Jangan Tunda Tobat, Ustaz Endang Badruzaman Ingatkan Jemaah Berbagi dan Saling Memaafkan

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos.com, Cimahi - Ustaz Endang Badruzaman mengajak jemaah bersegera meraih ampunan dan surga Allah Swt. dengan berderma, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain. Ajakan itu disampaikan dalam kajian usai salat Zuhur berjamaah di Masjid Nurul Iman Dustira, Cimahi, Kamis (10/09/2026).

 

Di awal kajian, Ustaz Endang mengajak jemaah bersyukur karena masih diberi umur dan kesempatan untuk taat kepada Allah Swt., salah satunya lewat salat Zuhur berjamaah. Ia menegaskan bahwa ilmu perlu terus diulang dan dicari agar iman dan takwa semakin meningkat. Ia lalu membacakan QS. Ali Imran ayat 133-134 sebagai dasar pembahasan. "Bergegaslah kalian menuju ampunan Allah dan surga-Nya yang seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," ujarnya.

 

Menurut Ustaz Endang, ayat tersebut mengingatkan agar jemaah tidak menunda-nunda memperbaiki diri, terutama soal dosa. Ia mengatakan banyak orang baru ingat kepada Allah Swt. ketika sakit atau tertimpa musibah, padahal seharusnya bersegera saat masih sehat dan lapang. "Kalau dosa tidak sempat kita bereskan di dunia ini, bagaimana nanti kita menghadapi hisab di akhirat," katanya.

 

Ciri orang bertakwa yang pertama, lanjut Ustaz Endang, adalah gemar berinfak, baik saat lapang maupun sempit. Ia mengingatkan bahwa harta adalah titipan Allah Swt. "Harta itu titipan Allah Swt. yang harus dijadikan jalan meraih rida-Nya," ucapnya. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad saw. bahwa orang dermawan dekat dengan Allah Swt. dan jauh dari neraka, sedangkan orang kikir jauh dari rahmat-Nya. Ia pun mengajak jemaah berbagi kepada tetangga dan saudara, serta yakin bahwa harta yang dibagikan akan ditambah oleh Allah Swt.

 

Ciri kedua adalah mampu menahan amarah. Ustaz Endang menjelaskan bahwa menahan amarah bukan berarti tidak boleh marah, melainkan sadar bahwa membalas kemarahan tidak ada manfaatnya. Menurutnya, setan senang mendorong orang untuk melawan, padahal yang datang setelahnya hanyalah penyesalan, gelisah, dan dendam.

 

Ciri ketiga adalah memaafkan kesalahan orang lain, yang menurutnya satu tingkat lebih tinggi daripada sekadar menahan amarah. Ia mengajak jemaah menyerahkan urusan kepada Allah Swt. ketika dihina atau dizalimi, lalu memaafkannya. Di akhir kajian, Ustaz Endang berpesan agar jemaah terus belajar dan menerima nasihat dari siapa saja, termasuk dari anak kecil yang mengingatkan ayahnya agar segera salat. "Itu nasihat yang sangat luar biasa dari anak keturunan kita," ungkapnya.

 

Menutup kajian, Ustaz Endang berpesan agar jemaah tidak menganggap remeh nasihat sekecil apa pun. "Apa pun nasihatnya, harus selalu kita pertimbangkan dan amalkan, karena kita yakin dunia ini hanya sementara," pungkasnya.

 

Reporter: Afifah Amro Amatulloh, KPI/3C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos