Dakwahpos.com, Bandung – Derasnya arus informasi dan digitalisasi di era modern memunculkan tantangan besar bagi pendidikan moral anak bangsa. Menyadari keresahan tersebut, Masjid Al Wahdah menggelar program pembinaan spiritual bertajuk "Magrib Mengaji" yang secara khusus membidik kalangan remaja usia SMP dan SMA. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026) ini diprakarsai langsung oleh DKM Al Wahdah, Ustadz Hasbiyallah.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan remaja tampak antusias memadati ruang utama masjid menjelang tenggelamnya matahari. Ustadz Hasbiyallah mengungkapkan bahwa waktu menjelang Magrib hingga Isya adalah momen krusial yang rentan dihabiskan oleh anak-anak untuk hal-hal kurang produktif. "Tantangan anak-anak buat mengaji setelah lulus SD itu semangatnya menurun karena memang tantangan gadget, HP. Mereka lebih menikmati TV, HP, di hari-hari menjelang Magrib sampai Magrib," tutur beliau saat ditemui di sela-sela majelis.
Oleh karena itu, program pengajian ini tidak hanya mengajarkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an secara konvensional. Masjid dan yayasan merancang kurikulum madrasah diniyah (non-formal) yang mengkombinasikan pendidikan agama dengan peningkatan prestasi akademik. Para remaja dilatih untuk memahami ilmu-ilmu keislaman sekaligus dipersiapkan agar mampu bersaing dalam tes potensi akademik (TPA) di sekolah formal mereka.
Upaya mulia ini tentu tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi yang kuat dari lingkungan terdekat. Ustadz Hasbiyallah menegaskan bahwa peran orang tua sangatlah vital dalam menyukseskan program ini. Komunikasi yang intens dengan wali santri terus dibangun untuk menjaga motivasi anak-anak agar tetap memiliki kemauan (mau ngaji) dan tidak mudah terpengaruh oleh godaan pergaulan luar maupun dunia digital.
Menariknya, pembinaan di Masjid Al Wahdah ini juga memberikan ruang bagi para santri remaja untuk melatih jiwa kepemimpinan. Santri dilatih untuk menjadi imam salat magrib, mengumandangkan azan, hingga terbiasa melakukan tadarus Al-Qur'an dan doa-doa harian bersama. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga kokoh secara spiritual dan matang secara sosial.
Melalui rutinitas edukatif di Masjid Al Wahdah ini, diharapkan tradisi menuntut ilmu di waktu sore dapat kembali mengakar di tengah masyarakat perkotaan. Harapan terbesarnya, program ini mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, mencintai agama, dan memiliki karakter akhlak mulia yang kelak membawa kebermanfaatan bagi bangsa dan negara.
Reporter: Muhamad Fahmy Assowab, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar