Tampilkan postingan dengan label Daarul Fikri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daarul Fikri. Tampilkan semua postingan

Pesona Masjid Terapung Daarul Fikri

Dakwahpos.com, Bandung-  Sebuah masjid yang terletak di komplek Permata Biru Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, memiliki keunikan tersendiri dari segi konstruksi bangunannya karena dibangun di atas sebuah kolam, dan masjid tersebut bernama Masjid Daarul Fikri.
Masjid ini pertama kali diresmikan dan diperuntukan untuk khalayak umum, yaitu pada tahun 1997 bertepatan dengan pelaksanaan sholat jum'at, dan peresmiannya secara langsung disampaikan oleh Ust. Kholil melalui khutbah jum'at yang disampaikan.
"Majid ini pertama kali diresmikan tahun 1997, sama Ust Kholil pas waktu khutbah jum'at. Beliau (Ust. Kholil) itu kakak kandung abah, dan sekaligus sebagai donatur tetap masjid ini," ungkap Abah Aceng selaku sesepuh sekaligus mantan ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) saat diwancarai selepas shalat isya pada rabu malam kamis (30/11).
Lebih lanjut, Abah Aceng menuturkan bahwa masjid ini bukan merupakan masjid wakaf atau dibangun di atas tanah wakaf, tapi merupakan masjid yang dibangun atas biaya dari donatur tetap, yaitu Ust. Kholil, seperti yang tadi telah dipaparkan di atas.
Perlu diketahui bahwa bangunan masjid Daarul Fikri ini menyatu dengan Taman Kanak-kanak (TK), yang namanya sesuai dengan nama masjidnya.
Reporter : Rian Permana KPI /  3D

DKM Daarul Fikri Adakan Pengajian Mingguan Ibu-Ibu, Angkat Tema Maknai Khusu dalam Salat”

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Daarul Fikri yang beralamat di komplek Permata Biru Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, DKM adakan pengajian Ibu - Ibu (11/10/2023),
aro-aital ladzii yukaddzibu biddiin, fadzaalikal ladzii yadu"ulyatiim, walaa yahuddhu 'alaa tho'aamil miskiin, fawailul lil musholliin, alladziina hum 'an sholaatihim saahuun, alladziina hum yuroo-uun, wayamna'uunal ma'uun.
Artinya : Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?  Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.  Maka celakalah  orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberikan) bantuan. (Qur'an Surat  Al Ma'un ayat 1-7)
"Dari ayat tersebut banyak Berbagai tema yang dapat di ambil , banyak sekali makna dan berbagai pelajaran yang dapat di ambil, namun kita ambil tema "maknai khusu dalam salat", karena salat itu sebagai tiang agama, jadi kukuhnya seseorang di liat dari salatnya dan paling sulit di dalam salat itu khusu nya" ujar Ustaz Hapid yang mengisi ceramah tersebut.
Pada ayat diatas disebutkan bahwasannya celaka bagi orang yang salat, yaitu bagi mereka yang lalai, menunda nunda, akibat dari kesibukan mereka sendiri yang tidak memperhatikan pada salat, mereka menunda nunda karena alasan waktu, waktu masih panjang untuk melaksanakan salat, sehingga mereka mengahirkan salatnya dan tanpa di sadari itu lah yang di namakan celaka bagi orang yang salat itu.
Salat itu juga bukan hanya sekedar gerakan badan saja, tetapi salat itu harus di barengi dengan makna dan arti itu sendiri agar dapat tercapainya salat yang khusu, apalagi kalo bias memaknai arti dan salat itu sendiri.
 "tips atau cara untuk mencapai salat khusu,  antara lain dengan khudurul qolbi, yaitu menghadirkan jiwa raga dan batin kita ketika salat, merasa di awasi oleh Allah SWT." Ujar Ustaz Hapid

Reporter : Rian Permana KPI 3D

Masjid Daarul Fikri Selenggarakan Shalat Jum’at Tema Rabiul Awwal

Dakwahpos.com, Bandung- Mesjid Daarul Fikri yang beralamat di komplek Permata Biru Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung melaksanakan Shalat Jum'at (22/9/2023),

Pelaksanaan shalat jum'at tersebut bertemakan Tahun Rabiul Awwal, bertepatan pada lahirnya Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW Lahir Pada Tanggal 12 Rabiul Awwal bertepatan pada Tahun Gajah.

Dinamakan Tahun Gajah karena pada saat itu terjadi penyerangan Ka'bah yang di pimpin oleh Raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka'bah .

Tetapi Allah SWT mengagalkan serangan tersebut dengan mengirimkan Ribuan Burung Ababil  yang masing masing Burung membawa Batu Kerikil dari Neraka , lalu dilemparkanlah pada pasukan Gajah Tersebut.

"Lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW sebagai penutup para nabi , yang membawa perubahan terhadap Agama Islam", ucap Ustadz Rijki Abdul Karim, Khotib pada Shalat Jum'at.
Ustadz Rijki Abdul Karim berharap kepada semua  Jema'ah shalat jum'at agar dapat meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah.

Reporter  :  Rian Permana. KPI/3D
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos