Dakwahpos.com, Bandung- Pelaksanaan ibadah Salat Jumat kali ini di Masjid Ar-Rohman Pasir Biru, Cibiru diisi dengan penyampaian khutbah terkait ujian kelapangan dan kesempitan hidup. Ratusan jamaah hadir lalu menyimak pesan spiritual tersebut secara khidmat di dalam masjid.
Khatib menjelaskan secara rinci dinamika kehidupan manusia yang
selalu silih berganti. Kondisi dari gembira berubah menjadi sedih merupakan
bukti nyata atas kuasa Allah.
Nasihat tersebut mengambil rujukan dari pesan Syekh Ibnu Athaillah pada kitab Al-Hikam. Allah memberikan kelapangan sekaligus kesempitan agar hamba-Nya tidak bergantung pada hal duniawi.
Sikap pasrah tersebut sangat sejalan dengan firman Allah pada Surat Al-Hadid ayat 23. Manusia dilarang bersedih secara berlebihan atas suatu kehilangan serta tidak boleh terlalu bangga atas suatu pencapaian.
Perasaan gundah yang sering dialami oleh seseorang bisa timbul akibat perbuatan dosa. Faktor pemicu lainnya berupa kehilangan kepemilikan harta benda maupun hinaan dari lisan orang lain.
Sebaliknya, perasaan riang gembira berlebih juga dapat menjadi ujian berat jika memicu sifat sombong. Kesuksesan karir atau kelancaran rezeki harus selalu diiringi rasa syukur kepada sang pencipta.
"Kunci dari kerisauan akibat kehilangan harta butuh keikhlasan penuh, sedangkan ujian berupa pujian orang wajib disikapi dengan syukur," ujar khatib usai turun dari mimbar, Jumat (18/09/2026).
Reporter: Mahesa Almaliki Hidayat, KPI/3C.

Tidak ada komentar
Posting Komentar