Tampilkan postingan dengan label Unggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unggul. Tampilkan semua postingan

Khotbah Jumat Masjid Jami Al-Barokah, Ustaz Budi : 5 Fase Kehidupan Manusia

Dakwahpos.Com, Bandung – Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek mengadakan Salat Jumat  yang dipimpin oleh Ustaz Budi pada Jumat, (27/10/2023).

 

Dalam khotbahnya, Ustaz Budi menjelaskan bahwa manusia melewati lima fase yang berbeda dalam kehidupanya, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat. Dalam alam ruh, manusia baru diciptakan jiwanya saja oleh Allah sebelum akhirnya diberikan wujud fisiknya.

 

"Alam ruh adalah fase pertama dalam perjalanan hidup manusia. Alam ini adalah saat jiwa manusia diciptakan oleh Allah, jauh sebelum ia lahir ke dunia ini." ujar Ustaz Budi.

 

Selanjutnya, Ustaz Budi menjelaskan bahwa alam rahim adalah tahap kedua dalam perjalanan hidup manusia. Ini adalah saat di mana manusia berada dalam rahim ibunya, diberi perlindungan dan makanan oleh Allah.

 

"Alam rahim adalah fase kedua dalam hidup manusia, di sini manusia berada dalam rahim ibunya selama kurang lebih 9 bulan. Dalam rahim ini tubuh kita terlindungi dan diberi makanan serta perlindungan oleh Allah," lanjut Ustaz Budi.

 

Selanjutnya, Ustaz Budi menjelaskan fase ketiga dalam kehidupan manusia yakni alam dunia. Di sini manusia diberi kebebasan dalam menjalankan kehidupanya.

 

"Setelah alam rahim, manusia memasuki alam dunia, yang merupakan fase ketiga. Di sini, manusia menghadapi berbagai cobaan dan ujian kehidupan, serta memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya," ujar Ustaz Budi.

 

Kemudian, Beliau menjelaskan bahwa alam kubur adalah fase keempat dalam perjalanan hidup manusia, di mana seseorang akan menghadapi pertanyaan dan ujian dari dua malaikat, Munkar dan Nakir.

 

"Yang keempat adalah alam kubur. Dalam alam kubur, manusia akan dihadapkan pada pertanyaan – pertanyaan dan ujian oleh dua malaikat, yaitu Munkar dan Nakir. Munkar dan Nakir akan mengajukan pertanyaan tentang keyakinan dan perbuatan manusia selama hidupnya. Kita harus memahami betapa krusialnya fase ini dalam perjalanan rohani kita, di mana semua tindakan dan keyakinan kita akan diuji dalam alam ini," lanjut Ustaz Budi.

 

Ustaz Budi menjelaskan bahwa fase terakhir adalah alam akhirat, di mana manusia akan menerima konsekuensi atas perbuatannya selama hidup di dunia. Pada tahap ini, Allah akan menentukan nasib akhir manusia, apakah mereka akan mendapatkan surga atau neraka, sesuai dengan amal perbuatan mereka.

 

"Dan akhirnya, fase terakhir adalah alam akhirat, di mana manusia akan menerima balasan atas perbuatannya dalam kehidupan dunia. Ini adalah saat ketika Allah akan menentukan nasib akhir manusia apakah akan dimasukan kedalam surga atau neraka." Ujar Ustaz Budi.

 

Repoerter : Moh Ragil Azhar Pangestu, KPI/3B

 

DKM Jami Al-Islamiyah Cilengkrang Adakan Pengajian Rutin : Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Jami Al-Islamiyah mengadakan pengajian yang membahas mengenal pentingnya berbakti kepada orang tua. Pengajian ini akan diadakan pada hari Senin (24/10/2023) pukul 08.00 WIB di Masjid Jami Al-Islamiyah yang berlokasi di Jl. Cilengkrang I.

Pengajian ini akan diisi oleh Ustaz Maki yang akan membahas mengenal pentingnya berbakti kepada kedua orang tua dalam Islam. Ustad tersebut memberikan kutipan dari Al-Quran dan Hadis yang berkaitan dengan pentingnya berbakti kepada orang tua. "Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban utama bagi umat Muslim. Sebagai wujud Birrul Walidain, berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari etika Islam yang menunjukkan tindakan kebaktian,' ujar Ustaz Maki.

Perilaku hormat dan taat kepada orang tua bisa dilakukan dengan banyak hal seperti membantu meringankan pekerjaan orang tua dengan mencuci piring sendiri, berdo'a belajar dengan rajin agar menjadi anak yang berprestasi, membantu membersihkan rumah, menjaga etika sopan santun baik ucapan, perbuatan dan lain sebagainya. Ketaatan kepada orang tua bagian dari ketaatan kepada Allah. Terlebih-lebih ketaatan kepada ibu memiliki derajat 3 (tiga) kali lebih tinggi dibanding ayah. Sebab, ibu yang mengandung, melahirkan, dan menyusui.

Sebagaimana yang disampaikan oleh ustaz yang dikutip dalam QS. Al-Isra':23 Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua yang Artinya "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaknya berbuat baik kepada Ibu Bapak.... Jika salah seorang diantara keduanya, atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

Menjaga hubungan yang baik dengan kedua orang tua juga dapat membantu seseorang untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Kedua orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan seseorang dan memberikan kasih sayang yang tulus. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, seseorang dapat memperkuat hubungan dengan mereka dan mendapatkan berbagai kebaikan lainnya.

Reporter : Fathin Intania Putri Setiawan (KPI/3B)

Khutbah Jumat Masjid Al-Ikhlas Cipadung Angkat Tema Tingkatkan Ketakwaan Dan Keimanan Dengan Jaga Perdamaian

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Ikhlas Cipadung mengadakan salat jumat (27/10/2023) angkat tema "Tingkatkan ketakwaan dan keimanan dengan jaga perdamaian" yang disampaikan oleh ustaz Sarmedi.

Ustaz Sarmedi menyampaikan dalam khutbahnya, takwa itu kita melaksanakan segala perintah allah dan menjauhi segala apa yang dilarang Allah baik dalam keadaan sunyi  ataupun terang-terangan. Seperti sabda Nabi Muhammad Saw yang berbunyi:

اتَّÙ‚ِ اللهَ Ø­َÙŠْØ«ُÙ…َا ÙƒُÙ†ْتَ، ÙˆَØ£َتْبِعِ السَّÙŠِّئَØ©َ الحَسَÙ†َØ©َ تَÙ…ْØ­ُÙ‡َا، ÙˆَØ®َالِÙ‚ِ النَّاسَ بِØ®ُÙ„ُÙ‚ٍ Ø­َسَÙ†ٍ

Dari Abu Dzar ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda kepadaku: "Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi)

"Diantara perintah dan larangan Allah dalam kehidupan ini adalah senantiasa menjadi pribadi yang cinta perdamaian, karena kedaimaian merupakan dambaan setiap manusia, seperti yang di contohkan nabi Muhammad Saw" kata ustaz Sarmedi .

Khatib juga mengajak kepada para jamaah untuk menebarkan kedamaian, karena agama islam mengajarkan kedamaian.

Terakhir, ustaz Sarmedi mengingatkan kepada jamaah bahwa agama islam melarang untuk melakukan peperangan, membunuh, dan menyiksa apa yang telah diciptakan oleh Allah Swt.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati
Farhan Habibi/KPI 3-B

Ustadzah Juminah: Keutamaan Memasang Niat Shalat Malam Sebelum Tidur

Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Huda gelar pengajian ibu-ibu pada hari kamis, (2/11/23) Pukul 16:00 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan mingguan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Huda. Bandung, Komp. Bumi Panyileukan No. 22, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini diawali oleh ibu Lilis Rohaeni selaku pemimpin kegiatan yang menyambut para ibu-ibu yang hadir dan berterima kasih karena telah menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan pengajian tersebut. Kemudian dilanjut dengan membaca Al-Quran bersama-sama

"Memasang niat sebelum tidur, dianjurkan untuk berniat bangun melakukan sholat malam, sebelum kita tidur, sehingga meskipun ketiduran Allah tetap mencatat pahala niat kita," ujar Ustadzah Juminah.

Kegiatan pengajian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi ibu-ibu yang hadir, serta menjadi ajang untuk bersilaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Kegiatan pengajian ibu-ibu seperti ini dilaksanakan setiap hari kamis oleh DKM Baitul Huda dengan tujuan agar ibu-ibu menjadi pribadi yang shalihah.

Reporter: Mohammad Wildan Esra, Mahasiswa KPI/3B

Kenalkan Kesenenian Islami DKM At-Taqwa Pasir Biru Adakan Salawat Nabi dengan Diiringi Musik Hadroh

Dakwahpos.com, Bandung – DKM At-Taqwa Pasir Biru mengadakan salawat nabi dalam rangka menumbuhkan rasa cinta kepada nabi Muhammad Saw dan mengenalkan kepada masyarakat sekitar Pasir Biru kesenian Islami yaitu alat musik hadroh yang dibawakan oleh Hari Guswantoro dan santri dari pesantren Darul Ulum pada Kamis (28/09/23).

Acara pengajian dan salawat nabi ini dihadiri oleh masyarakat sekitar Pasir Biru diawali dengan pengajian tahlil dan disusul dengan salawat nabi dengan diiringi musik hadroh yang merupakan kesenian Islami yang sudah dikenal sejak zaman dahulu.

Hadrah berasal dari Hadramaut Semenanjung Arab, Yaman Selatan lalu berkembang ke seluruh penjuru dunia dan dipopulerkan di Indonesia.

"Sudah menjadi tradisi ketika salawat nabi ini diiringi dengan alat musik hadroh yang bertujuan mengiringi salawat dan hadroh juga merupakan media dakwah untuk menyebarkan syair-syair salawat kepada khalayak agar mudah didengar dan dilantukan diadakanya agenda kegiatan salawat nabi bersama ini juga ditujukan untuk memperkenalkan kesenian islami yaitu hadroh kepada masyarakat awam selain memuji kanjeng nabi Muhammad Saw sudah jelas itu tujuan utamanya". Ungkap Hari Guswantoro
 
Dengan diadakanya kegiatan ini DKM At-Taqwa Pasir Biru berharap agar seluruh masyarakat mengenal tradisi dan alat musik hadroh yang sudah kental dalam sejarah islam selain itu juga diharapkan seluruh elemen masyarakat terbiasa dengan lantunan salawat nabi Muhammad Saw agar kita semua mendapatkan syafa'at dari nabi Muhammad Saw.

Reporter : Mochamad Labieb Abieza, KPI/3B

Meskipun Listrik Padam, Dkm Al-Amanah Cipadung Tetap Jalankan Salat Jumat dengan Tertib

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Amanah yang beralamat di Jl. Desa Cipadung No.17, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung ini adakan salat Jumat meskipun listrik padam (20/10/2023)

Pemadaman listrik di sekitaran Jalan desa Cipadung terjadi pada pukul 10.00 pagi sampai dengan pukul 14.30 sore, meskipun demikian Masjid Al-Amanah yang beralamat di Cipadung ini tetap melaksanakan kegiatan salat Jumat dengan penuh kekhidmatan meskipun tanpa pengeras suara.

"Awalnya saya bingung, Ini jam tangan saya salah apa memang waktu salatnya mundur, begitu saya sampai masjid ternyata khatib sudah naik mimbar, saya langsung bergegas mau wudhu eh airnya ga keluar, akhirnya saya kebingungan, saya inget kalau masih bisa tayamum" ungkap Ian salah satu Jemaah salat Jumat masjid Al-Amanah.

"Walaupun tanpa pengeras suara, jemaah yang hadir tetap ramai seperti biasanya. Suasananyapun cukup khidmat para jemaah fokus pada isi khotbah yang disampaikan khatib" jelas Ian.

"Yang bikin saya kagum dengan masjid ini, adalah semangat para jemaah yang tidak pernah luntur walaupun air untuk wudhu tak ada dikarenakan padamnya listrik, tapi kegiatan salat Jumat ini tetap berjalan dengan tertib, hal ini bisa saya lihat ketika proses salat Jumat berlangsung tak ada satupun jemaah yang mengeluarkan suara saat khatib sedang berkhotbah" ungkap Ian.


Reporter : Faychan Muhammad. KPI 3B

Ustadzah Juminah: Nasihat Bagi Yang Suka Keluhkan Masalah Ekonomi

Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Huda gelar pengajian ibu-ibu pada hari kamis, (26/10/23) Pukul 16:00 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan mingguan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Huda . Bandung, Komp. Bumi Panyileukan No. 22, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini diawali oleh ibu Lilis Rohaeni selaku pemimpin kegiatan yang menyambut para ibu-ibu yang hadir dan berterima kasih karena telah menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan pengajian tersebut. Kemudian dilanjut dengan membaca Al-Quran bersama-sama.

"Ibu-ibu sekalian kita wajib bersabar dan melakukan usaha, bisa jadi kondisi ekonomi seperti itulah yang terbaik untuk kita, oleh karena itu ibu-ibu wajib melakukan usaha dan Allah Swt lah yang menciptakan usaha, maka dari itu memohonlah kepada Allah Swt akan pertolongan dan juga rezeki dari-Nya," ujar Ustadzah Juminah.

Kegiatan pengajian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi ibu-ibu yang hadir, serta menjadi ajang untuk bersilaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Kegiatan pengajian ibu-ibu seperti ini dilaksanakan setiap hari kamis oleh DKM Baitul Huda dengan tujuan agar ibu-ibu menjadi pribadi yang shalihah.

Reporter: Mohammad Wildan Esra, Mahasiswa KPI/3B

Khutbah Jumat DKM Al-Ikhlas Cipadung, Arti Semangat Muslim Sejati

Dakwahpos.com, Bandung, Pada Jum'at hari ini (27/10/23) di Masjid Al Ikhlas Cipadung, Ustaz Ali Ibrahim, menggarisbawahi sifat-sifat penting seorang Muslim sejati dalam dunia yang terus berubah. Ustaz Ali menyoroti taqwa, atau ketaqwaan, sebagai pondasi utama. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam, menjauhi dosa dan memiliki kesadaran akan Allah SWT.

Selain itu, Ustaz Ali Ibrahim juga menekankan kasih sayang dan keadilan sebagai sifat-sifat esensial dalam khutbahnya. Beliau mengajak jamaah untuk berlaku adil dan memberikan kasih sayang kepada sesama tanpa pandang bulu.

Dalam dunia yang terus berubah, beliau mendorong umat Islam untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan konstribusi positif dalam masyarakat. Beliau menekankan bahwa sifat-sifat inilah yang akan menjadikan seorang Muslim sejati teladan dalam perubahan zaman.

Dengan khutbah ini, Beliau berharap dapat mengingatkan tentang pentingnya mempraktikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung. Para jamaah disemangati untuk menjadi Muslim sejati yang taat, penuh kasih sayang dan berkomitmen pada keadilan dalam masyarakat yang terus berubah seiring berkembangnya zaman.

Mahasiswa UIN KPI 3B, Mohammad Izza Izzulhaq

Kegiatan Yasinan di Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek, Eratkan Silaturahmi Antar Warga

Dakwahpos.com, Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek mengadakan Kegiatan Yasinan yang dipandu oleh Ustaz Budi Sumardi pada Kamis, (26/10/2023).

Acara ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari Warga RW 10, termasuk oleh para remaja dan bapak-bapak. Adit, salah satu jamaah yang hadir, menjelaskan bahwa ini adalah sebuah kegiatan yang sangat Positif.

"Saya merasa senang ikut dalam kegiatan ini karena Yasinan ini membantu kita menjaga tali silaturahmi antara Warga RW 10. Menurut saya pribadi, Yasinan juga memberikan ketenangan tersendiri bagi saya," ujar Adit.

Adit berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan lancar karena ia yakin bahwa acara ini memiliki banyak nilai positif dan dapat memberikan manfaat bagi semua yang hadir.

"Semoga acara ini terus berjalan dengan lancar sehingga kita dapat terus menjalin silaturahmi, dan semoga doa-doa yang kita panjatkan dapat dikabulkan, Aamiin," tambah Adit.

Reporter: Moh Ragil Azhar Pangestu, KPI/3B

Masjid At-Taqwa Pasir Biru Adakan Tabligh Akbar Memperingati Maulid Nabi Saw Bersama K.H Asep Sudarman,M Ag.

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid At-Taqwa Pasir Biru mengadakan tabligh akbar dalam rangka memperingati maulid nabi Saw dan menumbuhkan rasa cinta kepada nabi Muhammad Saw dengan tema "Meneladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad Saw Untuk Menumbuhkan Karakter Generasi Muda Islami" yang diisi oleh K.H Asep Sudarman,. M.Ag  atau lebih dikenal dengan sebutan "Ustaz Asep Anom" yang dikenal menjadi salah satu Dai di Damai Indonesia Ku TV One pada Sabtu (14/10/23).

Tabligh Akbar ini dihadiri oleh seluruh Kalangan Masyarakat sekitar lingkungan Masjid At-Taqwa Pasir Biru yang dibuka oleh sambutan dari Ketua DKM At-Taqwa Ustaz Lukman Hakim dan dilanjutkan dengan membaca salawat diiringi Hadroh dari pondok pesantren Nurul Ulum.

Acara ini juga dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Qori Nasional K.H Anang (Imam Masjid Raya Bandung) dengan membacakan surat Al-Isra 78-84.

"Dalam Acara tabligh akbar ini saya diberitahu untuk memberikan tausiyah mengenai meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad Saw untuk menumbuhkan karakter generasi muda Islami dan bertepatan sebentar lagi menjelang hari santri nasional saya ucapakan selamat hari santri nasional, dalam hal ini kita harus mengetahui akhlak yang baik dalam diri kita dan mengaplikasikanya kedalam kehidupan sehari-hari",. Ujar K.H Asep Sudarman M.Ag.

Diselenggarakannya kegiatan tabligh akbar ini diharapkan agar warga sekitar lingkungan Pasir Biru dapat lebih peduli terhadap kegiatan keagamaan dan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad Saw agar terciptanya rasa cinta dan selalu ingat terhadap meneladani akhlak Rasulullah Saw.

Reporter : Mochamad Labieb Abieza, KPI/3B

Khotbah Jumat Masjid Al-Hasan 3 Cipadung Kidul : Perbanyak Membaca Bismallah

Dakwahpos.com, Bandung- Khotbah jumat Masjid Al-Hasan 3 Cipadung kidul mengangkat tema "Keistimewaan Basmallah", jumat (20/10/2023). Khotbah pada jumat ini dipaparkan oleh ustaz Nurul M.Ag.

Khotib menjelaskan bahwa lafaz Bismillah menurut pakar bahasa bermakna Al-Ijtiad, yaitu adanya permintaan pertolongan kepada Allah Swt. Ketika kita membacakan bismillahirohmanirohim, kita meminta pertolongan kepada Allah Swt. dalam perbuatan dan pekerjaan yang kita lakukan. Membaca bismillahirohmanirohim juga memberikan keberkahan terhadap segala kegiatan yang kita lakukan. Kemudian Khotib juga menjelaskan bahwa ada 3 macam nikmat yang harus kita ketahui dan kita syukuri.

"Yang pertama nikmat kita dibentuk menjadi manusia yang sempurna oleh Allah. Bukan hanya manusia yang berbentuk kasar atau jasmani saja, kita diberikan ruh, akal dan diberika cahaya di hati kita agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang bathil. Yang kedua, kita tidak hanya dibentuk oleh Allah sedemikian rupa, tapi kita juga diberikan nikmat pemeliharaan oleh Allah Swt. Rizki kita, gerak badan kita dan segala yang kita rasakan adalah nikmat pemeliharaan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada kita. Yang ketiga adalah nikmat terbesar yang kita dapatkan, yaitu nikmat iman dan islam." ungkap khotib.

Khotib menjelaskan bahwa Rasulullah Saw. menyatakan siapa saja orang yang dalam hatinya ada iman walaupun hanya sebesar biji zarah saja, akan mendapatkan surganya Allah Swt. Ketiga nikmat yang disebutkan oleh khotib adalah modal kita untuk mendapatkan kebaikan dan masuk surganya Allah Swt.

"Kunci dari caranya, perbanyaklah membaca bismillahirohmanirohim, dan mudah-mudahan kita menjadi insan yang taat kepada ajaran Rasulullah Saw. dan kita menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah Swt." ungkap Khotib.


Reporter : M Adji Firmansyah, KPI/3B

Ustadzah Juminah: Manfaat Bagi Orang Yang Sering Ucapkan Istighfar

Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Huda gelar pengajian ibu-ibu pada hari kamis, (19/10/23) Pukul 16:00 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan mingguan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Huda. Bandung, Komp. Bumi Panyileukan No. 22, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini diawali oleh ibu Lilis Rohaeni selaku pemimpin kegiatan yang menyambut para ibu-ibu yang hadir dan berterima kasih karena telah menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan pengajian tersebut. Kemudian dilanjut dengan membaca Al-Quran bersama-sama.

" Ada enam manfaat yang Allah Swt berikan kepada hambanya yang sering mengucapkan istighfar, yang pertama; Allah akan mengampuni dosanya, kedua; Allah akan turunkan dari langit hujan yang lebat, ketiga; Allah akan berikan harta yang melimpah, keempat; Allah akan berikan anak yang sholeh dan sholehah, kelima; Allah akan berikan kebun yang subur, keenam; Allah akan berikan sungai yang mengalir", ujar Ustadzah Juminah.

Kegiatan pengajian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi ibu-ibu yang hadir, serta menjadi ajang untuk bersilaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Kegiatan pengajian ibu-ibu seperti ini dilaksanakan setiap hari kamis oleh DKM Baitul Huda dengan tujuan agar ibu-ibu menjadi pribadi yang shalihah.

Reporter: Mohammad Wildan Esra, Mahasiswa KPI/3B

Tabligh Akbar DKM Baitul Muttaqien Cinunuk: Sudah Layakkah Kita Disebut Umat Rasulullah?

Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Muttaqien Cinunuk menyelenggarakan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad saw. 1445 Masehi. Acara ini diisi oleh K.H. Tengku Maulana, S.M. dan dibuka langsung oleh ketua DKM Baitul Muttaqien Cinunuk serta dihadiri oleh ratusan jemaah dari lingkungan Komplek Permata Biru pada hari Jumat (20/10/2023).

Rangkaian acara ini dimulai setelah salat isya berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan selawat bersama. Sebelum mubalig menyampaikan tausiahnya, Ketua DKM Baitul Muttaqien Cinunuk terlebih dahulu memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau berharap jemaah yang hadir dapat meneladani spirit Nabi Muhammad serta menambah wawasan para jemaah agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Di bulan ini, setidaknya ada dua momentum yang kita peringati, yakni maulid Nabi Muhammad dan hari santri. Dengan adanya momentum tersebut harapannya kita dapat meneladani spirit Nabi Muhammad dalam berdakwah dan spirit hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari yang telah menyerukan resolusi jihad melawan penjajah," ujar Dr. Asep Shodiqin selaku ketua DKM.

Selanjutnya, dalam Tabligh Akbar kali ini, Ustaz Tengku menjelaskan bahwa ada indikator seorang muslim yang layak disebut sebagai pengikut Rasulullah saw. yaitu haruslah bersikap tegas terhadap orang kafir dan bersikap kasih sayang terhadap sesama muslim.

"Untuk mengukur seorang muslim layak disebut sebagai pengikut Rasulullah saw. maka kita bisa merujuk penjelasan Allah Swt. dalam Al-Qur'an surah Al-Fath ayat 29. Pertama yaitu ia bersikap tegas terhadap orang kafir dalam masalah akidah dan ubudiah. Jangan sampai kita sebagai kaum muslimin ikut-ikutan dalam peribadatan mereka. Akan tetapi jika dalam urusan muamalah, kita harus berbuat baik walaupun terhadap orang kafir sekalipun. Adapun sebaliknya, jika terhadap orang kafir kita harus tegas, maka terhadap sesama muslim haruslah bersikap lemah lembut, saling mengingati dalam kebaikan serta yasyuddu ba'duhu ba'dho yaitu saling menguatkan satu sama lain," ungkap Ustaz Tengku.

Selain itu, ciri lain yang beliau sampaikan yaitu seseorang yang senantiasa mengerjakan salat untuk menggapai keridaan Allah Swt.

"Ciri lain dari orang yang layak disebut sebagai pengikut Rasulullah saw. adalah orang yang selalu rukuk dan sujud, dalam artian ia yang selalu mengerjakan salat untuk menggapai keridaan Allah Swt. Maka bagi Orang yang mengerjakan salat dengan khusyuk dan benar maka wajahnya akan bersinar. Sinar itu terpancar dari bekas sujud dan bekas wudu bapak ibu sekalian. Maka dari itu hadirin semua khususnya bapak-bapak, laksanakanlah salat berjemaah di masjid. Kalau bapak mau salat di rumah, pakai saja mukena," ungkap Ustaz Tengku.

Ustaz Tengku sesekali menyelipkan senda gurau dalam penyampaian tausiahnya. Hal ini bertujuan agar jemaah yang hadir tidak merasa bosan dan mengantuk ketika pengajian berlangsung.

Reporter: Muhammad Syahru Ramadhan, KPI 3/B

Bahaya Bandingkan Diri dengan Orang Lain, Ustaz Agus Al-Muhajir: Obat Insecure itu Fokus terhadap Amal Sendiri


Dakwahpos.com, Bandung - Sharing Night Session with Ustaz Agus Al-Muhajir part keenam yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung mengangkat topik pembahasan tentang Get Rid of Insecure. Kajian islami ini dilaksanakan pada Senin, (16/10/2023) bakda salat magrib sampai pukul 20.00 WIB di Ruang Utama Masjid Salman ITB dan terbuka untuk umum. 

Ustaz Agus Al-Muhajir membuka sharing night dengan penjelasan definisi insecure yaitu suatu kepribadian, berupa rasa tidak percaya diri sehingga seseorang akan merasa cemas, gelisah, dan takut dalam menghadapi atau melakukan sesuatu. Bagaimana cara menyikapi insecure tercantum dalam QS. At-Tin : 4 tentang Allah Swt yang menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dilanjutkan dengan pemaparan Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syeikh Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah bahwa kesempurnaan ciptaan Allah berupa fisik manusia, memudahkannya dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk memakmurkan bumi. Kemudian Ustaz Agus mengungkapkan bagaimana cara cara mengobati insecure

"Satu hal yang akan mengobati insecure yaitu fokus saja kepada sesuatu yang kita kerjakan dan jangan membandingkan diri dengan orang lain. Biasanya rasa takut dan kekhawatiran itu muncul ketika memikirkan masa depan yang belum tentu terjadi. Padahal coba saja terlebih dahulu dan ambil semangat dari QS. Al-Isra : 7 yaitu percobaan kebaikan, jika usahanya berhasil maka menjadi kebaikan untuk diri. Selain itu akan membuat kemampuan bertumbuh dan memiliki banyak pengalaman. Dari kegagalan maupun keberhasilan, hikmah akan didapat," jelas Ustaz Agus Al-Munawar. 

Salah satu mahasiswi, prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Annisa Nala Raihan menyebutkan insight yang didapat dari sharing night session bersama Ustaz Agus Al-Muhajir tentang bagaimana mengubah rasa insecure menjadi bersyukur. Dia juga menjelaskan media dakwah yang digunakan oleh Ustaz dan Gamais membuatnya mudah memahami isi materi kajian.

"Kajian ini menjadi reminder bahwa tidak sepantasnya kita merasa insecure dan lebih baik bersyukur, karena Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dengan kemampuan memahami, berbicara, mengatur dan berbuat bijak sehingga menjadi khalifah di muka bumi sebagaimana yang Allah kehendaki. Selain itu Ustaz Agus Al-Munawar menggunakan media dakwah berupa power point yang menarik sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan tidak monoton," ungkap Annisa Nala, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Reporter: Ifah Latifah, Mahasiswi KPI 3B

DKM Jami Al-Barokah Rancaekek Ajak Umat Muslim Sambut Jumat dengan Yasinan

Dakwahpos.com, Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek mengadakan kegiatan keagamaan berupa Yasinan pada Kamis, (28/09/2023).

Kegiatan Yasinan ini dilaksanakan setiap hari Kamis setelah Maghrib hingga Isya. Tujuannya adalah untuk mengajak umat Muslim agar menjalankan kegiatan positif dan juga sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak umat Muslim untuk melakukan kegiatan yang baik dan positif dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Selain itu, ini juga merupakan bentuk syukur kepada Allah Swt karena telah memberikan kita kenikmatan seperti kesehatan badan, penglihatan, dan suara," ujar Ustaz Budi.

Ustaz Budi juga berharap agar umat Muslim dapat terus melibatkan diri dalam kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca Al-Quran, karena memiliki nilai ibadah yang besar.

"Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena Hari Jumat adalah hari yang mulia dan harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat serta ibadah yang besar, seperti membaca Al-Quran," tambah Ustaz Budi

Reporter : Moh Ragil Azhar Pangestu, KPI/3B

Khutbah Jumat Masjid Muhammad Iqbal: Rasulullah Bawa 6 Risalah

Dakwahpos.com, Cimahi - Pada hari Jumat (22/09/2023), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Muhammad Iqbal yang beralamat di Jalan Pesantren, Kota Cimahi. Acara ini dihadiri sekitar 50 jamaah masjid. Ustadz Taryana S.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Dewan Santri Madrasah Diniyah Muhammad Iqbal, menjadi Khatib pada kesempatan ini. Salat Jumat ini menjadi momen berharga bagi komunitas masjid untuk bersama-sama beribadah dan mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Taryana, yang membawa pesan-pesan keagamaan yang bermakna.

Dalam pembukaan khutbahnya, beliau mengingatkan bahwa Rasulullah SAW diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia.

"Ada 6 risalah konkret yang dibawa Rasulullah, di antaranya yang pertama adalah Rasul selalu merespons panggilan dengan sikap yang baik. Ketika Rasulullah dipanggil, beliau selalu menjawab dengan ramah, senyum, serta bahasa yang sopan dan santun," terang Ustadz Taryana S.Pd.I.

Selanjutnya, Ustadz Taryana S.Pd.I menjelaskan kepada jamaah bahwa Rasulullah adalah pribadi yang ramah, baik kepada keluarganya maupun kepada para sahabatnya.

"Ketiga, Rasul hidup sederhana. Beliau senantiasa melaksanakan tugas rumah tangga seperti membersihkan, menjahit, dan tugas-tugas lainnya untuk membantu istrinya," ucap Khatib.

Khatib menjelaskan yang keempat bahwa Rasulullah adalah sosok yang suka menolong sesama. Beliau selalu siap membantu dan memberikan solusi ketika ada orang yang membutuhkan.

"Keempat, Rasulullah selalu peduli dan perhatian terhadap masalah sosial. Jika Beliau bertemu dengan seseorang, Beliau selalu menanyakan tentang sahabat-sahabatnya yang tidak hadir, hal tersebut menunjukkan perhatian sosial yang tinggi dari Rasulullah SAW," ujar Khatib.

Terakhir, Khatib memaparkan bahwa Rasulullah adalah sosok yang selalu menyuarakan kedamaian. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menciptakan perdamaian dan menjaga ketentraman dalam masyarakat. Sebaliknya, Islam tidak pernah mengajarkan terorisme atau anarkisme.

Di akhir khutbah ini, khatib mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan dan menghayati nilai-nilai yang telah diwariskan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menjadi contoh teladan bagi umatnya dalam berperilaku yang menciptakan kedamaian dalam masyarakat.

Reporter : Muhammad Fahmi Abdulhafizh, KPI 3C
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos