Dakwahpos.com, Bandung- Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung berawal dari musala kecil yang kemudian diperluas melalui keterlibatan masyarakat dan mahasiswa. Ketua DKM At-Tarbiyatul Islamiyyah, Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A., menceritakan sejarah dan perkembangan masjid tersebut, pada Senin (12/10/26),
Abdul Syukur menjelaskan bahwa nama At-Tarbiyatul Islamiyah diusulkan oleh seorang mahasiswa asal Jawa sebagai simbol masjid untuk pendidikan Islam. Saat mulai aktif pada 1980-an, beliau mendapati bangunan masjid masih sederhana, dengan area pengajian anak-anak di sisi selatan yang dibatasi kawat ram. “Dulu masih kecil, terus ininya (lantai) juga masih dari semen, terus karpetnya itu dari yang plastik itu loh, bunga-bunga yang plastik,” ujarnya.
Beliau menceritakan bahwa perluasan masjid bermula dari usulan temannya yang seorang mahasiswa jurusan dakwah. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh pihak yang mewakafkan tanah sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap. “Ya dulu musala kecil gitu. Terus teman saya seangkatan dari jurusan dakwah mengajukan ‘gimana kalau diperbesar’ gitu. Nah, kemudian yang mewakafkan itu setuju, terus tadinya kan kecil, terus ditambahin, ditambahin,” tuturnya.
Dalam proses pembangunan, masyarakat turut berkontribusi melalui wakaf tanah dan sumbangan, sedangkan mahasiswa ikut menyampaikan gagasan. Abdul Syukur juga menyebut Pak Juanda, mantan Ketua DKM, sebagai sosok yang mengetahui secara persis sejarah pembangunan masjid. “Terus ya beberapa program yang lain sudah dilaksanakan itu kan membangun gapura, terus ada kaligrafi, terus tempat sepatu, karpet yang empuk itu sumbangan dari Ibu Haji BHO, dan kemarin kita baru beli vacuum cleaner yang lumayan mahal,” tambahnya merinci perkembangan masjid.
Selain menjadi pusat ibadah dan fasilitas yang kian lengkap, Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah sejak awal juga menjadi tempat belajar Al-Qur’an untuk anak-anak di lingkungan sekitar. Bahkan sebagian dari mereka kini telah tumbuh dewasa dan kembali aktif di masjid. “Jadi yang dulu belajar ngaji sama kita sekarang sudah pada jadi orang lah, gitu, atau sudah berkeluarga, dan ada sebagian yang aktif juga ke masjid gitu kan,” tutur beliau mengakiri sesi wawancara.
Reporter: Hadiyya Fatimah Zulkarnain, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar