Dakwahpos.com, Bandung - Ustazah Ambu Iis membawakan tausiah berjudul "Akhlak Cantik, Cermin Hati yang Cantik" dalam Kajian Majelis Taklim Darussalam di Masjid Darussalam, Komplek Permata Biru, Pandan Wangi, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (19/09/2026) sore. Kajian yang berlangsung pukul 16.00–17.30 WIB itu diikuti antusias oleh para jemaah dan mengupas hubungan antara ketenangan batin, kemuliaan akhlak, serta kesehatan tubuh secara ilmiah, sebagai bagian dari upaya rutin mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah jemaah sehari-hari.
Ustazah Ambu Iis menegaskan bahwa kecantikan sejati seorang muslimah tidak bergantung pada penampilan fisik, melainkan terpancar dari hati yang tenang dan akhlak yang terjaga. Ia merujuk pada Surah Ali Imran ayat 31 dan mengutip sabda Rasulullah saw.
"Siapa pun yang menghidupkan sunnahku maka sungguh dia telah mencintaiku, dan barang siapa yang telah mencintai diriku maka dia akan bersama-sama denganku di surga nanti," ujarnya.
Ia mengaitkan pembahasan akhlak dengan sisi kesehatan secara ilmiah, sebuah pendekatan yang jarang ditemukan dalam kajian serupa. Ia menjelaskan keberadaan protein pelindung sel bernama Heat Shock Protein 72 (HSP72) yang menjaga sel dari kerusakan akibat stres.
"Jika kita banyak berzikir, hati menjadi tenang, saraf parasimpatis aktif, napas teratur, tekanan darah turun, dan tidur pun lebih nyenyak," ujarnya, merujuk pada Surah Ar-Ra'd ayat 28 bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Sebaliknya, ia mengingatkan bahaya emosi negatif seperti marah dan mengeluh yang dapat mempercepat kerusakan sel dan penuaan dini.
"Jangan marah, jangan marah, jangan marah, maka untukmu surga," kutipnya dari sabda Rasulullah saw., seraya menegaskan bahwa marah datangnya dari setan dan berdampak nyata pada kesehatan tubuh.
Ustazah Ambu Iis menyoroti pola asuh anak laki-laki dalam keluarga. Menurutnya, anak laki-laki tumbuh dengan fitrah sebagai calon pemimpin sehingga pantang diinterogasi secara kasar atau diperintah tanpa dialog. Ia menyarankan pendekatan hangat, mengajak berbincang santai dan mendengarkan pendapat anak tanpa memotong pembicaraan, agar kelak mereka tumbuh menjadi pelindung bagi keluarga dan bertanggung jawab terhadap empat perempuan dalam hidupnya: ibu, saudara perempuan, istri, dan putrinya.
Reporter: Farid Zakhir Muzhaffar KPI/3D
Ustazah Ambu Iis menegaskan bahwa kecantikan sejati seorang muslimah tidak bergantung pada penampilan fisik, melainkan terpancar dari hati yang tenang dan akhlak yang terjaga. Ia merujuk pada Surah Ali Imran ayat 31 dan mengutip sabda Rasulullah saw.
"Siapa pun yang menghidupkan sunnahku maka sungguh dia telah mencintaiku, dan barang siapa yang telah mencintai diriku maka dia akan bersama-sama denganku di surga nanti," ujarnya.
Ia mengaitkan pembahasan akhlak dengan sisi kesehatan secara ilmiah, sebuah pendekatan yang jarang ditemukan dalam kajian serupa. Ia menjelaskan keberadaan protein pelindung sel bernama Heat Shock Protein 72 (HSP72) yang menjaga sel dari kerusakan akibat stres.
"Jika kita banyak berzikir, hati menjadi tenang, saraf parasimpatis aktif, napas teratur, tekanan darah turun, dan tidur pun lebih nyenyak," ujarnya, merujuk pada Surah Ar-Ra'd ayat 28 bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Sebaliknya, ia mengingatkan bahaya emosi negatif seperti marah dan mengeluh yang dapat mempercepat kerusakan sel dan penuaan dini.
"Jangan marah, jangan marah, jangan marah, maka untukmu surga," kutipnya dari sabda Rasulullah saw., seraya menegaskan bahwa marah datangnya dari setan dan berdampak nyata pada kesehatan tubuh.
Ustazah Ambu Iis menyoroti pola asuh anak laki-laki dalam keluarga. Menurutnya, anak laki-laki tumbuh dengan fitrah sebagai calon pemimpin sehingga pantang diinterogasi secara kasar atau diperintah tanpa dialog. Ia menyarankan pendekatan hangat, mengajak berbincang santai dan mendengarkan pendapat anak tanpa memotong pembicaraan, agar kelak mereka tumbuh menjadi pelindung bagi keluarga dan bertanggung jawab terhadap empat perempuan dalam hidupnya: ibu, saudara perempuan, istri, dan putrinya.
Reporter: Farid Zakhir Muzhaffar KPI/3D

Tidak ada komentar
Posting Komentar