Ustaz Hanif Muslim Ajak Jemaah Syukuri Hidayah dan Taufiq

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos.com, Ngamprah- Mengingatkan pentingnya mensyukuri petunjuk dari Allah Swt., Ustaz Hanif Muslim, S.Pd. mengajak jemaah Masjid Al-Huda, Komplek Permata Cimahi, Ngamprah, untuk mengaplikasikan hidayah dan taufiq melalui berbagai amal saleh dalam khotbah Jumat pada Jumat (18/9/2026).

Dalam khotbahnya, Ustaz Hanif menjelaskan bahwa hidayah dan taufiq merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan seorang muslim. Ia mengilustrasikan hidayah layaknya sebuah peta penunjuk arah menuju kebenaran, sementara taufiq adalah bimbingan dan kemampuan dari Allah Swt. untuk melangkah mengikuti arahan peta tersebut.

 

"Hidayah atau di dalam Al-Qur'an biasanya disebut sebagai huda, petunjuk dari Allah Swt. Yang mana petunjuk itu Allah berikan kepada hamba-Nya yang mengarahkan kepada suatu nilai yang mana nilai itu menjadikan sebuah kebenaran dan kemuliaan," ujar Ustaz Hanif Muslim dalam penyampaian khotbahnya.

 

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa hidayah terbagi menjadi dua, yakni hidayah umum yang bisa didapatkan oleh seluruh manusia melalui ayat-ayat kauniyah di alam semesta, serta hidayah khusus yang hanya diberikan kepada orang-orang beriman guna meningkatkan ketakwaan. Meski demikian, khatib menyoroti realita umat muslim yang secara ilmu sudah mengetahui perintah agama, namun terkadang belum mendapatkan taufiq untuk melaksanakannya.

 

"Jangan sampai di antara kita mengaku diri kita seorang muslim, mengaku diri kita beriman kepada Allah, tapi untuk melaksanakan salat berjamaah berat. Untuk melaksanakan ibadah rangkaian salat Jumat berat," tegasnya di hadapan jemaah.

 

Sebagai penutup, Ustaz Hanif memperkenalkan tingkatan spiritual yang lebih tinggi, yakni rusydun. Kondisi ini dicapai ketika seorang hamba tidak hanya sekadar menerima petunjuk, tetapi juga mampu menyeimbangkan seluruh kehidupannya secara istikamah.

 

"Rusydun adalah ketika mereka sudah benar-benar menampung hidayah, mendapatkan taufiq, dan memaksimalkan segala kehidupannya dengan seimbang, maka itulah yang dimaksud dengan rusydun," pungkasnya.

 

Reporter: Muhammad Darrel Atharafi, KPI/3C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos