Ustaz Hanief Dieunul Anshor Ingatkan Jemaah Luruskan Niat Kerja agar Bernilai Ibadah

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos.com, Cimahi - Ustaz Hanief Dieunul Anshor mengajak jemaah menjadikan segala aktivitas bernilai ibadah dengan meniatkannya karena Allah Swt. dan menjalankannya dengan cara yang halal. Ajakan itu ia sampaikan dalam kultum usai salat Zuhur berjamaah di Masjid Nurul Iman Dustira, Cimahi, Senin (21/09/2026).

 

Saat membuka kultum, Ustaz Hanief mengajak jemaah bersyukur atas nikmat iman, Islam, dan sehat. Ia lalu mengangkat pembahasan tentang meniatkan semua amalan sebagai ibadah karena Allah Swt. Menurutnya, ibadah tidak hanya terjadi di masjid. "Perkara ibadah itu bukan hanya perkara yang di masjid saja," katanya.

 

Beliau menjelaskan ada dua jenis ibadah, yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah khusus yang ada tata caranya, seperti salat Zuhur empat rakaat yang baru saja dilaksanakan jemaah. Adapun ibadah ghairu mahdhah mencakup aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersedekah, berdagang, dan bermasyarakat, yang juga bernilai ibadah bila diniatkan dengan benar.

 

Ustaz Hanief mencontohkan niat dalam bekerja. Menurutnya, seseorang bekerja karena ada alasan, misalnya menghidupi istri dan anak-anak. Saat berangkat dari rumah, ia mengajak jemaah membaca la haula wa la quwwata illa billah, lalu meniatkan pekerjaan sebagai kewajiban seorang laki-laki yang menafkahi keluarga. "Niatkan semua itu untuk beribadah kepada Allah Swt.," ujarnya.

 

Namun, niat yang baik saja belum cukup. Beliau mengingatkan bahwa cara bekerja juga harus sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, yaitu mengerjakan apa yang diperintahkan Rasulullah dan meninggalkan apa yang dilarang. Ia mencontohkan orang yang menjual daging babi dengan alasan mencari nafkah. "Niatnya sudah bagus, tapi praktiknya tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah," ungkapnya.

 

Contoh lain yang disebut adalah kisah Robin Hood, yang berniat menolong fakir miskin tetapi dengan cara mencuri. Menurutnya, niat yang baik tidak membuat cara yang haram menjadi benar. "Perkara amal itu bukan hanya perkara niat saja, tetapi praktiknya juga harus sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah," tegasnya.

 

Ustaz Hanief mengingatkan bahwa bekerja memakan sebagian besar waktu hidup manusia. Karena itu, sayang bila pekerjaan yang dijalani bertahun-tahun tidak berlandaskan niat karena Allah Swt. dan tidak sesuai perintah-Nya. Beliau juga menyinggung keterbukaan dalam keluarga. Menurutnya, menyampaikan penghasilan kepada istri adalah bentuk keikhlasan dalam bekerja. Ia khawatir niat seseorang bisa bergeser bila ada penghasilan yang disembunyikan.

 

Ustaz Hanief berpesan agar jemaah tidak menganggap remeh hal-hal kecil dalam bekerja. "Jangan sampai hal sekecil ini nanti dipertanggungjawabkan kepada Allah," pungkasnya.

 

Reporter: Afifah Amro Amatulloh, KPI/3C

 

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos