Bahas Rentetan Bencana Alam, Kajian Masjid Al-Ikhlas Bumi Harapan Ingatkan Jaga Lingkungan

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung- Majelis Taklim ibu-ibu Masjid Al-Ikhlas, Bumi Harapan, Cibiru menggelar pengajian rutin malam Jumat dengan mengupas tuntas materi mengenai fenomena rentetan bencana alam. Kajian ini ditujukan untuk mengingatkan jamaah agar lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan di tengah maraknya musibah.

Dalam paparannya, penceramah menyoroti berbagai musibah alam seperti gempa bumi, banjir, hingga gunung meletus sebagai bentuk teguran. Kerusakan di muka bumi tersebut dijelaskan sering kali berawal dari kelalaian manusia yang enggan memelihara alam.

Jadi bumi yang kita pijak ini tiap saat memohon kepada Allah, izinkan ya Allah untuk menelan manusia, karena manusia hanya menikmatinya saja sedangkan mensyukurinya jarang sekali, ungkap Ustaz saat memaparkan materi, Kamis (1/10/2026).

Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, penceramah mengajak para jamaah mempraktikkan aksi nyata memelihara bumi dari lingkungan terdekat. Langkah sederhana yang dianjurkan antara lain adalah membersihkan saluran air serta menanam pohon di sekitar pekarangan rumah.

Materi peringatan mengenai bumi yang bisa murka ini rupanya berhasil menyita perhatian dan menyentuh hati jamaah. Mereka menyadari betapa manusia sering kali hanya memanfaatkan hasil alam tanpa memikirkan cara merawatnya.

Tadi disebutkan kalau bumi sudah marah, laut sudah marah, dengan tingkah manusia yang hanya mengambil manfaatnya saja tidak merawatnya, ungkap Ibu Haji Asep, Kamis (1/10/2026).

Selain menyoroti soal kelestarian alam, penceramah juga menyelipkan materi tentang pentingnya menjaga kerukunan bertetangga. Pendekatan materi yang sangat membumi inilah yang membuat kajian selalu dinanti oleh jamaah.

Materi yang paling kena bagi saya itu tentang kerukunan dan sedekah dengan tetangga. Karena keseharian, jadi kebanyakan ceramah kita itu memang tentang kehidupan ibu-ibu, ujar Ibu Jamaah Lain, Kamis (1/10/2026).

Reporter: Farah Novita Maharani, KPI/3C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos