Tampilkan postingan dengan label Nurul Amal Babakan Dangdeur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurul Amal Babakan Dangdeur. Tampilkan semua postingan

Jadikan Jamaah Faham Konsep Haid Dan Nifas, DKM Nurul Amal Adakan Kajian Fiqih

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur mengadakan kajian fiqih perkara haid dan nifas, yang dirasa menjadi sebuah perkara penting khususnya bagi wanita muslimah dan juga pasangan suami istri dalam Islam. Kajian ini dipandu langsung oleh Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM, selaku ketua DKM Nurul Amal, yang menjelaskan dengan rinci mengenai lama berlangsung nya haid dan nifas, aturan-aturan yang harus dipatuhi selama masa haid dan nifas, serta bagaimana kondisi ini mempengaruhi ibadah sehari-hari.

Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai hukum haid dan nifas dalam Islam, karena tidak sedikit perempuan yang masih belum memahami dengan baik tentang hal ini, padahal hukumnya sangat penting untuk mengatur ibadah dan kehidupan sehari-hari serta untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Kajian ini berlangsung mulai pukul 20.00 sampai 21.30 WIB, yang diawali dengan pembacaan shalawat, dan puncaknya adalah kajian rutinan tiap malam jumat. Yang pada kali ini mengupas tentang perkara haid dan nifas. Dihadiri oleh para jemaah mulai dari bapak-bapak hingga ibu-ibu yang mulai meramaikan ruangan sejak selepas salat isya.

Haid dan nifas merupakan dua kondisi alami yang dialami oleh setiap wanita. Kedua kondisi ini tidak hanya memiliki implikasi biologis, namun juga memiliki dimensi spiritual dan praktik ibadah bagi umat Muslim. Dalam Islam, terdapat aturan-aturan khusus terkait dengan haid dan nifas yang perlu dipahami dan dijalankan oleh setiap wanita Muslim.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya, "Dan mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: 'Haidh itu adalah suatu kotoran'. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Dari ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa haid merupakan kondisi alami yang dialami oleh wanita dan dianggap sebagai sesuatu yang kotor. Oleh karena itu, wanita yang sedang haid dilarang untuk melakukan beberapa ibadah, seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Quran. Selain itu, suami juga dilarang untuk melakukan hubungan seksual dengan istri yang sedang haid.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perempuan yang haid tidak boleh shalat dan tidak boleh puasa (pada masa haidnya), tetapi ia wajib mengqadha puasanya dan tidak wajib mengqadha shalatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain haid, wanita juga mengalami kondisi nifas, yaitu masa setelah melahirkan. Pada masa nifas, wanita juga dilarang untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu, seperti shalat dan puasa. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Wanita yang nifas tidak boleh shalat dan tidak boleh puasa, sampai ia suci." (HR. Bukhari dan Muslim)

Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B


Masjid Nurul Amal Babakan Dangdeur Adakan Beragam Kegiatan Pagi Hari


Dakwahpos.com,Bandung
- Kegiatan spiritual dan sosial yang inspiratif terlihat di Masjid Nurul Amal Babakan Dangdeur sejak sebelum terbitnya fajar, masjid ini telah menunjukkan geliat kehidupan yang dinamis dengan berbagai rangkaian kegiatan ibadah dari shalat shubuh berjamaah, pengajian shubuh, pendalaman makna ayat Al-Qur'an, shalat syuruq, hingga sarapan pagi bersama, khususnya di hari Ahad.
 
Seusai shalat shubuh, para jemaah mengikuti pengajian yang dipimpin langsung oleh ketua DKM Nurul Amal, Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM dengan metode penyampaian yang menyejukkan, sang pemateri membawakan kajian yang syarat dengan hikmah kehidupan dari sudut pandang Islam.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman ayat Al-Qur'an yang diikuti oleh jemaah dari berbagai kalangan usia. Pada kesempatan kali ini, fokus tertuju pada tadabbur surat al-baqarah ayat 253, dimana para jemaah bersama-sama mendalami makna dan kandungan ayat tersebut.
 
Menjelang terbitnya matahari, jemaah kembali menunaikan ibadah tambahan, berupa shalat syuruq. Shalat syuruq ini, kami laksanakan setelah matahari terbit setinggi tombak sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat di waktu pagi.
 
"Di salah satu masjid yang kita cintai ini, dimana para jemaah, setelah ada sedikit majlis taklim atau kajian Al-Qur'an, kadang ada juga ceramah ba'da shalat shubuhnya, dan ditutup dengan acara sarapan pagi. Dan ini sebuah kegiatan yang unik, yang terjadi di masjid yang tidak terlalu besar, tapi alhamdulillah karena ikatan ukhuwah para jemaah nya bagus" , ungkap Ustadz Ryan selaku DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur.
 
Rutinitas pagi yang dilaksanakan di Masjid Nurul Amal Babakan Dangdeur menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dan sosial dapat dipadukan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat aspek ibadah, tetapi juga membangun kohesi sosial yang kuat diantara jemaah. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid yang lain dalam menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual dan sosial umat Islam.
Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B


Kajian Ibu-Ibu DKM Nurul Amal, Awali Segala Sesuatu dengan Niat yang Lurus dan Jernih

Dakwahpos.com,Bandung – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Amal mengadakan kajian khusus ibu-ibu yang mengangkat tema"Pentingnya Berniat Sebelum Memulai Suatu Hal Dalam Hidup" pada Sabtu (19/10/2024) pagi. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Amal Babakan Dangdeur ini dihadiri oleh belasan jamaah ibu-ibu dari berbagai kalangan dan usia yang antusias untuk mendalami materi yang disampaikan langsung oleh ketua DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur, Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM.

Kajian ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan dihiasi sholawat sebelum nantinya tepat pada pukul 09.30 WIB digelar kajian ibu-ibu yang langsung dipimpin oleh ketua DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur. Kajian ini berlangsung selama dua jam dan jamaah dihidangi oleh berbagai makanan ringan yang sudah disiapkan oleh donatur atau jamaah yang berniat untuk memperoleh benih kebaikan yang pastinya akan diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari Allah, Tuhan semesta alam.

Pemateri menyampaikan bahwa niat merupakan fondasi dari setiap amal perbuatan. "Sebagaimana sebuah bangunan yang tegak berdiri kokoh berawal dari pondasi yang kuat, begitu pula amal kita akan bernilai ibadah jika dilandasi niat yang ikhlas karena Allah," tegas Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM. Beliau juga mengingatkan bahwa niat yang tulus adalah kunci untuk meraih keberkahan dalam setiap amal yang dilakukan dan akan membawa dampak positif dalam kehidupan. Sebaliknya, niat yang buruk dapat merusak amal perbuatan yang kita lakukan.

Para jamaah terlihat khidmat dalam mengikuti kajian ini. Selain itu, jamaah juga diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam menjaga niat yang lurus, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa ibu yang hadir membagikan pengalaman pribadi mereka tentang bagaimana niat yang baik telah membantu mereka dalam menjalani peran sebagai istri, ibu dan anggota masyarakat.

"Kajian ini sangat bermanfaat bagi saya. Sehingga saya jadi lebih paham bagaimana pentingnya niat dalam setiap langkah gerak dan tindakan kita," ungkap Ibu Entin, salah satu jamaah Masjid Nurul Amal Babakan Dangdeur.

Ketua DKM Nurul Amal, menyatakan bahwa kajian ini merupakan bagian dari program rutin mingguan yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama di kalangan jamaah dan juga sebagai bahan remedi diri.

Acara ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM, dengan besar harapan agar semua yang hadir dapat menerapkan pelajaran yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. "Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dalam meluruskan dan memperbaharui niat kita agar senantiasa baik dan jernih," tutupnya.

Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B

 

Perluas Cakrawala Pemahaman Muslimah, DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur Inisiasi Pengajian Ibu-Ibu

Dakwahpos.com, Bandung – Dalam upaya mewujudkan muslimah yang memiliki cakrawala pemahaman Islam yang komprehensif sehingga mampu menjadi seorang muslimah yang berdaya, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Amal Babakan Dangdeur menginisiasi program pengajian khusus bagi ibu-ibu yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi. DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur berusaha menciptakan wadah yang nyaman dan hangat bagi para perempuan untuk belajar dan bertumbuh secara spiritual.

Kajian dimulai setiap Sabtu pagi mulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama satu jam. Adapun mengenai materi yang dibahas mencakup berbagai topik, seperti akhlak, pendidikan anak, keluarga serta isu-isu kontemporer yang dihadapi oleh wanita Muslim dengan berlandaskan Al-Qur'an dan hadist."Kami melihat adanya kebutuhan untuk mewujudkan muslimah berdaya di kalangan ibu-ibu, dan juga bertujuan untuk memberikan ruang kepada mereka untuk memperdalam pengetahuan agama Islam dan mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ajaran-ajaran Islam, ujar Dr. Tajul Arifin, MA, CPM, Ketua DKM Nurul Amal. "

Selain mendapatkan pemahaman tentang agama, pengajian ini juga menjadi sarana bagi para jamaah untuk saling mengenal dan menjalin silaturahmi. Hal ini sangat penting untuk menciptakan suasana yang harmonis dan mampu memperkuat ikatan emosional antar jamaah . Ibu-ibu memiliki peran yang sangat sentral dalam pembentukan karakter dan pemahaman keagamaan di dalam keluarga, karena ia lah yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Agenda yang berlangsung setiap Sabtu pagi ini dihadiri oleh belasan ibu-ibu dari berbagai latar belakang dan usia. Mereka tampak antusias dan khidmat mengikuti materi dan diskusi yang berlangsung. Salah satu peserta, Ibu Siti, mengungkapkan rasa syukurnya, "Saya sangat senang dengan adanya pengajian ini. Selain menambah pemahaman tentang Islam, saya juga bisa bertemu dan berbagi cerita dengan ibu-ibu lainnya."

DKM Nurul Amal berharap, melalui pengajian rutin ini, para muslimah khususnya ibu-ibu dapat semakin memahami ajaran Islam secara komprehensif dan mendalam serta mampu  mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi ibu-ibu untuk saling mendukung dan merangkul satu sama lain dalam menjalani kehidupan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B

Mencetak Generasi Qurani, DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur Inisiasikan Kajian Rutinan Anak-Anak Tiap Malam Hari

Dakwahpos.com, Bandung – Dalam rangka menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci Al-Qur'an, DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur mengadakan kajian rutinan anak-anak setiap malam. Selain mencetak generasi qurani, kegiatan ini bertujuan untuk mendalami ajaran Al-Qur'an dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kajian dimulai setiap hari nya pada malam mulai pukul 18.30 WIB dan berlangsung selama  satu jam diselingi shalat isya berjamaah. Anak-anak diajarkan membaca Al-Qur'an dengan tajwid dan makharijul huruf yang tepat, hafalan surat pendek, serta diberikan penjelasan tentang makna ayat-ayat yang dibaca. Selain itu, terdapat sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali lebih dalam pemahaman mereka dan juga membiasakan diri mereka untuk memiliki kuriositas tinggi seputar Al-Qur'an.
"Kami ingin membiasakan anak-anak untuk dekat dengan Al-Quran sejak dini. Dengan jadwal di malam hari, anak-anak bisa fokus belajar tanpa terganggu kegiatan sekolah," ungkap Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM, selaku ketua DKM Nurul Amal. 

Kegiatan Kajian Al-Qur'an untuk anak-anak di malam hari telah menjadi agenda rutin yang semakin populer di berbagai masjid. Namun yang membedakan adalah bagaimana para pengajar atau ustadz mengemas gaya penyampaian mereka masing-masing. Tentunya untuk anak-anak seusia 7-10 tahun, metode pengajararan yang ceria dan menyenangkan adalah strategi jitu yang diterapkan oleh para pengajar kajian anak-anak terkhusus di Masjid Nurul Amal. Metode pengajaran yang menyenangkan dan interaktif seperti permainan dan kuis diterapkan untuk menjaga antusiasme anak-anak. 

Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter dan kepribadian yang qurani dan berakhlak mulia, serta menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur'an dalam diri mereka. Selain itu, dengan adanya jadwal rutin, anak-anak dapat lebih disiplin dan teratur dalam belajar.

Kegiatan kajian Al-Qur'an rutinan di malam hari untuk anak-anak merupakan langkah positif dalam mendidik generasi muda. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari orang tua, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu meresapi, mencintai dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B



Pererat Tali Kekeluargaan Jamaah, DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur Siapkan Sarapan Bersama Tiap Ahad Pagi


Dakwahpos.com, Bandung –
Setiap Ahad pagi, DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur mengadakan agenda sarapan pagi bersama. Agenda rutinan ini menjadi magnet tersendiri sekaligus agenda unik yang diinisiasikan oleh DKM Nurul Amal untuk mengajak masyarakat sekitar bersama meramaikan masjid.
Rangkaian kegiatan tiap ahad pagi diawali dari shubuh. Sejak shubuh Masjid Nurul Amal telah dipenuhi oleh para pencari pahala untuk mendirikan shalat shubuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiah shubuh dan mendirikan shalat syuruq tepat pada pukul 06.00 WIB. Para jemaah tak lupa juga untuk mempersiapkan sedekah shubuh terbaiknya.

Puncaknya sebelum jemaah mengawali segala aktivitasnya di pagi hari dan menuju kediaman nya masing-masing, mereka akan disuguhkan dengan beberapa hidangan, serta melangsungkan kegiatan hangat sarapan pagi bersama.

Program yang telah lama berjalan  ini bertujuan untuk mempererat tali kekeluargaan dan emosional antar jemaah serta meningkatkan daya tarik mereka terhadap masjid. "Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Prof. Dr. Tajul Arifin, MA, CPM, Ketua DKM Nurul Amal. 

Setiap minggunya, dalam kegiatan ini, beberapa jemaah dengan penuh antusias turut berpartisipasi dan meramaikan acara yang telah menjadi rutinitas ini. Menu sarapan yang disajikan, mulai dari nasi kuning yang harum dan lezat, disantap dengan ayam goreng yang hangat dan bergizi, hingga tempe orek dan sayur mayur  yang penuh cita rasa, semua disediakan secara oleh para donatur yang dermawan serta jemaah masjid yang ingin berbagi. 

Kegiatan ini tidak hanya sekadar menyantap makanan, tetapi juga sebagai ajang berbagi dan diskusi hangat mengenai program menarik masjid ke depan. Jemaah diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan saran, sehingga semua suara dapat didengar dan dipertimbangkan dalam perencanaan kegiatan mendatang atau sekadar evaluasi yang melibatkan para jemaah. 

DKM Nurul Amal berharap program ini bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid lain untuk meningkatkan peran sosial mereka di masyarakat. "Insya Allah, dengan kegiatan seperti ini, masjid bisa menjadi sentral kehidupan umat yang sesungguhnya," pungkas salah seorang jemaah tetap masjid.

Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B



Awali Pagi DKM Nurul Amal Babakan Dangdeur Agendakan Shalat Syuruq Tiap Ahad

 
Dakwahpos.com, Bandung - DKM Nurul 'Amal Babakan Dangdeur merutinkan agenda setiap hari Ahad, yakni shalat syuruq.  Setiap hari tersebut suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nurul 'Amal Babakan Dangdeur  . Masjid ini menjadi saksi bagi keindahan kebersamaan umat Muslim dalam melaksanakan shalat Syuruq. Agenda rutin ini dimulai tepat setelah terbitnya matahari, sekitar pukul 06.00 WIB, dan dihadiri oleh jamaah dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Rangkaian kegiatan tiap ahad pagi diawali dari shubuh. Dari shubuh Masjid Nurul 'Amal telah dipenuhi oleh para pencari pahala untuk mendirikan shalat shubuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah shubuh. Para jama'ah tak lupa juga untuk mempersiapkan sedekah shubuh terbaiknya.
Puncaknya sebelum jama'ah memulai segala aktivitasnya di pagi hari dan menuju kediaman nya masing-masing, mereka akan disuguhkan dengan beberapa hidangan, serta melangsungkan kegiatan hangat sarapan pagi bersama. 

Shalat syuruq telah menjadi agenda rutin mingguan yang tak pernah absen di Masjid Nurul 'Amal Babakan Dangdeur setiap Ahad pagi. Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan dzikir pagi bersama selepas selesai tausiyah shubuh sekitar pukul 05.50 WIB, dilanjutkan shalat syuruq saat matahari terbit sekitar pukul 06.00 WIB.

Masjid Nurul 'Amal Babakan Dangdeur terus berkomitmen untuk menjadikan shalat Syuruq sebagai agenda tetap, yang tidak hanya memperkuat aspek spiritual, namun juga membangun keterikatan emosi antar jama'ah,

" Bapak berharap kegiatan rutin ini dapat memakmurkan masjid dan memberi manfaat spiritual bagi jama'ah," tutur salah seorang jama'ah masjid.

Shalat ini memiliki banyak keutamaan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Beberapa diantaranya adalah sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist shahih bahwa barangsiapa yang mendirikan shalat syuruq, ia akan diganjar oleh Allah pahala yang setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. 

Ditemani suasana pagi yang segar, shalat syuruq mampu memberikan ketenangan jiwa dan semangat baru untuk mengawali aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya shalat Syuruq, diharapkan dapat membangun kesadaran umat akan pentingnya ibadah sunnah serta meningkatkan kecintaan terhadap masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Reporter : Highcall Ziqrul Illahi, KPI/3B


Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos