Tampilkan postingan dengan label Ar-Rohman Pasir Biru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ar-Rohman Pasir Biru. Tampilkan semua postingan

Khotbah Jumat Masjid Ar-Rohman Pasir Biru Tekankan Al-Qur'an Petunjuk Utama


Dakwahpos.com, Bandung- Jamaah Masjid Ar-Rohman Pasir Biru, Cibiru menyimak khotbah Jumat bertema pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk utama kehidupan.

Khatib menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan panduan hidup yang sempurna dan menyeluruh bagi umat Islam. Ia mengingatkan jamaah agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan setiap pekan.

Dalam khotbahnya, khatib menyoroti tiga fenomena sosial yang dinilai semakin menjauh dari tuntunan agama. Fenomena tersebut meliputi tuntutan pernikahan beda agama serta munculnya isu kesetaraan gender yang menyimpang. 

Khatib juga mengkritik tekanan internasional terkait regulasi keagamaan di Indonesia serta penanganan isu kemanusiaan di tingkat global. Menurutnya, umat Islam perlu mengambil peran aktif dalam menjaga identitas serta nilai-nilai kebangsaan.

Selain itu, khotbah tersebut mengingatkan larangan pemaksaan keyakinan antarumat beragama sesuai ajaran Islam. Setiap penyelesaian masalah hendaknya mengedepankan argumentasi cerdas dan konstitusional.

"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar," ujar khatib saat mengutip penafsiran Surah Al-Baqarah ayat 120 pada Jumat (11/09/2026).

Khatib menambahkan bahwa peran seorang ayah sangat krusial dalam membentengi akidah keluarga dari ancaman penyesatan. Ayah bertanggung jawab menanamkan nilai tauhid secara konsisten kepada anak-anaknya. 

"Kewajiban ayahlah menghujamkan tauhid ketuhanan kepada anak-anaknya," ungkap khatib di akhir penyampaian materi khotbah pada Jumat (11/09/2026).

Reporter: Mahesa Almaliki Hidayat, KPI/3C

Masjid Ar-Rohman Pasir Biru Bahas Syukur Saat Lapang dan Sabar Saat Sempit


Dakwahpos.com, Bandung- Pelaksanaan ibadah Salat Jumat kali ini di Masjid Ar-Rohman Pasir Biru, Cibiru diisi dengan penyampaian khutbah terkait ujian kelapangan dan kesempitan hidup. Ratusan jamaah hadir lalu menyimak pesan spiritual tersebut secara khidmat di dalam masjid.

Khatib menjelaskan secara rinci dinamika kehidupan manusia yang selalu silih berganti. Kondisi dari gembira berubah menjadi sedih merupakan bukti nyata atas kuasa Allah.

Nasihat tersebut mengambil rujukan dari pesan Syekh Ibnu Athaillah pada kitab Al-Hikam. Allah memberikan kelapangan sekaligus kesempitan agar hamba-Nya tidak bergantung pada hal duniawi.

Sikap pasrah tersebut sangat sejalan dengan firman Allah pada Surat Al-Hadid ayat 23. Manusia dilarang bersedih secara berlebihan atas suatu kehilangan serta tidak boleh terlalu bangga atas suatu pencapaian. 

Perasaan gundah yang sering dialami oleh seseorang bisa timbul akibat perbuatan dosa. Faktor pemicu lainnya berupa kehilangan kepemilikan harta benda maupun hinaan dari lisan orang lain.

Sebaliknya, perasaan riang gembira berlebih juga dapat menjadi ujian berat jika memicu sifat sombong. Kesuksesan karir atau kelancaran rezeki harus selalu diiringi rasa syukur kepada sang pencipta. 

"Kunci dari kerisauan akibat kehilangan harta butuh keikhlasan penuh, sedangkan ujian berupa pujian orang wajib disikapi dengan syukur," ujar khatib usai turun dari mimbar, Jumat (18/09/2026).

Reporter: Mahesa Almaliki Hidayat, KPI/3C.

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos