Tampilkan postingan dengan label At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung. Tampilkan semua postingan

Dari Musala Kecil, Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Terus Berbenah


Dakwahpos.com, Bandung- Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung berawal dari musala kecil yang kemudian diperluas melalui keterlibatan masyarakat dan mahasiswa. Ketua DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah, Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A., menceritakan sejarah dan perkembangan masjid tersebut, pada Senin (12/10/26),

Abdul Syukur menjelaskan bahwa nama At-Tarbiyatul Islamiyah diusulkan oleh seorang mahasiswa asal Jawa sebagai simbol masjid untuk pendidikan Islam. Saat mulai aktif pada 1980-an, beliau mendapati bangunan masjid masih sederhana, dengan area pengajian anak-anak di sisi selatan yang dibatasi kawat ram. “Dulu masih kecil, terus ininya (lantai) juga masih dari semen, terus karpetnya itu dari yang plastik itu loh, bunga-bunga yang plastik,” ujarnya.

Beliau menceritakan bahwa perluasan masjid bermula dari usulan temannya yang seorang mahasiswa jurusan dakwah. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh pihak yang mewakafkan tanah sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap. “Ya dulu musala kecil gitu. Terus teman saya seangkatan dari jurusan dakwah mengajukan ‘gimana kalau diperbesar’ gitu. Nah, kemudian yang mewakafkan itu setuju, terus tadinya kan kecil, terus ditambahin, ditambahin,” tuturnya.

Dalam proses pembangunan, masyarakat turut berkontribusi melalui wakaf tanah dan sumbangan, sedangkan mahasiswa ikut menyampaikan gagasan. Abdul Syukur juga menyebut Pak Juanda, mantan Ketua DKM, sebagai sosok yang mengetahui secara persis sejarah pembangunan masjid. “Terus ya beberapa program yang lain sudah dilaksanakan itu kan membangun gapura, terus ada kaligrafi, terus tempat sepatu, karpet yang empuk itu sumbangan dari Ibu Haji BHO, dan kemarin kita baru beli vacuum cleaner yang lumayan mahal,” tambahnya merinci perkembangan masjid.

Selain menjadi pusat ibadah dan fasilitas yang kian lengkap, Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah sejak awal juga menjadi tempat belajar Al-Qur’an untuk anak-anak di lingkungan sekitar. Bahkan sebagian dari mereka kini telah tumbuh dewasa dan kembali aktif di masjid. “Jadi yang dulu belajar ngaji sama kita sekarang sudah pada jadi orang lah, gitu, atau sudah berkeluarga, dan ada sebagian yang aktif juga ke masjid gitu kan,” tutur beliau mengakiri sesi wawancara.



Reporter: Hadiyya Fatimah Zulkarnain, KPI/3B





 


Tebar Keberkahan Dan Kemuliaan Di Hari Jum'at,DKM Jami' At-tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Gelar Jum'at Berkah

Dahwahpos.com, Bandung - DKM Jami' At-tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Adakan Jum'at Berkah, bahwa kegiatan ini di lakukan setiap pekan pada hari Jum'at (18-10-24), yang mana jum'at berkah ini sudah menjadi agenda rutin setiap jumat di Masjid At-tarbiyatul Islamiyyah Cipadung, dan Jum'at berkah ini di bagikan khusus kepada jama'ah yang mengikuti sholat jum'at di masjid. 

Program Jumat Berkah di Masjid At-tarbiyatul Islamiyyah ini adalah sebuah program pekanan yang mana sedekahnya berupa pembagian bingkisan baik makanan ringan ataupun makanan berat yang diberikan kepada masyarakat sekitar dengan tujuan di antaranya yaitu sedekah dan menyambung silaturahmi bersama masyarakat setempat karena kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama. 

Yang mana kegiatan jum'at ini di bantu oleh Ibu-ibu pengajian yang ada di sekitar Masjid At-tarbiyatul Islamiyyah, yang sudah tiba terlebih dahulu di rumah ketua DKM untuk menyiapkan jum'at berkah sebelum sholat jum'at di mulai. kebetulan rumah ketua DKM bersebelahan dengan masjid, sehingga ketika para jama'ah selesai melaksanakan sholat jum'at berkah segera di bagikan. 

Latar belakang diadakannya kegiatan ini lebih ke arah kegiatan sosial yang tujuannya berbagi sekaligus bersedekah dan lebih peduli terhadap keadaan sekitar, "Setiap pekan nya kami selalu menyediakan kurang lebih dari 100 bungkus makanan untuk di bagikan kepada jama'ah yang sholat di masjid At-tarbiyatul Islamiyyah Ini" Ujar Ketua DKM At-tarbiyatul Islamiyyah. 

Semoga Allah senantiasa memudahkan segala urusan memberikan keberkahan untuk setiap ikhtiar dan membukakan pintu rezeki seluas-luasnya, dan terimakasih kepada donatur yang telah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk program jum'at berkah di Masjid At-tarbiyatul Islamiyyah.

Reporter :Rizki Hidayat KPI /3B

Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan, DKM Jami' At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Adakan Kajian Rutin Ibu-Ibu

Dahwahpos.com, Bandung - DKM Jami' At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung adakan kajian ibu-ibu untuk meningkatkan ketaqwaan dalam beribadah agar lebih istiqomah,kajian ini di lakukan setiap minggu bertepatan pada sabtu sore (12-10-24), kegiatan ini membahas tentang keagamaan, khusus nya hari ini pemateri menyampaikan materi tentang tajwid, agar ibu-ibu lebih memahami dan teleti dalam membaca Al-Qur'an. 
"Kegiatan ibu-ibu setiap minggu nya selalu berbeda, terkadang membahas tentang seputar ketauhidan, keagamaan, tajwid,dan lain lain untuk hari ini ibu-ibu mempelajari ilmu tajwid, mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar" Ujar DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah 
Pemateri menyampaikan bahwa Mempelajari ilmu tajwid merupakan hal yang sangat penting untuk memulai membaca Al-Qur'an, di sana kita bisa memahami bagaimana cara melafalkan huruf huruf ataupun ayat-ayat yang panjang dan pendek (Makharijul Huruf) dengan baik dan benar. Sehingga ketika ibu-ibu sudah memiliki kemampuan dalam membaca Al-Qur'an dapat mengamalkan,menjadikan contoh yang baik kepada anak-anak mereka dan orang lain. 
"Saya mulai menyadari ternyata bacaan Al-Qur'an selama ini masih berantakan dan masih banyak kesalahan namun setelah mengikuti pengajian rutin mingguan ini, saya mulai paham bagaimana cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar" Ujar buk Yeni salah satu jama'ah masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah
Pemateri berharap semoga ibu-ibu tetap selalu istiqomah ingin terus belajar dan meng-upgrade diri lebih baik lagi kedepannya apa lagi perihal keagamaan, entah itu belajar ketauhidan, keibadahan dan lain-lain. 
Reporter : Rizki Hidayat KPI /3B

Cetak Generasi Qur'ani Sejak Dini, DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Adakan Kajian Rutin Anak-anak

Dahwahpos.com, Bandung- DKM At-Tarbiyatul  Islamiyyah Cipadung kembali adakan pengajian anak-anak untuk membentuk  generasi Qur'ani yang berakhlakul karimah  gemar mengaji pada selasa malam (08/10/24), dan pengajian anak-anak ini di lakukan  setiap malam setiap ba'da maghrib  sampai dengan  isya kecuai malam jum'at karna ada pengajian bersama warga setempat, guna meningkatkan minat anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur'an serta belajar tentang keagamaan, "Selain mengaji juga anak-anak di ajarkan tentang ilmu-ilmu agama yang dasar oleh guru ngajinya seperti rukun iman,rukun islam,sejarah rasulullah , doa-doa harian,menghafal ayat-ayat pendek dan lain sebagainya"Ujar Ketua DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung.
Pengajian anak-anak di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah menjadi salah satu wadah untuk memberikan pendidikan keagamaan  kepada anak-anak usia dini. Kegiatan ini di ikuti oleh 23 orang yang berusia 7-12 tahun ,dan semua guru ngaji anak-anak tersebut ialah mahasiswi dari UIN Sunan Gunung Djati yaitu terdiri dari 13 pengajar, kebetulan pada malam ini yang mengajar yaitu Ustazah Leni,Ustazah Farah dan Ustadzah  Afifah yang mana setiap malamnya mereka bergantian, yaitu 3 orang pengajar setiap malamnya.
Anak – anak yang mengikuti pengajian sangat  memiliki antusiasme yang sangat kuat , ulet,rajin dalam mengikuti pengajian. Mereka juga sangat akrab dengan guru ngajinya karna pendekatan yang digunakan pengajar metode storytelling yang di padukan dengan tekhnik bernyanyi dan game di saat penyampaian materi dengan muda,juga membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi dengan baik dalam memperdalam pemahaman yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak senang dalam mengikuti proses mengaji.
"Malam ini kami  mengajak anak-anak memahami konsep tauhid tentang keberadaan dan kekuasaan Allah di hubungkan dengan kehidupan sehari-hari ,dan kami membuat pembelajaran tauhid menjadi lebih menarik dengan memberikan contoh-contoh nyata.dengan itu anak-anak bisa memahami dan menghayati makna tauhid dalam kehidupan mereka" Ujar Ustazah Leni 
Harapan pengajar buat anak-anak bisa menjadi generasi penerus yang baik dan berakhlak mulia,tidak hanya cerdas secara secara intlektual namun cerdas juga dalam pemahaman agama dan tauhidnya, dengan harapan anak-anak kepada anak-anak dapat mengimplementasikan pemahaman materi di lingkungan kehidupannya sehari-hari sebagai seorang muslim atau muslimah  yang taat dan menanamkan pondasi agama yang kuat untuk mereka menghadapi tantangan zaman di masa depan semoga mereka selalu istiqomah untuk mengaji.
Reporter : Rizki Hidayat KPI / 3B

Ust Eli Syukari : Tingkatkan Ibadah Tuk Menggapai Ridho Allah

Dakwahpos.com,Bandung – Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Kembali Menggelar sholat jum'at yang di hadiri oleh puluhan Masyarakat sekitar dan Mahasiswa, dengan tema yang di bawakan oleh khatib kali ini adalah " Tingkatkan Ibadah Tuk Menggapai Ridho Allah" ,sebagai mana telah di sampaiakan oleh khatib shalat jum'at Ust Eli Syukari S.pd, bahwa beliau mengajak kepda seluruh Jama'ah untuk selalu meningkatakan ketaqwaan kepada allah dengan selalu meningkatkan ibadah kepda Allah agar selalu mendapatkan ketenangan dalam jiwa serta selalu mendapatkan keberkahan dalam hidup.
 
Ust.Eli Syukari S.pd, selaku khatib  pada Jum'at kali ini menyampaikan bahwa allah menciptakan manusi kemuka bumi hanya semata untuk ibadah kepada allah, lalu mengapa kita sebagai makhluk allah yang telah allah ciptakan di muka bumi ini merasa angkuh,tidak mau beribadah kepada allah sampai meninggalkan segala yang telah di printahkan oleh Allah,bahkan sampai mengerjakan hal-hal yang di larang oleh Allah,naudzubillah.
 
Khatib juga mengajak kepada Ja'mah untuk segera kembali kejalan Allah,untuk selalu menjalankan perintah allah dan meningkatkan ibadah dengan selalu istiqomah,dan beliau juga menyampaikan jangan sampai kita trus menundah suatu hal kebaikan ,karna tak selamanya pintu kebaikan itu terbuka untuk kita, tapi tetap saja kita suka sekali untuk menunda -nunda diri untuk memulainya,padahal bisa saja saat kita baru sadar betapa memang diri kita harus memasuki pintu kebaikan tersebut,tapi ternyata pintu kebaikan itu sudah tertutup untuk selamnya,jangan sampaikan kita menyesal.
 
"Untuk dunia yang sementara, mati-matian kita mengejarnya, menghabiskan hampir semua waktu yang kita miliki untuk mendapatkannya ,sedangkan untuk akhirat yang abadi, jangankan setengah dari waktu yang Allah berikan ,sedikit saja waktu terpotong untuk beribadah barangkali kita merasa rugi,naudzubillah" Ungkap Ust Eli Syukari dalam khutbahnya.
 
Ust.Eli Syukari juga menyampaikan dalam khutbahnya bahwa Allah akan mengangkat derajat dengan setinggi-tingginya derajat  bagi hamba-hambanya yang bertaqwah ( Beribadah ) kepada Allah serta meraka yang berilmu. Dan beliau juga menyampaiakan bahwa  Allah telah menjadikan Manusi khalifah Allah dimuka bumi. Beliau menegaskan bahwa tidak ada pembeda antara meraka yang kaya dan miskin, putih dan hitam, ganteng dan jelek, dll. Tetapi yang menjadi pembeda di mata Allah hanyalah tingkat ketaqwaan seseorang. 
 
"Maka dari itu mari kita kuatkan rasa ketaqwaan dalam diri kita, kita kuatkan iman kita untuk selalu menjalakan printah Allah dan menjauhi segala larangan Allah, sebenarnya hati kita gelisah jika tak bertemu Al-qur'an walau hanya satu hari saja. Sebenarnya hati kita gelisah jika melewati malam tanpa sujud kepada Allah.Sebenarnya kita tak mau hari-hari berlalu tanpa bertambah kebaikan di dalamnya. Hanya saja,sayangnya kita memilih kalah,semoga kita selalu di berikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah" Ungkap khatib di akhir khutbahnya.
 
Reporter : Rizki Hidayat KPI / 3B

Tingkatkan Rasa Sykur, DKM Jami' At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Adakan Kajian dan Yasinan Bersama

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Jami' At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung adakan kajian rutin serta yasinan bersama setiap malam Jum'at , di selenggarakan nya kajian dan yasinan tersebut guna meningkatkan silaturahmi antar sesama serta berdoa bersama melalui  wasilah surah yasin dan meningkatkan  keimanan dalam diri, senantiasa selalu menjalankan perintah Allah serta menjauhi segala larangan nya, Adapun kegiatan ini berlangsung pada malam jum'at,(19/09/2024) yang di hadiri oleh Jama'ah Masjid Jami' At-Tarbiyyatul Islamiyyah Cipadung. 
 
Sebelum kajian ini di mulai Ketua DKM Jami' At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung, Ustad Abdul Syukur sekaligus menjadi pemateri pada kajian malam ini, mengucapkan terimakasih kepada Jama'ah yang sudah menyempatkan hadir pada kajian ini dengan  tema  "Tanda-tanda kebesaran Allah" ,guna untuk meningkatkatkan rasa syukur atas segala fenomena  keajaiban yang terjadi di dunia,beliau juga mengatakan bahwa semua yang terjadi di dunia itu semuanya atas kehendak Allah Swt.
 
Ustadz Abdul Syukur juga melanjutkan "Diantara kebesaran Allah ialah adanya hujan,laki-laki dan Perempuan serta adanya siang dan malam,kita ambil contoh adanya siang dan malam, kita tidak bisa membayangkan jikalau hanya ada malam saja, massa kita harus tidur terus, atau hanya ada siang saja, jadi gak tidur-tidur dong,nah itu lah adanya siang dan malam,hujan,laki-laki dan Perempuan dan lain sebagainya, itu semua merupakan kekuasaan Allah Swt".Ungkapnya.
 
Jama'ah menyimak dengan sangat antusias  karna materi yang di sampaikan sangat mudah di pahami,sehingga menambah daya tarik jama'ah untuk mengikuti kajian tersebut,terutama banyaknya jama'ah ibu-ibu yang juga menyempatkan diri untuk hadir. 
 
Yasinan dan kajian ini sudah menjadi tradisi yang kental antara jama'ah Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah ataupun warga lainnya yang sedang melaksanakan sholat di masjid tersebut,karna di masjid ini menerima siapa saja yang ingin mengikuti yasinan dan kajian bersama, setelah kegiatan ini selesai jama'ah sekaligus warga lainnya menghabiskan makanan ringan sambil berdialog ataupun sekedar bersenda gurau sehingga mampu mempererat tali silaturrahmi antar sesama. 
 
Kajian ini di tutup dengan mengajak jama'ah untuk sama-sama muhasabah diri bersama,sudah sejauh manakah kita bersyukur atas nikmat Allah yang telah kita lalui atas berbagai peristiwa di dunia ini, kita jadikan semua apa yang telah kita lalui sebagai Pelajaran hidup yang berharga dan menjadikan diri lebih baik lagi dari sebelumnya, di harapkan denga ad nya agenda kajian ini jama'ah dapat terus senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya.
 
Reporter : Rizki Hidayat, KPI/3B

Hisablah Diri Sendiri Sebelum Dihisab Oleh Allah Swt, Kajian Sore di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung

Dakwahpos.com, Bandung – Salah satu kegiatan di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah adalah pengajian ibu-ibu, yang dilaksanakan setiap Sabtu sore sesudah salat Asar. Pengisi pengajian ibu-ibu hari ini diisi oleh Ustaz Dr. H. Ahmad Rojali dengan tema bertaubat.

Setelah pembacaan tawasul bersama yang dipimpin oleh Hj. Dedeh, acara kajian hari ini yang seharusnya diisi oleh kegiatan pembacaan Barzanji diganti dengan kegiatan kajian materi oleh Ustaz A. Rojali. "Allah Swt telah memberi banyak nikmat, maka sudah seharusnya kita bersyukur atas semua yang diberi oleh Allah Swt," ucap Rojali.

Rojali menyampaikan bahwa kita jangan pernah menganggap enteng sebuah dosa, baik itu berupa dosa kecil apalagi dosa besar. Sudah sewajibnya kita bertaubat setiap hari atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, dan selalu memohon maaf kepada Allah Swt.

"Hisablah diri kita sendiri sebelum dihisab oleh Allah Swt, bertaubatlah setiap hari pada malam hari dengan cara merenungi apa saja yang telah kita perbuat pada hari itu. Apakah perbuatan kita bermanfaat atau hanya sia-sia saja, semoga apa yang sudah kita perbuat itu ibadah dan semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa kita" tutur Rojali.

Di akhir Rojali mengingatkan bahwa orang yang sungguh-sungguh dalam bertaubat ia akan merasakan kebahagiaan karena merasa sudah menunaikan kewajiban kepada Allah Swt yang membuat nikmatnya ditambah oleh-Nya. Dan orang yang selalu menghisab dirinya sendiri akan merasakan keringanan tatkala nanti ia dihisab di akhirat.

Reporter, Dalva Tiburusdah Mahasiswa KPI-3A



Ustaz Dr. Juanda, Mahasiswa Rantauan Yang Menjadi DKM Selama Dua Belas Tahun

Dakwahpos.com, Bandung – DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah yaitu Ustaz Drs. Juanda mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah selama dua belas tahun. Ustaz Juanda lahir pada tahun 1962 di Ciamis, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan SD, SMP dan PGA di Ciamis, sebelum akhirnya berkuliah di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia sudah menetap di Bandung dari zaman kuliah yang berstatus mahasiswa rantauan, menikah pada tahun 90-an dan memutuskan untuk menetap di Bandung bersama istrinya.

"DKM itu periodenya berganti tiga tahun sekali, cara pemilihannya melalui musyawarah dan divoting oleh jemaah Masjid. Alhamdulillah saya dipercaya oleh warga dan sudah jadi DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah selama dua belas tahun, walaupun saya bukan orang asli sini," jelas Ustaz Juanda.

Tidak hanya menjadi DKM saja, ustaz Juanda juga tetap aktif bekerja di KEMENAG menjadi Penyuluh Agama Islam walaupun bukan PNS ataupun P3K. Ustaz Juanda juga mengelola semua jadwal kegiatan yang dilakukan di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah, termasuk mengisi acara pengajian ibu-ibu yang dilakukan setiap sabtu sore sesudah salat Asar, terlebih menggantikan ustaz lain jika sedang berhalangan untuk hadir.

Peran ustaz Juanda sangat penting untuk perkembangan Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah, bahkan di bawah tangan DKM ustaz Juanda lah Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah ini bisa menjadi bangunan besar seperti sekarang. Selama ia dipercaya menjadi DKM di Masjid ini, ia sangat ingin Masjid ini dijadikan sebuah Yayasan agar lebih tertata dan terjaga terlebih dalam hal pemasukan uang yang juga memengaruhi kegiatan-kegiatan yang ada.

"Pekerjaan DKM yang paling sulit itu menurut saya adalah mengajak dan mengatur masyarakat, apalagi semuanya punya kesibukkan masing-masing," ucap ustaz Juanda.

Di akhir pembicaraan Ustaz Juanda menyampaikan pesan pada masyarakat untuk ke depannya untuk bisa menjaga dan mengelola Masjid dengan sangat baik, agar bisa diteruskan oleh generasi selanjutnya.

Reporter: Dalva Tiburusdah, KPI-3A

Kajian Rutin di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung: Janji Kita Kepada Allah Swt

Dakwahpos.com, Bandung – Kegiatan-kegiatan di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah salah satunya adalah pengajian ibu-ibu, yang dilaksanakan setiap Sabtu sore sesudah salat Asar. Pengisi pengajian ibu-ibu ini sudah dijadwalkan dengan rapi oleh DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah setiap tahunnya, dengan materi yang beragam.

Setelah pembacaan tawasul bersama yang dipimpin oleh Nuraeni, pengisi kajian hari ini yang seharusnya diisi oleh Ustaz Dardiri berhalangan untuk hadir maka diganti oleh Ustaz A. Rojali. "Ada empat hal yang tidak akan pernah hancur selama-lamanya yaitu, Allah Swt., ruh, surga, dan neraka," ucap Rojali.

Rojali menyampaikan bahwa ruh, surga, dan neraka tidak akan pernah hancur jika Allah Swt. menghendaki. Karena surga akan menjadi tempat pembalasan nikmat bagi hamba-Nya yang patuh dan neraka akan menjadi tempat pembalasan dosa bagi hamba-Nya yang ingkar. Segala perbuatan kita yang baik atau yang buruk pasti akan dihitung dan dibalas ketika di akhirat kelak walaupun hanya seberat zarah.

"Kita harus selalu ingat pada janji kita kepada Allah Swt. yang selalu diulang minimal lima kali dalam satu hari, yaitu pada doa iftitah: " اِÙ†َّ صَÙ„َاتِÙŠْ ÙˆَÙ†ُسُÙƒِÙŠْ ÙˆَÙ…َØ­ْÙŠَايَ ÙˆَÙ…َÙ…َاتِÙŠْ Ù„ِÙ„ّÙ‡ِ رَبِّ الْعَا Ù„َÙ…ِÙŠْÙ†َ". Yang artinya, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam," jelas Rojali.

Di penghujung ceramahnya, Rojali mengingatkan bahwa kita harus selalu berbuat baik dan bermanfaat, jangan sampai kita lengah. Bahkan satu kalimat di akhir hayat bisa menentukan akhirat kita, karena kalimat yang susah diucapkan di akhir hayat adalah kalimat tauhid Laa ilaha illallah. Dalam hadis disebutkan, dari Mu'adz bin Jabal r.a ia berkata: "Rasulullah saw berkata, "Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga." (H.R Abu Daud).

Reporter: Dalva Tiburusdah KPI 3A

Generasi Melek Huruf Hijaiah, Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Adakan Pengajian Anak-Anak

Dakwahpos.com, Bandung – Pengajian anak-anak di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah ini berlangsung setelah salat Magrib, sampai azan Isya berkumandang. Pengajian anak-anak ini merupakan salah satu dari kegiatan harian yang diselenggarakan oleh DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah yang berada di Jl. Desa Cipadung.

Setelah melaksanakan salat Magrib, ada dua mahasiswa dari beasiswa Rubin yang sudah dijadwalkan mengisi pengajian hari ini. "Hari ini jadwalnya anak-anak untuk mengenal huruf hijaiah," ucap Rizkia Fadhilah salah satu pengajar hari ini.

Rizkia dengan rekannya yaitu Hani Nur Fitriani memulai pengajian dengan membaca doa-doa sebelum mengaji dan beberapa syair islami bersama-sama, dan anak-anak yang hadir pun mengikutinya. Pada pengajian hari ini, anak-anak difokuskan pada pengenalan huruf hijaiah. Walaupun beberapa anak ada yang sudah pandai mengenal huruf hijaiah, namun sebagiannya lagi masih banyak yang belum mengenal huruf hijaiah. Lantaran pengajian ini diikuti oleh banyak anak dengan usia yang berbeda-beda, tidak memakai kelas seperti memisahkan anak-anak sesuai umur atau level mengajinya.

"Agar anak-anak bisa fokus mendengarkan penjelasan, paling kita cuma bisa menegur dengan pelan atau menakut-nakuti mereka contohnya yang sudah menulis baru boleh pulang," jelas Rizkia.
   
Di akhir pengajian, setelah anak-anak menulis huruf hijaiah yang ada di papan tulis mereka diarahkan untuk berwudu untuk melaksanakan salat Isya berjemaah di Masjid sekaligus menutup acara pengajian dengan doa bersama.
 
Reporter, Dalva Tiburusdah Mahasiswa KPI-3A

Jangan Berhenti di Zona Nyaman, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Universal Isi Pengajian Ibu-Ibu

Dakwahpos.com, Bandung – DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah mengadakan  pengajian ibu-ibu setiap Sabtu sore, sesudah sholat Asar. Selain pengajian ibu-ibu, pada hari ini itu juga diadakan pembacaan Al-Barzanji dan syukuran untuk beberapa ibu-ibu pengajian yang akan berangkat ke kota Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah yang dipimpin oleh Dr. K.H. Tatang Astarudin, S.Ag, S.H, M.Si selaku Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Universal.

Setelah pembacaan Al-Barzanji, tawasul, dan ayat suci Al-Qur'an, Ustazah. Elin Karlina selaku moderator mempersilahkan Tatang untuk mengisi pengajian ibu-ibu sore itu. "Kapan kita bisa beristirahat? Istirahat itu bisa kita lakukan jika kita telah menginjakan kaki di surga," ucap Tatang di pembukaan.

Tatang menyampaikan, kita harus mengisi hari-hari kita dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat, bukan hanya menonton drama korea selama berjam-jam dan malah menyia-nyiakan waktu kita. Sesuai dengan hadis yang artinya "Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah," (H.R Muslim). Karena mukmin yang cerdas ialah mukmin yang selalu ingat pada kematian dan mempersiapkan sebaik-baiknya kematian itu.

"Jangan berhenti di zona nyaman, karena istirahat sesungguhnya itu ada di akhirat. Maka isilah hari-harimu dengan kebaikan demi menyongsong keabadian," ujar Tatang.

Di akhir Tatang mengingatkan bahwa ciri-ciri Allah Swt meninggalkan kita adalah ketika kita sibuk dengan hal-hal yang tak bermanfaat. Mata yang tidak tersentuh oleh api neraka adalah mata yang menangis karena takut akan azab dari Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah Swt. Tetap semangat ngaji, jangan jadi generasi rebahan dan selalu ingat kepada Allah Swt.

Reporter, Dalva Tiburusdah Mahasiswa KPI-3A

Cetak Generasi Berakhlak, DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah CipadungAdakan Pengajian Rutin Untuk Anak-Anak

Dakwahpos.com, Bandung, 17 September 2023 – Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah memiliki banyak program yang cukup banyak, salah satu diantaranya adalah pengajian rutin sesudah Maghrib untuk anak-anak. Pengajian ini diikuti oleh anak-anak di sekitar Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah yang berada di Jl. Desa Cipadung, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Iya betul, di sini ada pengajian rutin setiap hari sesudah Maghrib untuk anak-anak" ujar bapak Juanda selaku DKM.

Pengajian ini diisi oleh beberapa mahasiswi dari beasiswa Rubin dan mahasiswa/i DKM, yang mengisi pengajian sesuai jadwal untuk mengajar anak-anak sesudah Maghrib. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap hari sesudah maghrib kecuali malam jum'at, karena diisi oleh kegiatan lain.

"Yang ikut ngaji kadang banyak, kadang sedikit. Biasanya malam minggu yang paling banyak, kurang lebih 20 anak dengan usia dan tingkatan mengaji yang berbeda-beda" tutur Fadhilda Inayatika, salah satu mahasiswi Rubin yang mendapat jadwal mengajar hari ini.

Bukan hanya diajari membaca Iqra, menghafal do'a sehari-hari pun diajarkan agar dihafal oleh anak-anak dan dimanfa'atkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung dari sesudah sholat berjama'ah Maghrib sampai adzan Isya berkumandang.

Penulis, Dalva Tiburusdah Mahasiswa KPI-3A UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bukti Cinta kepada Rasulullah SAW, DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung Isi Pengajian Ibu-Ibu

Dakwahpos.com, Bandung – DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah selalu mengadakan  pengajian ibu-ibu setiap Sabtu sore, sesudah sholat Ashar. Banyak materi yang dibahas setiap minggunya mulai dari akhlak, tauhid, fiqih, Al-Qur'an sampai pembahasan umum yang sudah terjadwal rapi. Salah satu diantaranya yaitu akhlak yang disampaikan langsung pada hari ini oleh DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah yaitu bapak Ust. Drs. Juanda.

Ibu-ibu datang lebih awal untuk membaca hadiah, pembacaan hadiah dipimpin oleh ibu Hj. Titi Sartika selagi menunggu kedatangan Ust. Juanda. "Pengajian ini satu minggu sekali, jadi tidak ada alasan untuk ibu-ibu tidak datang ke sini kecuali ada halangan" ucap bu Hj. Otih yang mengingatkan dan menyemangati ibu-ibu untuk datang ke pengajian.

Ust. Juanda menyampaikan, alasan mengapa kita memperingati hari lahir Nabi SAW diantaranya adalah karena kita bersyukur, bangga dan sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. yang bahkan tetap mengingat umatnya di akhir hayat beliau. Banyak sekali kejadian yang terjadi pada bulan Rabi'ul Awal ini diantaranya; kelahiran Rasulullah SAW, hijrah pertama Rasulullah SAW ke madinah sampai wafatnya Rasulullah SAW pun terjadi di bulan Rabi'ul Awal.

"Perbanyaklah shalawat kepada Nabi di manapun dan kapanpun. Yang dinamakan nikmatnya keimanan itu ketika kita lebih mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya melebihi apapun," ujar Ust. Juanda.

Di akhir pengajian Ust. Juanda mengingatkan bahwa kita harus memperdalam keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan cara meningkatkan ibadah dan menguatkan niat, seperti tujuan diciptakannya manusia dalam Q.S Az-Zariyat: 56 ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ ÙˆَالْاِÙ†ْسَ اِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُÙˆْÙ†ِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Penulis, Dalva Tiburusdah Mahasiswa KPI-3A UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos