Tampilkan postingan dengan label UIN Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UIN Bandung. Tampilkan semua postingan

Rektor UIN Bandung: Kemerdekaan Harus Membebaskan dari Kemiskinan dan Kebodohan


Dakwahpos.com, Bandung - UIN Sunan Gunung Djati Bandung gelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 lapang Kampus 2  pada Ahad, (17/9/2025). Sivitas akademika, termasuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut hadir dalam acara tersebut.

Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat yang menekankan makna kemerdekaan.

“Kemerdekaan dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan adalah cita-cita yang harus terus kita perjuangkan,” ungkap Prof. Rosihon di hadapan peserta upacara.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang berdaulat harus mampu mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri dan merdeka dari kebodohan. 

“Kita harus berdaulat dan mampu memenuhi pangan sendiri. Sesuai dengan semangat pendidikan, kita juga dituntut memerdekakan dari ketidaktahuan dan kebodohan,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan bangsa. Pendidikan yang berkualitas dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Mempersiapkan alumni yang unggul adalah bagian dari upaya mengurangi kemiskinan,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh sebatas formalitas tapi juga substantif. 

“Kita harus mensyukuri kemerdekaan secara substantif, inhern dalam diri kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga UIN Bandung tetap sebagai kampus terdepan. 

“Jangan hanya pimpinan, tapi semuanya harus bersama-sama berjuang. Kita harus melaju dengan kecepatan yang sama,” tutur Prof. Rosihon.

Dalam amanatnya, rektor juga mengaitkan makna kemerdekaan dengan merujuk firman Allah dalam QS. An-Nashr ayat 1–3. 

“Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah bentuk nasrullah atau pertolongan Allah, yang kemudian memberikan fath atau kemenangan bagi bangsa ini,” terangnya.

Ia menambahkan, ayat tersebut juga relevan dalam konteks UIN Bandung. 

“Masyarakat berbondong-bondong masuk ke kampus kita. Maka, sesuai perintah ayat itu, kita harus memperbanyak tasbih, tahmid, bersyukur, dan beristighfar,” jelas Rektor.

Ketua Prodi KPI, Dr. H. Nase Saifuddin, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukurnya karena bisa berpartisipasi dalam momentum ini. 

“Saya bersyukur bisa ikut serta dalam peringatan penting ini. Semoga semangat kemerdekaan terus tumbuh di tengah civitas akademik UIN Bandung,” ujarnya.

Sekretaris Prodi KPI, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag., juga menyampaikan rasa syukurnya dengan meneladani para pejuang. 

“Kebahagiaan ini bukan hanya karena kita hadir dalam upacara, tetapi juga karena kita bisa meneladani semangat juang kemerdekaan untuk diterapkan dalam dunia akademik,” tuturnya

Prodi KPI UIN Bandung Turut Berpartisipasi dalam Peringatan HUT RI ke-80



Dakwahpos.com, Bandung - UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kampus 2  pada Ahad, (17/8/2025) Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sivitas akademika, termasuk Pengelolaan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat tentang makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Mengutip naskah sambutan dari Presiden RI, Rektor  menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan.

“Merdeka dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan adalah cita-cita yang harus terus kita perjuangkan,” ungkap Prof. Rosihon.

Ia juga menambahkan bahwa kedaulatan bangsa perlu diwujudkan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. 
“Kita harus berdaulat dan mampu memenuhi pangan sendiri. Sesuai dengan semangat pendidikan, kita juga dituntut memerdekakan diri dari ketidaktahuan dan kebodohan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Rosihon menekankan pentingnya peran pendidikan sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik akan berkontribusi besar dalam mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat.

“Mempersiapkan alumni yang unggul adalah bagian dari upaya mengurangi kemiskinan,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa memperingati kemerdekaan tidak cukup hanya dengan kegiatan rutin atau formal. “Kita harus mensyukuri kemerdekaan secara substantif, inhern dalam diri kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa UIN Bandung harus tetap menjadi kampus terdepan. “Jangan hanya pimpinan, tapi semuanya harus bersama-sama berjuang. Kita harus melaju dengan kecepatan yang sama,” tutur Prof. Rosihon.

Ketua Prodi KPI, Dr. H. Nase Saifuddin, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya upacara tersebut. 
“Kami bersyukur bisa ikut serta dalam momentum penting ini. Semoga spirit kemerdekaan terus hidup di tengah civitas akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Prodi KPI, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag., juga mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya turut berbahagia dengan peringatan ini bukan hanya karena kita hadir dalam upacara, tapi juga karena kita bisa meneladani semangat juang kemerdekaan untuk diterapkan dalam dunia akademik,” tuturnya.

Mahasiswa KPI UIN SGD Mengikuti lomba Dakwah Digital


 Dakwahpos.com, Bandung  – pada tanggal 17 – 28 November 2020, Al Jam'iatul Washliyah mengadakan lomba dakwah digital. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hiari milad Al Jam'iatul Washliyah yang ke 90. Para mahasiswa KPI mengikuti lomba tersebut, termasuk Dimas Taufik Saputra seorang mahasiswa KPI yang belum cukup ilmu nya, dan ia belum pernah mengikuti lomba dakwah sebelumnya. Dengan modal tekad dan percaya diri, dia memberanikan untuk mengikuti lomba dakwah tersebut.
 Dengan tema yang ditentukan adalah keislaman, Fajri membuat video ceramahnya dengan judul "Sabar Yang Sesungguhnya". Menurutnya, judul ceramahnya ini sangat berkaitan dengan tema yang ditentukan, karena kesabaran adalah sifat yang harus dimiliki umat islam.

 Pada awal materi, Dimas memberikan sedikit pengertian tentang sabar, pada dasarnya sabar berasal dari kata sobaro yasbiru dimana artinya adalah menahan. Perlu diketahui bahwa menahan disini mempunyai arti yang luas. Misalnya saat berpuasa, kita menahan semua hawa nafsu untuk berbagai macam hal. Seperti menahan lapar dari adzan subuh sampai adzan magrib tiba untuk saat berbuka. Selain itu hendaknya kita juga diwajibkan bersabar dalam menghadapi perilaku buruk seseorang kepada kita. Tetapi harus juga diketahui, bahwa tak semua orang dapat merasakan sebuah kesabaran. Karena pada hakekatnya tak semua orang bisa menahan rasa sabar tersebut.

 Mahasiswa ini mengajak semua orang untuk selalu berdoa dan semakin mendekatkan diri pada Allah SWT agar diberi kesabaran melimpah dan tak ada batasnya. Supaya kita semua memperoleh pahala dari Nya yang seluas-luasnya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 153 yg artinya:
 "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sebenarnya Allah beserta orang-orang yang sabar."Bercermin dari ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Allah SWT akan selalu memberikan pertolongan untuk setiap hambaNya yang mau menjalankan segala perintahNya dan menjauhkan diri dari segala laranganNya.

Pada akhir ceramah, Dimas menegaskan kembali kepada penonton supaya bisa lebih memahami arti penting dari sebuah kesabaran. Sehingga untuk di kemudian hari akan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 Reporter  : Dimas Taufik Saputra, KPI 3B

Mahasiswa UIN SGD Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al Washliyah

Dakwahpos.com, Bekasi ,- Qisthon Fannani merupakan seorang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, semester 3, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) telah mengirimkan sebuah video ceramah keislaman untuk diikuti lomba Dakwah Digital Al Washliyah pada hari jum'at kemarin (27/11/2020). Dalam videonya yang berjudul "Ikhlas" itu, ia menjelaskan tentang perbuatan ikhlas, betapa pentingnya ikhlas dan bagaimana cara menggapainya.

"Ikhlas adalah perkara penting bagi setiap muslim, Mengapa? Karena dengan ikhlas, ibadah yang kita lakukan akan bernilai pahala, dan kebalikannya, jika tidak maka akan sia-sia dan mendatangkan dosa. Ikhlas adalah beribadah dengan niat hanya mengharap pahala dari Allah saja, dan sebaliknya jika kita beribadah dengan mengharap selain Allah, misal karena mengharap pujian manusia, maka ini di namakan riya, dan riya termasuk kedalam dosa, otomatis ibadah yang kita lakukan tidak akan di terima oleh Allah bahkan mendapatkan dosa riya. Lihat, hanya dengan salah niat, perbuatan ibadah yang seharusnya mendatangkan pahala malah mendatangkan dosa..", Ujarnya.

Dalam videonya tersebut, Qisthon menjelaskan bahwa ikhlas merupakan hal yang sangat penting bagi setiap muslim, karena ikhlas merupakan penentu diterima tidaknya amal ibadah seorang muslim. Qisthon menjelaskan apakah ikhlas merupakan sesuatu yang mudah?. Qisthon mengutip sebuah cerita tentang seorang ulama besar bernama Imam Ahmad yang merupakan imam madzhab dan hapal ribuan hadits saja masih mengatakan perkara ikhlas merupakan hal yang sulit baginya dan beliau berusaha sekuat tenaga agar apa yang dilakukannya ikhlas.

"Ikhlas merupakan perkara yang tidak sulit bukan berarti tidak bisa kita lakukan, lalu bagaimana kiat-kiat untuk mendatangkan atau menggapai keikhlasan kepada hati kita?. yaitu dengan berdoa kepada Allah, jauhi ketenaran dan rasa ingin dipuji, dan berlatih beramal dengan sembunyi-sembunyi. ", Ujarnya.

Ceramah tentang ikhlas bisa membuka hati kita akan pentingnya keikhlasan dalam melakukan segala hal, baik ibadah maupun muamalah. Ikhlas merupakan perkara yang tidak mudah bahkan sulit bagi seorang ulama dan imam besar yang telah hapal ribuan hadits. Sulit bukan berarti tidak dapat dilakukan, tapi dapat dilakukan dengan cara yang benar. Ikhlas merupakan sesuatu yang sangat penting bagi seorang muslim dalam diterima tidaknya amal ibadah yang dilakukan.

(Qisthon Fannani/KPI 3D)

Riziq Abdul Malik Wakili UIN Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al-Washliyah

Dakwahpos.com, Bandung- Dalam rangka memperingati milad Al-Jam'iatul Washliyah ke-90 yang dirayakan 30 November setiap tahunnya, pengurus wilayah Al-Jam'iatul provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Lomba Dakwah Digital yang dimulai pada tanggal 17/11/2020.

Tema yang diangkat yaitu tentang keIslaman. Perlombaan terbuka untuk kader Al-Washliyah dan masyarakat umum. Penyelenggara membagi tiga kategori lomba, yang pertama untuk anak-anak, yang kedua untuk remaja, dan ketiga untuk dewasa.

Adapun yang menjadi penilaian para juri dalam menentukan juara adalah isi materi sebesar 40%, retorika sebesar 35%, etika 25%.

Untuk kategori dewasa, terdapat perwakilan dari mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Riziq Abdul Malik berasal dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Riziq mengikuti lomba dengan membawa judul "Berlomba-lomba dalam kebaikan". Ia merupakan salah satu dari puluhan mahasiswa UIN Sunang Gunung Djati Bandung yang mengikuti lomba.

Dikutip dari video dakwahnya, "Alangkah baiknya kita sebagai orang yang beriman gunakan waktu kita sebaik mungkin, bukannya bermalas-malasan. Sebelum datang lima perkara tadi karena penyesalan selalu datang diakhir." Ia mengajak kepada penonton untuk jangan lalai dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

Pengumuman lomba mengalami kemunduran selama satu hari dari waktu semula yaitu 30 November. Kemunduran ini diakibatkan banyaknya peserta, yang mengikuti lomba tersebut sehingga juri memerlukan waktu tambahan untuk melakukan penilaian.

Berdasarkan dari Instagram @dakwah.alwashliyah hasil yang keluar untuk kategori anak-anak, juara pertama diraih oleh Fadhil Aiman Fatoni, untuk kategori remaja juara pertama diraih oleh Moh. Rafi Arhaburizqy, dan untuk kategori dewasa juara pertama diraih oleh Muhammad Ilham Pauzi. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah voucher pulsa dan piagam penghargaan.

Reporter: Riziq Abdul Malik/3D

Hafizh Adli, Mahasiswa UIN SGD Ikuti Lomba Digital Al-Washliyah





Dakwahpos.com, Karawang- Pengurus Wilayah Al-Jam'iyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat mengadakan perlombaan pidato bahasa Indonesia dengan bertemakan keIslaman untuk memperingati Milad Al-jam'iyatul Washliyah ke-90 2020 pada selasa(17/11/2020). 


Perlombaan tersebut ditujukan agar kita dapat menggunakan waktu secara efektif dan bermanfaat dikala kesenjangan selama pandemi ini, perlombaan dibagi menjadi 3 kategori, pertama tingkat anak-anak, kedua tingkat remaja, ketiga tingkat dewasa. 


Salah satu peserta mengangkat judul melihat, yang inti dari pidatonya adalah , kita sebagai sesama mahklukNya harus saling mengerti kondisi satu sama lain, dan juga peduli dengan lingkungan sekitar kita. 


"Allah tidak akan melihat kepada jasadmu tidak pula melihat kepada rupamu akan tetapi melihat kepada hati, mau kita menjadi orang kaya, miskin, sederhana, apabila di dalam hati kita terdapat sebuah kesombongan dan juga keingkaran Allah tidak akan pernah melirik ke hamba tersebut, akan tetapi apabila kita memiliki hati yang lapang, hati yang bersih Insya Allah, sang Rabb akan melihat kepada diri kita dan kita pun akan di tinggikan derajatnya" ujarnya. 


Terdapat hadiah bagi para pemenang perlombaan dan juga bagi para kontestan yang sudah mendaftarkan diri, mulai dari juara 1-3 dan juga harapan 1-3, bagi para kontestan yang tidak mendapatkan juara mereka mendapatkan sertifikat telah mengikuti lomba.
Reporter: Hafizh Adli/KPI/3D

Rahma Fauzia Ikuti Lomba Dakwah Digital


Dakwahpos.com, Bandung Barat – Pengurus PW Al-Jam'iyyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Lomba Dakwah Digital dalam rangka peringatan Milad Al-Washliyah yang ke-90 2020 pada Selasa (17/11/20). 


Perlombaan tersebut terbuka untuk umum, tidak hanya diperuntukkan bagi kader Al-Washliyah saja, perlombaan Dakwah Digitak ini di bagi menjadi 3 kategori, yang pertama tingkat anak-anak, kedua tingkat remaja, dan yang ketiga tingkat dewasa. Adapun antusiasme mahasiwa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan gunung Djati Bandung dalam meramaikan perlombaan Dakwah Digital tersebut. 


Salah satu peserta lomba Dakwah digital ini mengambil tema keislaman dengan judul ketentraman hati yang hakiki.


"Banyak orang yang merasa bahwa dengan meminum minuman keras dan obat-obatan akan membuat dirinya tenang, padahal dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwasanya manusia dapat mengendalikan hatinya masing-masing, bagaimana cara ia memilih jalan. Juga terdapat dalam Al-Quran Surah Ar-Ra'd ayat 28 Allah SWT berfirman : Yaitu orang-orang yang beriman dan diberi ketenangan, maka dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." Ujarnya.

Reporter : Rahma Fauzia, KPI 3D

Rani Khaerany Rizkiyah, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al-Washliyah

Dakwahpos.com, Cianjur - Seorang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rani Khaerany Rizkiyah turut serta memeriahkan lomba Dakwah Digital Al-Washliyah Jawa Barat, Minggu (29/11/2020).

Dalam upaya tetap produktif di tengah pandemi, Dakwah Digital Al-Washliyah membuat sebuah kegiatan lomba yang mana pesertanya terdiri dari tiga kategori yaitu, anak (siswa SD/MI), remaja (SMP/MTs dan SMA/sederajat), dan dewasa (Mahasiswa dan Umum). Hal tersebut disambut secara antusias oleh para pencinta dakwah. Tidak terkecuali oleh mahasiswa yang satu ini, yaitu Rani Khaerany Rizkiyah.

Dalam kondisi seperti ini, menurut Rani sangat penting untuk menjaga produktivitas agar kita tetap berkembang walau dalam keterkungkungan gerak, aktifitas, dan bahkan sarana. Maka dari itu, Rani turut berpartisipasi dalam lomba dakwah digital.

"Dengan memanfaatkan gadget kita juga bisa tetap mengikuti berbagai kegiatan positif di tengah pandemi ini loh, contohnya ya kita ikut andil dalam perlombaan dakwah yang diadakan oleh Dakwah Al-Washliyah Jawa Barat, salut banget deh sama mereka yang bisa menggerakkan umat agar senantiasa terus produktif," ujar Rani setelah diwawancarai tim media.

Walaupun dia tidak memenangkan perlombaan dakwah digital, Rani mengaku sudah cukup senang karena sudah termotivasi untuk mengikuti perlombaan dakwah kali ini. Selain membuat dia menjadi lebih produktif karena mengalokasikan waktu luangnya ke hal positif, kegiatan ini juga menjadi penyemangat dirinya untuk terjun ke dunia perdakwahan.

Rani Khaerany Rizkiyah/KPI3D, Mahasiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung

M. Nashihul Umam Wakili KPI C UIN SGD Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital


Dakwahpos.com-Cirebon-Mahasiswa Jurusan Komunukasi Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti perhelatan lomba dakwah digital yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Al-Jamiyah Washliyah Jawa Barat, dalam rangka memperingati HUT Al-Jamiyah Washliyah ke-90, Senin (30/11/2020)

Perhelatan lomba yang diselenggarakan melalui media online atau daring yang dibagi kedalam 3 kategori yaitu kategori anak-anak, remaja, dan dewasa yang terbuka bagi seluruh indonesia sehingga memacu partisipasi serta antusias yang sangat tinggi dari masyarakat umum hal ini menunjukan bahwa rasa semangat dakwah islam yang tetap membara meskipun dalam keadaan wabah virus corona

Muhammad Nashihul Umam, mahasiswa UIN SGD Bandung Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dan merupakan salah satu peserta lomba dakwah digital yang diselenggarakan oleh PW Al-Jamiyah Wasliyah Jawa Barat dengan membawakan materi lomba yang bertemakan keislaman dengan "Al-Qur'an Dengan Segala Keistimewaannya" 

Dalam unggahan ceramah yang dilombakan melalui media youtube, Muhammad Nashihul Umam menyampaikan bahwa Al-Qur'an, merupakan kitab suci umat islam yang sangat agung, bagi orang yang membacanya akan merasakan ketenangan jiwa, dan orang yang mendengarkannya akan merasakan kesejukannya karena Al-Qur'an sangat terjaga dari segala bentuk perubahan dan penggantian sehingga autentiknya akan selalu abadi sepanjang masa

Al-Qur'an diturunkan kepada Baginda Rasulullah Saw dengan perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan serta tuntutan situasi dan kondisinya selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Yang dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk hidup umat manusia agar manusia tidak terjerumus kejalan kesesatan sehingga mencapai tujuan hidup yang hakiki

Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 3 UIN SGD Bandung ini pun menjelaskan Al-Qur'an sebagai mukjizat teragung Nabi Muhammad Saw, dan sebagai penyempurna kitab sebelumnya, sehingga isi Al-Qur'an memuat seluruh intisari kitab sebelumnya, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, serta mengatur hubungan antar sesama manusia(Hablum minannas), hubungan antara manusia dengan Allah (Hablum minallah) dan hubungan antara manusia dengan alam(Hablum minalalam) sehingga Al-Qur'an menjadi sumber utama dan rujukan yang sangat diminati oleh berbagai kalangan dalam berbagai aspek kehidupan

Di akhir ceramahnya Muhammad Nashihul Umam melantunkan sebuah shalawat qur'ani dengan sangat merdu, sehingga menjadi sebuah penutupan yang sangat indah


Reporter : Muhammad Nashihul Umam, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung


 

Berlatih Kemampuan Dakwah, Mahasiswa KPI Ikuti Lomba Dakwah Digital

Dakwahpos.com, Cirebon – Lomba Dakwah Digital yang diselenggarakan oleh Al-Washliyah Jawa Barat dalam rangka menyambut Milad Jam'iyatul Washliyah yang ke-90 dilaksanakan sejak tanggal 17 November- 28 November 2020. 

Dengan menyediakan tiga kategori perlombaan diantaranya ada kategori anak-anak, kategori remaja, dan kategori mahasiswa atau umum.

Mengangkat tema pentingnya syukur, Nissa Aulina Fatihah menjelaskan bahwasanya "Pengungkapan syukur tidak hanya diucapkan tetapi juga diselaraskan dengan kerendahan hati dan keridhoan dalam menerimanya" ujarnya.

Merujuk pada Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7, sangat jelas bahwasanya kita sebagai ciptaan Allah yang diberikan nikmat tak terhingga oleh Allah swt wajib mensyukuri atas semua pemberian-Nya. 

Senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas limpahan nikmat Allah, walau cobaan datang dan rintangan menghadang. Karena dengan bersyukur berarti kita telah mematuhi salah satu perintah Allah SWT dan meneladani salah satu sifat Nabi dan Rasul.

Sebagai orang yang beriman maka bersyukur akan menjadikan tambahan kekuatan iman kita kepada Allah dan tentu saja mendapatkan ganjaran yang bukan hanya diterima di akhirat tetapi juga diterima didunia.

"Sesuai dengan janji Allah kepada orang yang bersyukur Dalam surat ibrahim ayat 7 maka Allah akan menambah nikmat bagi yang bersyukur dan  bagi siapa saja yang kufur terhadap nikmat Allah maka adzab Allah sangatlah pedih," jelasnya.

Seperti halnya pandemi ini, bukan beratri kita terus menerus mengeluh atas apa yang terjadi, alangkah baiknya kita mensyukuri atas apa yang menjadi kehendak-Nya dan berikhtiar supaya pandemi ini segera berlalu.

Reporter: Nissa Aulina Fatihah, Mahasiswa KPI/3C UIN SGD Bandung

Nailah Adawiyah, Mahasiswa KPI UIN Bandung, Ikuti Lomba Dakwah Digital

Dakwahpos.com, Cianjur – Pengurus Wilayah Al-Jam'iyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan lomba dakwah digital dalam rangka memperingati milad Al-Jam'iyatul Washliyah yang ke-90. Pendaftaran lomba dilakukan pada 17-18 November 2020, dengan tiga kategori, yakni anak-anak, remaja, dan dewasa.

Partisipan dalam lomba tersebut tercatat sebanyak 148 peserta. Adapun kriteria penilaiannya yaitu dilihat dari isi materi yang sesuai dengan topik sebanyak 40%, retorika atau gaya dalam penyampaiannya sebanyak 35%, dan etika yang berupa performa penampilan dan sebagainya, sebanyak 25%.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 3, turut berpatisipasi mengikuti lomba dakwah digital ini. Sampai-sampai, juara 1 dan juara 3 lomba dakwah digital ini diraih oleh mahasiswa KPI UIN Bandung, yakni, Muhammad Ilham Pauzi dan Serliana Salsabila.

Nailah Adawiyah, salah satu mahasiswa KPI UIN Bandung asal Kabupaten Cianjur juga ikut berpartisipasi dalam lomba dakwah digital al-washliyah. Judul ceramah yang dibawakannya adalah tentang hakikat dunia. "Berdasarkan QS. An-Nisa ayat 77, kesenangan dunia hanyalah sementara, maka dari itu kita harus memperbanyak amal untuk bekal di akherat." Ujarnya.

Dia pun turut menyimpulkan bahwa sebenarnya dunia ini fana, dan kehidupan didalamnya hanyalah permainan dan senda gurau. Kebanyakan manusia tertipu dengan dunia dan melupakan bahwa ada kehidupan yang sebenarnya di akherat nanti. Oleh karena itu, hendaknya kita bisa menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan menyiapkan bekal untuk di akherat kelak.

Nailah Adawiyah, KPI/3C

Mahasiswa UIN Bandung Jadikan Lomba Dakwah Digital Sebagai Ajang Latihan

 
 
Dakwahpos.com, Bandung – Dalam rangka menyambut acara milad ke-90, Media Dakwah Al-Washliyah mengadakan lomba dakwah digital bertema Keislaman yang diselenggarakan pada tanggal 17-29 November 2020. Acara tersebut dibuka untuk umum dengan tiga kategori tingkatan yaitu: Kategori anak, remaja dan dewasa.

Lomba dakwah digital tersebut rupanya mendapat apresiasi dan partisipasi dari mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tiga, UIN Sunang Gunung Djati Bandung. Hal yang menjadi dorongan kuat bagi mahasiswa KPI bukanlah sekedar mengejar hadiah saja, melainkan acara tersebut dijadikan sebagai ajang latihan pada salah satu ranah yang dipegang KPI berupa bidang khitobah. Dengan demikian antusiasme dapat terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mengirimkan video dakwahnya pada akun youtube masing-masing.

Hal yang sama dilakukan oleh salah satu mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati bandung, bernama Nurul Jannah. Dengan mengangkat sebuah tema keislaman berjudul sabar, Nurul Jannah menyampaikan bahwa sabar bukanlah pekerjaan yang mudah, ia menyebutkan bahwa manusia sering kali merasa emosi yang tak terkendali hingga manusia merasa bahwa kesabarannya telah berada pada ujung batasnya.

"Bagi manusia sabar ada batasnya tetapi bagi Allah sabar tidak ada batasnya. Bahkan Allah tak pernah menyebutkan sabar itu habis atau ada batasnya," Ujarnya.

Lebih lanjut mahasiswi KPI tersebut menjelaskan bahwa  tersebut menjelaskan bahwa ada tiga hal yang harus dihadapi dengan kesabaran yaitu, sabar menahan amarah, sabar menahan godaan nafsu, dan sabar dalam menghadapi musibah. Dengan demikian Allah akan menyukai dan memberikan tempat yang indah bagi umatnya yang sabar.

"Orang yang bersabar selain disukai oleh Allah dan akan mendapatkan salam sejahtera dari Allah secara langsung, tidak hanya itu Allah juga menjanjikan tempat yang indah untuk orang-orang yang bersabar," Katanya.

Reporter: Nurul Jannah, KPI/3C.


Aneu Anggar Nauli, Mahasiswa UIN SGD Bandung Ikuti Dakwah Digital Al Washliyah

Dakwahpos.com Bandung - Pengurus Al Jami'yatul Washliyah Provinsi Jawa Barat mengadakan Lomba Dakwah Digital Al Washliyah Jawa Barat 2020 dalam rangka memperingati milad Al Jami'yatul Washliyah ke-90 pada Selasa (17/11/2020) dan mengangkat  tema tentang Keislaman.

Penyelenggaraan lomba terbagi menjadi tiga kategori yaitu, yang pertama tingkat anak-anak, kedua tingkat remaja, dan  ketiga tingkat dewasa. Perlombaan ini terbuka untuk para kader Al-Washliyahdan masyarakat umum. Termasuk mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati pun ikut meramaikan perlombaan tersebut.

Pada kategori dewasa, terdapat perwakilan mahasiswa dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu Aneu Anggar Nauli yang mengangkat judul ceramah "Keutamaan Solat"

Dikutip dari vidionya, mengatakan bahwa "Didalam agama islam solat merupakan tiang agama, sehingga jika kita tidak pernah mendirikan solat maka tiang itu pun akan roboh. Sama halnya seperti dalam sebuah bangunan jika tanpa tiang, maka bangunan itu akan roboh dan runtuh karena tidak ada lagi penyangganya".

Pada perlombaan ini pemenang akan dilihat dari beberapa krirteria penilaian dan kemampuan  menyampaian pesan dakwah yaitu, isi ceramah sebanyak  40%, retorika 35%, dan yang terakhir etika sebanyak 25%.

Dilansir dari Instagram @alwashliyahjawabarat, ada beberapa pemenang dakwah digital Al Washliyah Jawa Barat yang mewakili UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari jurusan Komunikasi  Penyiaran Islam yaitu dalam kategori dewasa, juara 1, juara 2, harapan 2 dan 3.

Pemenanng lomba dakwah digital ini akan mendapatkan hadiah dari masing-masing kategori terdapat juara 1-3 dan 1-3 juara harapan. Juara 1-3 mendapatkan voucher pulsa dan piagam penghargaan, sedangkan juara harapan 1-3 mendapatkan piagam penghargaan.

"Senang sekali bisa mengikuti lomba Dakwah Digital Al Washliyah dan menjadi perwakilan dari mahaiswa UIN Sunan Gunung Djatai Bandung. Meskipun saya tidak memenangkan juara tetapi saya tetap senang dan bahagia karena bisa menyampaikan ajaran islam secara meluas, dan menambah pengalaman  saya dan bisa menumbuhkan semangat untuk terus menyebar luaskan agama Allah SWT". Ujar peserta lomba.

Reporter: Aneu Anggar Nauli, KPI 3A


Mahasiswa KPI UIN Bandung Berpartisipasi Dalam Lomba Digital Al-Washliyah Jawa Barat

Dakwahpos.com, Bekasi – Dalam rangka memperingati Milad yang ke-90, pengurus Wilayah Al-Jam'iyatul Washliyah Jawa Barat mengadakan Lomba Digital Al-Washliyah Jawa Barat2020 pada Selasa (17/11/2020) dengan bertemakan keislaman.

Perlombaan ini terbuka untuk 3 kategori yaitu, anak-anak(siswa SD/MI), remaja(siswa SMP/MTS dan SMA/sederajat), dan dewasa(Mahasiswa dan Umum). Pendaftaran juga mulai dibuka pada tanggal 17-28 November 2020. Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam tentu turut partisipasi dalam perlombaan tersebut.

Salahsatu mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut ikut dalam perlombaan tersebut yaitu Aisyah Azizatunnida, dengan judul ceramah "Pentingnya Iman".

"saya rasa dengan mengangkat judul ini diharapkan anak-anak muda zaman sekarang termasuk saya sendiri lebih memperhatikan bagaimana pentingnya iman dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi di masa-masa seperti ini rasanya kita semua perlu terus memperkuat Iman kita" ujar Aisyah

"Pada hakikatnya iman seseorang memang tidak selalu stabil, ada kalanya iman seseorang diatas tapi ada kalanya dibawah. Sedangkan kita selalu membutuhkan iman 24 jam dalam sehari. Sehingga iman menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari." Ujarnya lagi.

Tidak hanya Aisyah yang mengikuti lomba tersebut tetapi juga 148 peserta lainnya turut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Pada tanggal 30 November 2020 diumumkannya hasil perlombaan lewat akun Instagram Al-Washliyah Jawa Barat. Terdapat beberapa mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berhasil memenangkan perlombaan tersebut dengan meraih juara 1, juara 2, harapan 1, dan harapan 3.

Reporter : Aisyah Azizatunnida, KPI/3A

M Dadan niam Zaidan, ikuti Lomba Dakwah Digital

Dakwapos.com Bandung - M Dadan Niam Zaidan Mahasiswa KPI 3 C UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti lomba dakwah digital yang diselenggarakan oleh Al Washliyah Jawa barat Dalam rangka memperingati milad Al jamiyatul Washliyah ke 90 (28/11/2020).

 Kegiatan ini ditunjukkan agar para pemuda-pemudi Islam di Jawa barat khususnya, senantiasa menyebarkan nilai-nilai kebajikan walau pada masa yang sulit sekalipun seperti masa pandemi yang diakibatkan oleh covid-19 ini. 

 Kegiatan ini juga dibagi menjadi 3 kategori berupa siswa SD atau MI, siswa SMP atau MTS dan siswa SMA atau sederajat serta kategori dewasa yang diikuti oleh kalangan mahasiswa dan umum, kegiatan ini menjunjung tinggi protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah setempat hal ini terbukti dengan kegiatan lomba dakwah yang diselenggarakan secara digital menggunakan media sosial berupa YouTube demi mencegah terjadinya kerumunan massa.

 Dalam momentum ini hal yang membuat mahasiswa KPI 3 C serentak mengikuti lomba dakwah digital ialah seruan dosen Dr. Uwes Fathoni, M.Ag dosen mata kuliah jurnalisme dakwa fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung yang mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti lomba tersebut.

 "masa pandemi bukan suatu alasan untuk tidak bersemangat menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Sekjur KPI UIN Bandung tersebut, Rabu,(24/11/2020).

 Kriteria pemenang dalam lomba ini ditentukan berdasarkan tiga penilaian khusus dimana pemenang akan dilihat kemampuannya dalam memberikan isi materi dan juga kualitas materi itu sendiri serta etika seorang da'i dalam menyampaikan isi ceramah.

Adapun Muhammad Dadan Niam Zaidan , mengungkapkan rasa hormatnya kepada panitia yang mau mengadakan dakwah digital di sela kegiatan yang ada, dia juga memiliki antusias yang baik terhadap lomba dakwah ini "bahwasanya momentum ini dijadikan sebagai ajang mengasah diri agar lebih berani di media sosial", katanya.

Juara pertama lomba dakwah digital untuk kategori dewasa ialah Muhammad Ilham Fauzi juara kedua, Raihan Aqsah anigi serta juara harapan ketiga ialah serliana Salsabila mahasiswa KPI 3C UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Muhammad Ilham Fauzi, pemenang pertama lomba mengucapkan rasa syukur atas prestasinya.

 ''Alhamdulillah bisa kembali lagi Allah taqdirkan juara , bersyukur kepada Allah , semoga selalu bisa juara di lain event dan semoga menjadi motivasi untuk diri dan orang lain agar bisa terus lebih baik lagi," katanya.

 Dr. Uwes Fathoni, M.Ag dosen pembimbing mahasiswapun berpesan agar peserta lomba terus berdakwah dan sebarkan pesan-pesan perdamaian rahmatan lil alamin.


Amalia Ristanti, Mahasiswa UIN SGD Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al Washliyah

Dakwahwah.com, Sumedang: Lembaga dakwah Al-Washliyah mengadakan kegiatan perlombaan dakwah digital pada  Selasa (17-11-2020) dalam  memperingati Milad Al-Jami'atul Washliyah, yang dikategorikan pada tiga kategori yaitu: kategori anak-anak, kategori remaja, dan kategori dewasa, dengan mengangkat tema keislaman.

Perlombaan ini dibuka untuk umum dan ternyata masyarakat sangat antusias dalam perlombaan ini termasuk para mahasiswa KPI UIN SGD Bandung. Salah satunya mahasiswa yang bernama Amalia Ristanti, dia mengikuti lomba dakwah tersebut dalam kategori dewasa dan mengambil tema tentang macam-macam mahabbah/cinta.

Menurut Amalia lomba dakwah digital ini sangat bagus sekali untuk menjadikan kegiatan masyarakat dan para pelajar lebih produktif meskipun di rumah.
 
"Kegiatan dakwah digital ini sangat bagus sekali, meskipun sedang dilanda pandemi dan di rumah saja dengan adanya dakwah digital ini lebih menjadikan kegiatan masyarakat dan para pelajar lebih produktif lagi dan untuk mengasah kemampuan mereka juga" ungkapnya.

Dalam ceramahnya, Amalia mengungkapkan betapa pentingnya umat muslim mengetahui macam-macam mahabbah/cinta.

"Betapa pentingnya umat muslim mengetahui macam-macam mahabbah/cinta agar mereka bisa lebih mencintai Allah SWT. Mencintai hamba-Nya atau Maskhluk-Nya boleh tetapi jangan menjadikan apa yang dicintainya sebagai bentuk peribadahan dan perlindungan karena tiada Tuhan selain Allah yang wajib disembah dan hanya kepada Allah lah meminta perlindungan" katanya.

Semoga dengan adanya acara-acara positif seperti perlombaan dakwah digital ini menumbuhkan semangat untuk terus menyebarkan kebaikan meskipun sekarang segalanya sedang khawatir akibat pandemi Covid 19.

Reporter : Amalia Ristanti, KPI/3A

Danisa Putri Elfizar Mahasiswi UIN SGD Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al-Wasiyah.

Dakwahpos.com, Bandung – Dalam rangka memperingati milad Al-Jam'iatul Washliyah ke 90, pada Senin 30 November 2020, Al-Washliyah Jawa Barat mengadakan lomba "Dakwah Digital" yang diikuti oleh anak-anak, remaja sampai orang dewasa.

 

Dengan diadakanya lomba digital ini sangat membantu sekali masyarakat untuk tetap meningkatkan penmbelajaran berdakwah meskipun di rumah saja, jika dilakukan diluar rumah sangat berbahaya karena sedang adanya pandemi covid 19 ini. Seperti yang di katakan oleh Danisa Putri Elfizar jika kita ingin hidup damai, aman dan tentram tak lupa kita harus shalat 5 waktu karena shalat sebagai tiang agama.

 

Ibadah shalat merupakan ibadah yang sangat penting dalam agama kita. Hukumnya adalah fardu ain, yaitu akan mendapatkan pahala apabila dikerjakan dan mendapatkan dosa bila tidak dikerjakan. Oleh karena itu shalat hukumnya wajib, shalat diumpamakan sebagai tiangnya agama. Ibadah shalat akan membuat hati manusia selalu terpaut dengan Allah SWT, sehingga kita senantiasa dapat menjaga diri kita dari hawa nafsu yang dapat menjerumuskan kita dari perbuatan dosa.

 

Sebagaimana firman Allah SWT " Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." ( QS. Al-Ankabut 45). Ujarnya 

 

reporter : Danisa Putri Elfizar.

Amira Nadha Shifa Ikut Berpartisipasi dalam Lomba Dakwah Digital Al Washliyah

Dakwahpos.com, Pontianak - Amira Nadha Shifa, Mahasiswi UIN SGD Bandung mengikuti lomba dakwah digital al washliyah yang diselenggarakan oleh pengurus wilayah al-Jam'iyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat dalam rangka milad Al- Jam'iyatul Washliyah ke-90 pada 30 November 2020.

Amira mengangkat pembahasan terkait akhlak karena menurutnya di zaman sekarang banyak yang kurang memperhatikan akhlak, sehingga ia tertarik untuk membahas tentang akhlak.

Dalan ceramahnya Amira membahas tentang pengertian akhlak, ayat al-qur'an yang menyuruh untuk berakhlak karimah, dan tugas Rasulullah untuk menyempurnakan Akhlak.

"Temen-temen yang dirahmati oleh Allah, Allah mengutus Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, untuk membenahi kehidupan manusia yang pada saat itu sudah menyeleweng, dan Allah mengutus Rasulullah juga untuk menyempurnakan manusia."

"Karna pada saat itu, pada zaman jahiliyah itu, mereka bukan hanya tidak mau menyembah Allah, tetapi juga mempunyai akhlak atau perangai yang buruk. Seperti, pada zaman jahiliyah mereka suka menganiaya, kemudian, yang kuat berkuasa atas yang lemah,  yang kuat menindas yang lemah, dan lain sebagainya." ucap Amira dalam ceramah digitalnya.

Amira juga berkata bahwa agama islam adalah agama yang mengatur tentang semua urusan kehidupan manusia. Mulai dari urusan manusia dengan tuhannya, seperti shalat, puasa, dan lain sebagainya. Kemudian, urusan manusia dengan sesama manusia seperti dalam kegiatan sosial, saling tolong menolong, memudahkan urusan orang lain. Dan urusan manusia dengan sesama makhluk.

Amira juga berpesan bahwa kita harus tetap bersikap sopan, menghormati orang lain, jangan merendahkan orang lain, dan senantiasa memudahkan kesulitan orang lain jika mampu.

Reporter: Amira Nadha Shifa/  KPI 3A

M Dadan niam Zaidan, ikuti Lomba Dakwah Digital

Dakwapos.com Bandung - M Dadan Niam Zaidan Mahasiswa KPI 3 C UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti lomba dakwah digital yang diselenggarakan oleh Al Washliyah Jawa barat Dalam rangka memperingati milad Al jamiyatul Washliyah ke 90 (28/11/2020).

 Kegiatan ini ditunjukkan agar para pemuda-pemudi Islam di Jawa barat khususnya, senantiasa menyebarkan nilai-nilai kebajikan walau pada masa yang sulit sekalipun seperti masa pandemi yang diakibatkan oleh covid-19 ini. 

 Kegiatan ini juga dibagi menjadi 3 kategori berupa siswa SD atau MI, siswa SMP atau MTS dan siswa SMA atau sederajat serta kategori dewasa yang diikuti oleh kalangan mahasiswa dan umum, kegiatan ini menjunjung tinggi protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah setempat hal ini terbukti dengan kegiatan lomba dakwah yang diselenggarakan secara digital menggunakan media sosial berupa YouTube demi mencegah terjadinya kerumunan massa.

 Dalam momentum ini hal yang membuat mahasiswa KPI 3 C serentak mengikuti lomba dakwah digital ialah seruan dosen Dr. Uwes Fathoni, M.Ag dosen mata kuliah jurnalisme dakwa fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung yang mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti lomba tersebut.

 "masa pandemi bukan suatu alasan untuk tidak bersemangat menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Sekjur KPI UIN Bandung tersebut, Rabu,(24/11/2020).

 Kriteria pemenang dalam lomba ini ditentukan berdasarkan tiga penilaian khusus dimana pemenang akan dilihat kemampuannya dalam memberikan isi materi dan juga kualitas materi itu sendiri serta etika seorang da'i dalam menyampaikan isi ceramah.

Adapun Muhammad Dadan Niam Zaidan , mengungkapkan rasa hormatnya kepada panitia yang mau mengadakan dakwah digital di sela kegiatan yang ada, dia juga memiliki antusias yang baik terhadap lomba dakwah ini "bahwasanya momentum ini dijadikan sebagai ajang mengasah diri agar lebih berani di media sosial", katanya.

Juara pertama lomba dakwah digital untuk kategori dewasa ialah Muhammad Ilham Fauzi juara kedua, Raihan Aqsah anigi serta juara harapan ketiga ialah serliana Salsabila mahasiswa KPI 3C UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Muhammad Ilham Fauzi, pemenang pertama lomba mengucapkan rasa syukur atas prestasinya.

 ''Alhamdulillah bisa kembali lagi Allah taqdirkan juara , bersyukur kepada Allah , semoga selalu bisa juara di lain event dan semoga menjadi motivasi untuk diri dan orang lain agar bisa terus lebih baik lagi," katanya.

 Dr. Uwes Fathoni, M.Ag dosen pembimbing mahasiswapun berpesan agar peserta lomba terus berdakwah dan sebarkan pesan-pesan perdamaian rahmatan lil alamin.

Reporter : Moch Dadan Niam Zaidan, KPI 3 C



Arina Marjany, Mahasiswa UIN SGD Bandung Ikuti Lomba Dakwah Digital Al Washliyah

Dakwahpos.com, Bandung - Pada Selasa (17/11/2020) Al Jam'iyatul Washliyah mengadakan Lomba Digital Al Washliyah Jawa Barat 2020 dalam memperingati HUT Al Jam'iyatul Washliyah ke-90. Dalam lomba ini, Al Jam'iyatul Washliyah mengangkat tema tentang keislaman.

Lomba ini dibuka untuk umum, siapapun dapat berpartisipasi dalam lomba yang diadakan oleh Al Jam'iyatul Washliyah. Terdapat tiga kategori dalam lomba ini, di antaranya kategori anak (siswa SD/MI), kategori remaja (siswa SMP/MTs dan SMA/Sederajat), dan kategori dewasa (Mahasiswa dan Umum).

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) ikut serta dalam lomba ini. Salah satunya, Arina Marjany. Arina berpartisipasi dalam lomba ini dengan mengangkat judul "Telaga Al Kautsar". Di dalam dakwahnya Arina mengajak orang-orang terutama kaum Muslim untuk mengetahui bahwa Allah telah memberikan kenikmatan kepada manusia sangat banyak dan tak terhitung.

Dalam cuplikan video dakwahnya, Arina mengungkapkan bahwa "Siapa yang tidak tergiur oleh nikmatnya telaga Al Kautsar? Mustahil bagi manusia tidak menginginkannya. Maka dari itu, fastabiqul khairot karena faman ya'mal mitsqaala dzarratin khairan yarah(u), wa man ya'mal mitsqaala dzarratin syarran yarah(u)."

Menurutnya dengan adanya lomba dakwah digital ini, memberikan ruang untuk tetap berdakwah meskipun di rumah saja. "Terima kasih Al Jam'iyatul Washliyah telah memberikan pengalaman yang tentunya bermanfaat sekali di masa pandemi ini, salah satunya dengan tetap bersemangat untuk mensyi'arkan ajaran Islam." ujar Arina Marjany Mahasiswa UIN SGD Bandung Jurusan KPI.

Reporter: Arina Marjany KPI/3A
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos