Tampilkan postingan dengan label Nur Lathifah Cibaduyut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nur Lathifah Cibaduyut. Tampilkan semua postingan

Pengajian Jum’at Pagi Masjid Nur Lathifah Cibaduyut : Jangan Karena Perbedaan, Kita Saling Bermusuhan

Dakwahpos.com, Bandung- Sejumlah bapak-bapak mengikuti pengajian di Masjid Jami Nur Lathifah Cibaduyut, pengajian kali ini di pimpin oleh Drs.KH. Khoirudin Aly yang dilaksanakan pada hari jumat (27/10/2023).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh ketua DKM seminggu tiga kali, pada pengajian kali ini Ustaz Khoirudin Aly mengangkat tema tentang "Tali Silaturahmi".

"Pada zaman sekarang banyak sekali orang yang bermusuhan karena perbedaan pendapat dan perbedaan pandangan apalagi pada saat ini yang memasuki tahun politik, tentunya ini adalah suatu yang tidak baik bagi kita karena kita sebagai manusia harusnya saling menghargai terhadap suatu perbedaan, apalagi kita sesama umat muslim jangan sampai kita bermusuhan dan putus tali silaturahmi kita hanya karena sebuah perbedaan, " ucap Ustaz Khoirudin Aly.

Rasulullah Saw bersabda : "Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi)" (HR Bukhari dan Muslim).

"Tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk terjalinnya silaturahmi yang tulus, ketika kita membuka pintu hati untuk silaturahmi, kita juga membuka pintu keberkahan dan rezeki, " tutur Ustaz Khoirudin Aly sebagai penutup.


Reporter : Ma'sum Aly, Mahasiswa KPI/3B

Khatib Jumat Masjid Nur Lathifah: Akan Datang Suatu Kaum Yang Kerjanya Menyalahkan Ulama

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Nur Lathifah Cibaduyut Kota Bandung adakan salat jumat dengan mengangkat tema khutbah pada salat jumat kali ini adalah Islam Wasathiyyah (Islam tengah-tengah), Jumat (20/10/2023).

Khatib dan imam diisi oleh Ustaz Drs. Khoirudin Aly M.Pd.I. Beliau menyampaikan kepada jemaah tentang Islam Wasathiyyah di hadapan para jemaah. Beliau mengatakan, melalui Islam wasathiyyah kita dapat dengan mudah mengenal ajaran syariat agama Islam yang notabene tidak hanya mengandalkan Al-Qur'an dan Hadis, akan tetapi menyatupadukan dengan qiyas dan ijma para ulama.

"Dalam Islam Wastahiyyah tidak hanya mengandalkan kekuatan akal dan tidak juga hanya mengandalkan Al-Qur'an serta hadis secara mentah-mentah, kita paham betul yang namanya Qur'an dan hadis itu perlu dicerna dan diolah, yang paham tentang Al-Qur'an dan hadis adalah Fas'aluu ahla adz-Dziqri (Ahli Al-Qur'an dan ahli hadis), supaya kita selaku orang awam tidak terbawa oleh arus akhir zaman, dimana banyak kaum bermunculan yang sifat dan pekerjaannya menyalahkan para ulama, kyai, dan guru-guru kita yang semuanya dianggap bid'ah dholalah finnar, yang bertujuan bukan untuk kepentingan Islam, melainkan untuk menghancurkan Islam," ucap Ustaz Khoirudin selaku khatib.

Khatib juga mengingatkan kepada para jemaah untuk meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah Swt dan jangan mudah untuk menyalahkan orang lain.

"Mari kita bersama-sama untuk terus saling menjaga silaturahmi agar tidak terpecah-belah hanya karena perbedaan sesuatu, justru kita harus selalu menghargai segala perbedaan yang ada, apalagi sesama umat Islam kita jangan sampai bermusuhan hanya karena berbeda mazhab," sambung Ustaz Khoirudin Aly.



Reporter : Ma'sum Aly, Mahasiswa KPI/3B

Sejumlah Ibu-ibu Ikuti Pengajian di Masjid Nur Lathifah Cibaduyut

Dakwahpos.com, Bandung- Sejumlah ibu-ibu mengikuti pengajian di Masjid Jami Nur Lathifah Cibaduyut. , pengajian ini di pimpin oleh Ustaz Mochammad Fuadz Syafi'i yang dilaksanakan  pada hari ahad (08/10/2023).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh ketua DKM sebulan dua kali, ibu-ibu yang datang biasanya merupakan warga sekitaran Cibaduyut, tidak hanya yang dekat dengan lingkungan masjid saja. Tema pengajian kali ini adalah " Meneladani Akhlak Rasulullah Saw ".

"Banyak sekali akhlak Rasulallah yang sangat baik, salah satu diantaranya adalah pemaaf, mengucapkan maaf itu mudah tapi yang paling sulit dilakukan kita sebagai manusia adalah memaafkan lalu mengikhlaskannya, tetapi kesulitan itulah yang harus kita hadapi agar mendapatkan pahala dari Allah Swt dan membuat hidup kita menjadi rukun antar sesama," ucap Ustaz Fuadz.

Seperti yang sudah diterangkan dalam Al-Qur'an surah Asy-Syu'ara ayat 40 yang artinya "maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah."

"Kita sebagai umat Rasulullah Saw harus senantiasa meneladani akhlak beliau supaya hidup kita jadi lebih baik dan terarah".


Reporter : Ma'sum Aly, Mahasiswa KPI/3B
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos