Dakwahpos.com, Bandung – Kegiatan belajar mengaji di Madrasah Al-Huda, Masjid Al-Huda Cipadung, tetap diikuti anak-anak meskipun kondisi cuaca dan lingkungan kurang mendukung pada Rabu 07/10/2026 Berdasarkan keterangan Ustaz Rizal, salah seorang pengajar sekaligus bagian kurikulum madrasah, anak-anak tetap datang untuk mengikuti kegiatan mengaji meskipun hujan deras dan terkadang terjadi pemadaman listrik. Ustaz Rizal yang merupakan alumni madrasah tersebut telah mengajar di sana sejak beberapa tahun terakhir.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menyesuaikan materi dan kondisi peserta didik. Pada kelas sore, pembelajaran menggunakan sistem satu guru yang bertanggung jawab terhadap satu kelas, sedangkan pada kelas malam guru mengajar berdasarkan mata pelajaran yang dikuasainya. Dalam pembelajaran hafalan, guru juga mencoba metode yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menghafal doa dan zikir. Metode tersebut dilakukan dengan membagi anak ke dalam kelompok kecil dan membagi ayat menjadi beberapa bagian untuk dihafalkan bersama.
Penggunaan metode tersebut dilakukan karena hasil hafalan dengan cara belajar sendiri dinilai masih kurang. Ustaz Rizal menjelaskan, dari sekitar sepuluh anak yang mengikuti pembelajaran sebelumnya, hanya sekitar lima anak yang mampu menghafal dalam waktu singkat. Karena itu, ia mencoba mencari metode yang dinilai lebih sesuai dengan karakter anak-anak. Menurutnya, metode pembelajaran masih terus dievaluasi karena setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda.
“Jadi 70%. Nah, makanya saya sebetulnya awalnya saya itu mencoba metode untuk berduel-duel gitu,” ujar Ustaz Rizal. Dalam penerapannya, metode tersebut disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang hadir. Pada pembelajaran tersebut, terdapat sembilan anak yang mengikuti kegiatan sehingga pembagian kelompok dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di kelas. Dari jumlah tersebut, enam anak berhasil menghafal materi yang diberikan.
Antusiasme anak-anak juga terlihat dari kehadiran mereka dalam mengikuti kegiatan mengaji. Ustaz Rizal mengatakan bahwa anak-anak tetap datang meskipun sebelumnya merasa lelah setelah mengikuti kegiatan lain. Bahkan, ketika hujan deras atau listrik padam, beberapa anak tetap berada di madrasah untuk mengikuti pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat anak-anak untuk mengikuti kegiatan mengaji cukup besar.
“Dia ngeluh tapi datang gitu maksudnya teh. Beda kan yang cuman capek udah udah ngaji, atau capek udah keluar. Tapi mereka mah katanya capek tapi datang. Hujan besar tetap ada,” ungkap Ustaz Rizal. Menurutnya, antusiasme anak-anak tersebut perlu diimbangi dengan keberadaan guru yang dapat mendampingi mereka secara berkelanjutan. Ia berharap kegiatan belajar di madrasah dapat terus berjalan dengan dukungan pengajar yang konsisten sehingga semangat anak-anak dalam mengaji tetap terjaga.
Reporter: Alinatul Jannah, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar