Dakwahpos.com, Majalengka - KH Ali Ahmad Lili Kamal mengajak jamaah Masjid Hidayah Baitul Kamal, Blok Tarikolot, Desa Kulur, Kecamatan Majalengka, untuk memanfaatkan kehidupan dunia sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Pesan tersebut disampaikan dalam kajian keagamaan yang membahas kandungan QS. Al-Qashash ayat 77 tentang pentingnya mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian manusia dalam kehidupan dunia. Dalam kajian tersebut, KH Ali Ahmad Lili Kamal menjelaskan bahwa berbagai hal yang dimiliki manusia, seperti waktu, kesehatan, harta, ilmu, pendengaran, penglihatan, dan pikiran merupakan nikmat Allah yang seharusnya digunakan dengan baik.
Menurut KH Ali Ahmad Lili Kamal, kehidupan dunia tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di akhirat. Ia menjelaskan bahwa aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bertani, berdagang, belajar, maupun mengurus keluarga juga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan melalui cara yang sesuai dengan ajaran Islam.
“Dunya téh lain kedah ditinggalkeun, tapi dunya kedah dijadikeun jalan pikeun ngahontal kahirupan akhirat,” ujar KH Ali Ahmad Lili Kamal. Ia menegaskan bahwa manusia tetap diperbolehkan menikmati berbagai nikmat dunia, tetapi tidak boleh melupakan tujuan kehidupan akhirat. Menurutnya, harta dan kesempatan yang dimiliki manusia sebaiknya digunakan untuk melakukan kebaikan, membantu sesama, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
KH Ali Ahmad Lili Kamal juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menggunakan nikmat yang diberikan Allah secara bijaksana. “Rezeki yang diperoleh hendaknya diusahakan dengan sungguh-sungguh, disertai doa dan niat yang ikhlas agar hasilnya dapat menjadi manfaat bagi sesama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa menjaga diri, keluarga, waktu, serta kemampuan yang dimiliki merupakan bagian dari bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak memahami bahwa kehidupan dunia dan akhirat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Kehidupan dunia dapat menjadi sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat apabila nikmat yang diberikan Allah digunakan untuk melakukan kebaikan. “Jadikan kehidupan di dunia sebagai bekal menuju kehidupan akhirat,” imbuhnya.
Reporter: Najma Nur Fajriyah Kamal, KPI/3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar