Dakwahpos.com, Bandung - Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kifayatul Ahyar mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga lisan serta mempererat tali persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat yang menekankan pentingnya menjaga ucapan sebagai bagian dari akhlak seorang muslim.
Dalam penyampaiannya, Ketua DKM Kifayatul Ahyar menjelaskan bahwa lisan merupakan salah satu hal yang sering dianggap sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap hubungan antarmanusia. Perkataan yang keluar tanpa dipikirkan terlebih dahulu dapat menimbulkan kesalahpahaman, menyakiti perasaan orang lain, bahkan memicu perselisihan.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak terbiasa membicarakan keburukan orang lain, menyebarkan kabar yang belum diketahui kebenarannya, maupun mengucapkan sesuatu hanya karena terbawa emosi. Menurutnya, seorang muslim perlu membiasakan diri untuk mempertimbangkan setiap perkataan sebelum disampaikan, terutama ketika berhadapan dengan orang lain.
“Jangan sampai lisan kita menjadi sebab orang lain sakit hati. Sebelum berbicara, kita harus berpikir dulu, apakah yang kita sampaikan itu benar, baik, dan ada manfaatnya. Kalau tidak, lebih baik kita diam,” ujar Ketua DKM Kifayatul Ahyar dalam khutbahnya.
Selain menjaga lisan, jamaah juga diajak untuk menjaga persaudaraan. Ketua DKM Kifayatul Ahyar menyampaikan bahwa perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perbedaan pendapat, latar belakang, maupun cara pandang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan dan memutus hubungan.
“Persaudaraan itu jangan hanya dijaga ketika kita sedang sepemikiran. Justru ketika ada perbedaan, kita harus belajar saling menghargai. Jangan karena masalah kecil, hubungan yang sudah baik menjadi rusak,” tuturnya.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan kehidupan masyarakat saat ini yang semakin banyak menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi. Menurutnya, menjaga lisan tidak hanya dilakukan ketika berbicara secara langsung, tetapi juga ketika menulis komentar, membuat unggahan, maupun menyampaikan pendapat di media sosial.
Jamaah diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap terburu-buru dalam membagikan informasi dapat menimbulkan fitnah dan memperkeruh hubungan antarsesama. Karena itu, kehati-hatian dalam berkomunikasi menjadi hal penting agar perkataan maupun tulisan yang disampaikan tidak menimbulkan dampak buruk bagi orang lain.
Ketua DKM Kifayatul Ahyar juga mengajak jamaah untuk membiasakan perkataan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga ucapan bukan berarti seseorang tidak boleh menyampaikan pendapat, tetapi bagaimana pendapat tersebut disampaikan dengan cara yang baik dan tetap menghargai orang lain.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan menjaga lisan dan persaudaraan sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ucapan yang baik, sikap saling menghargai, serta kemauan untuk menjaga hubungan dengan sesama, diharapkan tercipta kehidupan masyarakat yang lebih rukun dan harmonis.
Reporter: Rika Sri Patonah/KPI 3-C

Tidak ada komentar
Posting Komentar