Tampilkan postingan dengan label Baitussalam Bojongsoang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baitussalam Bojongsoang. Tampilkan semua postingan

Khatib Ajak Jamaah Jumat Perkokoh Rukun Iman dan Rukun Islam dalam Keseharian


Dakwahpos.com, Bandung - Ustaz Sunarto, selaku khatib, mengajak jamaah memperkokoh rukun iman dan rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari saat salat Jumat di Masjid Baitussalam, Jumat, (02/10/2026).

Dalam khotbahnya, Ustaz Sunarto mengatakan bahwa rukun iman dan rukun Islam bukan sekadar hafalan yang dipelajari sejak kecil. Menurutnya, keduanya harus menjadi pegangan hidup yang tampak dalam sikap dan perbuatan seorang Muslim setiap hari.

"Kita semua hafal rukun iman dan rukun Islam sejak kecil. Tapi pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar hidup dengan itu? Iman itu di hati, Islam itu buktinya dalam amal. Keduanya harus berjalan beriringan," ujar Ustaz Sunarto di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa keyakinan kepada Allah Swt., malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, serta qada dan qadar akan membuat hati lebih tenang. Orang yang imannya kuat, kata dia, tidak mudah putus asa ketika menghadapi ujian dan tidak lupa bersyukur saat mendapat nikmat.

Selanjutnya, Ustaz Sunarto mengingatkan bahwa syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji harus dijalankan dengan penuh kesadaran. Ibadah, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai rutinitas, tetapi perlu membentuk akhlak dalam pergaulan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga.

"Kalau kita yakin Allah selalu melihat, kita akan jujur saat bekerja dan berdagang. Kalau kita paham makna salat, kita akan menjaga lisan dan sikap, bukan hanya rajin di masjid," tuturnya.

Ia juga mengajak jamaah memulai penguatan iman dari lingkungan keluarga. Orang tua, lanjutnya, perlu memberi contoh nyata, misalnya mengajak anak salat berjamaah, membiasakan membaca Al-Qur'an, dan menanamkan akhlak yang baik di rumah.

Di akhir khotbah, Ustaz Sunarto berpesan agar jamaah tidak berhenti belajar agama. "Mari kita jaga iman dan Islam kita sampai akhir hayat. Semoga Allah Swt. wafatkan kita dalam keadaan husnulkhatimah," ungkapnya.

Salat Jumat di Masjid Baitussalam tersebut diikuti jamaah dari berbagai kalangan dan berlangsung khidmat hingga selesai.

Reporter: Dina Aulia Afifan, KPI/3D

Pengajian Anak Usia Dini Ajarkan Doa Harian dengan Puzzle Warna


Dakwahpos.com, Bandung – Beberapa anak usia dini antusias mengikuti pengajian rutin dengan metode pembelajaran interaktif melalui permainan warna-warni di Masjid Baitussalam, Kamis, (17/09/2026).

Syila, salah satu pengajar pengajian, menjelaskan bahwa materi pada sesi kali ini berfokus pada pembiasaan doa sehari-hari, khususnya doa sebelum makan dan doa masuk masjid. Menurutnya, pembelajaran dikemas secara komunikatif untuk melatih keberanian serta daya ingat peserta sejak dini.

“Dalam setiap aktivitas kita, mulai dari mau makan sampai masuk masjid, selalu ada doanya. Tujuannya agar Allah Swt. Senantiasa menjaga dan memberikan keberkahan dalam hidup kita,” jelas Syila.

Suasana Masjid Baitussalam pun riuh dan penuh keceriaan saat kegiatan dimulai dengan sesi tanya jawab interaktif. Anak-anak yang duduk melingkar disapa dengan pertanyaan pemantik mengenai adab sebelum makan. “Teman-teman, ada yang tahu tidak, sebelum kita makan atau memasukkan makanan ke mulut, doa apa yang harus kita baca?” tanya Syila.

Pertanyaan tersebut disambut sigap oleh salah satu peserta yang mengacungkan tangan dan menjawab, “Doa makan, Bu!” Syila kemudian memandu anak-anak melafalkan doa tersebut secara bersama-sama. “Allahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaa ban-naar,” ucap para peserta dengan penuh semangat. Sebagai bentuk penghargaan atas keaktifan mereka, pengajar membagikan potongan puzzle warna untuk disusun oleh anak-anak.

Suasana semakin seru saat memasuki materi doa masuk masjid. Selain menghafal bacaan Allahummaftah lii abwaaba rahmatik, anak-anak juga diajarkan adab melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu saat memasuki area suci masjid. Di sela-sela mendampingi anak-anak menyusun puzzle, Syila turut menyisipkan pesan moral dan penanaman nilai tauhid secara sederhana. Pesan bahwa setiap aktivitas memiliki doanya pun diamini secara kompak oleh para peserta.

Menjelang akhir sesi, raut wajah bangga terpancar dari anak-anak yang berhasil merangkai potongan puzzle hingga utuh. Kegiatan pun ditutup dengan tepuk tangan bersama dan doa penutup. “Alhamdulillah, anak-anak hari ini sangat pintar dan antusias. Pada pertemuan berikutnya, kita akan belajar doa harian lainnya agar hafalan anak-anak semakin bertambah,” ujar Syila.

Penerapan metode pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan serta karakter islami pada anak usia dini secara menyenangkan dan mudah dipahami.

Reporter: Dina Aulia Afifan KPI/3D

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos