Tampilkan postingan dengan label Al-Huda Cipadung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Huda Cipadung. Tampilkan semua postingan

Perkokoh Hablumminnas, Majelis Taklim Masjid Al-Huda Cipadung Gelar Pengajian Ibu-ibu

Dakwahpos.com, Bandung – Majelis Taklim masjid al-Huda Cipadung menggelar pengajian untuk ibu-ibu pada Hari Kamis (07/11/24). Adapun topik yang diangkat yaitu mengenai Hablumminannas atau hubungan manusia dengan sesama. Pengajian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman jemaah mengenai pentingnya menjaga hubungan sosial dalam masyarakat.

Jemaah mulai berdatangan setelah ketua majelis taklim memberikan seruan melalui pengeras suara. Jemaah yang memadati masjid saling bertegur sapa satu sama lain. Kemudian seluruh jemaah membaca al-Quran untuk mengawali pengajian. Di samping itu, pengurus majelis taklim memberikan buku daftar hadir beserta kotak infak untuk diisi secara estafet. Setelah itu, Puji Hastuti selaku pembawa acara mempersilakan narasumber untuk memulai pematerian.

"Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya saja melainkan juga mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya untuk melangsungkan kehidupan," ujar Ustazah Nia Kurniati dalam mengawali pematerian.

Jemaah dengan penuh khidmat menyimak materi dan mencatat poin pembahasan yang disampaikan oleh narasumber. Pengajian berlangsung secara interaktif- narasumber sesekali memberikan pertanyaan spontan- yang dijawab oleh para jemaah.

Ustazah Nia Kurniati mengungkapkan bahwasanya salat menjadi benteng pertahanan umat muslim agar senantiasa terhindar dari penyakit hati yang destruktif dan menghadirkan perselisihan dengan sesama. Jemaah diajak untuk meningkatkan kualitas salat agar dapat memberikan efek positif dalam berkehidupan.

Di akhir pematerian, narasumber menyeru jemaah untuk menjalin hubungan baik dengan sesama manusia khususnya muslim yaitu dengan menyampaikan salah satu hadis yang berisikan kewajiban seorang muslim untuk memenuhi hak muslim lainnya.

"Maka dari itu kita harus memenuhi hak muslim tersebut diantaranya, memberi salam, memenuhi undangan, menjenguk muslim yang sakit, menjawab bersin, memberi nasihat dan memulasari jenazah bahkan mengantarnya sampai ke kubur." Pungkas Ustazah Nia di akhir pemateriannya.

Pengajian tersebut diakhiri dengan pembacaan doa yang disampaikan untuk para jemaah dan masyarakat Kp.Cisalatri yang sedang diberi musibah sakit. Pembacaan doa dipimpin langsung oleh Ustazah Nia. Kemudian setelah pembawa acara menutup acara tersebut, jemaah bergegas membentuk barisan untuk kemudian saling bersalaman satu sama lain.

Reporter, Ismi Asita

Menunggu Waktu Salat Isya, Ibu-Ibu Masjid Al-Huda Cipadung Adakan Yasinan Malam Jum'at

Dakwahpos.com, Bandung -  Masjid Al-Huda mengadakan kegiatan Yasinan bersama setiap malam Jum'at selepas ba'da Maghrib sambil menunggu tiba waktu salat Isya, Kamis (17/10/2024). Kegiatan di Masjid yang berada di Jl Raya Cipadung, Lio Utara, Gang Aki Abard, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini adalah bagian dari agenda yang dikelola warga setempat untuk menyejahterakan masjid.

Kegiatan Yasinan malam Jumat ini dihadiri oleh jemaah dari mulai anak-anak sampai orang dewasa, bahkan ibu-ibu. Mereka turut hadir meramaikan kegiatan Yasinan yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat.

Reporter : Rafdi Nugraha KPI 3D

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Ibu-Ibu, Majelis Taklim Al-Huda Cipadung Adakan Pengajian Tahsin


Dakwahpos.com, Bandung-Masjid Al-Huda yang beralamatkan di Jl Raya Cipadung, Lio Utara, Gang Aki Abard, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung menggelar program tahsin dan tadabbur Al-Quran dengan tujuan utama meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran di kalangan ibu-ibu. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, (19/10/2024).

Program tahsin Al-Quran adalah langkah awal yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dengan baik dan fasih. hal ini juga menjadi pondasi yang kokoh untuk memahami dengan lebih mendalam pesan-pesan Allah SWT. Selain itu, tadabbur, atau merenungkan ayat-ayat Al-Quran, membantu kita dalam memahami makna dan pesan yang tersembunyi di balik setiap kata yang tertera dalam Al-Quran.

Ustazah Lela selaku fasilitator dan pengajar dalam program Tahsin ini, menjelaskan, "Program tahsin dan tadabbur Al-Quran ini bertujuan untuk membantu ibu-ibu meningkatkan kualitas membaca Al-Quran mereka dan juga memperdalam pemahaman mereka tentang pesan-pesan agama yang terkandung dalam Al-Quran." ujarnya.

Dalam program ini, ibu-ibu mendapat bimbingan dalam membaca dan memahami Al-Quran dengan benar. Materi pembelajaran meliputi tajwid (pengucapan yang benar), pemahaman makna ayat-ayat, serta penerapan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga memberikan kesempatan kepada ibu-ibu untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam membahas ayat-ayat Al-Quran.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang Al-Quran, diharapkan ibu-ibu dapat mengambil manfaat spiritual yang lebih besar dan menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Reporter : Rafdi Nugraha KPI 3D

Tunaikan Kewajiban Beragama, Masyarakat Sekitar Masjid Al-Huda Cipadung Ikuti Salat Jumat

Dakwahpos.com, Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Huda Cipadung gelar salat Jumat berjemaah guna tunaikan kewajiban sebagai muslim pada Hari Jumat (25/10/24). Di tengah teriknya matahari, para jemaah mulai berdatangan mengenakan pakaian serta wewangian terbaik.
Para jemaah laki-laki dewasa, remaja bahkan anak-anak dengan penuh antusias berbondong-bondong memasuki masjid sampai saf terisi penuh sehingga pengurus DKM Al-Huda mengarahkan para jemaah lainnya untuk berpindah ke pelataran masjid demi kenyamanan ibadah salat jumat.
Takbir yang menggema menciptakan suasana sakral disusul dengan khatib yang mulai menaiki mimbar. Jemaah yang semula riuh, kini senyap dengan penuh khidmat menyimak khutbah jumat. Muatan khutbah yang disampaikan khatib yaitu berkenaan dengan tiga pokok utama dalam beragama, yakni, Islam, Iman dan Ihsan.
"Islam bukan hanya sekadar agama yang dicantumkan dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) melainkan sebagai pondasi kita sebagai hamba-Nya," ujar khatib dalam khutbahnya. Falah salah satu jemaah jumat hari itu mengungkapkan bahwasanya pembawaan khatib dalam menyampaikan khutbah sangat memukau, tegas dan lugas.
Falah mengungkapkan bahwa dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa sebagai umat muslim sudah seharusnya beriman, tetapi pada realitanya masih banyak yang tidak kunjung beriman. "Iman itu ada rasanya, seperti kita makan permen yang ada rasa manisnya," ungkap Falah. "Ihsan adalah orang Islam yang beriman dengan penuh perasaan serta taqwa terhadap perintah dan larangan Allah." Pungkasnya.
Selepas salat, jemaah saling bertukar salam dan berbincang. Begitupun para mahasiswa yang bertempat tinggal sekitar masjid tersebut, saling bertegur sapa dengan mahasiswa lainnya. Suasana riuh penuh kehangatan tersebut menjadi momen hari jumat yang senantiasa terulang setiap minggunya.

Reporter, Ismi Asita 

Anak-Anak Sampai Orang Dewasa Turut Hangatkan Malam Jumat Di Mesjid Al-Huda Cipadung Dengan Yasinan


Dakwahpos.com, Bandung-Kamis (1010/2024) Mesjid Al-Huda yang beralamatkan di Jl Raya Cipadung, Lio Utara, Gang Aki Abard, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini lebih tepatnya jalan untuk menuju mesjidnya yakni melalui gang sebelah Apotek Al-Ma'soem.


Mesjid Al-Huda ini sebagaimana mesjid pada umumnya tentu ada agenda-agenda tersendiri yang dikelola warga setempat untuk bisa selalu menyejahterakan mesjidnya. Salah satu dari agendanya yakni selalu diadakan kegiatan Yasinan bersama setiap malam Jum'at selepas ba'da Maghrib sambil menunggu tiba waktu shalat Isya.


Kegiatan ini tentunya rutin dilakukan oleh warga setempat setiap malam Jumat ba'da melaksanakan shalat Maghrib. Agenda Yasinan malam Jumat ini kerap di hadiri oleh warga setempat dari mulai anak-anak sampai orang dewasa. Agenda Yasinan ini kerap di pimpin oleh sukarelawan tokoh masyarakat setempat.


Begitulah agenda kegiatan rutin satu minggu satu kali Yasinan malam Jumat di Mesjid Al-Huda. Maka dari itu alangkah baiknya andil tokoh masyarakat setempat yang selalu arahkan warganya untuk selalu menyeru kepada kebaikan.


Reporter : Rafdi Nugraha KPI 3D

Tingkatkan Keterampilan Membaca Al-Quran, Majelis Taklim Masjid Al-Huda Cipadung Adakan Kajian Tajwid

Dakwahpos,com, Bandung - Majelis Taklim Masjid Al-Huda Cipadung adakan kajian tajwid guna meningkatkan keterampilan membaca Al-Quran, pada Hari Kamis (17/10/24). Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu Kp.Cisalatri, Cipadung, pengurus majelis taklim juga para pembimbing yang memberi kajian seputar hukum-hukum tajwid Al-Quran.
Kegiatan dimulai ketika jemaah telah memadati masjid. Kemudian diawali dengan membaca Al-Quran bersama-sama, setelah itu masuk kesesi kajian tajwid yang dibimbing oleh ketua majelis taklim serta pembimbing lainnya. Jemaah menyimak dengan khidmat lalu mengaplikasikannya pada ayat-ayat Al-Quran yang hendak dibaca selanjutnya.
Desi selaku ketua majelis taklim masjid Al-Huda mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut, yaitu untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman jemaah majelis taklim terkait hukum-hukum tajwid yang merupakan salah satu disiplin ilmu dalam membaca Al-Quran.
"Harapan saya kedepannya tentu menginginkan jemaah majelis taklim Masjid Al-Huda bisa terus mentadaburi Al-Quran yaitu dengan memperbaiki bacaannya," ujar Desi. "Selain itu juga saya harap Jemaah bisa memperbagus bacaan serta dapat terus membaca Al-Quran setiap harinya." Ungkapnya lebih jauh.
Antusias jemaah majelis taklim Al-Huda yang luar biasa ini menjadi upaya untuk memakmurkan masjid yang merupakan sentral kegiatan keagaaman di Kp. Cisalatri, Cipadung. Meskipun ada beberapa Jemaah yang sudah berusia lanjut, bahkan ada yang membawa anak-anaknya ke masjid, tentu hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap melangkahkan kaki dalam kegiatan yang positif. 

Reporter, Ismi Asita/3c

Berdayakan Anak Muda, Pengurus Majelis Taklim Masjid Al-Huda Cipadung Ajak Mahasiswa untuk Menjadi Pengajar

Dakwahpos.com, Bandung - Pengurus Madrasah Masjid Al-Huda rangkul anak muda untuk menjadi pengajar bagi anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) yang berada di Kampung Cisalatri, Cipadung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Kamis (10/10/2024). Adapun murid dalam kegiatan ini terdiri dari anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) juga Sekolah Dasar (SD).
Anak muda yang terlibat sebagai pengajar ini merupakan beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Aisyah selaku salah satu pengurus majelis taklim sekaligus pengajar di TPA Al-Huda Cipadung mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk memberdayakan mahasiswa yang berada di sekitar lingkungan Masjid Al-Huda.
"Sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengajar, supaya terbiasa berhadapan dengan masyarakat sekitar, utamanya yaitu orang tua santri apabila ada permasalahan," ujarnya.
Nazwa sebagai salah satu pengajar yang merupakan seorang mahasiswi Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) menyampaikan bahwasanya ia menjadi pengajar di madrasah tersebut diajak oleh salah satu pengurus majelis taklim. "Ketika itu sedang libur kuliah, jadi saya menyetujui ajakan sebagai pengajar untuk mengisi waktu luang." Ungkapnya.
"Selain itu, karena saya menyukai anak-anak, maka kesempatan ini tepat untuk dapat mengembangkan diri dan saya merasa nyaman sebagai pengajar disini," tambah Nazwa yang ramah disapa Wawa itu.
Adapun materi yang diajarkan kepada anak-anak TPA, meliputi pengetahuan dasar tentang ajaran agama Islam, seperti Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Akidah Akhlak, Quran Hadis serta Baca Tulis Quran (BTQ).

Reporter, Ismi Asita

Warga Sekitar Sukarela Adakan Kegiatan Jumsih Jaga Kenyamanan Aktivitas Masjid Al-Huda Cipadung


Dakwahpos.com, Bandung-Minggu (11/10/2024) Mesjid Al-Huda yang beralamatkan di Jl Raya Cipadung, Lio Utara, Gang Aki Abard, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini lebih tepatnya jalan untuk menuju mesjidnya yakni melalui gang sebelah Apotek Al-Ma'soem.

Mesjid Al-Huda ini sebagaimana mesjid pada umumnya tentu ada agenda-agenda tersendiri yang dikelola warga setempat untuk bisa selalu menyejahterakan mesjidnya. Salah satu dari agendanya yakni selalu diadakan kegiatan Jumsih atau Jum'at Bersih yang di lakukan setiap hari jumat sebelum masuk waktu shalat Jumat.

Kegiatan ini tentunya kerap dilakukan minimalnya setiap satu minggu satu kali setiap hari Jumat karena selain akan dipakai untuk pelaksanaan shalat Jumat yang nyaman, pada hari esok nya pun mesjid ini akan dipakai untuk kegiatan kajian rutinan ibu-ibu haru sabtu selepas ba'da ashar.

Agenda kegiatan ini memang dibilang tidak terlalu menekankan kepada warga sekitar, hanya saja tokoh masyarakat disekitar memberi arahan akan adanya kesadaran tersendiri terhadap tanggung jawab dan kewajiban untuk selalu turut membersihkan secara sukarela mesjid yang akan dipakai oleh warga setempat

Begitulah kegiatan sukarela Jumsih yang diadakan memang terkesan kegiatan yang sepele tetapi semua orang belum tentu mau dan mampu memenuhi tanggung jawab untuk kemaslahatan sekitar, maka dari itu alangkah baiknya andil tokoh masyarakat setempat yang selalu arahkan warganya untuk memenuhi tanggung jawab kepentingan dan kemaslahatan warga sekitar.

Hal tersebut menandakan bahwa warga setempat peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan mesjid yang akan dipergunakan aktivitas keagamaan oleh khalayak.

Reporter : Rafdi Nugraha KPI 3D

Peringati Perjalanan Hidup Rasulullah Saw, Pengurus Majelis Taklim Masjid Al-Huda Cipadung Selenggarakan Pengajian

Dakwahpos.com – Bandung, Pengurus Majelis Taklim Masjid Al-Huda gelar pengajian khusus Ibu-Ibu maupun kawula perempuan muda pada Hari Kamis (3/10/2024). Pengajian yang bertajuk "Mengenang Perjalanan Hidup Nabi Muhammad SAW" ini diselenggarakan di Masjid Al-Huda lantai atas yang biasa digunakan untuk salat berjamaah.
Pengajian ini diawali dengan membaca Al-Quran. Tatkala jamaah mulai memadati masjid tersebut, pembawa acara mengawali kegiatan tersebut lalu mempersilakan narasumber untuk duduk ditempat yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.
Pada pembukaannya, Dra. Hj. Nia Kurniati selaku narasumber pada kegiatan tersebut memulai ceramahnya dengan menyinggung kewajiban menuntut Ilmu itu wajib hukumnya bagi siapa saja, sebagai upaya memperkuat keimanan seseorang. Jamaah menyimak dengan penuh khidmat serta kerap mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh narasumber.
Dalam rangka memperingati perjalanan hidup Rasulullah Saw, narasumber menceritakan secara rinci mulai dari proses kelahiran, pengasuhan, pendidikan, hingga prosesi pengangkatannya sebagai Rasulullah atau utusan Allah SWT yaitu penyampai risalah agama Islam.
"Seharusnya memperingati perjalanan Rasulullah Saw itu tidak hanya di bulan Rabi'ul Awwal saja, melainkan disetiap harinya untuk dijadikan teladan dalam berkehidupan," ujar Kurniati dalam ceramahnya.
Pengajian tersebut pun berlangsung secara interaktif dan dinamis. Kerapkali pemateri memantik para jamaah untuk memberi respon spontan dari apa yang telah disampaikan. Dan dalam pemateriannya pun narasumber menegaskan bahwa hanya Nabi Muhammad SAW saja satu-satunya nabi yang mampu memberi syafaat di Hari Akhir, tetapi hal tersebut tidak menjadikan diri kita terjerat dalam jurang kemusyrikan dengan memanjatkan doa kepada beliau. "Sejatinya seluruh doa yang kita panjatkan hanyalah kepada Allah SWT." Tegas Kurniati.

Reporter, Ismi Asita 

Tingkatkan Wawasan Keislaman, Masjid Al-Huda Cipadung Gelar Pengajian Khusus Bapak-bapak

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masjid Al-Huda gelar pengajian pada Hari Senin Malam selepas shalat isya berjamaah (23/9/24). Pengajian ini diselenggarakan khusus untuk bapak-bapak. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap pekan di Masjid Al-Huda, Cipadung, lantai pertama yang biasa digunakan untuk kegiatan pengajian anak-anak. Adapun kegiatan tersebut diawali dengan perbincangan ringan serta makan bersama untuk menjalin rasa kebersamaan satu sama lain. 
Narasumber yang mengisi pengajian tersebut adalah Prof. Afif Muhammad. Adapun tema pada kegiatan pengajian ini bersifat kontinuitas setiap minggunya. Pada malam itu materi yang dibawakan tentu melanjutkan pembahasan pada minggu sebelumnya yaitu terkait perjalanan penyebaran ajaran Islam, seiring berkembangnya pemikiran manusia serta proses masuknya ke Indonesia. 
Dalam pembukaannya, narasumber memaparkan terkait keyakinan-keyakinan masyarakat Indonesia sebelum datangnya Islam. "Sebelum datangnya Islam, ada keyakinan-keyakinan yang berkembang di masyarakat Indonesia, yaitu Animisme dan Dinamisme," ujarnya. Lalu ia menjelaskan lebih spesifik terkait dua keyakinan tersebut.
Para mustami yang memadati ruangan tersebut menyimak dengan khidmat. Pengajian tersebut pun berlangsung secara interaktif dan dinamis. Kerapkali pemateri memantik para mustami untuk memberi respon spontan dari apa yang disampaikan. Kemudian, setelah materi selesai disampaikan, Afif memberikan kesempatan kepada para mustami untuk bertanya. Kemudian salah satu diantaranya mengangkat tangan dan mengajukan sebuah pertanyaan.
"Jika Islam itu baik, maka sejauh mana kehadirannya memberi pengaruh baik bagi para penganutnya?" Tanya Nurcholis selaku salah satu mustami sekaligus Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Huda.
Kemudian pemateri menjawab pertanyaan tersebut "Kita mengenal kaum jahiliyyah yang perangainya sungguh keji terutama pada hamba sahaya dan kaum perempuan, lalu datanglah Islam untuk mengangkat kembali hak serta kehormatan dua kaum yang tertindas itu. Begitupun dalam kehidupan masa kini, Islam dengan ajarannya mampu menjaga penganutnya untuk terhindar dari segala kemungkaran." Paparnya.
Lalu untuk mengakhiri pematerian, afif menyampaikan "tetaplah mengkaji dan memperjuangkan Islam, karena kehebatan Islam berada di tangan kita sebagai pemeluknya." Ujarnya sebagai penutup dari pematerian malam itu.

Reporter, Ismi Asita

Pengajian Anak-Anak Di Sela Ba’da Maghrib Sampai Isya Di Mesjid Al-Huda


Dakwahpos.com, Bandung-Minggu (22/09/2024) Mesjid Al-Huda yang beralamatkan di Jl Raya Cipadung, Lio Utara, Gang Aki Abard, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini lebih tepatnya jalan untuk menuju mesjidnya yakni melalui gang sebelah Apotek Al-Ma'soem.


Mesjid Al-Huda ini sebagaimana mesjid pada umumnya tentu ada agenda-agenda tersendiri yang dikelola warga setempat untuk bisa selalu menyejahterakan mesjidnya. Salah satu dari agendanya yakni pengajian anak-anak rutin setiap hari yang dilaksanakan selepas ba'da Maghrib sampai menjelang Isya.


Pengajian anak-anak ini ditujukan untuk anak-anak dibawah umur yang masih dalam satu lingkungan dengan mesjid Al-Huda. Adapun dalam sistem belajar mengajar nya selalu ada pemuda setempat atau bahkan mahasiswa UIN yang sukarela mengajar anak-anak mengaji di mesjid tersebut.


Pembelajarannya pun meliputi ajian tahsin Al-Qur'an dan Iqra. Tahsin sendiri adalah proses belajar dan memperbaiki cara membaca Al-Qur'an, baik dari segi makhraj, sifat, dan hukum tajwidnya.


Begitulah kegiatan mengaji anak-anak yang di laksanakan setiap ba'da Maghrib sampai menunggu waktu sholat Isya, memang terkesan singkat tetapi insyaallah ilmu yang diajarkan walaupun satu ayat dapat bermanfaat dan mendapat berkah. Biasanya apabila pengajian tahsin anak-anak tersebut selesai sebelum adzan Isya, para pengajarnya selalu menyempatkan untuk berbagi sedikit ilmu mengenai kajian seputar agama.


Hal tersebut menandakan bahwa warga setempat peduli terhadap ilmu agama anak-anaknya.


Reporter : Rafdi Nugraha KPI 3D

Siapkan Generasi Terbaik, Masjid Al-Huda Cipadung Selenggarakan Kegiatan Keagamaan Anak-anak

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Huda Cipadung adakan kegiatan keagamaan rutin lima hari dalam sepekan, terhitung dari hari senin sampai jumat. Kegiatan tersebut dibagi ke dalam beberapa jenjang, yaitu Taman Pendidikan Al-Quran atau disingkat TPA diperuntukkan kepada anak-anak yang masih berada di Taman Kanak-kanak (TK). Adapun jenjang lainnya diperuntukkan bagi anak-anak yang berada di bangku Sekolah Dasar (SD). 
 
Adapun materi ajar yang diberikan berbeda setiap jenjangnya, bagi anak-anak TPA hanya diajarkan baca tulis quran, sedangkan anak-anak jenjang lainnya terdapat tambahan ilmu yang diajarkan yaitu pengetahuan dasar-dasar Islam seperti al-quran hadis, sejarah Islam, akhlak, dan lainnya.
Sekolah non-formal ini melibatkan warga sekitar Komplek Permai Raya dan Kampung Cisalatri yang berada di Kelurahan Cipadung sebagai tenaga pendidik. Terdiri dari Ibu Rumah Tangga (IRT) dan para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. 
 
Aisyah selaku salah satu pengajar di Masjid al-Huda menyampaikan bahwa adanya kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk upaya menciptakan generasi yang lebih baik, dan tentu diperlukannya pengajaran sejak usia ini. "Belajar di waktu kecil akan mudah diperoleh sedangkan belajar ketika sudah beranjak usia lanjut maka akan kesulitan," tuturnya. 
 
Ia pun menyampaikan bahwasanya kegiatan keagamaan tersebut masih terus berjalan sampai hari ini tidak terlepas dari sinergitas antara para pendidik dan orang tua. Kepercayaan yang diberikan orang tua kepada para pendidik tentu menjadi hal yang terpenting dalam keberlangsungan kegiatan tersebut.

Reporter, Ismi Asita

Bedah Kitab Safinatun Najah , Dr. Hj. Ati, M.Ag Praktikan Cara Tayamum yang Benar

  Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan pengajian rutin mengenai Fikih ibadah bersama ustazah Ati di masjid Al-Huda Cipadung, Cibiru berlangsung dengan khidmat yang dihadiri oleh ibu-ibu yang bersama-sama mengkaji syarat dan tata cara bertayamum yang benar dalam kitab Safinatun Najah pada Sabtu (25/11/2023).

Pada kegiatan ini ustazah Ati menjelaskan sebab diperbolehkannya bertayamum ada tiga hal, yaitu: Tidak ada air untuk berwudhu. Ada penyakit yang mengakibatkan tidak boleh memakai air. Ada air hanya sekedar mencukupi kebutuhan minum manusia atau binatang yang Muhtaram (yang dihormati). Beliau menyampaikan dalam kondisi seperti ini kita diperbolehkan untuk bertayamum untuk bisa melaksanakan kewajiban ibadah salat.

"Agama itu memudahkan kita, jadi kalo kita udah tau caranya maka tidak ada lagi alasan untuk males-malesan ngerjain salat," tambah ustazah Ati.

Beliau menguatkan bahwa pada kondisi sesulit apapun mereka harus tetap menunaikan kewajiban salat tidak ada alasan karena agama sudah memberikan jalan alternatif (tayamum) untuk bisa memudahkan mereka dalam proses pelaksanaannya.

Beliau juga menerangkan syarat-syarat sah tayamum serta mempraktikkannya langsung didepan jamaah dan memandu untuk bersama-sama menghafal niat tayamum dan mengilustrasikan kondisi kapan diperbolehkannya untuk bertayamum.

Reporter: Nanda Fadilah/KPI-3C

Masjid Al-Huda Cipadung, Dari Bangunan Sederhana Sampai Renovasi Besar-Besaran

Dakwahpos.com, Bandung- masjid yang beralamatkan di Komplek Jl. Permai Raya, Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung telah di bangun sejak tahun 1980 an. Nama masjid ini diambil dari kata Huda yang bermaknakan petunjuk. Sebelum berada di cipadung yang sebagaimana kita ketahui saat ini, ternyata Masjid Al-Huda pertama kali didirikan di daerah Cisalatri. Alasan dari perpindahan lokasi masjid ini karena terdapat tanah yang diwakafkan untuk Masjid Al-Huda di daerah Cipadung. Tanah wakaf tersebut adalah tanah milik Alm H. Odang.

Pada saat itu bangunan dari Masjid Al-Huda masih sangat sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya jama'ah di sana serta sumbangan dari para donatur Masjid Al-Huda berhasil melakukan renovasi besar-besaran dengan menambah beberapa fasilitas baru. Bangunan baru terdiri dari 2 lantai yang mana pada lantai dasar dijadikan sebagai madrasah tempat belajar anak-anak dan di lantai atas dijadikan tempat untuk melakukan salat dan kegiatan lainnya.

Sumbangan terbesar diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung pada masa jabatan Dr. H. Dada Rosada. Sumbangan yang diberikan oleh pemerintah kota untuk merenovasi masjid Al-Huda mencapai 500 juta. Jika ditotalkan dengan dana yang lain, proses renovasi Masjid Al-Huda Cipadung menelan biaya sebesar 1 miliar.

Sejak awal berdirinya Masjid Al-Huda Cipadung sudah mengalami beberapa kali pergantian ketua DKM. Ketua DKM yang pertama adalah  KH. Syaeful Zaman selama beberapa periode dilanjutkan oleh KH. Zaenal Mutakin. Selanjutnya ada Prof. Dr. H. Afif Muhammad. MA yang menjabat selama 5 periode (sekitar 15 tahun), dan pada bulan oktober 2018 dilantik ketua DKM yang baru yaitu Bapak Nurkholis yang sebelumnya menjadi sekretaris DKM Al-Huda. Beliau telah menjadi ketua DKM selama 2 periode hingga saat ini.

Reporter: Defi Selfia, Mahasiswi KPI/3A

Ustaz Saeful Anwar: Para Sahabat Tetap Menjalankan Sunnah Nabi Setelah Beliau Wafat

Dakwahpos.com, Bandung - Majelis Taklim Al-Huda Cipadung kembali mengadakan pengajian ibu-ibu yang dilaksanakan pada hari Kamis siang, setelah salat Zuhur. Pada pertemuan Kamis, (16/11/2023) yang bertempat di Masjid Al-Huda Cipadung mengangkat judul tentang "kehidupan nabi muhammad dan para sahabat" yang dibawakan oleh Ustaz Drs. Saeful Anwar M.Ag.

Beliau menjelaskan jika arti dari sahabat rasul adalah orang-orang yang hidup pada zaman nabi muhammad saw serta beragama islam dan meninggal juga tetap menjadi seorang muslim.

"Persahabatan antara rasulullah dan para sahabat masih terjalin hingga wafatnya rasulullah saw dengan para sahabat menjalankan sunnah nabi yaitu kebiasaan yang dilakukan oleh nabi selama hidupnya," ungkap ustaz saeful anwar.

Ada sebuah cerita pada saat rasulullah masih hidup, seorang sahabat bernama Sa'ad bin Abi Waqqash mengalami sakit yang parah .Nabi Muhammad yang mendengar itu segera menyempatkan waktu setelah melaksanakan Haji Wada untuk menjenguk salah seorang sahabatnya. Begitulah Rasulullah yang memiliki sifat tawadhu Nabi kita Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Tanpa melihat siapapun, kalau ada sahabat yang sakit, beliau selalu menyempatkan waktu menjenguknya.

Dan telah disebutkan didalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud " Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa yang mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya kemudian Ia mengucapkan (doa) di sebelahnya sebanyak 7 kali, maka Allah akan menyembuhkan dari penyakit tersebut."

Reporter: Defi Selfia, Mahasiswi KPI/3A

Masjid Al-Huda Cipadung, Berubah Sejak Wabah Covid-19

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Huda yang terletak di Jl. Lio Utara Gang Aki Arbad, Cipadung, Cibiru ini sudah ada sejak lama sekali, tidak ada yang tahu pasti mengenai kapan berdirinya bahkan putra dari pendirinya pun tidak mengetahui dengan pasti kapan masjid ini didirikan.

Pada mulanya masjid ini hanya dipergunakan untuk salat 5 waktu saja, tidak ada salat jumat dan pengajian. Biasanya masyarakat sekitar masjid Al-Huda pada saat pelaksanaan salat jumat mereka menuju ke masjid Ikamah UIN Bandung. Kemudian pada tahun 2019 muncul isu mengenai wabah covid dan muncul aturan bagi warga untuk tidak diperbolehkan salat jumat dimasjid besar maka warga sekitar masjid Al-Huda menyiasatinya dengan salat jumat perdana di masjid tersebut dihadiri oleh masyarakat sekitar yang berjumlah lebih dari 40 orang.

"Kami bingung sekali saat tau bahwa banyak polisi berjaga didepan masjid untuk menghalangi masyarakat untuk melaksanakan salat jumat berjamaah, hingga akhirnya kami masyarakat sekitar mencari cara agar bisa tetap melaksanakan salat jumat bersama," tutur ustaz Aep selaku ustaz di masjid Al-Huda.

Masjid Al-Huda memiliki lokasi yang strategis, masjid ini berada didalam pemukiman yang tersembunyi sehingga pada pelaksanaannya salat jumat semakin rutin diadakan di masjid Al-Huda selama covid ini, dan tentunya dengan saling menjagajarak dan mematuhi protokol kesehatan. Seiring berjalannya waktu masjid Al-Huda kian hari kian berkembang, puncak keberhasilan masjid Al-Huda adalah saat diangkatnya ketua RW baru, beliau merupakan seorang akademisi dan tokoh masyarakat ia memiliki relasi dari berbagai lembaga sehingga mudah mendapatkan donatur untuk perkembangan pembangunan masjid, hingga masjid Al-Huda tercatat sebagai masjid resmi dari Kemenag.

"Sekarang masjid Al-Huda banyak kegiatannya, dari mulai pengajian ibu-ibu sampai anak-anak, kami juga merayakan hari-hari besar bersama di masjid ini," pungkas ustaz Endang Taryana selaku ketua DKM.

Beliau juga menuturkan semua kegiatan di masjid Al-Huda rutin dilakukan sehingga masjid yang dahulu hanya sepetak tanah kini menjadi masjid yang lebih luas dan lebih banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Reporter: Nanda Fadilah/KPI-3C

Majelis Taklim Al-Huda Adakan Pengajian Rutin. Ustaz Nurcholis : Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah

Dakwahpos.com, Bandung – belum lama ini, majelis taklim Al-Huda Cipadung kembali mengadakan pengajian rutin ibu-ibu yang dilaksanakan setiap hari kamis, setelah salat zuhur. pada pertemuan kamis (27/10/2023) yang bertempat di Masjid Al-Huda Cipadung mengangkat tema tentang hikmah dalam perang badar yang dibawakan oleh Ustaz Nurcholis M,Ud.

Perang Badar adalah peperangan besar pertama yang dilakukan oleh umat muslim dipimpin oleh Nabi Muhammad saw melawan kaum kafir quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal. Perang ini pecah pada tanggal 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah atau 624 Masehi. Pemicu perang antara umat muslim dan kafir quraisy karena penindasan kaum muslim yang tak berkesudahan dari kaum kafir quraisy. walaupun sudah berhijrah dari Mekah ke Madinah, kaum kafir quraisy tetap menindas umat muslim.

"Saat Perang Badar terjadi banyak umat muslim yang merasa akan kalah karena jumlah pasukan kaum muslimin yang kalah jauh dengan jumlah pasukan kafir quraisy. tapi dengan semangat yang membara dalam mengobarkan jihad, semangat kaum muslimin kembali membara. dan ternyata Allah membantu dengan menurunkan pasukan malaikat untuk membantu umat muslim hingga akhirnya umat muslim meraih kemenangan." ucap Ustaz Nurcholis.

Ustaz Nurcholis melanjutkan selain tawakal pelajaran yang bisa diambil dari perang ini adalah kekuatan doa. sebelum memulai perang rasulullah sudah merasa peperangan ini sangat tidak seimbang sehingga usaha saja tidak mungkin cukup untuk memenangkan perang badar. sehingga sebelum memulai perang rasulullah memanjatkan doa untuk meminta kemudahan serta kemenangan bagi umat muslim.

Dalam akhir sesi ceramah, Ustaz Nurcholis kembali menyebutkan beberapa bahwa kekuatan doa memang tidak main-main, seperti firman Allah SWT dalam QS. Ghafir : 60 yang artinya "Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Reporter : Defi Selfia KPI 3A 

Ustaz Asep Hidayat, M.Sos: Ada Empat Kategori Manusia, yang Kedua Paling Rugi

Dakwahpos.com, Bandung - Di dalam pengajian yang diadakan di Masjid Al-Huda, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Ustaz Asep Hidayat, M.Sos, membahas tentang empat kelompok manusia yang ada di muka bumi pada Sabtu (28/10/2023).

Pengajian ini berlangsung di Jl. Lio Utara Gang Aki Arbad 03/10. Acara dimulai dengan lantunan ayat Al-Quran Surat Al-Ahzab: 21, yang menjelaskan bahwa Rasulullah diutus ke dunia ini sebagai suri teladan bagi umat manusia. 

"Sebagai umat Islam, kita wajib menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan kita. Kita harus meniru perilaku dan tindakan Nabi Muhammad Saw, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran, QS An-Nisa ayat 36,  yang berisikan perintah Allah SWT untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai hambaNya. Kewajiban tersebut terbagi menjadi dua hal, ada "Hablumminallah" (beribadah kepada Allah) dan "Hablumminannas" (berbuat baik kepada sesama)," tutur Ustaz Asep Hidayat, M.Sos.

Beliau lalu mengkategorikan perilaku manusia dalam memenuhi kewajibannya menjadi empat kelompok:
1. Orang yang memiliki akhlak baik tapi tidak beragama: Kelompok pertama ini terdiri dari orang-orang saleh yang hidup sebelum zaman Nabi Muhammad Saw. Mereka adalah para nabi dan umat terdahulu yang beriman kepada Allah SWT. Pada masa itu, perintah untuk menjalankan salat lima waktu belum diberlakukan, sehingga penilaian mereka didasarkan pada keimanan dan keyakinan mereka kepada Allah SWT.
2. Orang yang beragama namun tidak memiliki akhlak baik: Kelompok ini muncul setelah lahirnya agama Islam pada masa Nabi Muhammad Saw. Mereka mengaku sebagai beragama Islam, tetapi tidak menjalankan kewajiban dasar agama, seperti salat, yang merupakan syarat utama diterimanya amal ibadah mereka.
3. Orang yang tidak beragama dan tidak memiliki akhlak baik: Kelompok ini terdiri dari mereka yang memerangi agama Islam, seperti Abu Lahab, yang sangat kejam terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad Saw. Bahkan namanya dicatat dalam Al-Quran, dalam Surat Al-Lahab.
4. Orang yang beragama dan memiliki akhlak baik: Kelompok inilah yang menjadi teladan utama, yaitu Nabi Muhammad Saw. Islam adalah agama yang dimuliakan oleh Allah, dan Allah memberikan agama Islam kepada Nabi Muhammad sebagai kekasih-Nya.

Dalam pengajian ini, Ustaz Asep Hidayat, M.Sos, menekankan pentingnya menjauhi kelompok-kelompok yang tidak seimbang antara agama dan akhlak. Ia mengajak jamaah untuk meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari dan memastikan bahwa kita termasuk dalam kelompok yang beragama dan memiliki akhlak yang baik.

Reporter: Nanda Fadilah/KPI-3C

Dr. Hj. Ati, M.Ag: Manfaatkan Rezeki Tuk Bekal Bahagia di Akhirat

Dakwahpos.com, Bandung - Dalam pengajian khusus di Masjid Al-Huda, Cipadung, Cibiru, para ibu-ibu berkumpul pada akhir pekan untuk merenungi pentingnya memanfaatkan rezeki dengan bijak. Ustazah Dr. Hj. Ati, M.Ag., dengan kata-kata bijaknya, mengingatkan mereka, "Jangan khawatir tentang rezeki, tetapi waspadalah jika kita tak memiliki bekal untuk pulang ke akhirat." Sabtu, (21/10/2023).

Pengajian yang berada di Jl. Lio Utara Gang Aki Arbad ini menyoroti hal yang sering terlupakan dalam kesibukan sehari-hari: pentingnya bertanggung jawab atas semua nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Segala sesuatu, dari rambut hingga ujung kaki, akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat. Diberikannya nikmat penglihatan, pendengaran, dan seluruh indera lainnya adalah anugerah besar, dan kita diminta untuk menggunakannya dengan bijaksana.

"Seseorang mungkin memiliki indra yang kurang sempurna, tetapi mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah. Di sisi lain, ada yang dianugerahi indra yang sempurna, namun malah disia-siakan. Mata mereka mungkin ada, tetapi tak digunakan untuk melihat yang baik. Mulut ada, namun tidak digunakan untuk berbicara yang baik. Telinga ada, tetapi tak mendengarkan yang baik. Rezeki yang diberikan Allah harus dimanfaatkan untuk beribadah dan amal saleh, seperti berzikir dan membaca Al-Quran," ujar ustazah Dr. Hj. Ati, M.Ag.

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan bahwa kita mendapatkan rida Allah dan menjauhkan diri dari siksa api neraka:

1. Salat dengan Khusyuk: salat adalah tiang agama, dan amalan pertama yang dihisab. Belajar fiqih salat dan pelaksanaannya adalah penting agar salat kita diterima dan sah. salat sunah, seperti tahajud dan rawatib, juga sangat dianjurkan.
2. Berzikir dan Istigfar: Teruslah mengingat Allah dan memohon ampunan-Nya.
3. Puasa di Bulan Ramadan: Berpuasa di bulan Ramadan adalah wajib dan membantu kita melatih untuk menahan diri dari maksiat.
4. Membaca Al-Quran: Al-Quran akan menjadi sumber cahaya dan yang akan menemani orang yang membacanya di alam kubur.
5. Berbuat Baik kepada Sesama Manusia: Muamalah adalah aspek penting dalam kehidupan kita sebagai umat manusia. Kebaikan kepada sesama dan perhatian terhadap tetangga adalah bukti cinta kepada sesama yang mendatangkan keridaan dari Allah SWT.

Dengan mempraktikkan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa kita telah memanfaatkan rezeki dan amal saleh sebagai bekal menuju akhirat yang bahagia. Semoga kita senantiasa mendapatkan rahmat dan rida Allah SWT serta dihindarkan dari siksa api neraka pada hari akhirat.

Reporter: Nanda Fadilah/KPI-3C

DKM Al-Huda Cipadung Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw. Ustazah Nia: Rasul Sebagai Pembawa Kabar Gembira

Dakwahpos.com, Bandung – masih dalam suasana perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad saw, majelis taklim Al-Huda Cipadung mengadakan pengajian ibu-ibu yang bertemakan tentang tugas kerasulan Nabi Muhammad saw yang bertempat di lantai 2 Masjid Al-Huda cipadung pada kamis (05/10/2023). penceramah pada kegiatan ini adalah Ustazah Kurniati yang akrab disapa Ustazah Nia.

"Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin, bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung." terjemahan dari QS. Al-Ahzab 45-48.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan QS. Al-Ahzab 45-48 beserta artinya yang dibawakan oleh Ustazah Nia. beliau melanjutkan bahwa setidaknya ada 6 tugas kenabian yang dimiliki Rasulullah saw. terkandung didalam setiap ayat yang sudah dibacakan. yaitu saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, menyampaikan dakwah tentang tauhid, cahaya yang menerangi, dan pembawa kabar gembira bagi orang beriman.

"Sebelum kelahiran rasulullah, kehidupan di dunia khususnya di Makkah berada di dunia kegelapan. yang mana maksudnya kebatilan terjadi dimana-mana seperti berjudi, berzina, merampok, peperangan antar suku dan kelahiran anak perempuan yang sangat tidak diinginkan sehingga mereka akan mengubur bayi perempuan secara hidup-hidup, Naudzubillah Min Dzalik," ungkap Ustazah Nia.

Setelah kepemimpinan rasulullah dimulai pada saat menerima risalah pada umur 40 tahun, peradaban islam perlahan-lahan mulai bangkit yang dimulai dari periode Makkah dan di lanjutkan dengan periode Madinah.

Reporter: Defi Selfia, Mahasiswi KPI/3A
© Dakwahpos 2024