullah termasuk pribadi dengan keluasan hati yang mengagumkan. Beliau tak hanya orang yang gigih dalam memperjuangkan syi'ar Islam, tapi juga menunjukkan perangai mulia dalam berdakwah.

Dalam kitab Riyadlus Shalihin Rasulullah bersabda: "Mukmin yang paling sempurna adalah mereka yang paling indah akhlaknya."

"Rasulullah tidak hanya pandai dalam bertutur kata tentang pentingnya berbuat bijak kepada sesama, tetapi beliau konsisten dengan memberikan teladan langsung dalam wujud perilaku. Rasul berpesan agar tidak membenci orang yang berbeda keimanannya dengan kita dan kita harus bersikap toleransi" ujar Ahmad Rifa'i.

Lomba Dakwah Digital ini membuka peluang besar bagi para pelajar di Indonesia untuk menyampaikan dakwahnya dalam bentuk video digital di sosial media. Walaupun masih dilanda pandemi, tapi semangat berdakwah harus tetap membara.


Reporter : Ahmad Rifa'i

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung, Jawa Barat

Ikut Serta Lomba Dakwah Digital Nasional Al - Jami'atul Washliyah, Mahasiswi KPI Mengangkat Tema Kejujuran

Pada tanggal 05 Desember 2021, mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester 3, ikut serta dalam ajang lomba Dakwah Digital Nasional Al - Jami'atul Washliyah sekaligus merayakan Hut Al-Washliyah yang ke 91. 

Dalam dakwah nya, beliau membahas tentang kejujuran. " Kejujuran merupakan pondasi Iman sedangkan kebohongan adalah benih kemunafikan. Sifat jujur dan bohong jika bertemu maka salah satunya akan hilang. Allah subhanahuwata'ala bahkan mengidentifikasikan sifat jujur adalah salah satu sifat yang melekat pada diri seseorang mukmin. Kejujuran menjadi kunci kebaikan kunci untuk meraih akhlak yang mulia jika sahabat muslim sekalian ingin memperbaiki akhlak mulailah dengan bersikap jujur." Ujarnya. 

Beliau menambahkan bahwa seorang muslim yang jujur maka hatinya akan merasa lapang mereka tidak merasakan tekanan. Hatinya cenderung bersih dan tulus banyak kemudahan yang diterima dalam melakukan segala bentuk kebaikan. Kebaikan apapun baik habluminallah maupun habluminannas adalah jalan untuk membawa pada kebaikan dan mendatangkan ridho Allah SWT. Ridho inilah yang akan mengantarkan para sahabat muslim sekalian menuju surga. Jika anda pernah melakukan kebohongan pasti untuk selanjutnya akan memikirkan cara bagaimana menutup kebohongan tersebut pada rasa takut ketahuan ingin menyelamatkan diri kebohongan pasti akan ditutupi dengan kebohongan lain. 

Orang yang sudah terbiasa berbohong walaupun tidak ada dorongan untuk melakukan dusta dia akan terus mencari kesempatan untuk berbohong. Sebuah kebiasaan ini hingga ditulis oleh Allah SWT sebagai seorang pendusta. Menurut pendapat Al Haris Al Muhyi menyatakan bahwa pondasi dari segala perkara adalah jujur dan ikhlas dari sifat jujur akan lahir sikap yang ramah ridho sabar dan qanaah. Sedangkan ikhlas akan melahirkan sikap cinta toleran, yakin dan menghormati orang lain. Inti dari kejujuran adalah hati sebagai pelaksanaan iman. 

"Kejujuran juga merupakan bidang pemisah yang membedakan antara orang mukmin dan munafik antara penduduk surga dan antara penghuni neraka. Para sahabat muslim jika anda mencari kebenaran atas dasar kejujuran dalam hati maka Allah akan menyampaikan kebenarannya. Dengan demikian akan muncul jalan yang sangat lurus terbentang didepan anda begitulah jujur yang membawa kita semua pada kebaikan". Ujar beliau diakhir dakwahnya.


Reporter :
Zennita Meida Abdillah (1204020166)
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Rayakan HUT Ke-91, Al-Jami'atul Washliyah Adakan Lomba Dakwah Digital Nasional

Ibadah ini tidak akan bisa Tegak kecuali dengan luas syarat yaitu ikhlas dan mutaba'ah. Salah satu mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam Lomba Dakwah Digital Nasional yang diadakan oleh Al-Jami'atul Washliyah, menjelaskan tentang 2 perkara syarat- syarat diterimanya suatu amalan di sisi Allah Ta'ala

"Syarat atau ikhlas karena Allah semata dalam setiap ibadah dan kata lain berarti mentauhidkan Allah ta'ala meninggalkan berbuat Syirik kepadanya. Syarat - syarat mutaba'ah yaitu beribadah kepada Allah dengan mengikuti ajaran Nabi atau sesuai dengan ajaran Nabi. Agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (ittiba')." Ujarnya 

Beliau menjelaskan kembali, jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an, As Sunnah, dan Perkataan para Sahabat.

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, "Suatu amalan tidak akan sempurna (tidak akan diterima, pen) kecuali terpenuhi dua
hal:

1. Amalan tersebut secara lahiriyah (zhohir) mencocoki ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal ini terdapat dalam hadits 'Aisyah 'Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.'
2. Amalan tersebut secara batininiyah diniatkan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Hal ini terdapat dalam hadits 'Umar 'Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat'.
ibadah baik itu shalat, puasa, dan dzikir semuanya haruslah memenuhi dua syarat diterimanya ibadah yaitu ikhlas dan mencocoki petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Reporter : 
Rio Mughni Firdaus (1204020131)
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Mahasiswa KPI Ikuti Kegiatan Lomba Dakwah Digital



 

Dakwahpos.com, Bandung – Kegiatan Lomba Dakwah Digital yang diadakan oleh Al – Jam'iyyatul Washliyah, Minggu (05/12/21).

Al – Jam'iyatul Washliyah mengadakan lomba dakwah digital dalam rangka HUT ke-91. Kegiatan ini dimeriahkan oleh anak-anak, remaja, hingga tingkat dewasa untuk berdakwah. Pada kesempatan kali ini banyak kalangan Mahasiswa UIN SGD Bandung juga mengikuti kegiatan lomba ini.

Salah satu mahasiswa KPI juga mengikuti lomba dakwah digital yaitu salah satunya benama Afip Nurlatifah. Beliau mengikuti lomba ini untuk memeriahkan HUT Al-Washliyah dan bertujuan untuk menyampaikan suatu dakwah.

Dalam perlombannya beliau menyampaikan materi tentang "Tantangan dalam Berdakwah". Ceramah tersebut menyampaikan salah satu ayat yaitu Q.S Al- Imran ayat 104 yang memaparkan bahwa kita sebagai umat muslim wajib menjalankan dakwah.

Seiring berjalannya waktu di zaman milenial ini dakwah harus lebih berkembang dari sebelumnya. Karena, jika menggunakan cara seperti terdahulu dakwah akan sulit diterima oleh mad'u. apalagi sekarang teknologi semakin canggih, untuk itu menyebarkan dakwah bisa lebih banyak kesempatan dengan menggunakan teknologi canggih.

Dengan banyaknya tantangan dalam berdakwah, namun umat muslim tidak hanya berdiam diri saja. Bahkan sekarang banyak umat muslim yang menyampaikan dakwahnya dengan cara kreatif seperti membuat konten, film-film islami, lagu-lagu islami dan lain-lain.

Pada ceramah yang disampaikan bisa menjadi cerminan kita sebagai ummat muslim agar bisa memecahkan permasalahan tantangan tersebut. Karena, dengan adanya niat yang kuat untuk meneruskan dakwah Rasulullah, insya Allah semua tantangan-tantangan tersebut bisa dilalui.

Dari pemaparan Afip Nurlatifah sangat mudah dipahami dan bisa diterima oleh kalangan muda zaman milenial ini. Karena, beliau menyampaikan dengan Bahasa yang ringan, singkat, padat dan jelas.

 

Reporter : Afip Nurlatifah, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

© Dakwahpos 2024