Tampilkan postingan dengan label Daarud Da’wah Tamansari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daarud Da’wah Tamansari. Tampilkan semua postingan

Daarud Da’wah: Masjid yang Terletak di Tengah-tengah Kehidupan Mahasiswa

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Daarud Da'wah  adalah masjid yang berdiri sejak tahun 63, letak masjid ini berada di tengah-tengah kehidupan mahasiswa oleh karenanya jemaah masjid ini kebanyakan dari golongan mahasiswa (20/11/23).

Masjid yang berdiri sejak tahun 63 ini sudah menjadi bangunan yang megah nan nyaman, masjid Daarud Da'wah ini yang dulunya hanya sekedar masjid dengan desain bangunan kampung ini sudah direnovasi menjadi masjid dua lantai.

"Masjid ini dibangun pada tahun 63, yang dulunya bangunan hanya ala kadarnya, seperti tempat wudhu masih dari kolam, dan Alhamdulillah pada tahun 87 dimulainya renovasi masjid ini," ungkap ketua DKM.

Masjid Daarud Da'wah ini mulai direnovasi pada tahun 87. Hanya dengan kurun waktu dua tahun yaitu pada tahun 89, masjid ini telah selesai pembangunan renovasinya. Masjid ini identik dengan arsitekturnya yang kebanyakan dari kayu, karna memang didesain oleh seorang arsitek agar jemaah yang datang ke masjid ini nyaman dengan suasananya.

"Ciri khas dari masjid ini dari arsitektur bangunan nya yang dari luar terlihat seperti bangunan zaman Belanda, dan bagian dalamnya kebanyakan dibuat oleh kayu," ungkap ketua DKM.

Karena masjid ini terletak di tengah-tengah kehidupan mahasiswa, maka mayoritas jemaah dari masjid ini adalah mahasiswa, tetapi ada juga beberapa warga setempat yang menjadi jemaah di masjid ini.

Reporter: Fachry Husaeni, KPI/3A


Amal Perbuatan Manusia di Dunia: Para Mahasiswa Simak Pesan Khatib Jumat

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Daarud Da'wah yang beralamat di Jl. Pelesiran No.31, RT.2/RW.5, Lb. Siliwangi, Kecamatan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat melaksanakan salat Jumat (17/11/23).

Dipanasnya cuaca yang mengguncang pada tengah hari, para jemaah tetap melaksanakan kewajibannya untuk salat Jumat berjamaah. Menurut warga sekitar, jemaah kebanyakan dihadiri oleh mahasiswa karena keberadaan masjid ini berada di tengah-tengah tempat tinggal mahasiswa.

Ustaz Asep Saepudin menyampaikan pesannya dalam khatbah Jumat bahwa untuk mempersiapkan bekal menghadapi kematian, kita harus memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Baik itu amalan yang sifatnya wajib maupun sunnah. Amalan yang dikerjakan harian, mingguan, bulanan maupun tahunan tanpa melihat besar dan kecilnya amalan tersebut selama kita telah mukallaf, masih sehat, dan tidak memiliki udzur maka amalan tersebut harus kita kerjakan.

"Sungguh rugi jika kita telah mengorbankan waktu, tenaga bahkan biaya namun amalan yang dikerjakan sia-sia tanpa bernilai ibadah dan tanpa pahala," ungkapnya.

Kemudian beliau menerangkan, apa yang telah kita perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat, maka kerjakanlah segala perbuatan semata-mata lillahita'ala (karena Allah), jika kita mengerjakan semua perbuatan karena Allah insyaallah kita akan ikhlas dalam menjalaninya.

"Kelak anggota tubuh kita akan menjadi saksi di hari kiamat nanti," ungkapnya.

Begitulah, betapa pentingnya niat dan keihlasan kita dalam beramal. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang taat dalam menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dengan niat yang baik serta penuh keikhlasan, sehingga apa yang kita lakukan mendapatkan ridhonya Allah Swt.

Reporter : Fachry Husaeni, KPI/3A


Sebagai Tempat Informasi, Ruang Sekretariat Masjid Daarud Da’wah Juga Menjadi Tempat Silaturahmi Antar Pengurus dan Jemaah

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid sebagai tempat ibadah bagi umat Islam dan ruang sekretariat sebagai pusat informasinya, selain menjadi pusat informasi kantor sekretariat Daarud Da'wah juga dijadikan sebagai tempat koordinasi dan silaturahmi oleh DKM Daarud Da'wah (20/11/23).

Tempat ini yang selalu di tempati oleh ketua DKM Daarud Da'wah yakni Dr. Muslim Arif, beliau berharap dengan diadakannya kantor masjid ini menjadi fasilitas para jemaah yang datang ke masjid Daarud Da'wah, untuk bisa menjadi sarana mereka beribadah, bersilaturahmi dan tempat informasi seputar masjid.

"Kantor ini beroperasi setiap harinya, kadang saya yang jaga dan kadang juga orang lain sesuai jadwalnya," ujar Dr. Muslim Arif.

Adapun fasilitas yang ada pada kantor sekretariat masjid ini berupa yayasan Daarud Da'wah, haji dan umrah Daarud Da'wah, dompet maslahat umat Daarud Da'wah (DMU), penerimaan dan pemberdayaan zakat, infaq, dan shadaqoh.

Kantor ini juga sebagai tempat koordinasi jika ada kegiatan-kegiatan yang ingin dilaksanakan di masjid ini, kadang ada beberapa mahasiswa, lembaga, dan ormas yang menjadikan masjid ini tempat untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan lainnya.

"Masjid ini selalu terbuka untuk semua orang, baik itu masyarakat sekitar, mahasiswa, dan orang-orang lainnya," ungkapnya.

Saya selalu senang ketika ada orang yang datang ke masjid ini, maka dari itu saya ingin menjadikan kantor sekretariat masjid ini menjadi tempat silaturahmi selain daripada tempat informasi.

Reporter : Fachry Husaeni, KPI/3A

DKM Daarud Da’wah Sediakan Fasilitas Masjid, Guna Jemaah Nyaman Beribadah

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Daarud Da'wah yang beralamat di Jl. Pelesiran No.31, RT.2/RW.5, Lb. Siliwangi, Kecamatan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat sediakan fasilitas masjid sehingga membuat jemaah nyaman dalam beribadah dan itikaf di masjid (27/11/23).

Masjid adalah tempat ibadah umat Islam yang juga merupakan fasilitas umum bagi masyarakat, masjid selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin mengunjunginya, oleh karenanya agar jemaah nyaman berada di dalam masjid, DKM Daarud Da'wah menyediakan beberapa fasilitas guna membuat nyaman para jemaah dalam beribadah di masjid ini. DKM Daarud Da'wah sangat senang jika masjid ini dikunjungi oleh banyak orang, maka dari itu beliau mengutamakan kenyamanan masjid terlebih dahulu.

"Saya sangat senang jika banyak sekali orang yang mengunjungi masjid ini, baik itu melakukan ibadah ataupun sekedar berkunjung untuk istirahat. Karena itu saya menyiapkan fasilitas agar mereka yang mengunjungi masjid ini merasa nyaman ketika berada di dalam masjid," ungkapnya.

Fasilitas yang tersedia di masjid Daarud Da'wah ini berupa Al-Qur'an, koleksi buku-buku, kipas angin, kamar mandi, kantor sekretariat, dan lainnya. Masjid ini terbangun dua lantai yang mana di lantai dua terkadang digunakan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat, mahasiswa, lembaga-lembaga, dan lainnya. Karna di lantai dua itu terdapat fasilitas tv yang bisa digunakan ketika dibutuhkan dalam acara kegiatan, namun di lantai satu pun biasanya digunakan untuk pengajian ibu-ibu karena untuk pengajian sangat cocok dilakukan di lantai satu.

"Alhamdulillah masjid ini dibangun dua lantai, sehingga ketika ada kegiatan bisa dilakukan di lantai satu ataupun lantai dua, dan juga bisa menampung banyak jemaah," ujarnya.

Jika jemaah merasa nyaman ketika masuk ke masjid ini, saya turut senang juga. Karena kenyamanan jemaah itu yang saya utamakan. Karena kenyamanan tersebut, kadang para jemaah selalu bersilaturahmi lagi ke masjid ini baik itu sekedar mengunjungi ataupun ingin beribadah.

Reporter: Fachry Husaeni, KPI/3A

Selain Sebagai Ketua DKM Daarud Da’wah, Muslim Arif Juga Ternyata Seorang Dosen Institut Teknologi Bandung

Dakwahpos.com, Bandung - Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Daarud Da'wah bapak Dr. Muslim Arif M.Ag sudah menjadi Dkm selama tiga puluh empat tahun lamanya, beliau diamati oleh pendiri masjid untuk meneruskan dalam mengurus masjid tersebut (20/11/23).

Ketua dewan kemakmuran masjid adalah orang yang bertanggung jawab atas segala aktivitas dan kegiatan masjid, namun berbeda dengan ketua DKM Daarud Da'wah yakni Dr. Muslim Arif M.Ag selain beliau bertanggung jawab atas aktivitas masjid ternyata beliau juga adalah salah seorang dosen di sekolah tinggi Institut Teknologi Bandung.

"Saya diamanati untuk mengurus masjid ini sudah dari tahun 89 oleh sang pendiri masjid, hingga sampai saat ini saya masih menjalani amanah tersebut," ungkapnya.

Selain sibuk mengurus masjid, beliau juga sibuk mengajar di kampus. Belum lagi acara-acara lainnya seperti mengisi pengajian, menjadi khatib Jumat, dan masih banyak lagi pastinya. Menjadi DKM serta menjadi dosen di sebuah universitas bukanlah hal yang mudah dilakukan, tetapi beliau bisa membagi waktunya untuk melakukan amanah-amanah yang diberikan kepadanya.

"Saya dari dulu memang senang ketika mengerjakan banyak kegiatan, oleh karena itu sampai sekarang saya terbiasa melakukan segala kegiatan dan saya menyukainya," ungkapnya.

Dari pengalaman yang diceritakan oleh Dr. Muslim Arif membuat saya selaku pendengar termotivasi dengannya, semoga kita bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, sebagaimana sebuah syair mengatakan sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Reporter: Fachry Husaeni, KPI/3A

Syukur atas Nikmat Allah: Ustaz Fajar Abdillah Sampaikan Pesan Kepada Jemaah pada saat Khutbah Jumat

Dakwahpos.com, Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarud Dakwah Tamansari menyelenggarakan ibadah salat Jumat membahas mengenai syukur kepada Allah SWT (13/10/23).

Dalam khutbahnya Ustaz Fajar Abdillah menyampaikan bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah yang diciptakan paling sempurna di antara makhluk-makhluk ciptaan lainnya, maka sudah sepatutnya kita sebagai manusia selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahi Allah SWT. Ada begitu banyak nikmat dan anugerah yang telah Allah berikan kepada kita, bahkan ketika Allah memberikan cobaan dan musibah, terselip karunia dan berkah yang kadang tidak kita sadari.

"Salah satu cara paling mudah yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. adalah dengan selalu mengucap hamdalah atau Alhamdulillah dalam setiap kondisi dan keadaan yang kita terima, entah itu saat senang maupun ketika sedang mendapatkan cobaan hidup. Jika ingin menghitung berapa banyak nikmat yang telah kita terima semasa hidup, sudah pasti nikmat tersebut tidak terhitung jumlahnya," ungkap ustaz Fajar Abdillah.

Khatib menjelaskan pengertian syukur dalam surat An-Nahl ayat 18, artinya: "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." Dalam ayat ini dijelaskan tentang begitu banyaknya nikmat dan karunia yang Allah anugerahkan kepada umat-Nya, baik di langit, darat, air, maupun dalam diri manusia, semua demi kemaslahatan dan kebaikan manusia.

"Dengan bersyukur atas nikmat Allah SWT. dalam setiap keadaan, Insyaallah kita akan menjadi manusia yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat," ungkapnya.

Semoga kita mampu menjadi manusia yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, sehingga InsyaAllah nikmat yang kita peroleh itu akan bertambah berkali-kali lipat jika kita mau bersyukur.

Reporter: Fachry Husaeni, KPI/3A

Khutbah Jumat Masjid Daarud Da’wah Tingkatkan Generasi yang berjiwa Qur’ani

Dakwahpos.com, Bandung-Masjid Daarud Da'wah yang beralamat di Jl. Pelesiran No.31, RT.2/RW.5, Lb. Siliwangi, Kecamatan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat melaksanakan salat Jumat (29/9/23).

Salat Jumat di masjid Daarud Da'wah ini mayoritas dihadiri oleh mahasiswa, oleh karenanya Khatib mengambil judul "Meningkatkan generasi yang berjiwa Qur'ani". Dengan lantang khatib menyampaikan kepada para jama'ah agar senantiasa selalu membaca dan mengingat Al Qur'an dalam kehidupannya, karena dengan Al Qur'an lah segala sesuatu dapat terselesaikan.

"Kita harus bisa menjadi penikmat-penikmat Al Qur'an, karna penyelesaian dari setiap problematika itu adalah Al Qur'an" ungkap Dr. H. Muslim Arif, M.Ag. Khatib selalu mengingatkan kepada mahasiswa agar tidak lupa terhadap Al Qur'an dalam situasi dan kondisi apapun.

Dalam khutbahnya khatib menjelaskan surat Al-Baqarah ayat 185, Al Qur'an diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk dan jalan hidayah bagi umat manusia. Sebagai petunjuk hidup, Al Qur'an sangat relevan bagi kehidupan manusia di setiap masa dan tempat.

"Jangan sampai kita sebagai muslim ketika mendengar alunan ayat Qur'an tidak menangis sama sekali dan tidak tergetar hati kita" ungkap Dr. H. Muslim Arif, M.Ag pada akhir khutbahnya.

Dan pada akhir khutbahnya khatib juga mengajak para jama'ah agar selalu membaca dan mengingat Al Qur'an dalam situasi dan kondisi apapun, agar dapat menciptakan generasi muda yang berjiwa Qur'ani.

reporter : Fachry Husaeni (KPI 3A)
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos