Dakwahpos.com, Bandung - UIN Sunan Gunung Djati Bandung gelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 lapang Kampus 2 pada Ahad, (17/9/2025). Sivitas akademika, termasuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut hadir dalam acara tersebut.
Rektor UIN Bandung: Kemerdekaan Harus Membebaskan dari Kemiskinan dan Kebodohan
Dakwahpos.com, Bandung - UIN Sunan Gunung Djati Bandung gelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 lapang Kampus 2 pada Ahad, (17/9/2025). Sivitas akademika, termasuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut hadir dalam acara tersebut.
Prodi KPI UIN Bandung Turut Berpartisipasi dalam Peringatan HUT RI ke-80
Ketua LD PBNU: Pembimbing Haji dan Umrah Harus Bisa Memberikan Perubahan Positif
Dakwahpos.com, Bandung - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung untuk yang ke-30 kalinya menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Ibadah Haji dan Umrah Profesional.
Kali ini sertifikasi diselenggarakan secara mandiri dan bekerja sama dengan Ditjen PHU Kemenag RI, Lembaga Dakwah PBNU, dan didukung oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Kegiatan diselenggarakan di Hotel Shakti, Jalan Soekarno Hatta Nomor 735, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, dari 15-22 Januari 2024.
Jumlah peserta ada 115 orang yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, utusan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Parmusi.
Dalam melakukan manasik, para pembimbing sering kali bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang tidak ada kaitannya dengan praktik haji dan umrah sehingga para jemaah tidak mendapatkan ilmu sebagai bekal ketika ibadah haji dan umrah.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana berpesan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran penting untuk para pembimbing.
“Sertifikasi inilah media pembelajaran para pembimbing agar para pembimbing ketika melakukan manasik haji dan umrah, bisa memberikan ilmu kepada jemaah, dan harus bisa memberikan perubahan positif kepada jemaah,” ujar KH Ahmad Rosyidin Mawardi, Ketua Pelaksana LDPBNU (Lembaga Dakwah (Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), pada Selasa (16/01/2024).Sertifikasi haji ini juga merupakan model praktik dari moderasi beragama karena yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang beragam.
Dalam sertifikasi bisa menjadi media sharing ilmu dan pengalaman di antara para peserta. “Jumlah peserta kali ini terbanyak, tetapi harga sertifikasi yang relatif bersaing,” ujar Sekretaris LDPBNU KH Nurul Badrutamam.
Baca Juga: Mahasiswa Teknik Elektro UIN Bandung Raih Peringkat Dua PLN ICE dan Nominasi Proposal Social Project pada Kompetisi Innovillage
Setiap penyelenggaraan sertifikasi haji selalu ada cerita dan pengalaman menarik. Selain itu, ada juga dampak positif dari setiap kegiatan sertifikasi kepada para jamaah haji dan umrah sebagai efek dari peningkatan kualitas pembimbing.
“Ada sesuatu yang berbeda dari setiap kegiatan sertifikasi sehingga ketika pulang sertifikasi haji ada yang bisa disampaikan pada jemaah. Tidak hanya bekal fikih haji, tetapi bekal meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan tugas sebagai pembimbing dan lebih profesional,” ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung Enjang AS.
Baca Juga: Tingkatkan Publikasi, 45 Delegasi UIN Bandung Ikuti Konferensi Internasional
Petugas dan pembimbing haji tidak hanya memberikan pembekalan seputar ritual ibadah haji dan umrah. Namun, juga memberikan bekal-bekal teknik lainnya yang bermanfaat di tempat ibadah, baik di Makkah maupun Madinah.
Pasalnya, karakteristik jemaah itu beragam dan pemahaman atau pengalaman jemaah pun berbeda.
“Sertifikasi haji ini jangan hanya memenuhi kewajiban karena nanti akan cape, tetapi karena kebutuhan maka akan ringan. Sertifikasi ini harus bisa meningkatkan pengetahuan para pembimbing akan medan, budaya, pelayanan kepada jemaah,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Ajam Mustajam.”
“Selain itu, juga mengajarkan para jemaah dalam menggunakan sarana dan prasarana selama berhaji dan umrah,” tandas Ajam.
Pembimbing Haji dan Umrah Harus Bisa Memberikan Perubahan Positif
Dakwahpos.com, Bandung - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung untuk yang ke-30 kalinya menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Ibadah Haji dan Umrah Profesional. Kali ini sertifikasi diselenggarakan secara mandiri dan bekerjasama dengan Ditjen PHU Kemenag RI, Lembaga Dakwah PBNU, dan didukung oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan diselenggarakan di Hotel Shakti Jalan Soekarno Hatta Nomor 735 Cimenerang Kecamatan Gede Bage Kota Bandung, mulai dari 15-22 Januari 2024, dengan jumlah peserta 115 yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, dan dari utusan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Parmusi.
Dalam melakukan manasik, para pembimbing seringkali bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang tidak ada kaitannya dengan praktik haji dan umrah, sehingga para jemaah tidak mendapatkan ilmu sebagai bekal ketika ibadah haji dan umrah. Dalam sambutannya ketua pelaksana berpesan kepada para pesertanya, bahwa “Sertifikasi inilah media pembelajaran para pembimbing agar para pembimbing ketika melakukan manasik haji dan umrah, bisa memberikan ilmu kepada jemaah, dan harus bisa memberikan perubahan positif kepada jemaah,” ujar K.H. Ahmad Rosyidin Mawardi, Ketua Pelaksana LDPBNU (Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Selasa (16/1/2024).
Sertifikasi haji ini juga merupakan model praktik dari moderasi beragama, karena yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang beragam. Dalam sertifikasi bisa menjadi media sharing ilmu, pengalaman di antara para peserta, “Jumlah peserta kali ini terbanyak, namun harga sertifikasi yang relatif bersaing,” ujar K.H. Nurul Badrutamam, Sekretaris LDPBNU.
Setiap penyelenggaraan sertifikasi haji selalu ada cerita dan pengalaman menarik, dan ada dampak positif dari setiap kegiatan sertifikasi kepada para jamaah haji dan umrah sebagai efek dari peningkatan kualitas pembimbing. “Ada sesuatu yang berbeda dari setiap kegiatan sertifikasi, sehingga ketika pulang sertifikasi haji ada yang bisa disampaikan pada jemaah. Tidak hanya bekal fiqh haji, namun juga bekal meningkatkan kedisiplinan dalam menunaikan tugas sebagai pembimbing, dan lebih profesional,” ujar Prof. Dr. H. Enjang, M.Ag., M.Si, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Petugas dan pembimbing haji tidak hanya memberikan pembekalan seputar ritual ibadah haji dan umrah, namun juga memberikan bekal-bekal teknik lainnya yang bermanfaat di tempat ibadah, baik di Mekkah maupun Madinah. Karena karakteristik jemaah itu beragam, dan pemahaman atau pengalaman jemaah pun berbeda.
“Sertifikasi haji ini jangan hanya memenuhi kewajiban karena nanti akan cape, namun karena kebutuhan maka akan ringan. Sertifikasi ini harus bisa meningkatkan pengetahuan para pembimbing akan medan, budaya, pelayanan kepada jemaah, juga mengajarkan para jemaah dalam menggunakan sarana dan prasarana selama berhaji dan umrah”, ujar Drs. Ajam Mustajam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
Mahasiswa KPI UIN Bandung Terpilih Jadi Panitia FIFA World Cup U-17
Dakwahpos.com, Bandung- Syahrul Abdul Wahab, Mahasiswa Prodi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung patut berbangga karena bisa ikut berkontribusi dalam event FIFA World Cup U-17, 8-21 November 2023. Sebagai panitia di Piala Dunia bola, Ia merasa sangat bersemangat dan tegang sejak awal. Persiapan dimulai berbulan-bulan sebelum acara tersebut, dan tugasnya melibatkan berbagai aspek, mulai dari logistik hingga koordinasi acara.
"Pertama-tama, saya terlibat dalam merencanakan pengaturan tempat dan fasilitas untuk para pemain, dan official,. Kami harus memastikan bahwa semuanya nyaman dan sesuai dengan standar internasional. Itu melibatkan koordinasi dengan pihak stadion dan lainnya," ungkapnya.
Hari-hari menjelang acara dimulai, panitia tentu sangat sibuk dengan persiapan yang harus sudah siap , mengatur konferensi pers, dan menangani masalah teknis seperti sistem keamanan dan ketersediaan teknologi. Setiap detail kecil sangat penting, Ia bersama tim harus selalu siap untuk mengatasi kendala apa pun.
"Selama pelaksanaan acara,semua tim bekerja dengan baik dan benar saya merasa bangga ketika melihat reaksi positif penonton bisa menonton dengan nyaman dan para pemain yang menikmati atmosfer Piala Dunia. Namun, ada juga tantangan dan tekanan yang harus diatasi, seperti perubahan jadwal mendadak, cuaca yang tidak terduga, atau masalah teknis," jelasnya.
Setelah acara selesai, meskipun lelah, Syahrul merasa puas karena telah menjadi bagian dari sebuah peristiwa besar dan prestisius. Pengalaman menjadi panitia di acara Piala Dunia bola tidak hanya meningkatkan keterampilan organisasinya tetapi juga memberikan kenangan yang tak terlupakan.
Mahasiswa KPI UIN Bandung Masuk 10 Besar Mojang Jajaka Garut 2023
Dekan: Program Jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Perlu Dipertajam pada Program Prioritas
Dakwahpos.com, Bandung- Program kerja sebuah fakultas di sebuah perguruan tinggi,
kini tak
hanya sekadar memenuhi aspek pengajaran, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, namun perlu diarahkan pada penguasaan teknologi
kekinian, guna menjawab tantangan dalam menghadapi perkembangan media
sosial yang berkembang sangat pesat. Untuk itu dalam rangka mempertegas
kapasitas Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan mempertajam Program
Prioritas.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung, Djati (UIN-SGD) Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag, saat membuka Pra Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Komunikasi bersama "Mempertajam Program Prioritas Mempertegas Kapasitas Fakultas", di Hotel Puri Katulistiwa, Rabu (19/1/2022).
Lebih jauh Ahmad Sarbini mengatakan, program lainnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana fakultas mampu melakukan pembinaan yang paruipurna bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi diarahkan pula kepada alumni.
“Etika dan tata perilaku mahasiswa dan alumni perlu menjadi bidikan utama dalam membuat program FDK-UIN Bandung sebab etika dan tata perilaku menjadi bidikan utama yang program Universitas, “ paparnya.
Lebih jauh Ahmad Sarbini mengatakan, lini pertama yang terkait dengan pembuatan dan pelaksanaan program fakultas terletak pada jurusan/prodi, laboratorium dan unit-unit di lingkungan FDK, sedangkan fakultas berperan sebagai koordinator.
Pra Rapat kerja yang bertema mempertajam program prioritas mempertegas kapasitas fakultas ini, dilanjutkan oleh pertanggungjawaban program 2021, pemaparan program 2022, serta indikator kinerja utama 2022 dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Konseling Islam, Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Ilmu Komunikasi dan Manajemen Haji dan Umroh.
Sesi berikutnya diisi pemaparan dari Komite Penjaminan Mutu Fakultas, Laboratorium, Simdak, unit jurnal perpustakaan dan tilawah. Menjelang sore, acara dilanjutkan oleh paparan yang bertajuk Pelayanan Prima Tata Usaha FDK tahun 2022.***
Indra Margana : Mahasiswa KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al Washliyah
Lomba tersebut dapat diikuti dengan cara mengupload video berisi ceramah tentang keislaman ke YouTube di channel YouTube masing-masing dengan mencamtumkan nama, asal kota, memberikan keterangan memasuki kategori lomba berupa kategori anak, remaja dan dewasa serta dilengkapi dengan keterangan Lomba Dakwah Digital Nasional Al Jam'iyatul Washliyah.
Sebuah perlombaan yang menjadi kesempatan yang bagus untuk mewadahi minat, potensi serta bakat umat Muslim demi kelanjutan dakwah Islamiyah yang terus bersinggungan dengan arus globalisasi yang semakin masif.
Indra Margana, salah satu mahasiswa dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung berminat untuk mengikuti lomba dakwah digital tersebut.
"Wah, ini sebuah kesepatan besar untuk bisa berada di jalan dakwah. Karena setiap karya dakwah yang didalamnya berupa talent harus sempurna. Walaupun manusia tidak akan luput dari kesalahan, tapi soal urusan dakwah harus sempurna dan pariurna guna meningkatkan keefektivitasan dakwah" Ujar Indra.
Indra Margana merupakan salah satu mahasiswa yang memberikan perhatian yang besar kepada perkembangan agama Islam, hal itu dibuktikan ketika ia sangat responsif terhadap isu-isu dan masalah yang menimpa umat Islam pada saat ini.
"Semoga Indra tetap istiqamah dijalan-Nya, karena jalan dakwah ini begitu berliku dan panjang. Jika tidak saling menguatkan dan menasehati, kemungkinan untuk meninggalkan jalan ini menjadi besar, karena jalan ini merupakan jalan yang suci, namun berat". Ujar H. Aris Muharam sebagai ketua DKM Darussalam yang sehari-sehari beraktivitas dengan Indra, karena Indra sebagai Imam Masjid di Masjid Darussalam.
Perlombaan dakwah digital yang diadakan oleh pengurus besar Al-Washliyah merupakan sebuah kesempatan dan ajang untuk menunjukkan gigi dalam dakwah Islamiyah yang bersifat public speaking atau khitabah. Walaupun tidak juara, tapi dengan berpartisipasi dalam lomba tersebut In Syaa Allah akan tersemai bibit-bibit potensi menjadi seorang da'i.
Indra Margana
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung DJati Bandung
Kp. Los Cinyiruan RT 03 RW 03, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kode Pos 40378.
0821 2012 1810
marganaausi@gmail.com
Lomba Dakwah Digital Wadahi Potensi Mahasiswa
Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Ikut Lomba Dakwah DIgital Dengan Judul, Islam Rahmatan Lil'alamin
Dakwahpos.com, Serang- Pengurus Besar Al-Washliyah bersama Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Barat mempersembahkan Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al Jam'iyatul Washliyah 2021. Perlombaan ini diselenggarakan secara gratis dalam rangka memperingati hari ulang tahun Al Jam'iyatul Washliyah ke-91 pada Selasa, (30/11/2021).
Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al Jam'iyatul Washliyah 2021 diikuti oleh para peserta dari kategori anak, remaja, bahkan dewasa. Pada kategori dewasa. Salah satu peserta Lomba Dakwah Digital kategori dewasa yaitu Trian Bagaskara adalah mahasiswa semester tiga jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Pada Lomba Dakwah Digital, pihak panitia memberikan tema tentang Keislaman. Dalam ceramahnya yang kurang lebih sekitar lima menit, Trian membahas tentang Islam Islam Rahmatan Lil 'Alamin.
"Rahmat artinya kelembutan atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Jadi, diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa sallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh umat manusia agar tidak terjadi perpecahan didalam dunia Islam", ujar Pria yang kerap dipanggil Trian ini.
Trian juga menambahkan bahwa kita sebagai seorang muslim agar selalu berdamai dengan siapapun. Melalui ajaran yang disebarkan nabi semesta alam bersifat halus, lembut bagai sutera sudah sepatutnya islam sebagai agama yang menjadi kepercayaan dan penyelamat di yaumil akhir tetap sebagai ajaran yang tauhid, tidak untuk keterpaksaan menyembah Allah dengan kekerasan.
"Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah, Islam dan Melalui ajaran yang disebarkan nabi semesta alam bersifat halus, lembut bagai sutera. Dan sepatutnya islam sebagai agama yang menjadi kepercayaan dan penyelamat di yaumil akhir tetap sebagai ajaran yang tauhid, tidak untuk keterpaksaan menyembah Allah dengan kekerasan.", ujarnya.
Trian Bagaskara
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Mahasiswi KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Dengan judul, Ikhlas Dalam Beribadah
Dakwahpos.com, Bandung- Majelis Dakwah Pengurus Besar Al- Washliyah bekerjasama dengan pengurus wilayah Al- Jam'iyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat mengadakan lomba dakwah digital tingkat nasional dalam rangka memperingati milad Al- Jam'iyatul Washliyah yang ke-91. Kamis (25/11/2021).
Lomba video dakwah yang diadakan oleh pengurus besar Al-washilah ini diselenggarakan pada tanggal 25 November- 8 Desember 2021, pada kesempatan ini lomba dakwah digital Al-Washilah mengangkat tema tentang keislaman. Kemudian lomba dakwah ini dibagi menjadi tiga kategori pertama, kategori anak-anak (siswa SD/MI), kategori remaja (siswa SMP/MTS dan SMA/MA), dan kategori dewasa (mahasiswa dan umum). Adapun syarat lomba ini adalah durasi ceramah 5-7 menit, memperhatikan kriteria penilaian, dan mengakhiri ceramah dengan ucapan "Nashrum Minallah Wa Fathung Qoriib, Wabasyiril Mu'min, Wassalamu'alaikum Wr.Wb" serta diakhir ceramah juga menyampaikan ucapan "Selamat Hari Ulang Tahun Al-Jam'iyatul Washliyah ke-91, Majulah Washliyah Zaman Berzaman.
Untuk kriteria penilaiannya yaitu isi materi 40% meliputi kesesuaian topik, isi dan akurasi dalil, kemudian retorika 35% meliputi gaya bahasa, gaya penyampaian, dan penjiwaan, etika 25% meliputi performa dan ketepatan mengikuti aturan panitia.
Shina Nureni Nazilah salah satu mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati yang mengikuti lomba video dakwah ini mengatakan "Kesempatan seperti ini tidak boleh kita lewatkan, mumpung pendaftarannya juga gratis dan yang paling penting buat nambah pengalaman kita dan mengasah skill ceramah kita".
Dalam Video lombanya Shina Nureni Nazilah membahas tentang ikhlas dalam beribadah. Begini kira-kira isi cuplikan ceramahnya "Pertama, Allah hanya memerintahkan makhluknya untuk beribadah hanya kepada Allah. Kedua, ibadah seseorang harus lah ikhlas, artinya bersihnya ibadah kita dari hal-hal yang dapat merusaknya. Misalnya riya dan sum'ah. Keduanya adalah di antara hal-hal yang dapat merusak amal ibadah kita. Ketiga, bukti ibadah kita yang ikhlas adalah melaksanakan shalat dan menunaikan zakat pada waktunya. Itulah agama Allah. Iman yang dibuktikan dengan amal soleh yang terwujud dalam shalat, zakat, dan syariat Islam lainnya." Ujarnya.
Reporter : Shina Nureni Nazilah
Mahasiswi KPI 3D UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Antusias Ikuti Lomba Digital Tingkat Nasional Al-Jamiyatul Washliyah
Hadiah yang didapat dari mengikuti lomba ini yaitu masing-masing kategori terdapat juara 1-3, pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan sertifikat. Serta seluruh peserta yang ikut akan mendapatkan sertifikat ke ikut sertaan.
Dalam perlombaan dakwah digital tersebut mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Antusias mengikuti perlombaan Tersebut, salah satunya Syarip Muhammad Ramadan Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester tiga.
Syarip Muhammad Ramadan Yang biasa di panggil Syarip ini mengatakan lomba dakwah digital tersebut selain untuk mendapatkan gelar juara, juga sebagai ajang dirinya berlatih dan meningkatkan potensi dirinya.
"Lomba dakwah digital ini sangat bermanfaat untuk saya ikuti, karena selain ingin meraih gelar juara saya ingin menambah pengalaman dan potensi diri dengan mengikuti lomba dakwah digital ini". ujarnya
Dalam lomba dakwah digital tersebut, Syarip Muhammad Ramadan membawakan ceramah yang berjudul "Dekatkan Diri Kepada Allah Dengan Meningkatkan Sikap Sabar". Ia mengatakan Sabar merupakan sikap yang dapat mendekatkan diri kepada Allah oleh karena itu tingkatkanlah sikap sabar.
"Sikap sabar merupakan pilar kebahagiaan seseorang, karena dengan kesabaran seseorang akan terjaga oleh Allah dari kemiskinan, konsisten dalam menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan. Allah juga menyebutkan sikap sabar dalam al-Qur'an yakni "Sesunguguhnya Allah bersama orang yang sabar", oleh karena itu penting kita meningkatkan sikap sabar agar senantiasa dekat dengan Allah dan diberi perlindungan oleh Allah SWT." ungkap Syarip Muhammad Ramadan
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Fauziyyah Suci Nur’bayyin, Mahasiswi KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al-Jam'iatul Washliyah
Dalam rangka untuk memperingati HUT Al-Jam'iatul Washliyah yang ke 91, "Perlombaan yang diikuti oleh Anak (Siswa SD), Remaja (Siswa SMP/Mts dan SMA/MA), dan Dewasa (Mahasiswa dan Umum) dengan tema Keislaman ," Ungkap Ketua Umum PB Al Washliyah.
Kriteria pemenang lomba ditentukan berdasarkan empat penilaian.
"Pemenang akan dilihat dari kemampuannya menyampaikan pesan dakwah dari aspek materi, retorika, dan etika," Ungkap Ketua Umum PB Al Washliyah.
Fauziyyah Suci N (20) salah seorang peserta lomba, mengutarakan antusiasmenya dalam mengikuti acara ini. Ia mengetahui tentang acara perlombaan itu melalui salah satu dosennya.ia termotivasi untuk turut serta mengitu perlombaan tersebut untuk terus belajar mengasah keberanian diri, memahami segala ilmu yang telah ia pelajari sebelumnya.
Kemudian menurut pendapat keluarganya tentang mengikuti perlombaan ini didukung sekali karena dapat mengasah rasa kepercayaan diri dan dapat mengasah agar tidak merasa canggung ketika berbicara di depan khalayak umum kelak.
"Motivasi saya untuk mengikuti acara perlombaan dakwah digital tingkat nasional ini adalah tidak lain untuk melatih mental dan mengasah cara berbicara di depan khalayak umum. Meski belum dapat maksimal, tetapi saya memiliki kemauan untuk mencoba agar dapat belajar lagi dan lagi" Ungkap Fauziyyah Suci N, salah satu peserta perlombaan itu.
Reporter : Fauziyyah Suci Nur'bayyin
Mahasiswi Kelas KPI III-B UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Pengalaman Pertama Ikuti Lomba Dakwah Digital Nasional Al-Jam’iyatul Washliyah
Dakwah bukanlah sebagai profesi, namun dakwah ini dapat dijadikan sebuah aktifitas yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim. Keikutsertaan penulis dalam lomba ini dan kebetulan masuk dalam kategori dewasa hanyalah sebagai ajang agar berani mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tentunya didorong oleh motivasi yang diberikan dari dosen pengampu penulis yang merupakan Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sekaligus pengajar mata kuliah Jurnalisme Dakwah yakni Dr. Uwes Fatoni, M.Ag.
Penulis disini membuat video yang berjudul "Istighfar Berikan Ketenangan". Video ini telah di upload di channel youtube penulis yang bernama "Aliyya Ummu Nahda". Dalam video ini diterangkan beberapa hal tentang mengapa kita harus banyak istighfar. Alasannya adalah karena kita manusia, dan kita tidak mungkin luput dari yang namanya dosa. Dosa yang menumpuk akan menyebabkan hati bisa menjadi tidak tenang. Itulah alasan penulis mengangkat judul ini untuk di ikutsertakan dalam Lomba Dakwah Digital Nasional Al-Washliyah.
Setidaknya ada beberapa poin yang bisa saya ambil sebagai hikmah dari mengikuti perlombaan ini. Pertama, tuntutan untuk terus mengembangkan diri agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Kedua, menjadikan pengalaman ini sebagai media lanjutan untuk lebih meningkatkan kemampuan berdakwah. Ketiga, memperluas ilmu dan jaringan agar dakwah menjadi lebih mudah karena dijalankan bersama-sama.
Menikmati proses dan langkah-langkah kecil dari keikutsertaan penulis dalam lomba ini adalah kunci mengapa penulis masih tetap bertahan. Meskipun sempat didera rasa malas yang teramat sangat besar, tetapi tetap berusaha mengikutinya dengan niat menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Disamping itu apresiasi dari keluarga adalah penunjang besar, mengapa penulis masih mencoba berani dan sabar mengikutinya hingga akhir meskipun belum mendapat gelar juara, tetapi ini sudah menunjukkan peningkatan yang lebih baik.
Reporter : Aliyya Ummu Nahda, KPI 3A UIN SGD Bandung
Peringati Hut Al-Jam’iyatul Washliyah Adakan Lomba

Tentu saja lomba ini tidak semata-mata lomba biasa tetapi ada kriteria tertentu yang harus di penuhi yaitu contohnya seperti durasi nya harus minimal 5-7 menit dan maksimal nya sebanyak-banyaknya dan diakhir vidio harus mengucapkan kata kata peringatan hut Al-Washliyah dan setelah itu di upload ke youtube masing-masing dan salin link tersebut.
Adapun kriteria penilaian di dalam lomba tersebut yaitu isi materi 40% (struktur kesesuaian topik dan akurasi dalil), Retrorika 35% (gaya bahasa gaya penyampaian dan penjiwaan ) , dan yang terakhir yaitu etika 25 % ( performa dan ketetapan mengikuti aturan dari panitia ). Dengan begitu kita bisa tau apa saja yang harus dipersiapkan.
Waktu pengerjaannya pun memiliki waktu batas tertentu yaitu hanya sebelas hari terhitung pada tanggal 25 november- 5 desember 2021 dan pengumpulan pemenang dakwah tersebut pada tanggal 8 desember 2021 melalui isntagram @dakwahwashliyahdan fb nya yaitu @alwashliyahjawabarat. Dan mendapatkan hadiah tertentu sesuai tingkatan juara.
Diadakannya lomba tersebut meningkatkan semangat anak bangsa untuk berdakwah karena semakin menurunnya remaja yang tertarik akan hal itu. Oleh sebab itu kegiatan ini menjadi salah satu cara agar anak bangsa semangatt akan berdakwah dan mempelajari lebih dalam mengenai keislaman dan melatih cara berbicara di depan banyak orang .
Resi Tri Rahayu
Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Qisthy Anjani_Bandung_Kategori Lomba Dakwah Digital Nasional Al-Jamiyatul Washliyah
Dakwahpos.com, Bandung,- Al Jami'iyatul Washliyah mengadakan Lomba Dakwah Digital tingkat Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Al-Jam'iatul Washliyah ke-91 dengan tema kesilaman berdurasi video lima sampai tujuh menit.
Dalam kesempatan kompetitif itu, Qisthy mengangkat topic tentang Bai Al-'Inah, pembahasan yang jarang diangkat berkaitan langsung dengan muamalah. Dia melakukan riset juga mencari referensi dari berbagai sumber guna menerangkan hal kecil yang dianggap tidak sengaja rupanya akan dipertanggungjawabkan dalam agama. Seperti transaksi jual-beli Al-'Inah.
"Al – 'inah" sendiri berasal dari kata Arab yang berarti "tunai" atau "segera". Tetapi, yang dimaksuda dengan Bay'inah adalah "menjual harta dengan bayaran angsuran, kemudian dengan segera membelinya semula dengan bayaran tunai." Dalam kitab Taudih al – Ahkam, Abdullah al-Bassam mengungkapkan Al-'Inah berasal kata al-'Ain yang berarti uang cash, karena pembeli barang untuk sementara mengambil sejumlah uang cash sebagai pengganti barang tersebut.
"Intinya begini, Bai'ul-'inah itu jual beli barang dengan harga diangsur sampai satu masa, misalnya seharga 100 dirham, kemudian dibeli kembali dari pembelinya secara cash dengan harga 110," ujar Qisthy dalam ceramahnya.
Selain pengenalan mengenai 'Bai Al-Inah', Qisthy juga menjelaskan perbedaan pandangan para ulama yang berbeda pendapat mengenai hukum transaksi Al-Inah. Ada yang mengatakan bahwa Ba'I Al-Inah itu hukumnya haram, yaitu beberapa pendapat ulama dari mazhab Hanafi, maliki, Hanabilah. Ada juga yang mengatakan halal tapi makruh, dari kalangan mazhab Syafi'i.
Dengan bahasan singkat tersebut, setidaknya ada beberapa ilmu yang didapat berkaitan dengan muamalah. Dia berharap bahwa generasi milenial mampu mengetahui hal-hal yang bekaitan dengan keagamaan, hingga diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari bahkan mampu mengajak orang lain untuk ikut berbuat hal yang lebih baik.Asah Potensi saat Pandemi, Mahasiswa KPI UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional
Dakwahpos.com, Bandung- Majlis Al Washliyah bersama Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Barat mempersembahkan Lomba Dakwah Digital Tingkat Nasional Al Jam'iyatul Washliyah 2021. Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Al Jam'iyatul Washliyah ke-91 pada 25 November-8 Desember 2021.
Lomba Dakwah Digital ini diikuti oleh para peserta dari kategori anak-anak (siswa SD/MI), remaja (SMP/MTS dan SMA/MA), dan kategori dewasa (mahasiswa dan umum). Pada kategori dewasa, ada banyak perwakilan dari Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, salah satunya adalah mahasiswa prodi KPI Semester 3 yaitu Ahmad Rifa'i yang membawa judul "Meneladani Sikap Toleransi Rasulullah".
Rifa'i mengatakan bahwa Rasulullah adalah contoh akhlak yang baik dalam konteks hubungan sosial. Rasulullah termasuk pribadi dengan keluasan hati yang mengagumkan. Beliau tak hanya orang yang gigih dalam memperjuangkan syi'ar Islam, tapi juga menunjukkan perangai mulia dalam berdakwah.
Dalam kitab Riyadlus Shalihin Rasulullah bersabda: "Mukmin yang paling sempurna adalah mereka yang paling indah akhlaknya."
"Rasulullah tidak hanya pandai dalam bertutur kata tentang pentingnya berbuat bijak kepada sesama, tetapi beliau konsisten dengan memberikan teladan langsung dalam wujud perilaku. Rasul berpesan agar tidak membenci orang yang berbeda keimanannya dengan kita dan kita harus bersikap toleransi" ujar Ahmad Rifa'i.
Lomba Dakwah Digital ini membuka peluang besar bagi para pelajar di Indonesia untuk menyampaikan dakwahnya dalam bentuk video digital di sosial media. Walaupun masih dilanda pandemi, tapi semangat berdakwah harus tetap membara.
Reporter : Ahmad Rifa'i
Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung, Jawa Barat
Ikut Serta Lomba Dakwah Digital Nasional Al - Jami'atul Washliyah, Mahasiswi KPI Mengangkat Tema Kejujuran
Rayakan HUT Ke-91, Al-Jami'atul Washliyah Adakan Lomba Dakwah Digital Nasional
Mahasiswa KPI Ikuti Kegiatan Lomba Dakwah Digital
Dakwahpos.com, Bandung – Kegiatan Lomba Dakwah Digital yang diadakan oleh Al – Jam'iyyatul Washliyah, Minggu (05/12/21).
Al – Jam'iyatul Washliyah mengadakan lomba dakwah digital dalam rangka HUT ke-91. Kegiatan ini dimeriahkan oleh anak-anak, remaja, hingga tingkat dewasa untuk berdakwah. Pada kesempatan kali ini banyak kalangan Mahasiswa UIN SGD Bandung juga mengikuti kegiatan lomba ini.
Salah satu mahasiswa KPI juga mengikuti lomba dakwah digital yaitu salah satunya benama Afip Nurlatifah. Beliau mengikuti lomba ini untuk memeriahkan HUT Al-Washliyah dan bertujuan untuk menyampaikan suatu dakwah.
Dalam perlombannya beliau menyampaikan materi tentang "Tantangan dalam Berdakwah". Ceramah tersebut menyampaikan salah satu ayat yaitu Q.S Al- Imran ayat 104 yang memaparkan bahwa kita sebagai umat muslim wajib menjalankan dakwah.
Seiring berjalannya waktu di zaman milenial ini dakwah harus lebih berkembang dari sebelumnya. Karena, jika menggunakan cara seperti terdahulu dakwah akan sulit diterima oleh mad'u. apalagi sekarang teknologi semakin canggih, untuk itu menyebarkan dakwah bisa lebih banyak kesempatan dengan menggunakan teknologi canggih.
Dengan banyaknya tantangan dalam berdakwah, namun umat muslim tidak hanya berdiam diri saja. Bahkan sekarang banyak umat muslim yang menyampaikan dakwahnya dengan cara kreatif seperti membuat konten, film-film islami, lagu-lagu islami dan lain-lain.
Pada ceramah yang disampaikan bisa menjadi cerminan kita sebagai ummat muslim agar bisa memecahkan permasalahan tantangan tersebut. Karena, dengan adanya niat yang kuat untuk meneruskan dakwah Rasulullah, insya Allah semua tantangan-tantangan tersebut bisa dilalui.
Dari pemaparan Afip Nurlatifah sangat mudah dipahami dan bisa diterima oleh kalangan muda zaman milenial ini. Karena, beliau menyampaikan dengan Bahasa yang ringan, singkat, padat dan jelas.
Reporter : Afip Nurlatifah, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung












