Dakwahpos.com, Bandung- Ustadzah Yuyu Rahayu mengajak jamaah Masjid Jami Al-Ijtihad, Cipadung Wetan, untuk memandang ujian sebagai salah satu bentuk kasih sayang Allah Swt. Hal tersebut disampaikan dalam pengajian rutin ibu-ibu pada hari Jumat (11/09/2026). Menurutnya, ujian tidak hanya berupa kesulitan, tetapi juga menjadi bagian dari cara Allah mengingatkan manusia
Dalam pemaparannya, Ustadzah Yuyu menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian yang tidak terlepas dari kehidupan setiap manusia. Bentuk ujian yang diberikan pun beragam, seperti rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 155.
Ujian-ujian tersebut seharusnya tidak selalu dilihat dari sisi kesulitannya. Jamaah diajak untuk melihat keadaan yang sedang dihadapi dengan lebih bijak dan tidak hanya berfokus pada rasa berat yang dirasakan. Dari situlah, seseorang dapat memahami bahwa setiap ujian memiliki hikmah yang dapat diambil.
Maka dari itu, jamaah diajak untuk belajar mencintai ujian. Menurut Ustadzah Yuyu, ujian merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, meskipun terkadang hadir melalui keadaan yang tidak mudah. “Kita harus mencintai ujian, karena yang menguji kita sedang mencintai kita,” ungkap Ibu Yuyu, Jumat (11/09/2026).
Setelah memahami ujian sebagai bentuk kasih sayang Allah, manusia perlu menyikapinya dengan memperbaiki diri. Salah satunya dengan memperbanyak istigfar, bertaubat, dan meningkatkan amal saleh. Ujian dapat menjadi pengingat agar manusia tidak terlena pada kehidupan yang fana dan kembali memperhatikan hubungannya dengan Allah Swt.
Ustadzah Yuyu kemudian mengingatkan jamaah untuk tidak menunda taubat atas kesalahan yang telah dilakukan. Ia mengajak jamaah untuk sungguh-sungguh memohon ampun dan memperbaiki diri kepada Allah Swt. “Maka Ibu-Ibu, melihat kita yang sampai hari ini masih berlumuran dosa, kita harus segera memohon ampun dengan sungguh-sungguh, bertaubat dengan sebenar-benarnya kepada Allah Swt.,” ujar Ustadzah Yuyu Rahayu, Jumat (11/09/2026).
Pentingnya taubat tersebut juga dikaitkan dengan QS. At-Tahrim ayat 8. Ayat tersebut berisi seruan kepada orang-orang beriman untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Taubat menjadi bentuk kesungguhan manusia untuk meninggalkan kesalahan dan memperbaiki kehidupannya.
Melalui materi tersebut, jamaah diajak untuk mengubah cara pandang terhadap ujian yang datang dalam kehidupan. Ujian tidak hanya dipahami sebagai keadaan yang sulit, tetapi juga sebagai bentuk kasih sayang Allah yang dapat membawa manusia pada kesadaran dan perbaikan diri. Dengan memaknai ujian, bertaubat, dan memperbanyak amal saleh, manusia diharapkan dapat semakin dekat kepada Allah Swt.
Reporter: Annida Wardah Dzulhikmah, KPI/3C




