Peringatkan Hakikat Penciptaan Manusia, Ustaz Hasbiyallah Ajak Jamaah Masjid Al-Wahdah Batununggal Persiapkan Bekal Akhirat

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos.com, Bandung – Manusia sering kali terlena dengan gemerlap dunia dan melupakan asal-usul penciptaannya. Mengingatkan hal tersebut, Ustaz Hasbiyallah menyampaikan khutbah Jumat yang menggugah hati para jamaah di Masjid Al-Wahdah, Batununggal pada Jumat (25/9/2026). Khutbah ini menjelaskan secara mendalam proses penciptaan manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an, khususnya Surat Al-Mu'minun ayat 12-16.

Di hadapan puluhan jamaah yang khusyuk menyimak, Ustaz Hasbiyallah menjelaskan tahapan demi tahapan perjalanan hidup manusia. Beliau memaparkan bahwa manusia berawal dari saripati tanah yang hina, kemudian berproses menjadi nutfah (sperma), 'alaqah (segumpal darah), mudhghah (segumpal daging), hingga dibungkus dengan tulang belulang dan ditiupkan ruh ke dalamnya. "Semua proses ini adalah bukti kekuasaan Allah yang Mahasempurna, yang menjadikan kita makhluk istimewa yang dibekali akal pikiran," tegas Ustaz Hasbi.

Lebih lanjut, beliau menyoroti penyakit hati yang sering terjadi pada manusia, yakni kesombongan. Dengan nada tegas, beliau mengingatkan jamaah bahwa tidak ada alasan sedikit pun bagi manusia untuk menyombongkan diri, entah karena jabatan, harta, atau status sosial. Beliau juga menegaskan bahwa kesombongan adalah sebuah ironi yang besar, mengingat setiap manusia diciptakan dari unsur yang sama, yaitu dari sari pati tanah dan air mani.

"Sama sekali tidak ada bagian untuk sombong. Semuanya dari air mani, disimpan oleh Allah di tempat yang kokoh di dalam rahim selama sembilan bulan, lalu dijadikan segumpal darah, segumpal daging, lalu tulang belulang yang dibungkus daging, barulah manusia menjadi makhluk yang sempurna," papar Ustaz Hasbiyallah menguraikan firman Allah dalam khutbahnya.

Selain merenungi proses penciptaan, khotib juga menekankan tujuan akhir dari perjalanan manusia. Dunia ini, menurut beliau, hanyalah tempat persinggahan sementara (mazra'atul akhirah). Kehidupan dunia adalah ladang untuk bercocok tanam amal yang kelak akan dipanen di alam akhirat. Semua manusia pada akhirnya akan merasakan kematian dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hari kiamat.

Khutbah Jumat ini diakhiri dengan doa, memohon ampunan dan keselamatan bagi seluruh umat Islam, baik yang masih hidup maupun yang telah mendahului. Ustaz Hasbiyallah berharap pesan-pesan dalam khutbah ini dapat menjadi pengingat bagi jamaah Mesjid Al Wahdah, Batununggal untuk senantiasa rendah hati, mensyukuri nikmat akal, dan berlomba-lomba mengumpulkan bekal ketakwaan demi kehidupan akhirat yang abadi.


Reporter: Muhamad Fahmy Assowab, KPI/3B


Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos