Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Manshurin tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan keagamaan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Hal tersebut terlihat dari beragam kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari Caberawit atau Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pembinaan pra remaja dan remaja, hingga pengajian untuk masyarakat usia pra remaja sampai lansia.
Kegiatan Caberawit atau TPQ diperuntukkan bagi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Kegiatan tersebut berlangsung Senin hingga Kamis dengan pembagian waktu berdasarkan usia. Anak usia dini hingga kelas 1–2 SD mengikuti pembelajaran mulai pukul 14.00 hingga menjelang Ashar, sedangkan kelas 3–6 SD mengikuti kegiatan pada pukul 16.00–17.30. Pada Jumat, kegiatan dilaksanakan secara gabungan pada pukul 16.00–17.30.
Selain pembinaan anak-anak, terdapat pula kegiatan keagamaan bagi kelompok pra remaja usia SMP. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa dan Kamis setelah Maghrib hingga waktu Isya. Materi yang diberikan meliputi bacaan Al-Qur’an, manqul atau pemaknaan Al-Qur’an, serta manqul atau pemaknaan hadis himpunan, di antaranya Kitabu Sholah dan Kitabu Adab. Para peserta juga mendapatkan materi Pegon, hafalan, serta nasihat atau ceramah.
“Di sini usia SMP-nya memang tidak banyak, sekitar enam orang. Jadi, DKM sesekali mengisi nasihat dalam kegiatan pra remaja,” ujar pihak yang mewakili DKM berdasarkan wawancara singkat.
Sementara itu, pembinaan bagi remaja atau muda-mudi yang berada pada usia SMA hingga pra nikah dilaksanakan setiap Kamis setelah Isya hingga pukul 21.00. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk memperoleh pembinaan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antaranggota.
Untuk masyarakat yang lebih luas, terdapat Pengajian PAC yang mencakup peserta dari usia pra remaja hingga lansia. Pengajian tersebut dijadwalkan pada Senin dan Jumat setelah Isya hingga pukul 21.00. Berbeda dengan beberapa kegiatan lainnya, nasihat atau ceramah menjadi bagian yang secara rutin terdapat dalam pengajian PAC.
Selain PAC, terdapat pula Pengajian PC yang dilaksanakan setiap Rabu setelah Isya hingga pukul 21.00. Pesertanya juga berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari pra remaja hingga lansia, dengan jumlah peserta setidaknya sekitar 50 orang. Materi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga dapat membahas tema lain yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti kesehatan dan parenting.
“Kalau PC lebih sering ada materi selain Al-Qur’an dan hadis, seperti kesehatan dan parenting,” jelas pihak yang mewakili DKM.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masjid memiliki peran dalam menyediakan ruang pembelajaran keagamaan bagi masyarakat lintas generasi. Mulai dari anak-anak yang belajar membaca Al-Qur’an, remaja yang mendapatkan pembinaan, hingga masyarakat dewasa dan lansia yang mengikuti pengajian dengan materi keagamaan maupun tema kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan masjid tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pengembangan pengetahuan keagamaan masyarakat.
Tidak ada komentar
Posting Komentar