Tampilkan postingan dengan label Masjid Fathul Khoir Pasir Biru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Fathul Khoir Pasir Biru. Tampilkan semua postingan

Penguatan Hafalan dan Mental Bagi Anak-Anak Masjid Fathul Khoir Adakan Tasmi Al-Qur'an

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Fathul Khoir pasir biru adakan Tasmi Al-Qur'an yang diikuti oleh anak-anak sekitaran masjid dengan antusias dan penuh semangat Sabtu (25/10/23).

Kegiatan tasmi yang diadakan oleh ketua bagian pendidikan bapak Asep dan langsung di dukung oleh ketua DKM Fathul Khoir bapak Rahmat Solihin ini diikuti oleh berbagai kalangan anak-anak, dari TK sampai dengan SD yang bertujuan untuk menguatkan hafalan santri.

"Kegiatan tasmi ini bertujuan utama untuk menguatkan hafalan para santri dan tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan mental santri untuk bisa tampil di depan umum," ujar bapak Asep

Sesuai yang dikatakan oleh ketua pendidikan yang mengatakan bahwa tasmi ini diadakan untuk menguji mental para santri agar tidak gugup untuk tampil di depan orang, karena mereka akan diikutkan dalam perlombaan MHQ.

"Tasmi ini diadakan dalam rangka melatih anak-anak untuk bisa maksimal saat dikondisikan untuk berhadapan di depan banyak orang, karena akan berbeda ketika anak-anak setoran di depan ustaz dengan setoran di tonton oleh banyak orang," ujar bapak Rahmat

Kegiatan tasmi yang diadakan di Masjid Fathul Khoir ini tidak hanya untuk melancarkan hafalan anak-anak dan melatih mental anak-anak saja tetapi anak-anak memiliki target untuk mengikuti lomba supaya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat di luar sana untuk bisa menghafal Al-Qur'an.

Reporter : Ghiffar Mardiansyah KPI 3B

Sejarah Masjid Fathul Khoir : Masjid Tertua Di Cibiru Berdiri Sejak Tahun 1948

dakwahpos.com, Bandung - Masjid Jami' Fathul Khoir merupakan salah satu masjid tertua di daerah Cibiru yang berperan besar dan memiliki sejarah panjang dalam mendakwahkan syariat Islam di sekitar Cibiru.
 
Pada awalnya Masjid Jami' Fathul Khoir hanya masjid kecil biasa yang berdinding bilik bambu, bertiang kayu dan belum digunakan untuk melaksanakan Sholat Jumat, namun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk muslim, pada sekitar tahun 1948 yang dipelopori oleh almarhum Abah Bahri (H. Bahri Dimyati) masjid tersebut barulah dibuka untuk melaksanakan Sholat Jumat sampai sekarang dan seterusnya dan insyaallah menjadi Masjid Jami' yang saat ini secara fisik bangunan Masjid Jami' Fathul Khoir sudah cukup megah dan refresentatif. Demikian penuturan almarhum Abah Iding yang bernama lengkap Iding Tatang Sutisna, Drs. H. M.Pd.

Sebagai Ketua DKM generasi ke 5 (dari almarhum Abah Bahri Dimyati, Abeh Mulyadi, Abah Aceng Tosin dan Abah Oyon, almarhum Abah Iding sebagai tokoh masyarakat, berwawasan luas jauh ke depan sampai menjelang akhir hayatnya beliau dengan semangat jihad yang tinggi dalam mendakwahkan syariat Islam, sangat perhatian, peduli sekaligus khawatir terhadap keberlangsungan pendidikan agama anak-anak sebagai generasi penerus khususnya yang berdomisili di Babakansari berkeinginan untuk mewujudkan tujuan sebenarnya atau hakikat dari makna memakmurkan masjid sesuai dengan yang diperintahkan Allah Swt. Yaitu masjid sebagai tempat untuk melaksanakan ketaatan dan berzikir kepada-Nya serta sebagai tempat menuntut, mempelajari dan mendalami berbagai ilmu (khususnya ilmu agama) serta dukungan penuh dari keluarga besar almarhum dan kaum muslimin yang peduli dan menyadari akan pentingnya ilmu, maka terbentuk dan berdirilah Kelompok Pengajian Anak-anak Fathul Khoir pada sekitar pertengahan tahun 2017.

Pada awalnya Kelompok Pengajian Anak-anak Fathul Khoir ini hanya berupa bimbingan hafalan al-Quran surat-surat pendek, doa-doa matsurot, bacaan dan praktek sholat sesuai tuntunan Rasulullah kepada 6 (enam) orang anak oleh seorang pengasuh (Asep Farhanil Ibad) setiap selesai melaksanakan Berjamaah salat magrib, dan ternyata beberapa waktu berselang kegiatan seperti itu ditetapkan sebagai bagian dari 10 Program Keumatan Jawa Barat yaitu Program magrib Mengaji yang secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat "Ridwan Kamil", di Masjid Agung Kota Sukabumi, pada Kamis (13/12/18) sore.

Dan Alhamdulillah kegiatan yang sudah diadakan masih berjalan sampai sekarang dan sudah mencetak generasi-generasi penghafal Al-Quran yang akan menjadi penerus bangsa dan menciptakan generasi yang mempunyai bekal tentang keagamaan yang kuat.

Reporter : Ghiffar Mardiansyah KPI 3B

Pelatih Timnas Berperan Ganda : Pimpin Tim Sepak Bola Dan Aktif Menjadi Pemuda Masjid

Dakwahpos, Bandung – Irwan Hermawan (37) pengurus masjid bagian kepemudaan yang tinggal di dekat masjid Fathul Khoir yang merupakan pelatih Timnas.

Awal mulanya a Irwan aktif di Timnas sampai sampai bagian masjid memanggil a Irwan untuk menjadi pengurus masjid bagian kepemudaan untuk mengaktifkan pemuda di sekitaran masjid.

"Saya awalnya masih sibuk dengan pekerjaan saya di berada di garut, tetapi saya diangkat oleh ketua DKM yang pada waktu itu melihat belum begitu aktifnya pemuda masjid dalam kegiatan masjid, dan itu membuat saya ingin ikut berpartisipasi untuk membangun keaktifan pemuda di masjid," ujar a Irwan

Dan a Irwan juga memberikan motivasi kenapa dia ingin mengaktifkan remaja di sekitaran masjid walaupun dengan kesibukan beliau sebagai guru dan pelatih Timnas.

"Saya juga pada awalnya melihat pemuda dan saya sendiri yang kurang antusias dalam keaktifan di masjid, dan saya berrfikir kalo bukan kita ya siapa lagi, dan oleh karena itu saya memutuskan untuk menerima tawaran menjadi pengurus masjid," ujar a Irwan

Di sela-sela kesibukan a Irwan dalam menjalankan pekerjaannya di garut sebagai pengajar dan pelatih Timnas, beliau masih sempat menyempatkan pulang ke Bandung untuk berpartisipasi dalam kepemudaan di masjid.

"Saya kerja sebenarnya jauh di garut terkadang 3 hari sekali bahkan sampai berbulan-bulan jika saya ada tugas untuk melatih Timnas tetapi saya masih menyempatkan untuk pulang ke Bandung untuk mengikuti kegiatan masjid, untuk mengaktifkan pemuda masjid," ujar a Irwan

Juga a Irwan mengungkapkan ada hal menarik disaat beliau mulai bergabung di kepemudaan di masjid.

"Sekarang mah Alhamdulillah a kalo setiap ada pertandingan suka di doain sama para anak-anak pengajian, jadi menambah semangat untuk para pemain Timnas yang akan main, dan insyaallah barokah a mainnya juga" ujar a Irwan

Kesungguhan a Irwan dalam mengaktifkan pemuda masjid begitu sangat luar biasa di tengah kesibukan dalam mengajar dan melatih Timnas tidak menjadi alasan untuk tetap bersemangat untuk menjadi pemuda yang aktif di masjid.

Reporter : Ghiffar Mardiansyah KPI3B 

Cetak Generasi Qurani Untuk Masa Depan Masjid Fathul Khoir Adakan Program Tahfidz Bagi Anak-Anak

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Fathul Khoir yang terletak di Jl. Babakan Sari Des. Pasir Biru ini mengadakan program tahfidz bagi anak-anak yang dilaksanakan setiap pagi dan sore hari. Rabu (02/10/23).

Bapak Rahmat selaku DKM Fathul Khoir menjelaskan tujuan dari diadakannya program tahfidz ini selain menjadikan anak-anak mempunyai akhlak qurani tetapi juga menuntut perkembangan zaman yang menuntut anak-anak untuk menghafal Al-Qur'an.

"Jadi tujuan diadakannya program tahfidz ini sebagai tuntutan zaman yang mengharuskan anak-anak untuk menghafal Al-Qur'an seperti di sekolah-sekolah yang mengharuskan anak muridnya untuk dapat menghafal Al-Qur'an dan di masjid Fathul Khoir ini membantu anak-anak agar lebih mudah untuk menghafal Al-Qur'an, karena seperti kita tahu menghafal Al-Qur'an itu tidak bisa dilakukan secara instan butuh lingkungan juga untuk membantu mempermudah anak-anak untuk bisa menghafal," ujar bapak Rahmat.

Program tahfidz ini juga menjadi tuntutan orang tua dari anak-anak di desa pasir biru yang menginginkan anak-anaknya bisa lebih baik dari mereka dalam hal menghafal Al-Qur'an.

"Terus juga program tahfidz ini merupakan tuntutan dari orang tua anak-anak di sini, mereka menginginkan supaya hafalan anaknya harus lebih bagus atau lebih banyak daripada orang tuanya," ujar bapak Rahmat.

Dan yang terakhir bapak Rahmat menjelaskan tentang tujuan selanjutnya diadakannya program tahfidz ini adalah mengurangi kebiasaan anak-anak yang sering menggunakan waktu kosong untuk hal yang tidak bermanfaat.

"Dan program tahfidz ini bertujuan supaya mengisi waktu kosong anak-anak yang akan terbuang sia-sia jika tidak dimanfaatkan seperti menonton TV dan banyak hal lain yang tidak bermanfaat jika tidak diisi dengan hal yang positif. Alhamdulillah di masjid Fathul Khoir ini sedikitnya dapat mengurangi waktu yang terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat bisa diganti dengan menghafal Al-Qur'an di masjid," ujar pa Rahmat.

Reporter : Ghiffar Mardiansyah Mahasiswa KPI 3B

Khutbah Jum’at Masjid Fathul Khoir Pasir Biru : Pentingnya Mengelola Akal Guna Menjadi Manusia Yang Sempurna

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Fathul Khoir di Jl. Babakan sari des. Pasir Biru gelar salat Jumat bertema pentingnya mengelola akal pada Jumat (20/10/23) yang dihadiri oleh puluhan jamaah.

Pada khutbah Jumat ini diisi oleh bapak Rahmat selaku ketua DKM Masjid Fathul Khoir. Beliau membahas tentang Allah Swt. Menciptakan manusia dengan wujud yang sempurna dan keharusan kita untuk menggunakan potensi akal dengan baik agar menjadi manusia yang sebaik-baiknya.
"Seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surat At-tin ayat 4 yang menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya". Ujar pa Rahmat

Setelah itu pa Rahmat juga menerangkan tentang makhluk Allah di muka bumi ini terbagi atas 4 kategori menurut  Al-Ghazali.

"Menurut Imam Al-Ghazali Makhluk Allah terbagi kepada 4 kategori, pertama makhluk Allah yang hanya diberikan akal saja yaitu malaikat, kedua makhluk Allah yang dikaruniai nafsu saja yaitu hewan, ketiga makhluk Allah yang tidak dikaruniai akal maupun nafsu itu adalah seperti pohon, batu sebagainya, serta keempat makhluk Allah yang dikaruniai akal dan nafsu itu adalah manusia". Ujar pa Rahmat

Pa Rahmat juga mengajak jamaah untuk bisa mengolah akal dengan sebaik-baiknya agar kita dapat menjadi manusia yang sempurna.

"Jamaah yang mengharap rida Allah Swt. Kita sebagai manusia kita harus bisa mengolah akal kita dengan baik serta harus bisa menggunakan akal kita untuk mengendalikan nafsu supaya kita bisa menjadi manusia yang sebaik-baiknya, manusia seperti yang disebut oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur'an surat Al-Bayyinah ayat 7 khoirul Bariyyah, dan sebaliknya jika nafsu kita yang mengendalikan akal maka kita akan menjadi manusia yang seburuk-buruk manusia seperti yang di sebut juga oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur'an surat Al-Bayyinah ayat 6 Syarrul Bariyyah,". Ujar pa Rahmat.

Di akhir khutbah pa Rahmat mengajak jamaah untuk dapat mengelola akal yang sudah dianugerahkan oleh Allah Swt. Dengan baik dan juga kita harus bisa menggunakan akal kita untuk memerangi hawa nafsu dalam menjalani kehidupan di dunia ini agar kita menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia.

Reporter: Ghiffar Mardiansyah KPI 3B
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos