Dakwahpos.com, Kuningan- Kajian keislaman membahas empat perkara yang sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya memaafkan ketika sedang marah. Kajian tersebut disampaikan Ust. Syutiawan Yusuf dengan mengacu pada nasihat Sayyidina Ali RA.
Dalam kajiannya, Ust. Syutiawan Yusuf menjelaskan bahwa memaafkan seseorang ketika sedang marah bukan perkara mudah. Menurutnya, seseorang perlu mampu mengendalikan emosi agar kemarahan tidak mendorong dirinya melakukan hal-hal yang negatif.
“Memaafkan itu kata yang sangat mudah, tapi sangat sulit untuk diperaksanakan,” ujar Ust. Syutiawan Yusuf saat menyampaikan kajian, Sabtu (26/9/2026).
Selain memaafkan ketika marah, perkara lainnya adalah berusaha memberi dalam keadaan sulit. Sikap tersebut mengajarkan seseorang untuk tetap berbagi dan peduli kepada orang lain meskipun sedang menghadapi keterbatasan.
Ust. Syutiawan Yusuf juga mengingatkan pentingnya mengontrol diri dan mengurangi ego dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang membangun sikap yang lebih baik dalam menghadapi berbagai keadaan.
“Mau mengontrol diri, mau mereduksi ego kita, mau menekan ego kita, insyaallah,” ungkap Ust. Syutiawan Yusuf saat memberikan nasihat, Sabtu (26/9/2026).
Kajian tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk membiasakan diri melakukan kebaikan, terutama dalam mengendalikan amarah, berbagi ketika mengalami kesulitan, serta terus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri.
Reporter: Aditya Putraa, KPI/3C
Dalam kajiannya, Ust. Syutiawan Yusuf menjelaskan bahwa memaafkan seseorang ketika sedang marah bukan perkara mudah. Menurutnya, seseorang perlu mampu mengendalikan emosi agar kemarahan tidak mendorong dirinya melakukan hal-hal yang negatif.
“Memaafkan itu kata yang sangat mudah, tapi sangat sulit untuk diperaksanakan,” ujar Ust. Syutiawan Yusuf saat menyampaikan kajian, Sabtu (26/9/2026).
Selain memaafkan ketika marah, perkara lainnya adalah berusaha memberi dalam keadaan sulit. Sikap tersebut mengajarkan seseorang untuk tetap berbagi dan peduli kepada orang lain meskipun sedang menghadapi keterbatasan.
Ust. Syutiawan Yusuf juga mengingatkan pentingnya mengontrol diri dan mengurangi ego dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang membangun sikap yang lebih baik dalam menghadapi berbagai keadaan.
“Mau mengontrol diri, mau mereduksi ego kita, mau menekan ego kita, insyaallah,” ungkap Ust. Syutiawan Yusuf saat memberikan nasihat, Sabtu (26/9/2026).
Kajian tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk membiasakan diri melakukan kebaikan, terutama dalam mengendalikan amarah, berbagi ketika mengalami kesulitan, serta terus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri.
Reporter: Aditya Putraa, KPI/3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar