Ustadzah Ai Nurjanah Ajak Jamaah Perkuat Tauhid dan Bijak dalam Menyikapi Perbedaan

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos, Bandung- Pengajian di Masjid At-Taufiq Pasirbiru pada Sabtu, 26 September, diisi dengan kajian keislaman yang membahas pentingnya dalam menjaga kemurnian tauhid dan kehati-hatian dalam memahami ajaran agama. Dalam kajiannya, Ustadzah Ai Nurjanah mengajak jamaah untuk tetap berpegang kepada Allah Swt. serta tidak mengikuti pemahaman yang menyimpang dari ajaran Islam.

Ustadzah Ai Nurjanah menjelaskan bahwa para rasul tidak pernah memerintahkan umatnya untuk menjadikan malaikat maupun nabi sebagai Tuhan. Para nabi dan malaikat adalah hamba Allah, bukan Tuhan yang disembah, jelasnya, dengan menegaskan bahwa ibadah hanya ditujukan kepada Allah Swt. Menurutnya, berbagai pemahaman keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat itu harus disikapi dengan hati-hati, terutama ketika seseorang mengajak untuk menyembah  kepada selain Allah. Ia mengingatkan para jamaah agar tidak mudah mengikuti setiap informasi keagamaan yang ditemukan, baik melalui media maupun lingkungan sekitar, tanpa mengetahui sumber dan dasar ajarannya.

Sekarang banyak pemahaman-pemahaman yang menyimpang, maka kita harus hati-hati dan tidak sembarangan dalam memilih guru, tutur Ustadzah Ai Nurjanah. Ia juga menyampaikan bahwa umat Islam itu sebaiknya belajar kepada guru yang memiliki pemahaman agama yang jelas dan juga memiliki sanad yang jelas serta berpegang pada ajaran yang diyakini berdasarkan petunjuk Islam.

Dalam kajian tersebut, Ustadzah Ai Nurjanah turut menyinggung perbedaan pendapat dalam persoalan fikih, salah satunya mengenai batalnya wudu akibat bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Ia menjelaskan bahwa perbedaan pendapat tersebut berkaitan dengan perbedaan mazhab yang terjadi di masyarakat, di antaranya seperti Mazhab Syafi’i dan Mazhab Maliki.

Beliau kemudian mengingatkan jamaah agar tidak memilih pendapat agama hanya berdasarkan kemudahan yang ingin diperoleh. Jangan mengambil yang gampang-gampangnya saja, wudunya mengikuti satu mazhab tetapi pembatalannya mengikuti dari mazhab yang lain, ungkapnya, seraya menjelaskan bahwa dalam persoalan fikih, umat Islam perlu memahami dasar pendapat yang diikutiinya secara penuh.

Lebih lanjut, Ustadzah Ai mengajak jamaah untuk tetap menghormati adanya perbedaan pemahaman di tengah masyarakat dan jangan mudah menyalahkan orang lain. Karena menurutnya, perbedaan dalam persoalan keagamaan perlu disikapi dengan bijak, sementara setiap Muslim tetap bertanggung jawab terhadap keyakinan dan amalan yang dijalankannya.

Menutup kajiannya, Ustadzah Ai Nurjanah mengingatkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. dan orang-orang yang saleh tidak boleh melebihi kecintaan serta penghambaan kita kepada Allah Swt. Mencintai Rasul dan orang-orang yang mulia harus menjadi bagian dari kecintaan kita kepada Allah, bukan menjadikan mereka sebagai sesuatu yang disembah, pesannya, sekaligus mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga keimanan dan keislaman hingga akhir hayat.

Reporter: Sevilla Aulia, KPI/3C

 

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos