Dakwahpos.com, Bandung – Program Tutorial PAI dan SPAI UPI menggelar pertemuan kedua dengan materi seputar fungsi masjid sebagai sarana sosial dan pendidikan, diikuti mahasiswa baru berusia 17–18 tahun, di Masjid Al-Furqan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (19/09/2026).
Kegiatan berlangsung dengan diawali sesi pematerian pukul 09.00–10.00, dilanjutkan sesi mentoring dengan para mentor. Pada pertemuan kedua ini, materi yang disampaikan membahas fungsi masjid yang tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sarana sosial dan pendidikan.
Dalam sesi mentoring, mahasiswa baru diwajibkan menghafal Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun ayat 1 sampai 11, sekaligus mengulas kembali materi yang disampaikan pada sesi pematerian.
mahasiswa semester 3, Destiara Azzahra yang bertugas sebagai kakak mentor, mengatakan peran mentor bukan sekadar membangun kedekatan dengan mahasiswa baru, melainkan juga menjadi fasilitator diskusi seputar persoalan keagamaan.
"Harapannya para mentor tidak hanya membentuk interaksi, tetapi juga membekali mahasiswa baru untuk sharing dan berdiskusi mengenai permasalahan keagamaan," ujar Destiara, Sabtu (19/09/2026).
Kakak mentor itu mengaku tantangan terbesarnya adalah menghadapi latar belakang mahasiswa baru yang beragam, mulai dari perbedaan program studi hingga tingkat bacaan Al-Qur'an.
"Kita harus mempersiapkan materi dan pintar mencari topik yang seimbang, supaya yang sudah paham tidak bosan dan yang belum paham tidak merasa tertinggal," ungkap mahasiswa semester 3 itu.
Meski begitu, ia mengaku momen paling berkesan adalah ketika berhasil membangun kedekatan dengan mahasiswa bimbingannya yang semula pendiam dan cemas, hingga akhirnya mau belajar menghafal bersama-sama.
Destiara berharap program tutorial dapat membekas di hati mahasiswa baru dan membentuk identitas keislaman yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Muhammad Faris Asy Syauqi, KPI/3D
Kegiatan berlangsung dengan diawali sesi pematerian pukul 09.00–10.00, dilanjutkan sesi mentoring dengan para mentor. Pada pertemuan kedua ini, materi yang disampaikan membahas fungsi masjid yang tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sarana sosial dan pendidikan.
Dalam sesi mentoring, mahasiswa baru diwajibkan menghafal Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun ayat 1 sampai 11, sekaligus mengulas kembali materi yang disampaikan pada sesi pematerian.
mahasiswa semester 3, Destiara Azzahra yang bertugas sebagai kakak mentor, mengatakan peran mentor bukan sekadar membangun kedekatan dengan mahasiswa baru, melainkan juga menjadi fasilitator diskusi seputar persoalan keagamaan.
"Harapannya para mentor tidak hanya membentuk interaksi, tetapi juga membekali mahasiswa baru untuk sharing dan berdiskusi mengenai permasalahan keagamaan," ujar Destiara, Sabtu (19/09/2026).
Kakak mentor itu mengaku tantangan terbesarnya adalah menghadapi latar belakang mahasiswa baru yang beragam, mulai dari perbedaan program studi hingga tingkat bacaan Al-Qur'an.
"Kita harus mempersiapkan materi dan pintar mencari topik yang seimbang, supaya yang sudah paham tidak bosan dan yang belum paham tidak merasa tertinggal," ungkap mahasiswa semester 3 itu.
Meski begitu, ia mengaku momen paling berkesan adalah ketika berhasil membangun kedekatan dengan mahasiswa bimbingannya yang semula pendiam dan cemas, hingga akhirnya mau belajar menghafal bersama-sama.
Destiara berharap program tutorial dapat membekas di hati mahasiswa baru dan membentuk identitas keislaman yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Muhammad Faris Asy Syauqi, KPI/3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar