Tampilkan postingan dengan label Fathul Ummah Rancasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fathul Ummah Rancasari. Tampilkan semua postingan

Dr. KH. Asis Saefudin, M.Si: Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah Rancasari hadirkan Dr. KH. Asis Saefudin, M.Si., sebagai khatib dan imam shalat Jumat (22/11/2024). Dalam khotbahnya beliau menegaskan mengenai cara meraih kebahagiaan di dunia dan kebahagian di akhirat, terlebih dalam menjalani menjalankan ibadah kepada Allah dan bermuamalah terhadap sesama manusia.

Dalam khotbahnya beliau mengambil referensi dari kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Menurut beliau dalam kitab tersebut disebutkan mengenai  empat cara untuk mendapatkan hidup bahagia di dunia. Pertama, mengingat dosa, setiap manusia tidak terlepas dari perbuatan dosa, dengan mengingat dosa yang telah diperbuat dapat mencegah manusia untuk terjerumus kembali kepada dosa yang sama.

Kedua, melupakan kebaikan yang pernah dilakukan. Ketika kita membantu seseorang baik dari segi finansial maupun yang lain, kita tidak berharap balas jasa dari orang yang kita tolong, "Ketika kita berbuat baik tetapi selalu kita ingat-ingat maka di khawatirkan akan timbul sikap riya dan kekecewaan jika yang kita tolong tidak membalas jasa," ujarnya.

Ketiga, dalam hal agama kita dianjurkan untuk melihat orang yang lebih tinggi. Sebagai contoh kita harus melihat ustaz atau kyai dalam hal peribadahan, supaya memotivasi kita untuk beribadah seperti mereka. "minimal kita cemburu ketika orang lebih rajin dalam hal shalat, karena shalat tidak perlu biaya, seharusnya kita bisa lebih maksimal dalam melaksanakan shalat," terangnya.

Keempat, dalam urusan dunia kita dianjurkan untuk melihat orang yang  berada dibawah. Kekayaan dunia dapat diperoleh sesuai dengan usaha yang kita lakukan, ketika kita tidak mendapat apa yang kita inginkan maka lihatlah orang yang berada sibawah kita, dengan hal tersebut dapat mengajarkan manusia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

Terakhir beliau menutup khotbahnya dengan pesan untuk senantiasa menjalankan empat perkara yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, beliau menyampaikan untuk senantiasa memegang agama Allah, tingkatkan ibadah dan tebarkanlah kebaikan di dunia.


Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

Ar-Ruhama El-Khoiriyah bersama DKM Fathul Ummah Selenggarakan Tabligh Akbar

Dakwahpos.com, Bandung - Ar Ruhama El Khoiriyah berkolaborasi dengan Forum Silaturami Antar Masjid (FSAM) Margahayu Raya Dan DKM Fathul Ummah selenggarakan tabligh akbar pada Sabtu (9/11/2024) setelah shalat maghrib. kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Fathul Ummah, Jl. Venus Timur XI No. 2, Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung.

Tabligh Akbar ini bertemakan Alquran sebagai perhiasan bagi orang beriman. Selain itu, kegiatan ini disertai majelis quran talaqqi surat Al-Fatihah oleh Syaikh Dr. Abdul Karim Silmi Al-Jazairy, Lc., M.A., seorang pewaris sanad Alquran 10 qiraat. Materi yang beliau sampaikan diterjemahkan oleh Ustaz Rendi Rustandi supaya mudah dipahami oleh jamaah.

Syekh Abdul Karim Silmi memulai pembahasan dengan hadis riwayat muslim mengenai keutamaan berkumpul untuk membaca Alquran. Beliau mengemukakan tidaklah seorang kaum berkumpul di masjid dalam rangka membaca Alquran, melainkan dinilai sebagai halaqah atau perkumpulan zikir.

Menurut beliau terdapat beberapa keutamaan ketika seseorang berkumpul untuk membaca Alquran. Pertama, akan diberikan ketenangan. Orang yang berkumpul di masjid keadaan hatinya akan berbeda dengan orang yang berkumpul diluar masjid, "Masjid mempunyai peran yang besar di lingkungan masyarakat karena bukan hanya menjadi pusat peribadahan, melainkan juga pusat ilmu, berbeda dengan orang yang jauh dengan masjid maka ia akan memperoleh kesesakan," terjemah ustaz Rendi Rustandi.

Kedua, ketenangan yang diberikan ketika dekat dengan Alquran tidak hanya diperoleh ketika seseorang membacanya. Ketika ada orang yang mengadukan masalahnya kepada ustaz, maka ustaz tersebut harus membimbingnya untuk shalat dan tobat, termasuk membaca Alquran. Jika ia belum bisa untuk membaca maka perdengarkanlah bacaan Alquran, karena bacaan Alquran dapat menambahkan keimanan dan menjadikan hati yang tenang.

Ketiga, orang yang dekat dengan Alquran akan dirahmati Allah dan dikelilingi oleh para malaikat. Pada majelis zikir tidak hanya mendapatkan rahmat dari Allah, melainkan malaikat juga membersamainya untuk mendengarkan bacaan mereka. "Hal ini merupakan bentuk pengagungan malaikat terhadap orang-orang yang berkumpul untuk mempelajari Alquran," terjemah ustaz Rendi Rustandi.

Terakhir, setelah menyampaikan materi mengenai keutamaan dekat dengan Alquran, pembina Quran Ar-Ruhama El Khoiriyah ini menutup kegiatan tabligh akbar dengan talaqqi surat Al-Fatihah bersama-sama. Selain itu beliau juga memberikan kesempatan kepada para jamaah untuk dikoreksi bacaannya secara langsung oleh beliau guna terjaganya dari kesalahan pengucapan makhraj.


Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

Ustaz H. Dede Hidayat: Dasari Kebaikan dengan Ikhlas

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah Rancasari hadirkan Ustaz H. Dede Hidayat sebagai khatib dan imam shalat Jumat (08/11/2024). Dalam khotbahnya beliau menegaskan bahwa kebaikan itu bersifat universal atau umum, oleh karena itu segala aspek dalam kehidupan manusia harus mengandung kebaikan, mulai dari niat hingga menjadi perbuatan.

Dalam khotbahnya beliau menyebutkan bahwa setiap perbuatan manusia didasari oleh niat melakukan hal tersebut. Niat dapat diartikan sebagai keinginan yang berada di dalam hati manusia. Selain itu, hal serupa juga disebutkan dalam hadis nabi dengan istilah 'al-Ham' yakni angan-angan, cita-cita atau keinginan.

Menurutnya, ketika seseorang memiliki keinginan untuk melakukan satu kebaikan maka akan tetap bernilai pahala meskipun  belum melaksanakanya. "Barang siapa yang memiliki cita-cita untuk melakukan kebaikan, namun atas berbagai hal yang berada di luar jangkauan kita, kita belum bisa melaksanakan kebaikan tersebut, maka atas kuasa Allah dia tetap dicatat sebagai satu kebaikan," ujarnya.

Kemudian, barang siapa yang memiliki 'al-Ham' atau keinginan untuk melakukan kebaikan kemudian dia melakukannya, maka kita baginya akan dicatat sepuluh kebaikan bahkan akan dilipatgandakan. "Semua kebaikan yang kita lalukan merupakan karunia dan dan rahmat Allah, maka ketika kita melakukanya akan dicatat sepuluh kebaikan bahkan sampai 700 lipat kebaikan," terangnya.

Ustaz H. Dede Hidayat menjelaskan bahwa apapun bentuk kebaikan yang dilakukan oleh manusia, maka harus di dasari dengan ikhlas. Beliau berpendapat bahwa terdapat tiga ciri utama dari kebaikan yang dulakukan dengan ikhlas; Pertama, dilakukan semata-mata karena Allah; Kedua, tidak banyak komentar tentang perbuatanya; Ketiga, tawakal atau berserah diri kepada Allah Swt atas kebaikan yang telah dilakukan.

Terakhir, beliau menyebutkan dalam khotbahnya pesan untuk senantiasa berharap diberikan keistiqamahan oleh Allah Swt, karena orang yang istiqamah akan diberikan kabar gembira mengenai surga oleh malaikat ketika ajal menjemput, kemudian beliau menutup khotbah Jumat dengan berdo'a bersama.

Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

DKM Fathul Ummah Rancasari Hadirkan Ustaz Musa Mubarak sebagai Imam dan Khatib Jum'at

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah hadirkan ustadz Musa Mubarak sebagai khatib dan imam shalat Jum'at (01/11/24). Dalam Khutbahnya beliau menegaskan mengenai waktu yang terasa sangat cepat dan pasar yang terasa semakin dekat, menjadi salah satu tanda kiamat yang disebutkan di dalam hadis.

Beliau menjelaskan bahwa waktu yang terasa sangat cepat memiliki makna satu tahun yang terasa satu bulan, satu bulan yang terasa satu minggu, satu minggu yang terasa satu hari, bahkan satu hari hanya terasa satu jam saja. Selain berkaitan dengan waktu ciri lain dari dekatnya akhir zaman adalah pasar yang terasa semakin dekat, maksudnya kini seseorang dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar dari tempat ia menetap.

Dalam khutbahnya beliau menegaskan untuk menjaga dan menegakan shalat guna memanfaatkan waktu akhir zaman dengan baik. Menurutnya shalat merupakan tiang agama, barang siapa yang menegakan shalat maka ia telah menegakan agama, dan barang siapa meninggalkan shalat maka ia telah menghancurkan agama.

Beranjak dari hal tersebut, beliau mengibaratkan keutamaan shalat sebagai penghapus atau kifarat bagi dosa-dosa kecil yang dilakukan manusia setiap hari. "Perumpamaan shalat lima waktu seperti mandi di dalam sungai yang mengalir air jernih sebanyak lima kali, maka tidak akan ada kotoran yang akan tersisa di dalam tubuh kita, maka begitu juga dengan shalat," ujarnya.

Selain menjelaskan keutamaan shalat, Ustaz Musa Mubarak menjelaskan mengenai tiga azab Allah bagi orang yang telah lalai terhadap shalatnya. Pertama, akan disempitkan kuburnya, "Allah akan menyempitkan bahkan menyuruh kepada bumi untuk menghimpit ahli kubur tersebut sampai tubuhnya hancur luluh lantah akibat lalai terhadap shalat," terangnya.

Kedua, allah mengutus sebuah api yang lebih panas dari pada api yang terdapat di bumi kedalam kubur orang yang lalai terhadap shalat. "Alam kubur bagi orang saleh diibaratkan sebagai salah satu taman dari taman surga Allah Swt, sebaliknya bagi orang yang tidak taat kepada Allah maka alam kubur diibaratkan sebagai salah satu lubang dari lubang neraka Allah Swt," jelasnya.

Terakhir, Allah akan mengutus ular kedalam kubur untuk menyiksa orang yang lalai terhadap shalat lima waktu sampai hari kiamat tiba. Beliau menutup khutbahnya dengan nasihat untuk meningkatkan kualitas iman dengan menjalankan dan menegakan shalat lima waktu, terlebih lagi shalat menjadi ibadah yang menjadi tolak ukur kebaikan pada hari kiamat, apabila shalatnya aman maka aman juga amalan yang lainya.

Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

Drs. H. Ahmad Faizal, M.Ag: Abadikan Cahaya Allah dengan Kuatkan Paham Agama

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah Rancasari hadirkan Drs. H. Ahmad Faizal, M.Ag., sebagai khatib dan Imam shalat Jum'at (25/10/2024). Dalam khutbahnya beliau menegaskan bahwa setiap dari orang beriman harus mengabadikan cahaya Allah, dengan memperkuat pemahaman agama Islam dan menjauhi perbuatan yang dapat memadamkan agama Allah Swt.

Beliau memulai bahasan khutbahnya dengan kisah sahabat Rasul yakni Ali bin Abi Thalib yang selalu berkeliling pada malam bulan Ramadhan, menurutnya Ali berkeliling guna mengetahui keadaan dan kegiatan umat muslim pada saat itu. Ketika Ali berjalan ia melihat orang-orang sedang sibuk membaca Alquran, maka ali menyatakan ini adalah cahaya dari cahaya Allah yang sebenarnya. Menurut Ustaz Faizal ketika seseorang hadir di masjid melaksanakan ibadah, berzikir dan membaca Alquran, sesungguhnya dia sedang mengabadikan cahaya Allah.

Dalam khutbahnya beliau menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi di bumi disebabkan oleh tangan manusia, maka jauh dari itu telah terjadi kerusakan peradaban manusia, terlebih kerusakan agama Allah yang ingin dipadamkan oleh kelompok tertentu. "Maka akan ada orang yang memadamkan cahaya Allah dengan ungkapan katanya, dengan bahasanya, dengan gerakan tanganya atau boleh jadi dengan kebijakanya," ujarnya.

Sebagai orang yang beriman kepada Allah Swt, kita diharuskan untuk menolong agama Allah sebagaimana tertulis dalam firman-Nya pada surat Muhammad ayat tujuh. Maka tolonglah agama Allah karena akan ada orang-orang yang berusaha memadamkan agama Allah bahkan dari golongan orang Islam itu sendiri.

Menurutnya, orang yang akan memadamkan cahaya Allah adalah mereka yang menjual belikan petunjuk Allah dengan hal yang bersifat tijarah atau kepentingan dunia. "Manusia berpotensi menjual agama Allah dengan demi kepentingan dirinya, demi keberuntungan dirinya, demi kepentingan sosial, demi kepentingan politik, bahkan dijual dengan kepentingan toleransi" terangnya.

Kemudian, beliau memberikan contoh dengan realitas yang terjadi di Indonesia mengenai tamu yang datang ke negara ini. Orang tersebut di sambut dengan meriah di masjid, di banggakan dan juga di hormati, padahal dia orang yang tidak meyakini agama Allah dengan alasan toleransi. "Di bangakan dan sebagainya demi kepentingan toleransi, padahal toleransi otentik dalam Alquran disebutkan lakumdiinukum waliyadin, jika kita ingin menghormati maka hormatilah sewajarnya," ujarnya.

Terakhir beliau menyampaikan, manusia merupakan tempat berbuat salah dan dosa, tetapi jangan lupa Allah memberikan pintu  taubat. Jika seseorang tahu berbuat salah namun ia selalu mengulang kesalahanya tanpa bertaubat, maka inilah orang yang telah merusak agama Allah. Beliau menutup khutbahnya dengan pesan agar selalu memakmurkan masjid, sebelum tiba kepada kita masa yang sulit untuk melaksanakan ibadah. 

Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

Drs. H. Zamzam: Tiga Amalan untuk Menggapai Husnul Khatimah

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah Rancasari hadirkan Drs. H. Zamzam sebagai khatib dan Imam shalat Jum'at (19/10/2024). Dalam khutbahnya beliau menyampaikan mengenai setiap dari yang bernyawa pasti ada akhirnya, dengan kata lain disebut dengan ajal. Apabila sudah sampai kepada ajal yang ditetapkan kepada setiap hambanya, maka tidak ada yang bisa mempercepat atau memperlambat ajal itu.

Menurutnya, bukan kematianya yang harus ditakuti oleh orang beriman, namun bagaimana cara membuat kematian itu berada dalam posisi pasrah kepada Allah Swt. Oleh karena itu, beliau menegaskan bahwa ada tiga amalan yang apabila dikerjakan dapat menuntun kita kepada kematian husnul khatimah atau meninggal dengan keadaan yang baik.

Pertama, senantiasa menjaga wudhu. Menurutnya, setiap orang harus dibiasakan untuk menjaga wudhu sepanjang hari, karena wudhu tidak dibatasi hanya untuk ibadah shalat. Wudhu dalam fikih memang syarat sah untuk melaksanakan shalat, namun bagi orang beriman wudhu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. "Miliki terus wudhu sepanjang hari sehingga tidak ada satu tarikan nafas kecuali kita dalam keadaan suci," ujarnya.

Kedua, dzikir kepada Allah dimanapun kita berada. Menurutnya, dzikir disini bukan hanya sekedar ucapan asma Allah, melainkan memfokuskan hati dan pikiran kita untuk senantiasa ingat kepada Allah Swt. "segala perbuatan kita harus terikat oleh dzikir kepada Allah, ingin makan dzikir, naik kendaraan harus dzikir bahkan sebelum pergi ke toilet juga harus berdzikir," terangnya.

Terakhir, amalan yang akan mengantarkan kepada husnul khatimah adalah mencintai segala yang ada di bumi. Menurutnya, kita tidak boleh sewenang-wenang terhadap makhluk Allah, baik itu manusia, tumbuhan maupun hewan. "bahkan dalam prosesi penyembelihan hewan juga dianjurkan menggunakan pisau yang tajam agar tidak menyakiti hewan apalagi jika menyakiti manusia," ujarnya.

Beliau menutup khutbahnya dengan pesan, ketika manusia telah mendapatkan hidayah iman dan Islam maka sempurnakanlah hidayah itu dengan menjalankan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Maka milikilah wudhu sepanjang hari, berdzikirlah kepada Allah dan sayangilah manusia, jika itu adalah makhluk Allah maka muliakanlah maka Allah akan memuliakanmu.

Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

Ustadz Dede Tasmara: Waspada di Balik Ungkapan Semua Agama itu Sama

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah Rancasari hadirkan Ustadz Dede Tasmara sebagai khatib dan Imam shalat Jum'at (11/10/2024). Dalam khutbahnya beliau menegaskan bahwa setiap orang harus senantiasa berhati-hati terhadap ungkapan yang menyatakan bahwa semua agama itu sama. Beliau memulai khutbah dengan menyampaikan sejarah singkat mengenai shabat Mu'adz bin Jabbal yang diutus oleh nabi untuk berdakwah di Yaman.

Menurutnya, sebelum Mu'adz berangkat nabi memberikan nasihat agar Mu'adz mempersiapkan diri, nabi bertanya "apa yang akan engkau perbuat jika ada suatu permasalahan yang di akukan padamu, dengan apa kamu akan memutuskan?" Muadz menjawab ia akan memutuskan permasalah berdasarkan Alquran, jika tidak ada pada Alquran maka ia akan memutuskan berdasarkan Sunnah Rasul, dan apabila tidak ditemukan dalam Sunnah maka ia akan memeras seluruh kemampuan berpikirnya untuk memutuskan masalah tersebut. Kemudian nabi membenarkan jawaban Muadz.

Selain itu, nabi menyampaikan kepada Mu'adz bahwa ia akan berdakwah kepada orang 'alhul kitab'. Dengan kata lain, objek dakwah itu bukan merupakan kaum yang polos, mereka kaum yang sudah meiliki warna agama, baik Yahudi maupun Nasrani mereka mengerti terhadap kitab suci Allah. Namun, orang Yahudi selain mempercayai bahwa Allah itu ada mereka meyakini juga bahwa Allah memiliki anak yang bernama Uzayr. Tujuan dari dakwah tersebut agar penduduk Yaman meyakini tidak ada tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Dalam khutbahnya beliau menyatakan bahwa orang-orang kafir selalu berusaha untuk memurtadkan orang muslim melalui berbagai cara, ada yang mengajak secara terbuka, ada juga yang halus tidak terasa. "Dahulu populer dengan cara membagikan mie instan dan pakaian bekas, kemudian mereka juga berani mengajak debat kepada kaum muslimin, bahkan ada cara yang halus tidak terasa padahal ini merupakan langkah-langkah menuju pemurtadan, yakni ungkapan semua agama itu sama." Ujarnya.

Pernyataan semua agama itu sama diyakini seolah-olah humanis dan mengandung unsur toleransi yang tinggi. Padahal jika dicermati lebih dalam, ungkapan tersebut selain bertolak belakang dengan Alquran, juga merupakan proses pemurtadan. "Jika ada orang yang yang telah terkontaminasi dengan ungkapan semua agama itu sama maka tidak disuruh murtadpun ia akan murdad dengan sendirinya, misal jika ditanya kenapa anda keluar dari Islam? maka ia menjawab, apa salahnya kan semua agama itu sama" terangnya.

Ustadz Dede Tasamara menegaskan bahwa meyakini Islam adalah agama yang 'haq' harus ditanamkan pada diri kita dan keturunan kita, meskipun akan ada tuduhan ekstremisme. Hal tersebut tidak mengapa dilakukan, karena seorang muslim harus meliliki keyakinan yang sejati.

Terakhir, beliau mengutip pendapat pendeta dari Nusa Tenggara Timur Victor Emanuel Tanja yang menyatakan  bahwa jika ada umat Islam mengatakan hanya Islam yang benar, maka itulah Muslim yang baik. Jika ada orang Kristen mengatakan hanya Kristen yang benar, maka itulah Kristen yang baik. Jika ia menyatakan semua agama itu sama, maka perlu dipertanyakan agamanya. "Saya berharap pernyataan itu keluar dari dari cendekiawan Muslim," ujarnya.

Beliau menutup khutbahnya dengan pesan untuk berhati-hati dengan degradasi terhadap akidah umat Islam yang dapat melunturkan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang benar menjadi semua agama itu benar. Jika demikian, maka tidak disuruh murtadpun umat Islam bisa murtad dengan sendirinya.


Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A /KPI 3B

Tingkatkan Spriritualitas Agama, DKM Fathul Ummah Rancasari Adakan Kajian Shubuh

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Fathul Ummah Rancasari kembali menyelenggarakan kajian shubuh dengan tema "Sejarah Kodifikasi Huruf pada Alquran." Kajian tersebut dilaksanakan pada Ahad pagi (6/10/2024) setelah shalat shubuh berjamaah dengan bertempat di Masjid Fathul Ummah Rancasari yang disambut antusias oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan usia.

Kajian shubuh kali ini menghadirkan Ustadz Nur Hidayat sebagai pembicara sekaligus pemateri. Dalam ceramahnya beliau menyatakan bahwa ada beberapa tahapan dalam penulisan Alquran. Pertama, pada zaman Rasulullah SAW. Pada zaman ini Alquran belum berbentuk buku tetapi masih berupa suhuf-suhuf yang belum terhimpun menjadi satu. "Penulisan Alquran pada zaman ini masih menggunakan media batu, pelepah kurma dan ada juga yang di tulang belulang, sehingga hal tersebut tersebar," ujarnya.

Kedua, pada masa Abu Bakar. Pada masa ini sudah ada proses pengumpulan suhuf menjadi satu, beliau menyatakan hal tersebut terjadi karena adanya desakan dari Umar bin Khatab setelah banyaknya penghafal Alquran yang gugur dalam Perang Yamamah. Ketika memasuki zaman Khalifah Umar tidak ada penulisan lebih lanjut, karena sudah di kumpulkan pada masa Khalifah Abu Bakar.

Ketiga, pada zaman Usman bin Affan. Pada masa ini terjadi penyeragaman bacaan Alquran dari mushaf-mushaf yang berbeda, sehingga Alquran dapat berlaku universal, penyeragaman ini dipimpin oleh Zaid bin Tsabit. "Ada seorang sahabat yang mendengar Alquran dibacakan dengan cara yang berbeda, lalu umar mengeluarkan kebijakan untuk menyeragamkan bacaan Alquran, hal ini merupakan upaya untuk menyatukan umat, karena dikhawatirkan ada pertikaian jika ada perbedaan bacaan," terangnya.

Keempat, pada zaman Bani Umayah. Pada masa ini terjadi penululisan titik dan syakal dalam Alquran yang dipimpin oleh Abu Aswad al-Du'ali, hal ini dilakukan karena Islam sudah berkembang bukan hanya di daerah arab saja. "Abu Aswad menerangkan kepada muridnya, ketika saya membuka mulut maka itu disebut dengan fathah, maka beri satu titik di atas huruf," terangnya.

Trainer Syaamil Quran ini juga menjelaskan bahwa Alquran turun dengan tujuh huruf atau dikenal juga dengan 'Qiraat Sab'ah'. Oleh karena itu penting membahas sejarah kodifikasi Alquran supaya kita mengetahui bagaimana cara menbaca Alquran dengan baik dan benar. Terakhir, kajian shubuh ini ditutup dengan belajar irama Alquran dan tilawah bersama juz 30, lalu disambung sengan shalat sunnah syuruq sebagai pembiasaan untuk meningkatkan spiritualitas keagamaan jamaah.


Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A - KPI 3B

Dr. KH. Abdul Mujib, M.Ag. CHRA: Internalisasi Tugas Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Dakwahpos.com, Bandung – Dosen Manajemen Dakwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. KH. Abdul Mujib, M. Ag. CHRA. isi ceramah peringatan Maulid Nabi dengan tema "Internalisasi tugas kerasulan Nabi Muhammad SAW" yang dilaksanakan di Masjid Fathul Ummah Rancasari. Senin (16/9/2024) mempertegas perihal tugas utama diutusnya seorang nabi guna menyempurnakan akhlak manusia. Hari ini banyak orang pintar tapi sedikit orang benar, mudah mencari orang pintar sulit mencari orang benar.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa ada empat prinsip akhlak yang harus dimiliki setiap orang sebagai upaya penerapan tugas rasul. Pertama, membangun akhlak baik kepada Allah SWT. Banyak cara untuk berhubungan dengan Allah salah satunya adalah mendirikan shalat. "Secara sederhana paling tidak media berkomunikasi dengan Allah harus dijaga dan diurus baik-baik, media tersebut adalah do'a," ujarnya.

Kedua, membagun akhlak kepada orang yang dekat dengan kita. Orang yang dekat dengan kita dapat diartikan sebagai orang tua, karena posisi orang tua berada setelah Allah. Selain itu, beliau menyampaikan orang terdekat juga dapat dimaknai sebagai suami atau istri, "Untuk masuk kedalam surga tidak cukup dengan shaum senin kamis, tetapi jemputlah surga itu dengan berakhlak baik kepada suami," lanjutnya.

Ketiga, membangun akhlak terhadap tetangga. Menurutnya orang yang rajin shalat tahajud, shalat duha, shaum senin kamis dan tilawah Alquran dapat hancur pahalanya jika buruk hubungannya dengan tetangga. Hal tersebut selaras dengan sebuah hadits yang menyebutkan bahwa ciri dari keimanan seseorang adalah memuliakan tetangganya. 

Terakhir, membangun akhlak terhadap tamunya. beliau menjelaskan bahwa orang yang beriman kepada hari akhir harus bisa memuliakan tamu yang datang ke rumahnya. Beliau menutup ceramahnya dengan satu pesan, bahwa tugas membawa akhlak kerasulan tidak hanya berlaku kepada nabi, tapi menjadi tugas manusia untuk mengajarkan kepada siapapun diantara mereka dengan memberikan contoh yang baik atau dikenal dengan uswatun hasanah.


Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A/KPI 3B
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos